TOP NEWS

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Maecenas mattis nisi felis, vel ullamcorper dolor. Integer iaculis nisi id nisl porta vestibulum.

Wednesday, June 11, 2014

Kriminalasasi Pajak : Kakanwil Pajak Jambi Dijadikan Tersangka

KATADATA – Tujuh orang pegawai Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak Sumatera Barat (Sumbar) dan Jambi ditetapkan menjadi tersangka oleh Kepolisian Daerah Jambi. Ketujuh pegawai yang dijadikan tersangka tersebut termasuk Kepala Kanwil Ditjen Pajak Sumbar dan Jambi Muhammad Ismiransyah M. Zain.

Menurut informasi, penetapan tersangka tersebut berawal dari langkah Kanwil melakukan pemeriksaan bukti permulaan atas kasus yang melibatkan PT Niaga Guna Kencana, salah satu perusahaan properti di Jambi. Adapun periode pemeriksaan yang dilakukan Ditjen Pajak adalah untuk tahun pajak 2009-2012.

Direktorat Intelijen dan Penyidikan Ditjen Pajak kemudian melakukan gelar perkara dan menyetujui penyidikan karena ada indikasi kuat tindak pidana pajak. Namun setelah dilakukan penyidikan, pihak Niaga Guna Kencana melakukan somasi atas pelaksanaan pemeriksaan bukti perkara peminjaman dokumen.

Kepala Kanwil menanggapi somasi tersebut, tapi pihak Niaga Guna Kencana juga melaporkan ke Polda Jambi dengan empat delik sangkaan pada 8 April 2014. Pihak Polda kemudian melakukan penyidikan terhadap pegawai Kanwil Ditjen Pajak Sumbar dan Jambi dengan sangkaan kasus pemalsuan surat, penggelapan, perbuatan tidak menyenangkan, dan kejahatan jabatan pada 14 April 2014.

 “Tanggal 28 Mei Kepala Kanwil dipanggil sebagai saksi, dan tanggal 6 Juni Kepala Kanwil dipanggil sebagai tersangka,” sebut sumber Katadata tersebut.

“Jadi ada tujuh tersangka, yaitu lima orang pemeriksa bukti permulaan, satu orang operator komputer sebagai pengunduh data, serta Kepala Kanwil.”

Kepala Seksi Hubungan Eksternal Ditjen Pajak Hendri Z menolak menjelaskan kasus yang terjadi di Jambi tersebut. Dia beralasan belum mengetahui perkembangan kasus itu. “Saya belum tahu. Malah saya tahunya dari Anda,” kata dia saat dihubungi Katadata, Senin (9/6). 

Pihak Kepolisian melalui Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Boy Rafli Amar mengaku belum mengetahui detail kasus ini. Dia menolak memberikan keterangan. “Saya belum dapat informasi. Silakan hubungi Polda Jambi,” tuturnya.

Kepala Kanwil Ditjen Pajak Sumbar dan Jambi Muhammad Ismiransyah M. Zain yang coba dihubungi tidak mengangkat telepon selulernya. Namun saat dihubungi melalui nomor kantornya, seorang pegawai yang tidak mau disebutkan namanya mengatakan Ismiransyah sedang dipanggil pimpinan Ditjen Pajak ke Jakarta.

“Bapak hingga Senin pekan depan berada di Jakarta. Dipanggil dinas ke sana,” tuturnya. 

http://www.katadata.co.id/berita/2014/06/09/periksa-pengusaha-kakanwil-pajak-jambi-dijadikan-tersangka

Wednesday, June 11, 2014 Diposkan oleh sugeng big 0

Tuesday, June 10, 2014

Pimpinan KPK Harap Para Capres Punya Visi Jelas Soal Pajak

Jakarta - Pajak menjadi sumber keuangan pokok negara Indonesia. Pengelolaan dana yang berasal dari pajak menjadi tantangan utama para calon pemimpin bangsa.

Permasalahan soal pajak ini kini tengah disoroti KPK. Salah satu pimpinan KPK, Bambang Widjojanto sangat berharap kedua pasang capres-cawapres yang tengah bertarung punya visi yang jelas soal pajak.

"Di negara maju, sektor perpajakan perlu diperdebatkan secara terbuka," kata Bambang di Jakarta, Senin (9/6/2014).

Bambang juga memberikan kritik pada kedua pasang capres-cawapres. Seharusnya, para kandidat mencantumkan sumber pendanaan untuk membiayai program-program yang telah mereka rancang.

"Ini duitnya, duit dari mana dan duit siapa? Hal ini perlu diungkapkan karena erat kaitannya dengan pengelolaan uang negara dimana 68% penerimaan negara bersumber dari pajak," tegas komisioner bidang penindakan itu.

Saat ini, Indonesia kecolongan penerimaan pajak di sektor pertambangan. Pasalnya, dari 10.900 perusahan pertambangan yang memiliki Izin Usaha Pertambangan (IUP) hanya 44% yang berkualifikasi clean and clear.

"Tapi 30%-40% perusahaan yang berkualifikasi tersebut tidak punya NPWP. Kita nggak mau Indonesia dieksploitasi alamnya,” tambah Bambang.

Tuesday, June 10, 2014 Diposkan oleh sugeng big 0

Sunday, June 1, 2014

"Eco-driving" tips hemat bahan bakar

"Eco-driving" tips nyetir hemat bahan bakar

Jakarta (ANTARA News) - Bila ingin kendaraan tidak terlalu banyak mengonsumsi bahan bakar, pengguna mobil dapat menerapkan eco-driving, cara menyetir yang dapat menghemat bahan bakar.

Sugehendi dari Nissan College memberikan tips bagi para pengemudi, terutama untuk mobil berkapasitas bensin 1.500 cc.

Mesin bensin berkapasitas 1.500 cc bekerja optimal pada putaran 2.000-2.500 rpm. Bila berada lebih atau di bawah angka itu, dapat berakibat pada meningkatnya konsumsi bahan bakar.

"Kalau pakai mobil manual, saat pindah gigi cukup di 2.000 rpm, terutama kalau di jalan yang datar atau macet," kata Sugehendi saat seminar "Smart Driving With Nissan Evalia St" di Jakarta Selatan.

Saat menemui jalan yang menurun, ia menyarankan untuk segera melepas injakan pedal gas. Sebaliknya, ketika jalan menanjak, pengemudi sebaiknya mengantisipasi jarak tanjakan itu untuk menambah gas.

"Kalau menanjak, dari jauh sudah tambah gas. Jangan pas dekat baru nge-gas, itu boros. Mesin dipaksa kerja."

Ketika berbelok pun, ia menyarankan agar jangan berbelok terlalu tajam.

"Kalau terlalu tajam, gesekan ban dengan jalan terlalu besar. Mesin bekerja ekstra, jadi bahan bakar juga ekstra," jelasnya.

Pengemudi pun jangan bersikap agresif ketika mengemudi. Kunci dari eco-driving adalah bersikap santai dan tenang.

"Kunci eco-driving di mindset. Kalau santai bisa membuka pikiran supaya mobil bisa bekerja lebih efisien," katanya.
Editor: Desy Saputra

Sunday, June 01, 2014 Diposkan oleh sugeng big 0

Saturday, May 31, 2014

Menkes: Tak Perlu Sopan Kepada Perokok

INILAHCOM, Jakarta- Menteri Kesehatan, Nafsiah Mboi mengatakan tidak perlu berlaku sopan terhadap perokok yang sembarangan merokok.

Menkes mengatakan, semua orang harus bersikap tegas terhadap perokok sembarangan, apalagi jika cara baik-baik sudah dilakukan untuk memberitahu tapi mereka masih membandel.

"Seperti saya punya cerita, ada ibu yang pernah mengeluh kepada saya, waktu dia naik angkutan umum, sopirnya dengan enak merokok, si ibu menegur, 'bang tolong jangan merokok, saya bawa bayi', bukannya dimatikan tapi si sopir malah bilang 'ya udah ibu jangan naik angkot ini, naik angkot yang lain saja'. Masa sama orang seperti ini kita harus sopan, tak uu ya (gak usah ya)," ketus Menkes ketika membuka Indonesia Conference on Tobacco or Health (ICTOH) di Jakarta, Jumat (30/5/2014).

Konferensi juga merupakan rangkaian kegiatan memperingati hari tanpa tembakau setiap 31 Mei.

Jika cara-cara baik sudah kita upayakan namun si perokok aktif tidak sadar juga, lanjut Menkes, maka perokok pasiflah yang harus bersikap tegas.

"Misalnya sudah dengan gesture seperti kita menutup mulut atau menggunakan masker, tapi terkadang kalau kita seperti itu eh si dia cuma mikirnya, 'ya udah tutupin terus aja mulutnya, saya ngerokok terus', makanya kalau menurut saya tidak perlu sopan-sopan dengan perokok, harus tegas," ujarnya lagi.

Karena Menkes menegaskan, rokok itu tidak hanya berbahaya bagi si pelakunya sendiri, tapi juga berbahaya bagi orang lain yang menjadi perokok pasif.

Data Direktorat Pengendalian Penyakit Tidak Menular Ditjen Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (PP&PL) Kemenkes menyebut asap rokok orang lain (AROL) merupakan asap yang bercampur antara asap dan partikel. Asap ini terdiri dari 7000 senyawa kimia yang bercampur yang di dalamnya terdapat bahan-bahan berbahaya seperti cat kuku, pembersih toilet, racun tikus, pestisida, dan asap knalpot mobil. Ratusan diantaranya adalah beracun dan sedikitnya 69 merupakan bahan penyebab kanker.

Perokok pasif diperkirakan menyebabkan kematian dini yaitu sekitar 600 ribu setiap tahunnya di dunia. Sekira 700 juta anak-anak di dunia atau sekitar 40% dari jumlah keseluruhan anak-anak di dunia terpapar asap rokok orang lain di dalam rumahnya.

Bayi yang terpapar asap rokok, baik masih dalam kandungan atau setelah lahir ada peningkatan risiko lahir prematur dan memiliki berat bayi lahir rendah (BBLR) serta berlipat ganda risiko untuk sindrom kematian bayi mendadak.

Saturday, May 31, 2014 Diposkan oleh sugeng big 0

Jelang Ramadhan Muslim Inggris Kampanye Berhenti Merokok

REPUBLIKA.CO.ID,INGGRIS – Menjelang bulan Ramadhan, kalangan Muslim di Inggris mengkampanyekan sebuah kegiatan untuk para perokok berhenti menggunakan tembakau. Kampanye tersebut berupa pelayanan kesehatan dan konseling kepada para perokok. Pelayanan kesehatan tersebut akan didirikan di Pusat saran Tower Hamlets.

Adapun alasan kegiatan tersebut dilaksanakan sebelum Ramadhan, Direktur Kesehatan Masyarakat di Tower Hamlets Council Dr Somen Banerjee mengatakan kampanye untuk berhenti merokok tepat menjelang puasa. Hal itu dikarenakan bagi umat Muslim, Ramadhan adalah bulan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT dan ajang untuk memperbanyak amalan.

Sehingga menurutnya, tepat bagi para perokok yang berniat untuk berhenti merokok. “Ramadan adalah waktu yang ideal untuk memulai kebiasaan sehat,” ujar Banerjee seperti dilansir OnIslam, Kamis (29/5).

Banerjee menambahkan selain memiliki dampak dalam urusan financial, berhenti merokok juga dapat mengurangi risiko kanker paru-paru, penyakit jantung dan stroke. Pemilihan The Tower Hamlets sebagai pusat layanan, wilayah tersebut dianggap memiliki tingkat tertinggi merokok dan penggunaan tembakau.

Oleh karenanya ia akan terus mendorong orang segala usia untuk segera berhenti merokok. Selain karena menyambut bulan suci Ramadhan, kampanye tanpa tembakau tersebut diserukan dalam rangka memperingati Hari Tanpa Tembakau Se-Dunia yang jatuh pada hari ini tanggal 31 Mei.

Red: Taufik Rachman
Rep: C63

Saturday, May 31, 2014 Diposkan oleh sugeng big 0

Monday, May 26, 2014

Pilihlah yang Terbaik

Senin, 26 Mei 2014

"Pilihlah yang Terbaik" | Oleh Mahfud MD

Masih banyak yang berpendapat bahwa politik itu kotor dan harus dijauhi. Padahal, politik itu keharusan yang tak bisa dihindari.

Tak ada orang yang bisa menghindari politik karena setiap orang pasti hidup di suatu negara, sedangkan negara adalah organisasi politik tertinggi. Orang yang ingin memengaruhi kebijakan negara haruslah merebut kekuasaan politik. Orang yang menyatakan tidak mau terlibat dalam politik dan membiarkan kekuasaan politik diambil orang, maka dia terikat pada kebijakan-kebijakan pemenang kontes politik, betapa pun tak sukanya dia pada kebijakan itu. Karena itu, dapat dikatakan bahwa politik itu adalah fitrah atau sesuatu yang tak bisa dihindari.

Di dalam Islam pun, politik mendapat tempat yang hukumnya bisa menjadi wajib. Hujjatul Islam Imam Al-Ghazali mengatakan bahwa memperjuangkan nilai kebaikan agama itu takkan efektif kalau tak punya kekuasaan politik. Memperjuangkan agama adalah saudara kembar dari memperjuangkan kekuasaan politik (al-din wa al-sulthan tawamaan).

Agak lengkapnya Al- Ghazali mengatakan: “Memperjuangkan kebaikan ajaran agama dan mempunyai kekuasaan politik adalah saudara kembar. Agama adalah dasar perjuangan, sedang kekuasaan politik adalah pengawal perjuangan. Perjuangan yang tak didasari (prinsip) agama akan runtuh, dan perjuangan agama yang tak dikawal akan sia-sia.” Dari pandangan Al-Ghazali itu bisa disimpulkan bahwa berpolitik itu wajib karena berpolitik merupakan prasyarat dari beragama dengan baik dan nyaman.

Karena paraktiknya politik itu banyak diwarnai oleh perilaku jahat, kotor, bohong, dan korup, timbullah kesan umum bahwa politik (pada situasi tertentu) adalah kotor dan harus dihindari. Jangankan kita, mujaddid Islam, Muhammad Abduh, pun pernah marah kepada politik dan politisi karena berdasarkan pengalaman dan pengamatannya waktu itu beliau melihat di dalam politik itu banyak yang melanggar akhlak, banyak korupsi, kebohongan, dan kecurangan-kecurangan.

Muhammad Abduh pernah mengungkapkan doa taawwudz yang biasanya hanya untuk menghujat setan, yaitu, “audzu billahi minassyaythaanirrajim” (Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk) dispesifikkan oleh Muhammad Abduh ke dalam kegiatan politik menjadi “audzu billahi minassiyaasati wassiyaasiyyien”, (Aku berlindungkepada Allahdari godaan politik dan politisi) Tetapi dengan mengacu pada filosofi Al-Ghazali menjadi jelas bahwa berpolitik itu bagian dari kewajiban syarsyari karena tugas-tugas syarsyari hanya bisa direalisasikan di dalam dan melalui kekuasaan politik (organisasi negara).

Dalam kaitan inilah ada kaidah ushul fiqh yang menyebutkan “Ma la yatimmul wajib illa bihi fahuwa wajib” (Jika ada satu kewajiban yang tidak bisa dilaksanakan kalau tidak ada sesuatu yang lain, maka sesuatu yang lain wajib juga diadakan/ dipenuhi). Dengan kata lain, “jika kewajiban mensyiarkan nilai kebaikan Islam tak bisa efektif kalau tidak berpolitik, maka berpolitik itu menjadi wajib pula hukumnya.” Inilah yang menjadi dasar, mengapa sejak awal turunnya Islam, muslimin itu sudah berpolitik, ikut dalam kegiatan bernegara, bahkan mendirikan negara.

Dalam konteks keindonesiaan sekarang ini kaum muslimin tidak boleh apatis terhadap pemilihan presiden dan calon presiden. Kita tidak boleh bersikap “tidak akan memilih” pasangan capres/cawapres yang mana pun hanya dengan alasan tidak ada pasangan yang ideal. Kita tetap harus memilih karena siapa pun yang terpilih akan menentukan arah kebijakan negara yang juga mengikat kita.

Dengan segala kekurangan dan kelebihan masing-masing pasangan capres/cawapres: Prabowo Subianto-Hatta Rajasa dan Joko Widodo-Jusuf Kalla, sudah disaring melalui proses konstitusional yang sah. Semuanya sama baiknya, atau, sama tak baiknya. Tak ada yang boleh mengatakan bahwa secara mutlak pasangan yang satu lebih baik dari pasangan yang lain. Semua tergantung penilaian kita masing-masing. Kata sekelompok orang pasangan Prabowo-Hatta lebih baik karena ini dan itu, sedangkan pasangan Jokowi-JK lebih jelek karena ini dan itu.

Tetapi kata sekelompok orang lainnya pasangan Jokowi-JK lebih baik karena bla-bla-bla, sedangkan pasangan Prabowo-Hatta lebih jelek karena bla-bla-bla. Jadi kedua pasangan ada kelebihan dan kekurangannya serta ada pendukung dan penolaknya masing-masing. Menghadapi alternatif seperti itu kita harus tetap memilih dengan kesadaran penuh bahwa takkan pernah ada alternatif yang ideal untuk dipilih. Bahkan, mungkin saja, semua alternatif yang tersedia semuanya sangat tidak ideal. Jika demikian halnya, maka ada kaidah akhaff al-dhararain, yaitu memilih yang paling sedikit jeleknya di antara alternatif-alternatif yang sama-sama jelek.

Dalam hal prinsip dan sistem pemerintahan, misalnya, tidak ada yang betul-betul baik dari antara sistem-sistem yang tersedia. Baik teokrasi, demokrasi, monarki, aristokrasi, oligarki, maupun tirani semuanya samasama tidak ideal dan mengandung segi-segi kelemahan.

Tetapi, sebagian terbesar negara-negara di dunia memilih prinsip dan sistem demokrasi, bukan karena sistem itu bagus melainkan karena ia mengandung kelemahan yang paling sedikit jika dibanding dengan sistem yang lain. Maka itu, pilihlah yang terbaik dari yang ada, meskipun tidak ideal.***

Moh. Mahfud MD
Ketua Tim Pemenangan Prabowo-Hatta

*sumber: http://koran-sindo.com/node/390718

Monday, May 26, 2014 Diposkan oleh sugeng big 0