Rabu, 13 Januari 2016

Siapa Permudah Kesulitan Orang di Dunia, Dimudahkan Allah di Akhirat

Siapa Permudah Kesulitan Orang di Dunia, Dimudahkan Allah di Akhirat

Barangsiapa memudahkan orang yang sedang kesulitan, niscaya Allah akan memberinya kemudahan di dunia dan akhirat
 Hasil gambar untuk gambar pengungsi

 وَعَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ رضي الله عنه قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللَّهِ صلى الله عليه و سلم : “مَنْ نَفَّسَ عَنْ مُؤْمِنٍ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ الدُّنْيَا نَفَّسَ اللَّهُ عَنْهُ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ، وَمَنْ يَسَّرَ عَلَى مُعْسِرٍ يَسَّرَ اللَّهُ عَلَيْهِ فِيْ الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ، وَمَنْ سَتَرَ مُسْلِمًا سَتَرَهُ اللَّهُ فِي الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ، وَ اللَّهُ فِيْ عَوْنِ الْعَبْدِ مَاكَانَ الْعَبْدُ فِيْ عَوْنِ أَخِيْهِ.” أَخْرَجَهُ مُسْلِمٌ.

Dari Abu Hurairah Radiyallahu anhu ia berkata: Rasulullah Sallallahu ‘alaihi Wasallam bersabda: “Barangsiapa yang meringankan kesusahan seorang mukmin di antara kesusahan-kesusahan dunia, niscaya Allah akan meringankan kesusahannya di antara kesusahan-kesusahan hari kiamat. Barangsiapa memudahkan orang yang sedang kesulitan, niscaya Allah akan memberinya kemudahan di dunia dan akhirat. Dan barangsiapa menutupi (aib) seorang muslim, niscaya Allah akan menutupi (aibnya) di dunia dan di akhirat. Allah akan selalu menolong seorang hamba selama ia mau menolong saudaranya.” (HR. Muslim).*

Selasa, 05 Januari 2016

Bila si Gembul sok modis


Si Gembul kadang suka ngiri dan putus asa. Bukan apa-apa, setiap lihat temen sebelah selalu bisa beli sepatu dengan mudah sesuai selera. Kadang bisa beli langsung di toko kadang juga beli lewat online. Harganya juga bisa menyesuaikan.

Beda banget pas Si Gembul nyari sepati di toko yang paling besar sekalipun. Pertanyaan pertama bukanlah model atau warna, tetapi nomor yang paling besar berapa. Setelah dapat nomor paling besar maka Si Gembul barulah nyoba.  Sering putus asa, boro boro milih model dan warna, lha nomor yang paling besar saja tidak muat......

Untuk urusan baju juga tidak jauh seperti itu. Yang ditanya  pertama adalah nomor paling besar. Terus dicoba barulah nanya warna. Jadi SOP nya sudah jelas. Seringnya dapat nomor yang tidak terlalu besar hingga kancing baju paling atas ga nyaman kalau dipasang. Padahal aturan seragam kerja Si Gembul kadang  mengharuskan pake dasi. Akhirnya Si Gembul memutuskan njahit saja baju. Cuma memang bahan baju kok nggak sebagus baju ber merk ya?

Untuk celana panjang juga sudah gak pernah nanya sama pelayan toko semacam matahari dll. Si Gembul sudah menemukan penjahit yang pas. SMS dalam waktu 2 hari celana sudah jadi. Bayar ongkos dan bahannya. Rata rata sekitar 225 sd 250 ribu per buah.

Urusan kaos gak jauh beda. Pernah sih nemuin di amplas jogja yang gedhe-gedhe tapi harganya sekitar 250-350 an. Mahal amat. Tapi sekarang sudah dapat solusinya. Si Gembul sudah menemukan produsen kaos yang pas dan nyaman. Si Gembul ga perlu khawatir karena ukuran pasti sesuai dengan pesanan karena tersedia sampai 5 XL

 size chart_1210x800

Pilihan desain dan warna lengkap. Monggo yang mau mengikuti langkah Si Gembul tinggal klik saja

Jadi buat temen temen yang mirip Si Gembul sekarang gak perlu risau dan galau karena kita bisa keren meski badan gemuk.


kaos pakaian ukuran besar up to XXXXXL

 

'Jumenengan' Paku Alam X, Besok Sejumlah Ruas Jalan di Yogyakarta akan Ditutup



Keluarga dan kerabat Paku Alam melakukan gladi upacara adat 
jumenengan atau penobatan Paku Alam X di Bangsal Sewatama, 
Puro Pakualaman, DI Yogyakarta, Minggu (3/1)
REPUBLIKA.co.id, YOGYAKARTA -- Pengangkatan atau jumenengan KGPH Suryodilogo sebagai Kanjeng Gusti Pangeran Adipati (KGPA) Paku Alam X akan dilaksanakan, Rabu (7/1) mendatang. KGPA PA X diangkat menjadi Adipati Kraton Pakualaman menggantikan ayahandanya Paku Alam IX yang wafat Desember 2015 lalu.

Prosesi jumenengan/Paku Alam X ini direncanakan dimulai pukul 08.00 WIB. Sejumlah ruas jalan sekitar Kraton Pakualaman akan ditutup selama prosesi berlangsung.

Menurut Ketua Panitia II Jumenengan KGPA Paku Alam X, KRMT Tirtonegoro, sedikitnya ada enam penggal jalan yang akan ditutup selama prosesi jumenengan berlangsung. Keenam penggal jalan ini antara lain Jalan Sultan Agung, Jalan Surya Prawiran, Jalan Harjono, Jalan Jayeng Prawiran, Jalan Harjowinoto dan Jalan Masjid.

"Ini yang ditutup saat proses jumenengan pagi hari. Dan sorenya ada beberapa ruas jalan juga ditutup karena untuk prosesi kirab KGPA Paku Alam X," katanya saat paparan pers pada persiapan upacara jumenengan di Kraton Paku Alaman, Senin (4/1).

Sejumlah jalan yang ditutup saat sore hari karena untuk kirab antara lain, Jalan Sultan Agung, Jalan Gadjah Mada, Jalan Bausasran, Jalan Gayam, Jalan Kusumanegara. Kirab akan dimulai pukul 14.00 WIB.

Saat upacara jumenengan tersebut sedikitnya ada 1.500 tamu undangan yang akan hadir di Kraton Pakualaman.

Jumat, 27 November 2015

Nasehat PERSIS untuk Bupati Purwakarta: Adat yang Berbau Musyrik Harus Ditinggalkan

Jakarta (SI Online) - Organisasi kemasyarakatan (Ormas) Islam yang berbasis di Jawa Barat, Persatuan Islam (Persis), menyarankan Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi supaya memilah dan memilih budaya mana yang sesuai dengan agamanya sebagai seorang Muslim dan budaya mana yang tidak sesuai. 
"Yang tidak sesuai ditinggalkan, untuk apa meramaikan hal-hal kayak begitu (budaya-budaya musyrik, red)," ungkap Ketua Umum Persatuan Islam (Persis) KH Maman Abdurrahman yang baru saja menyelesaikan masa jabatannya dalam Muktamar XV kepada wartawan di Kantor MUI Pusat, Jl Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (26/11). 
Maman, yang kini menjabat sebagai salah satu Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat ini menyatakan ketidaksetujuannya terhadap upaya Dedi Mulyadi menghidupkan budaya-budaya Sunda yang bertentangan dengan syariat. 
"Saya tidak setuju yang dibesar-besarkan kok adat kebiasaan, padahal di situ berbau syirik," tandasnya. 
Maman juga mengimbau, kepada para ulama di wilayah Purwakarta supaya mengeluarkan fatwa bila kelakuan Dedi Mulyadi diharamkan dalam Islam. 
Sebagai lembaga penjaga akidah umat, MUI setempat juga diminta untuk menjauhkan masyarakat dari ajaran-ajaran syirik. 
Seperti diketahui Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi, sejak memimpin Purwakarta terus berusaha menghidupkan kembali ajaran Sunda Wiwitan, sehingga ia menghiasi Purwakarta dengan aneka patung pewayangan seperti patung Bima dan Gatotkaca, bahkan ditambah dengan aneka patung Hindu Bali.
Dia pun mengaku telah melamar Nyi Loro Kidul dan mengawininya. Selanjutnya, ia membuat Kereta Kencana yang konon katanya untuk dikendarai sang isteri, Nyi Loro Kidul. Kereta Kencana tersebut dipajang di Pendopo Kabupaten Purwakarta, dan diberi kemenyan serta sesajen setiap hari, lalu dibawa keliling Purwakarta setahun sekali saat acara Festival Budaya, dengan dalih untuk membawa keliling Nyi Loro Kidul buat keberkahan dan keselamatan Purwakarta.
Dedi juga menganjurkan agar siapa yang mau selamat lewat di jalan Tol Cipularang agar menyebut nama Prabu Siliwangi. Dan beberapa tahun lalu, Dedi juga pernah menyatakan bahwa suara seruling bambu lebih merdu daripada membaca Alquran.
Selain itu, pohon-pohon di sepanjang jalan kota Purwakarta diberi kain "Poleng", yaitu kain kotak-kotak hitam putih, bukan untuk "keindahan", tapi untuk "keberkahan" sebagaimana adat Hindu Bali, dan Dedi pun mulai sering memakai ikat kepala dengan kembang seperti para pemuka adat dan agama Hindu Bali.
Dedi tidak bangga dengan Islamnya, tapi ia bangga dengan patung, sesajen dan takhayulnya, yang dikemas atas nama kearifan lokal (local wisdom).
red: shodiq ramadhan
----------------------------------------------------

AMS Larang Habib Rizieq ke Jawa Barat, FPI: Itu Provokasi dan Tidak Sesuai Adat Sunda


 

AMS Larang Habib Rizieq ke Jawa Barat, FPI: Itu Provokasi dan Tidak Sesuai Adat Sunda
Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Syihab saat memimpin doa

Bandung (SI Online) - Sejumlah organisasi massa yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Sunda (AMS) melaporkan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Syihab ke Polda Jawa Barat atas tuduhan pelecehan terhadap budaya sunda. Habib Rizieq dituduh telah memplesetkan salam orang Sunda 'sampurasun' menjadi 'campur racun'. Dan atas dasar itu, AMS menolak Habib Rizieq masuk ke wilayah Jawa Barat. 
Ketua DPD FPI Jawa Barat, KH Abdul Kohar mengklarifikasi bahwa Habib Rizieq dalam ceramahnya di Purwakarta beberapa waktu lalu itu tidak melecehkan adat Sunda seperti yang dituduhkan. Menurutnya, ceramah tersebut isinya hanya ingin menyelamatkan umat Islam Purwakarta dari berbagai hal yang mengarahkan pada perusakan akidah. (baca: FPI Jabar: Ceramah Habib Rizieq di Purwakarta untuk Menyelamatkan Umat, Bukan Menghina Adat)
Dijelaskannya, masalah sebenarnya adalah upaya Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi yang sedang mengkampanyekan salam 'sampurasun' sebagai ganti 'assalamualaikum'. Itu yang dianggap sedang meracuni akidah umat Islam. Karena itulah, para ulama di Purwakarta menilai tindakan Bupati yang sedang meracuni akidah itu dikatakan sebagai 'campur racun'. (baca: Bupati Purwakarta, Sampurasun atau Campur Racun)
"Kata-kata 'campur racun' sendiri itu keluar dari para ulama Purwakarta dalam diskusi sebelum ceramah Habib Rizieq, saya jadi saksinya karena ikut disitu," ujarnya saat dihubungi Suara Islam Online, Rabu (25/11/2015). 
Karena itu, kepada pihak pelapor, Kyai Kohar mengatakan seharusnya dilakukan klarifikasi dahulu sebelum bertindak.
Terkait pernyataan AMS yang menolak Habib Rizieq memasuki wilayah Jawa Barat, Kyai Kohar menilai itu adalah bentuk provokasi yang tidak sesuai adat sunda. "Justru yang menolak tamu yang datang ke Jawa Barat itu adalah provokator, mereka itulah yang mencederai adat sunda yang kita kenal Someah Hade Kasemah," ujarnya.
Filosofi Someah Hade Kasemah berarti bahwa orang Sunda harus ramah pada tetamunya. Ramah dalam arti menjamu, menjaga, memelihara, menghargai dan berupaya membahagiakan tamu mereka.
Kyai Kohar mencurigai, upaya provokatif tersebut ditunggangi oleh pihak tertentu yang memang sebenarnya tidak suka dengan dakwah Islam. "Kami melihat ini ada pihak ketiga yang melakukan provokasi dan ingin memperkeruh suasana," ungkapnya.
  
Ia menyerukan kepada seluruh pihak, untuk memandang persoalan ini dengan objektif, "Jangan sampai malah membenarkan fitnah yang bisa merugikan semua pihak," pungkasnya.
red: adhila

Selasa, 24 November 2015

Kupas Tuntas Detail Ubahan Kijang Innova


Jakarta, KompasOtomotif – All-New Innova berubah total dari generasi sebelumnya. Ditinjau dari proses produksi, 95 persen komponennya baru dengan klaim kandungan lokal sampai 85 persen.

Hasilnya, seperti bisa dilihat saat debut, Senin (23/11/2015), generasi keenam Kijang ini sekarang tampil jauh lebih modern.

Pertama yang perlu diketahui, dimensi All-New Kijang Innova membesar dari generasi sebelumnya. Bodinya memanjang 15 cm menjadi 4,735 m, melebar 5,5 cm (jadi 1,795 m), dan meninggi 4,5 cm (1,795 m). Meski begitu jarak poros roda tetap sama dan sasis tidak berubah masih menggunakan ladder frame berpenggerak roda belakang.

Innova terbaru punya tiga tipe, G, V, dan Q. Ketiganya diberi pilihan mesin bensin 1TR-FE 1.998 cc berteknologi dual VVT-i bertenaga 139 PS dan torsi 18,7 kgm dan diesel 2GD-FTV 2.393 cc dengan variable nozzle turbo (VNT) 149 PS dan torsi 34,9 kgm.

Pilihan transmisi tetap dua, manual 5-percepatan dan yang terbaru otomatis 6-percepatan. Suspensi depan menggunakan double wishbone dengan pegas koil dan stabilizer, sedangkan di belakang memakai 4-link dengan pegas koil dan lateral rod.

Toyota Astra Motor (TAM) menjelaskan saat peluncuran, tema perubahan mengarah ke grand tourer. Bos desain Toyota Motor Corporation Hiroki Nakajima menambahkan, Innova baru dikembangkan setelah mejalani riset merasakan kondisi jalan dan lingkungan di berbagai negara, terutama Indonesia.

Tampilan
Innova menjadi penerus Kijang sejak meluncur pada 2004. Sebelas tahun kemudian, generasi keduanya muncul seperti yang bisa kita lihat sekarang. Desain ekterior All-New Innova digarap memberi kesan modern sekaligus tangguh.
Bentuk gril besar untuk mengakomodasi kebutuhan udara untuk mesin yang lebih bertenaga. Desain wajah makin serius dan berkarakter dengan kombinasi lampu proyektor dan daytime running light.  Lampu sein depan kini berada di bawah, di samping lampu kabut.
Keseluruhan desain mengikuti model-model modern Toyota sekaligus menyesuaikan kebutuhan pasar global.
Di belakang, ada elemen yang sama seperti Grand New Avanza. Lampu belakang berbentuk segitiga terbalik dan didampingi reflector light mengarah ke plat nomor. Semua tipe menggunakan antena sirip hiu. Semua tipe menggunakan pelek 16 inci, khusus tipe tertinggi, Q diesel, memakai 17 inci dengan desain berbeda.


Febri Ardani/KompasOtomotif Interior Toyota All-New Kijang Innova tipe tertinggi, Q M/T diesel.
Interior

Sama halnya dengan eksterior, interior Innova terbaru berubah total. Perubahannya mirip All-New Hilux yang sudah meluncur sebelumnya, tapi Innova punya fitur lebih lengkap.

Nuansa kabin elegan dengan warna hitam dan terdapat aksen kayu pada dasbor (tipe Q dan V). Kemudi bisa diatur naik-turun dan maju-mundur, di boks penyimpan di bawah dasbor bisa jadi pendingin minuman, dan menggunakan layar monitor dengan sistem hiburan baru.

Febri Ardani/KompasOtomotif Illumination LED pada plafon Toyota All-New Kijang Innova (tipe Q dan V).

Hal baru yang bikin Innova makin mewah, terdapat lampu illumination LED di plafon, intensitas terangnya bisa diatur. Selain itu terdapat meja lipat di belakang jok depan seperti desain pesawat terbang komersial (tipe Q dan V).
 

Febri Ardani/KompasOtomotif Meja lipat jadi faktor pengangkat nuasan mewah pada kabin Toyota All-New Kijang Innova.






Fitur
All-New Innova punya fitur kantong udara di tujuh lokasi pada tipe tertinggi, Q diesel. Letaknya di depan jok pengemudi, depan jok penumpang depan, depan lutut pengemudi, samping jok pengemudi, dan tiga jendela samping. Tipe lainnya hanya punya kantong udara di depan pengemudi dan penumpang depan serta lutut pengemudi.
Fitur lainnya, ISOFIX, anti-lock braking system (ABS), hill assist control (Tipe Q diesel), vehicle stability control (tipe Q diesel), all auto window (tipe Q), smart entry key (tipe Q), sensor parkir, immobilizer, mode berkendara (normal, ECO, dan Power).

Harga
All New Innova dijual paling murah Rp 282 juta hingga yang termahal Rp 423,8 juta, harga itu terhitung on the road Jakarta melalui diler Auto2000. Tersedia enam pilihan warna, super white 2, silver metallic, avant garde bronze, dark gray mica metallic, attitude black, dan alumina jack.

Senin, 16 November 2015

Ketakutan dan Kesedihan di Daerah Dominan Muslim di Paris


 Fear and Mourning in Paris’s Muslim Suburbs
-Newsweek-

Diseluruh Paris pada Sabtu (14/11) malam, orang-orang sedang bersedih. Kekacauan dan kesedihan pada Jumat malam telah berkurang, memberi jalan pada kesedihan mendalam saat dampak penuh dari serangan tersebut muncul. Di daerah banlieue (pinggiran), suasananya tegang dan tak menentu. Di wilayah-wilayah ini adalah tempat tinggal bagi banyak imigran muslim yang sekarang terkena dampak serangan teroris lainnya dan ketakutan bahwa keyakinan mereka (Islam) akan dibuat bertanggungjawab.

Di banlieue diluar Porte de la Vilette, sekelompok imigran muslim dari Mauritania duduk di trotoar membakar jagung dan daging. Salah satu dari mereka –yang menolak memberikan nama atau umur karena khawatir akan keselamatannya- menyebut dia dapat mendengar serangan di Stade de France melalui jendelanya. “Polisi ada dimana-mana,” sebutnya. “Saya sungguh takut, saya hanya mengunci diri didalam rumah.” Sama seperti orang Perancis lainnya, ia tak dapat mengetahui motif sang penyerang. “Saya adalah seorang Perancis,” sebutnya. “Saya terkejut.”

Banlieue tersebut, seperti sebagian besar Paris, terlihat kosong. Sebagian besar toko dan restoran tutup, bagian depan toko mereka tertutup penutup besi. Disalah satu tepi jalan, sebuah convenience store tetap buka. Anak pemiliknya, seorang Perancis-Maroko bernama Mustapha Lamouz, menyebut ia mengecam serangan tersebut. “Ini akan terus terjadi,” sebutnya, “Kami telah menghadapi serangan Charlie Hebdo disaat yang sama tahun lalu. Hal seperti ini (ketakutan) akan terus terjadi di seluruh Perancis.”

Seperti sang pria dari Mauritania, Lamouz, 24 tahun, mendengar ledakan dari stadion tersebut. Dia tinggal dengan orangtuanya didekatnya. Meski ketakutan oleh bom tersebut, dia juga marah terhadap perancis. “Perancis seperti keju -penuh lubang dan orang-orang dapat keluar masuk sekehendak hati mereka,” sebutnya.

Hakan Yilmaz, 32, pemilik sebuah toko kebab Turki didekatnya, setuju. “Ada banyak jiwa yang hilang, banyak pemuda yang hilang di Perancis,” sebutnya. Tapi Yilmaz, meski bukan seorang muslim yang relijius, juga jijik dengan cara Perancis memperlakukan orang-orang yang beragama islam. “Masalahnya sama dengan yang dilakukan Amerika terhadap orang-orang berkulit hitam (diskriminasi),” sebutnya. “Pemerintah Perancis mendukung sekolah yahudi dan Israel, mereka membayar untuk mendukung sekolah-sekolah tersebut. Tapi mereka tidak mendukung sekolah-sekolah muslim, yang harus mencari dana sendiri.” Tidak semuanya tepat, namun ini merepresentasikan bagaimana beberapa muslim Perancis, terutama yang berada di pemukiman seperti ini, merasa didiskriminasikan dan tidak dianggap oleh masyarakat Perancis.

Saat Yilmaz berbicara, kemarahannya meningkat. “Serangan itu adalah hal yang memalukan,” sebutnya, “tetapi Perancis mengalaminya karena mereka masuk ke Suriah. Rusia masuk dan mereka kehilangan sebuah pesawat (meledak di Sinai Mesir -red), Turki masuk dan mereka mengalami serangan teroris (bom Ankara -red).” Yilmaz menyebut dia sedih tetapi tidak terkejut.

Saat dia bersiap menutup tokonya, diujung jalan puluhan pria tiba di Masjid de Fraternite untuk solat zuhur. Ibadahnya singkat dan penuh harapan- seringkali seruan “Allahu Akbar” terdengar dari balik pintu yang tertutup.

Saat orang-orang itu pergi, seorang pria dalam pakaian yang semuanya hitam memisahkan diri dari kerumunan. Telah menyaksikan serangan di Stade de France, Felix Mehdi, 36, seorang pemimpin komunitas yang sesekali memberi ceramah, segera menjelaskan bahwa teror Paris tersebut tidak merepresentasikan keimanannya. “Ada jutaan muslim di Perancis, tetapi ada berapa yang melakukan serangan?” sebutnya. “Ini bukan islam. Bukan atas nama saya.”

Mehdi, seperti si pemilik toko kebab, percaya bahwa Negara Perancis harus bertanggungjawab atas keterlibatan mereka dalam perang sipil suriah. “Setiap kali Perancis memasuki perang yang bukan untuk kita, kita mengalami serangan,” sebutnya. “Jika kamu ingin membuat perang, perang akan datang kepadamu.”

Tapi untuk Mehdi, akar dari masalah tersebut terletak lebih dalam- “ kebencian dan ketakutan terhadap islam di perancis.” Saat orang-orang islam semakin diasingkan dari komunitas Perancis yang lebih luas, Mehdi menyebut radikalisme tak akan terhindarkan. Dan hingga Perancis, menghadapi ketakutannya terhadap islam, tambahnya, serangan seperti ini akan terus terulang.

Mereka yang menderita paling banyak, tambahnya, adalah orang-orang islam. “Setelah Charlie hebdo,” sebutnya, “terdapat peningkatan tajam serangan islamophobic pada komunitas kami. Serangan-serangan ini hanya menyiram bensin ke api.”

Dua pintu setelahnya di sebuah toko yang menjual alquran, abaya dan sajadah, Amina Kaima yang berusia 24 tahun juga memiliki ketakutan sama seperti Mehdi. “Meski saya tak memakai hijab, ibu dan saudari saya memakai.” Sebutnya. “Saat mereka pergi keluar, orang-orang mengidentifikasi mereka sebagai seorang muslim. Mereka akan berada dalam bahaya.”

Serangan tersebut, tambahnya, akan membelah dua Perancis: mereka yang menyalahkan islam dan mereka yang tidak. “ Islam adalah sebuah agama damai,” tambahnya. “Kami berharap bahwa orang-orang tidak menyamakan kami dengan ISIS. Hari ini kami harus menjadi lebih cerdas dan tidak menjawab dengan kekerasan. Hari ini yang paling penting adalah persatuan di Perancis -orang-orang harus berperang bersama dan tidak terbelah.”

Saat kegelapan mulai turun di banlieue, udara menjadi dingin. Sang pria Mauritania masih memanggang jagung, meski beberapa mulai mengepak barang-barang mereka. Ini sudah malam dan mereka lelah, terlelahkan dengan pengetahuan bahwa Perancis sekali lagi menjadi korban terror dan pengetahuan bahwa islam secara keseluruhan akan sekali lagi disalahkan.*

*Sumber: http://www.newsweek.com/fear-and-mourning-among-paris-muslims-394504

Rabu, 11 November 2015

Beberapa Dosa Ibu-ibu pada Tukang Sayur


Sahabat Ummi, dunia ibu tak bisa dilepaskan dari tukang sayur. Bisa dikatakan, orang ini adalah idola dan idaman para ibu. Kehadirannya tiap hari ditunggu dengan harap cemas. Ketidakhadirannya diikuti oleh rasa kecewa, karena stok makanan hari itu terancam. Si ibu terpaksa harus keliling cari tukang sayur lain, atau malah harus pergi ke pasar. 
 
Sejatinya kehadiran tukang sayur tiap pagi membuat para ibu bisa lebih mudah dan cepat memperoleh bahan menu impian. Tetapi ibu-ibu sering juga bagaikan "musuh dalam selimut" atau "benci tapi rindu" terhadap tukang sayur. Mereka membutuhkan, tetapi di sisi lain mereka ingin menekan tukang yang satu ini.
Tekanan-tekanan itu yang menjadikan para ibu ini melakukan kesalahan/dosa tanpa sengaja. Apa saja "dosa" ibu-ibu pada tukang sayur:

1. Menawar dagangan terlalu murah 
 
Keunikan belanja di pasar tradisional maupun tukang sayur adalah bahwa kita bisa menawar harga barang. 
Tapi untuk harga sayur/buah/pangan pokok lainnya, biasanya pedagang tidak akan membandrol barang dengan harga yang terlalu tinggi. Apalagi dengan asas persaingan sempurna, mereka tak mau terlalu banyak selisih harga dengan pedagang lain karena kuatir kehilangan pelanggan. Karena itu kita sebaiknya menjaga adab dalam menawar harga. Berilah tawaran harga yang sewajarnya. 

Jangan sampai pedagang melepas barangnya pada kita dengan rasa terpaksa/tidak ikhlas. Keterpaksaan itu bisa mengurangi keberkahan dalam barang yang akan kita konsumsi.
 
2. Pesan suatu barang tetapi tidak jadi dibeli.
 
Ketahuilah bunda, modal yang dimiliki tukang sayur itu sudah ada peruntukannya. Dia sudah mempelajari bahan apa saja yang ingin dikulak sesuai kecenderungan konsumen. Jika kita pesan suatu barang tertentu, modalnya akan terpakai untuk kita. Jika kita tak jadi membelinya, tentu menjadi kerugian baginya. Masih bagus jika barang pesanan kita itu ada yang menggantikan. Jika tidak, modal si pedagang akan tertahan di barang tersebut. Ini akan mengurangi kemampuannya kulakan barang di hari berikutnya.
 
3. Berhutang pada tukang sayur dalam waktu lama, tapi membayar tunai pada toko besar.
 
Sudah rahasia umum sebagian ibu berhutang pada tukang sayur, bahkan dalam jangka waktu lama. Namun di waktu yang relatif sama, ibu tersebut mampu membeli barang-barang di toko besar/swalayan. Sudah tentu di swalayan ia harus membayar tunai. Bukan masalah jika ibu sedang kesulitan keuangan. Tetapi hendaknya disertai empati untuk menahan keinginan membeli barang-barang lain yang kurang perlu.
Terlalu lama ibu berhutang, membuat tukang sayur menjadi kekurangan modal.
 
4. Mengutil

Seorang tukang sayur bercerita pada saya, di tengah keramaian orang belanja, suka ada ibu-ibu yang mengutil barang. Perilaku itu tidak hanya sekali tapi bisa beberapa kali dilakukannya. Juga tidak hanya satu-dua ibu yang melakukan pengutilan itu.
Tukang sayur tidak mau menegurnya karena kasihan jika ibu tsb menjadi malu di hadapan orang banyak.
 
5. Selalu ingin dilayani lebih dahulu.
 
Karena ibu-ibu enggan bersabar, tukang sayur menjadi panik. Kadang hitung-hitungan manualnya kacau alias salah harga. Ini juga berpotensi mengakibatkan kerugian.
 
6. Berinisiatif mengambil bonus sendiri  

Kadang ada ibu-ibu menambahkan suatu barang sebagai bonus/pembulatan harga belanjaannya.
Sebaiknya kita tanya dulu pada tukang sayur apakah ia membolehkan? Akan lebih baik jika ia yang memilihkan/menentukan jenis bonusnya. Sekalipun hanya sebutir tomat kecil yang kita minta, jika harganya sedang tinggi tentu akan memberatkannya.
 
Demikian hal-hal kecil yang sering dilakukan ibu-ibu terhadap tukang sayur. Semoga kita tak termasuk dalam kategori ibu-ibu yang lalai dalam hal tersebut. 
Kedzoliman kecil yang tanpa terasa kita lakukan tiap hari tentunya bisa makin menumpuk menjadi kedzoliman yang besar, na'udzubillah.
 
Depok, September 2015 
Sofia S. Wardani 
 
 
Profil Penulis:
 
Penulis adalah ibu rumah-tangga dengan empat anak, tinggal di Depok. Selain berkegiatan bisnis online-offline kecil-kecilan, ia juga mengikuti beberapa komunitas di masyarakat.
Menulis, baginya adalah sebuah proses berlatih asa, karsa, dan upaya keluar dari zona nyaman.
Alamat facebook: Sofia Sinta Wardani
 
Foto ilustrasi: google

Selasa, 10 November 2015

Di Antara Rezekimu, Ada Rezeki Orangtuamu

Perhatian tulus, keinginan untuk menyenangkan, membantu, memuliakannya, selalu mendoakan dan membahagiakan kedua orangtua itulah yang melahirkan keridhoannya





Hidayatullah.com
SORE itu Ummu Hamid pulang dengan gelisah. Ia baru ingat. Hari itu tanggal 18, hari terakhir jatuh tempo pembayaran cicilan rumahnya. Ia tau pasti, dana yang terkumpul dari pendapatannya dan suami sangat terbatas.

Meskipun “hanya” kurang dua ratus ribu rupiah, tetap saja Ummu Hamid pening dibuatnya. Sebab dana yang lain tidak bisa diganggu lagi dengan keperluan berbeda.

Sambil menunggu kepulangan suami, Ummu Hamid menelpon ibunya. Sudah menjadi kebiasaannya rutin menghubungi orangtua sejak ia masih kuliah dahulu.

Mendadak ia terkejut. Kiriman dana bulanan untuk orangtuanya ternyata belum ditunaikan juga.
Selama ini, Ummu Hamid ikut menanggung pemakaian listrik, air dan berbagai keperluan orangtuanya. Ia merasa ada sejumlah pengeluaran tak terduga yang melampaui keuangan keluarganya.

Sempat terbetik untuk acuh. Toh ia masih memiliki saudara lain yang bisa memenuhi kebutuhan orangtua mereka. Anehnya, justru muncul rasa sombong. Merasa diri paling berjasa pada keluarga khususnya kepada ibunya selama ini.

Syukur, secepat itupula ia beristighfar. Usai menelepon, Ummu Hamid segera mentransfer sejumlah dana kepada ibunya. Kali ini ia bahkan sengaja melebihkan dari biasanya. Selepas transaksi, kembali Ummu hamid mengecek saldo rekeningnya. Dana yang sedianya untuk membayar cicilan rumah kini tampak makin berkurang. Lagi-lagi otaknya berpikir keras. Ke mana ia mencari tambahan dana untuk cicilan tersebut.
Ummu Hamid tak ingin menyesal karena telah meringankan kebutuhan ibunya. Sebaliknya ia juga tidak bisa menunda pembayaran cicilan karena terancam denda cukup besar. Saat ini Ummu Hamid hanya bisa menyicil rumah, sebuah keinginan yang sudah lama terpendam. Memiliki rumah sendiri bersama keluarganya.

Masih dengan perasaan gulana, Ummu Hamid segera mengambil air wudhu. Ia merasa tak punya pelarian lagi kecuali shalat dua rakaat, bersimpuh di hadapan kebesaran Allah Subhanahu wa Ta’ala (Swt). Baru selesai salam, tiba-tiba suaminya datang mengetuk pintu rumah. Ada lara yang membuncah, ingin segera ia mengadu kepada suaminya. Tapi Ummu Hamid berusaha menahan sekuat tenaga. Ia tidak mau menambah letih suaminya yang baru pulang dari pekerjaannya di kantor.

“Dinda, alhamdulillah ada rezeki tidak disangka di kantor tadi,” ujar suaminya membuka percakapan sambil tersenyum.
“Pak Rahman datang melunasi pinjamannya yang tiga tahun lalu itu. Entahlah, tiba-tiba saja ia datang ke kantor tadi,” imbuh suaminya sambil menyerahkan sebuah amplop tebal.
“Allahu Akbar…!”

Ummu Hamid tanpa sadar berpekik takbir. Ia sendiri sudah lupa perihal uang piutang itu. Waktu itu mereka hanya berniat menolong Pak Rahman, karib suaminya itu.

Dengan gemetar Ummu Hamid segera membuka amplop itu. Lembar demi lembar terlihat dari dalam amplop. Lembaran itu bahkan masih lengkap dengan ikatan penanda dari bank.

Subhanallah, lagi-lagi ia hampir berteriak. Uang tersebut ternyata persis 200 kali lipat dari jumlah yang baru saja ia transfer kepada ibunya tadi. Masih dalam sujud syukurnya, sebuah pesan singkat masuk atas nama ibunya.

“Nak, terima kasih ya. Kata adikmu ada uang masuk ke rekening ibu. Semoga rezekimu berkah dan berlimpah. Maafkan ibu yang selalu merepotkanmu.”

Ridho Allah, Ridho Orangtua
Dalam Islam, ridho Allah Subhanahu Wata’ala berhubungan dengan ridho kepada kedua orangtua. Karena itu hadits mengatakan, Ridho Allah bersama dengan ridho orangtua, kemurkaan Allah karena murkanya orangtua.
عَنْ اَلنَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم قَالَ: ( رِضَا اَللَّهِ فِي رِضَا اَلْوَالِدَيْنِ, وَسَخَطُ اَللَّهِ فِي سَخَطِ اَلْوَالِدَيْنِ ) أَخْرَجَهُ اَلتِّرْمِذِيُّ, وَصَحَّحَهُ اِبْنُ حِبَّانَ وَالْحَاكِمُ
Nabi Shallallaahu alaihi wasallam (Saw) bersabda: “Keridhaan Allah tergantung kepada keridhaan orangtua dan kemurkaan Allah tergantung kepada kemurkaan orangtua.” (Riwayat at-Tirmidzi. Hadits shahih menurut Ibnu Hibban dan Hakim).

Keridhaan orangtua dimulaikan dari buah ketulusan. Berapapun harta yang diberikan anak kepada orangtua, namun tak disertai ketulusan, tentunya tidak mendapat jaminan ridha dari orangtua.

Sebab ridha orangtua bukanlah persoalan berapa nominal harta atau materi lainnya. Perhatian tulus, keinginan untuk menyenangkan, membantu, memuliakannya, selalu mendoakan dan membahagiakan kedua orangtua itulah yang melahirkan keridhoannya.

Sayangnya tak banyak yang menyadari hal tersebut. Bahwa harta, kesenangan, dan kebahagiaan yang direguknya kini hanyalah cipratan berkah dari sujud panjang dan munajat ikhlas dari orangtua kepada anak-anaknya. Anak itu terkadang lupa, menyangka apa yang ia miliki kini adalah hasil jerih payahnya sendiri.

Ippho Santosa menulis dalam buku 7 Keajaiban Rezeki, ketika doa orangtua selaras dengan doa yang dipanjatkan oleh seorang anak, niscaya doa-doa tersebut akan lebih ‘melangit’.Apapun akan terpanjat dengannya hingga menjadi lebih mudah diijabah oleh-Nya kelak.*/Rizky N. Dyah, seorang guru tinggal di Kutai Barat

Rep: Admin Hidcom

Senin, 09 November 2015

Jakarta Diguyur Hujan, Begini Penampakan Lautan Sampah di Kali Utan Kayu


  Detik.com - Jakarta diguyur hujan deras sejak Sabtu hingga Minggu kemarin. Kali Utan Kayu, Cempaka Mas, Jakarta Pusat, pun dipenuhi lautan sampah.

Jakarta

detikcom berkunjung ke Pintu Air Honda I di Kali Utan Kayu, Cempaka Mas, Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin (9/10/2015) pukul 14.00 WIB. Di lokasi sungai tampak sangat kotor dipenuhi lautan sampah.

Dari pantauan, tampak berbagai jenis sampah rumah tangga menumpuk di sungai. Di antaranya sampah plastik, botol minuman air mineral, dan lain-lain. Akibatnya, sungai ini mengeluarkan bau tak sedap.

Di lokasi juga tampak puluhan pekerja dari Dinas Kebersihan DKI Jakarta tengah membersihkan sampah-sampah tersebut. Mereka sudah bekerja sejak pagi tadi.

"Di Kali Utan Kayu ini diperkirakan volume sampah 50 kubik. Sejak tadi pagi dibersihkan, yang terangkut baru sekitar 25 kubik," kata Asisten Pengawas Kebersihan Kali Kecamatan Kemayoran Efron Sidjabat saat diwawancarai di lokasi.

Dijelaskan Efron, selama musim kemarau, sampah di Kali Utan Kayu hanya sekitar 7-8 kubik per hari. Namun karena dua hari kemarin Jakarta diguyur hujan deras, volume sampah meningkat jadi 7 kali lipat

"Sampah-sampah ini dampak dari hujan. Sampah-sampah jadi terbawa arus akhirnya menumpuk di sini. Kali ini dilintasi banyak saluran penghubung (PHB)," ucapnya. Lautan sampah ini tak lepas dari perilaku buruk masyarakat yang masih suka buang sampah sembarangan.

Efron berharap, masyarakat tak lagi berperilaku buruk dengan membuang sampah sembarangan. Apalagi di musim hujan yang segera datang, sampah bisa mengakibatkan bencana banjir.
(hri/nrl) 
Jadi Politeknik, STAN Punya Program Studi D1 Sampai S3

Jadi Politeknik, STAN Punya Program Studi D1 Sampai S3

Hasil gambar untuk gambar stan kemenkeu 

Detik.com -Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN) telah bertransformasi menjadi Politeknik Keuangan Negara STAN (PKN STAN). Sekarang PKN STAN tidak hanya menyediakan program studi diploma (D1-D4), namun juga sarjana (S1) hingga strata 3 (S3) atau doktor.

Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan Kementerian Keuangan‎ (Kemenkeu) Sumiati menjelaskan proses persiapan transformasi ini sudah berlangsung cukup lama. Melalui kajian, studi banding serta menyelesaikan proses administrasi di Kementerian Ristek dan Dikti serta Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN RB).

"Ini semua telah dilalui. Memang bukan sesuatu yang mudah mengubah identitas STAN yang telah memiliki kapasitas nasional. Terlebih nomenklatur tapi juga seluruh proses bisnis dan sistem pengelolaan kampus," ujarnya ‎dalam peresmian PKN STAN di Kampus PKN STAN, Bintaro, Tangerang Selatan, Senin (9/11/2015)

Acara peresmian PKN STAN juga dihadiri oleh Menteri Keuangan (Menkeu) Bambang Brodjonegoro yang membawahi lembaga pendidikan di bawah Kementerian Keuangan (Kemenkeu) ini.

‎Transformasi ini memiliki dasar hukum Peraturan Menteri Keuangan Nomor 137 PMK 01/ 2015 yang diterbitkan pada 15 Juli 2015. Perubahan ini memiliki dampak mendasar, sebab kampus STAN tidak hanya sampai dengan Diploma 4 (D4).

"Perubahan ini dampak mendasar, STAN yang hanya D4 kini dapat hingga program doktoral S3," kata Sumiati.

Secara organisasi, PKN STAN akan disesuaikan dengan kampus pada umumnya, misalnya dari sisi tenaga pengajar (dosen). Sumiati menyatakan, selama ini belum ada dosen tetap, bahkan juga tidak bisa menarik dosen dari luar Kemenkeu.

"STAN belum pernah memiliki dosen tetap, dengan perubahan ini harapkan positif pada kultur STAN sebagai profesional dapat mengembangkan Ilmu di bidang negara di Kemenkeu atau mitra kemenkeu," terangnya.

Beberapa proses yang sudah selesaikan di antaranya adalah penyusunan statuta sebagai pedoman dasar dari sistem pelaksanaan kampus. Selanjutnya pembukaan lowongan untuk dosen, baik dari dalam maupun luar Kemenkeu dan instansi pemerintah lainnya.

"Kami sudah lakukan profiling dan assessment untuk tenaga pendidikan. Sehingga nantinya bisa mengembangkan program D1, ‎D3, D4, dan pasca sarjana S2 dan S3. Prosesnya akan dilakukan mulai dari sekarang sampai 2017 dan 2018 bisa dimulai," tukasnya.

(mkl/hen)

Tahukah Anda Cara Bertukar Kartu Nama yang Sesuai Etika?


Saat berkenalan dengan klien atau rekan kerja baru, biasanya selain bersalaman, Anda juga akan bertukar kartu nama. Tahukah Anda kalau dalam urusan bertukar kartu nama ini ada etikanya? Etika berbinis merupakan salah satu materi yang diajarkan di sekolah kepribadian.

Dituturkan oleh Muhammad Basrah selaku fasilitator dari sekolah kepribadian Duta Bangsa, etika bisnis diperlukan untuk memelihara suasana lingkungan kerja yang menyenangkan serta menimbulkan rasa saling menghargai. Selain itu, efisiensi kerja dan citra pribadi perusahaan juga bisa ditingkatkan jika mengetahui etika berbisnis.

"Etika berbisnis bisa dilakukan dalam hal memberi atau menerima sesuatu, cara berjabat tangan, kontak mata saat berbicara, dan cara memberi sambutan. Bahasa tubuh menjadi salah satu aspek penting yang harus dimiliki dalam beretika bisnis," tutur Basrah saat berbincang dengan Wolipop di Duta Bangsa, Menara Bank Mega Syariah, Kuningan, Jakarta Selatan beberapa waktu lalu.

Lantas apa saja hal-hal yang harus diperhatikan dalam beretika di dunia pekerjaan?

1. Saat Berjabat Tangan
Ketika pertama kali bertemu dengan rekan kerja atau klien penting, biasanya diawali dengan berjabat tangan. Perhatikan cara Anda menjabat tangan karena itu akan memberikan kesan pertama tentang diri Anda.

Dimulai dengan mengulurkan tangan dan tubuh sedikit condong ke depan, kemudian jabatlah tangan lawan bicara dengan sedikit penekanan sambil mengucapkan nama jelas. Selama berjabat tangan, tetap jaga kontak mata dan tetap tersenyum.

2. Saat Bertukar Kartu Nama
Kartu nama biasanya diberikan setelah jabat tangan selesai. Ada beberapa perbedaan dalam memberi dan menerima kartu nama yang umumnya dijumpai.

"Di Barat biasanya orang memberikan kartu nama dengan tangan kiri atau kanan tidak masalah, yang penting orang lihat dan tahu perusahaannya. Tapi kalau di negara Timur termasuk Indonesia, pemberian dan penerimaan kartu nama dilakukan dengan dua tangan," lanjut pria yang pernah bekerja di bidang perhotelan itu.

Apabila sudah menerima kartu nama dari lawan bicara, hendaknya dibaca terlebih dulu. Jangan terburu-buru memasukkannya ke dalam tas atau dompet. Tidak ada salahnya untuk menuliskan tanggal pertama kali bertemu agar lebih mudah diingat.

3. Saat Menghadiri Rapat
Jika Anda akan menghadiri rapat dengan rekan kerja, atasan, atau klien, sebaiknya hadir di ruang rapat 15 menit sebelumnya untuk mempersiapkan hal-hal yag berkaitan dengan agenda rapat. Tak ada salahnya menjadi pendengar yang aktif berpartisipasi, tetapi jika akan menginterupsi, sebaiknya acungkan tangan terlebih dahulu.

Saat mengikuti rapat, usahakan tetap berada di dalam ruangan. Jangan keluar-masuk ruang rapat kecuali untuk hal-hal yang mendesak. Pastikan pula membuka dan menutup pintu dengan perlahan agar tidak menganggu kelangsungan rapat.

4. Hindari Pembicaraan Informal
Basa-basi diperlukan untuk memecah kebekuan dan menjalin hubungan dengan relasi bisnis. Tetapi sebaiknya hindari pembicaraan yang bersifat terlalu pribadi, seperti membicarakan tentang penyakit, kematian, menanyakan harga barang, atau bahkan bergosip.

"Hindari juga memotong pembicaraan orang lain, memonopoli pembicaraan, membual tentang diri sendiri, dan membicarakan hal-hal yang dapat menimbulkan pertentangan," tutup pria kelahiran 1959 itu.

(itn/eny)

Minggu, 08 November 2015

Mengapa Sebaiknya Mengatakan Fii Amanillah daripada Selamat Jalan?


Sahabat Ummi, jika ada anggota keluarga kita yang akan pergi meninggalkan rumah untuk bekerja atau pergi ke suatu tempat, biasanya kita akan dengan refleks mengucapkan selamat jalan, goodbye, dadah, sampai jumpa, dan lain-lain.

Ternyata dalam Bahasa Arab, ada kata yang sebanding bahkan jauh lebih baik artinya dibandingkan selamat jalan, yaitu fii amanillah. Mengapa kita sebaiknya mengatakan fii amanillah daripada hati-hati pada orang yang akan bepergian? Simak penjelasan lengkapnya berikut ini.

Islam menawarkan pengganti yang lebih baik bagi kita saat mengucapkan ketika akan berpisah yaitu fii amanillah yang artinya (semoga engkau) dalam lindungan Allah.

Hal ini yang menunjukkan rasa peduli kita saat saudara atau anggota keluarga kita akan pergi dengan mengucapkan fii amanillah, artinya kita juga sedang mendoakannya, agar ketika dalam perjalanan ia selalu dilindungi Allah Swt.

Sabtu, 07 November 2015

Makanan Halal di Pesawat, Inilah Beda Indonesia dengan Tiongkok



Hidayatullah.com–Dalam penerbangan jarak jauh dengan menggunakan maskapai penerbangan komersial, para penumpang akan mendapat fasilitas makan. Setiap maskapai memiliki aturan yang berbeda soal makanan. Bagi penumpang Muslim tentu harus mengonsumsi makanan yang halal.
Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Asrorun Niam Sholeh memiliki pengalaman soal makanan halal di beberapa maskapai penerbangan internasional.
Misalnya saat Niam melakukan perjalanan Jakarta-Shanghai (Tiongkok) belum lama ini dengan menggunakan maskapai Garuda Indonesia GA 894. “Saat jam makan pagi tiba, saya disajikan terlebih dulu special request MOML (Moslem Meal). Saya tidak tahu kenapa Garuda Indonesia ikut pola SQ Airlines, Qantas, dan maskapai lain yang menyediakan menu eksklusif dengan tanda MOML, juga vegetarian?” Kata Niam kepada hidayatullah.com baru-baru ini.
Dengan pola ini, jelas Niam, kemudian bisa dipahami dengan logika terbalik, jika di luar makanan bertanda MOML tidak dijamin halal.
“Hal berbeda dengan Malaysia Airlines, Saudia, Qatar, dan sejenisnya yang secara umum (keseluruhan) menyajikan menu halal, yang layak dikonsumsi untuk semua penumpang, baik Muslim maupun yang bukan,” jelas Niam berkisah.
Niam tidak habis pikir kenapa Garuda Indonesia yang merupakan maskapai penerbangan dari negeri mayoritas Muslim ini menggunakan cara pikir terbalik dalam pelayananannya. Kendati demikian, Niam tetap memberikan apresiasi usaha Garuda Indonesia.
Sesampai di Bandara Pudong Shanghai, Niam melanjutkan perjalanan menuju Langzhou dengan maskapai penerbangan domestik China Eastern.
“Lamanya penerbangan 3,5 jam. China, seperti kita tahu, sangat akrab dengan pork (babi). Sehingga memilih menu harus ekstra hati-hati. Saya bersiap puasa sepanjang hari karena saya berpikir akan susah cari menu yang menenangkan hati,” ungkap Niam
Ternyata di dalam pesawat Airbus yang berisi kurang lebih 140 penumpang, yang mayoritas penduduk lokal, Niam dikejutkan dengan menu makanan yang dibagikan.
“Pramugari dengan pakaian sangat sopan dan ramah membagikan dua boks makanan, satu snack dan roti, satunya ditawarkan, ayam dan nasi atau mie. Saya terkejut, karena seluruh menu yang dibagikan pada penumpang, tertulis dengan besar-besar “Halal”; Islamic Food, di bungkusnya,” kata Niam.
Makanan itu, lanjut Niam, dibagikan kepada seluruh penumpang baik itu penumpang Muslim atau bukan.
“Orang China yang jadi penumpang pun makan dengan lahap, tanpa protes dan resisten akan ada ‘Islamisasi’ atau meneriakkan isu sektarian,” tegas Niam.*
Rep: Ibnu Syafaat
Editor: Syaiful Irwan

Jumat, 06 November 2015

Lunasi Pajak Rp 36,8 Miliar, Bos Properti Ini Dibebaskan dari Rumah Tahanan


Jakarta -Detik.com
Seorang direktur perusahaan properti di Medan, Sumatera Utara, dibebaskan dari rumah tahanan setelah perusahaan yang dipimpinnya melunasi tunggakan pajak Rp 36,8 miliar.

Direktur berinisial BB tersebut disandera oleh Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak, bekerja sama dengan Ditjen Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM, serta Kepolisian Republik Indonesia pada 4 November 2015. Perusahaan yang dipimpin direktur ini berinisial PT TMIL.

"PT TMIL adalah sebuah perusahaan di bidang real estate yang terdaftar di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Medan Polonia," kata Direktur Penyuluhan, Pelayanan dan Hubungan Masyarakat Ditjen Pajak, Mekar Satria Utama, dalam keterangannya, Jumat (6/11/2015).

Mekar mengatakan, penyanderaan terhadap BB dilakukan Ditjen Pajak setelah sebelumnya melalui berbagai tahapan penagihan pajak sesuai ketentuan yang berlaku, termasuk:


  • Penerbitan Surat Teguran yang diterbitkan pada periode tahun 2006 dan 2009;
  • Penerbitan Surat Paksa diterbitkan pada periode tahun 2006 dan 2010;
  • Tindakan penagihan aktif setelah terbitnya Surat Paksa, antara lain: penyitaan dan pelelangan aset, pemblokiran harta yang tersimpan di bank dan pengusulan pencegahan bepergian keluar negeri.
Penyanderaan tersebut dilakukan berdasarkan Surat Izin Penyanderaan dari Menteri Keuangan Nomor SR-2220/MK.03/2015 tanggal 15 Oktober 2015.

Penanggung pajak yang disandera dilepaskan apabila utang pajak dan biaya penagihan pajak telah dibayar lunas (seperti dalam kasus ini), atau apabila jangka waktu yang ditetapkan dalam Surat Perintah Penyanderaan telah terpenuhi, berdasarkan putusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap, atau berdasarkan pertimbangan tertentu Menteri Keuangan/Gubernur.

Ditjen Pajak mengimbau bagi Wajib Pajak yang masih mempunyai utang pajak agar segera melunasi utang pajaknya dengan memanfaatkan Tahun Pembinaan Wajib Pajak 2015, karena apabila utang pajak dilunasi pada tahun ini, maka Wajib Pajak akan mendapatkan pengurangan atau penghapusan sanksi administrasi.

(dnl/ang)

Minggu, 01 November 2015

Inilah Tipe-tipe Persahabatan, Di Mana Posisi Anda?


http://www.hidayatullah.com
Saat itu, tidak ada yang meragukan kekuatan jumlah pasukan Thulaihah bin Khuwailid Al Asadi, yang memiliki 1000 tentara berkuda. Namun, ketika mereka berhadapan dengan pasukan Muslim, kekuatan itu seperti tidak ada gunanya, mereka dihancurkan tanpa ampun. Thulaihah Akhirnya mencari tahu penyebab kekalahan pasukannya,”Celakalah kalian! Apa yang menyebabkan kalian kalah?!”
Salah satu diantara prajuritnya pun menyatakan,”Saya akan memberi tahu anda penyebab kekalahan kami. Sesungguhnya tidak ada diantara kita seorang prajurit, kecuali ia menginginkan temannya mati terlebih dahulu darinya. Sedangkan kita berhadapan dengan satu kaum yang semuanya ingin mati sebelum teman-temannya!” (Hayat As Shahabah, 4/642)
Kisah di atas menggambarkan betapa dahsyatnya kekuatan persaudaraan yang mampu membentuk  prilaku itsar, hingga dalam masalah nyawa sekalipun! Disamping mempersolid kekuatan Muslim sifat ini juga menumbuhkan tingginya semangat untuk berkorban. Dengan berbekal kelebihan itu, para sahabat mampu mengalahkan  kekuatan senjata sekaligus banyaknya prajurit musuh. Makna Itsar sendiri, adalah pengutamaan terhadap hajat orang lain daripada hajat diri sendiri dikala membutuhkannya. (Tafsir Ibnu Kastir, hal. 1852)
Ketinggian sifat itsar para salaf bisa mencapai pada tahapan di atas karena, sifat ini sudah menjadi karakter dalam kehidupan mereka. Hal ini tergambar dari beberapa kasus prilaku itsar mereka dalam beberapa peristiwa.  Dalam Shahih Al Bukhari disebutkan, bahwa suatu saat seorang laki-laki yang mengaku sedang mengalami kesusahan datang kepada Rasulullah, sedangkan di rumah beliau sendiri tidak ada apa-apa yang bisa diberikan. Lalu Rasulullah menawarkan kepada para sahabat, siapa yang bersedia untuk memberi pelayanan kepada laki-laki tersebut. Akhirnya ada seorang laki-laki Anshar yang bernama Abu Thalhah menerima tawaran tersebut. Padahal saat itu di rumah kaluarga Abu Thalhah tidak ada persediaan makanan kecuali untuk anak-anak mereka. Akhirnya anak-anak mereka ditidurkan tanpa makan malam sedangkan ia dan istri juga tidak makan malam itu,  lantas semua makanan disajikan untuk tamu Rasulullah tersebut. Keesokan harinya, Rasulullah bersabda,”Allah takjub terhadap si fulan dan fulanah”. Hingga turunlah firman Allah yang artinya,”…dan mereka melakukan itsar atas diri mereka, walau ada pada mereka kesusahan…” (Al Hasyr [59]: 9)
Kisah itsar para salaf juga ditemuai di saat perang Yarmuk terjadi. Kala itu, Ikrimah dan bebarapa sahabat beliau terluka parah dan dalam keadaan kritis. Namun, ketika disodorkan air, beliau malah menolak, dan menyarankan agar air itu diberikan kepada orang lain. Padahal beliau dalam keadaan luka berat dan amat membutuhkan air. Demikian pula ketika air itu disodorkan kepada sahabat lainnya, air itu ditolaknya. Hingga sampai orang ke tiga, Ikrimah sudah wafat, kemudian disusul orang ke dua, hingga orang ketiga. Semuanya tidak ada yang meminum air tersebut, sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Al Bukhari. (lihat, Tafsir Ibnu Kastir, hal. 1852)
Ibnu Umar dalam sebuah periwayatan menyampaikan bahwa beliau mengirim kepala kambing untuk sahabat Rasulullah, namun sahabat tersebut malah menyarankan agar kepala kambing tersebut diberikan kepada sahabat lainnya. Demikian pula sahabat yang kedua, menyarankan agar kepala kambing tersebut diberikan kepada sahabat lainnya, hingga sampai kepada sahabat yang ke tujuh, ia meminta agar kepala kambing itu diberikan kepada sahabat yang pertama. (Al Ihya, 5/954)
Di kalangan salaf juga ada dua orang yang terkenal persahabatnnya, yakni Masruq dan  Khaitsamah. Kedua-duanya memang sedang terlilit hutang, namun keduanya lebih mengutamakan untuk membayar hutang sahabatnya. Masruq secara diam-diam melunasi Khaitsaman dan Khaitsamah juga melunasi hutang Masruq, tanpa sepengetahuannya. (Al Ihya, 5/954)
Demikianlah hasil tarbiyah yang dilakukan oleh Rasulullah. Masing-masing berlomba-lomba untuk mencintai saudaranya. Masing-masing berusaha untuk menjadi orang yang paling perhatian terhadap sahabatnya. Karena dengan melakukan hal itu, mereka menjadi orang yang dicintai Allah. Sebagaimana disabdakan oleh Rasulullah,”Tidak saling mencintai antara dua sahabat karena Allah, kecuali Allah paling mencintai siapa yang paling mencintai saudaranya.” (Riwayat Al Hakim, beliau menyatakan,”Isnadnya Shahih)
Sifat itsar, tidak hanya menjadikan generasi awal, sebagai generasi yang tangguh dan ditakuti oleh musuh tapi di akhirat pelakunya juga memperoleh balasan dari Allah sebagai pribadi yang dicintai Allah Ta’ala.
Varian Hubungan Persahabatan
Sifat itsar  tidak timbul tanpa sebab. Ia tumbuh disebabkan persahabatan yang didasari cinta karena Allah. Imam Al Ghazali menggambarkan persahabatn semacam ini sebagai jenis kecintaan kepada seseorang, bukan karena pribadi orang  tersebut, tapi karena ingin memperoleh keridhaan Allah.
Sedangkan, mencintai seseorang karena kecintaan kepadanya menghantarkan kepada kecintaannya kepada perkara duniawi tidak termasuk kecintaan yang didasari karena mencari keridhaan Allah. Kecintaan seperti ini mirip kecintaan seseorang terhadap uang. Seseorang cinta uang bukan karena bendanya, tapi karena dengan uang ia bisa memperoleh apa yang ia cintai.
Demikian pula kecintaan kepada teman, ada yang mencintai teman karena ingin memperoleh keuntungan dari hubungan pertemanan itu. Bahkan pada keuntungan inilah ia tambatkan kecintaannya yang hakiki. Tidak heran, ada orang yang menjalin pertemanan untuk membangun jaringan bisnis atau memperkuat posisi politis. Ada pula pihak yang menjalin pertemanan dan mengumpulkan teman sebanyak-banyaknya untuk mendukung popularitas. Memang tidak ada larangan dalam hal itu, kacuali jika ada pelanggaran syar’i dalamnya, namun posisi pertemanan ini tidak akan melahirkan sifat itsar dan pengorbanan.
Biasanya, pertemanan jenis ini akan langgeng selama kepentingannya ada. Jika tujuan utama persahabatan tidak bisa diraih, maka persahabatan akan berakhir, karena dipandang tidak ada manfaat yang diperoleh. Bahkan terkadang pertemanan seperti ini berlanjut kapada hal-hal dilarang dalam syariat. Sekelompok manusia bisa suatu saat terlihat kompak dan solid, namun setelah waktu berlalu mereka berpisah, mereka saling hantam dan salin jegal. Bahkan sering pula dijumpai dalam satu team sekalipun terjadi saling sikut dan saling curiga karena masing-masing memiliki kepentingan sendiri yang ingin diraih dari perkumpulannya tersebut. Tentu, persahabatan yang seperti itu tidak akan membawa kemenangan bagi umat, dan tidak pula memperoleh keridhaan dari Allah Ta’ala. Bahkan bisa menimbulkan sifat egois yang pribadinya berpeluang untuk mudah diadu domba oleh musuh.*
Rep: Sholah Salim
Editor: Thoriq