Rabu, 30 Desember 2009

Tidak Mengucapkan Selamat Natal bukan berarti tidak Toleran

Tidak Mengucapkan Selamat Natal bukan berarti tidak Toleran

Bagimu agamu bagiku agamaku. Begitulah prinsip dasar toleransi dalam Islam.
Seorang muslim tidak boleh memaksa orang lain untuk beribadah secara Islam. Sebaliknya seorang muslim juga dilarang beribadah dengan peribadahan selain Islam. Seorang muslim tidak boleh mencampur adukkan peribadahan dari berbagai agama atau keyakinan.

Seorang muslim yang tidak mengucapkan selamat natal bukan berarti dia tidak toleran. Dia sedang menjalankan fatwa dari Ulama yang merupakan panutan. Seorang teman blogger yang baik hati memberikan ilustrasi bahwa mengucapkan selamat hanyalah bagaikan menepuk air. Baginya yang lebih nyata adalah tidak semata-mata dalam bentuk ucapan tetapi toleransi dalam bentuk tindakan. Bahkan dia mencontohkan sampai menolak meminta ganti shiff biar temanya bisa ke gereja baik untuk ibadah mingguan maupun untuk acara hari natal. Jadi dia tidak memberikan ucapan selamat bukan berarti nggak toleran. Sepertinya ada "ketidak enakan" dari temen saya ini. Perasaan  seperti inipun menimpa saya.

Tulisan ini bertujuan agar kita saling memahami dan menghargai keyakinan satu dengan yang lainnya. Untuk itu perlu juga disampaikan apa yang melatarbelakanginya.

Lantas apa yang melatar belakangi pemahaman tersebut? Berikut saya copykan beberap fatwa tentang selamat natal yang disampikan oleh Ustad Ahmad Sarwat, LC (saya menyarankan agar  langsung ke sumbernya) sbb:

Hukum mengucapkan selamat natal.
Sudah populer di kalangan umat Islam tentang keharaman mengucapkan selamat natal.

Alasannya utamanya adalah bahwa mengucapkan selamat natal itu berarti pengakuan atas kebenaran aqidah umat kristiani yang mempercayai keberadaan tiga tuhan. Juga merupakan bentuk pembenaran atas ketuhanan nabi Isa alaihissalam.

Fatwa Haram Ibnul Qayyim

Pendapat anda yang mengharamkan natal itu memang telah difatwakan oleh Ibn al-Qayyim Al-Jauziyah. Beliau pernah menyampaikan bila pemberian ucapan “Selamat Natal” atau mengucapkan “Happy Christmas” kepada orang-orang kafir hukumnya haram.

Sebagaimana dinukil dari Ibn al-Qayyim rahimahullah di dalam kitabnya ''Ahkâm Ahl adz-Dzimmah'', beliau berkata, “Adapun mengucapkan selamat berkenaan dengan syi’ar-syi’ar kekufuran yang khusus bagi mereka adalah haram menurut kesepakatan para ulama.

Alasan Ibu al-Qayyim, menyatakan haram ucapan selamat kepada orang-orang Kafir berkenaan dengan perayaan hari-hari besar keagamaan mereka karena hal itu mengandung persetujuan terhadap syi’ar-syi’ar kekufuran yang mereka lakukan.

Sikap ini juga sama pernah disampaikan oleh Syaikh Muhammad bin Shalih al-‘Utsaimin sebagaimana dikutip dalam Majma’ Fatawa Fadlilah Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al-‘Utsaimin, (Jilid.III, h.44-46, No.403).

Adakah Perbedaan Pendapat Dalam Ucapan Selamat Natal?

Lepas dari pendapat kalangan yang mengharamkan, ternyata ada sebagian ulama yang berpandangan bahwa sekedar mengucapkan selamat natal tidak mengapa. Yang haram secara mutlak adalah perayaan natal bersama. Keharamannya telah disepakati oleh semua kalangan.

Memang pendapat yang membolehkan ini kurang populer di banyak kalangan. Namun kalau kita mau agak teliti dan jujur, rupanya yang menghalalkan tidak sedikit. Bukan hanya Dr. Quraisy Syihab saja, tetapi bahkan Majelis Ulama Indonesia, Dr. Yusuf Al-Qaradawi dan beberapa ulama dunia lainnya, ternyata kita dapati pendapat mereka membolehkan ucapan itu.

Rasanya agak kaget juga, tetapi itulah yang kita dapat begitu kita agak jauh menelitinya. Kami uraikan di sini petikan-petikan pendapat mereka, bukan dengan tujuan ingin mengubah pandangan yang sudah ada. Tetapi sekedar memberikan tambahan wawasan kepada kita, agar kita punya referensi yang lebih lengkap.

Fatwa MUI Tentang Haramnya Natal Bersama, Bukan Ucapan Selamat Natal

Majelis Ulama Indonesia pada 7 Maret 1981, sebagaimana ditandatangani K.H. M. Syukri Ghozali, MUI telah mengeluarkan fatwa yang isinya: Mengikuti upacara Natal bersama bagi ummat Islam hukumnya haram.

Namun Sekretaris Jenderal MUI, Dr. Dien Syamsudin MA, yang juga Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah itu menyatakan bahwa MUI tidak melarang ucapan selamat Natal, tapi melarang orang Islam ikut sakramen/ritual Natal.

"Kalau hanya memberi ucapan selamat tidak dilarang, tapi kalau ikut dalam ibadah memang dilarang, baik orang Islam ikut dalam ritual Natal atau orang Kristen ikut dalam ibadah orang Islam," katanya.

Bahkan pernah di hadapan ratusan umat Kristiani dalam seminar Wawasan Kebangsaan X BAMAG Jatim di Surabaya, beliau menyampaikan, "Saya tiap tahun memberi ucapan selamat Natal kepada teman-teman Kristiani." (lihat hidayatullah.com)

Fatwa Dr. Yusuf Al-Qaradawi

Syeikh Dr. Yusuf Al-Qaradawi mengatakan bahwa merayakan hari raya agama adalah hak masing-masing agama. Selama tidak merugikan agama lain. Dan termasuk hak tiap agama untuk memberikan tahni''ah saat perayaan agama lainnya.

Maka kami sebagai pemeluk Islam, agama kami tidak melarang kami untuk untuk memberikan tahni''ah kepada non muslim warga negara kami atau tetangga kami dalam hari besar agama mereka. Bahkan perbuatan ini termasuk ke dalam kategori al-birr (perbuatan yang baik). Sebagaimana firman Allah SWT:


Allah tidak melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil. (QS. Al-Mumtahanah: 8)

Kebolehan memberikan tahni''ah ini terutama bila pemeluk agama lain itu juga telah memberikan tahni''ah kepada kami dalam perayaan hari raya kami.

 Apabila kamu diberi penghormatan dengan sesuatu penghormatan, maka balaslah penghormatan itu dengan yang lebih baik dari padanya, atau balaslah penghormatan itu. Sesungguhnya Allah memperhitungankan segala sesuatu.(QS. An-Nisa'': 86)

Namun Syeikh Yusuf Al-Qaradawi secara tegas mengatakan bahwa tidak halal bagi seorang muslim untuk ikut dalam ritual dan perayaan agama yang khusus milik agama lain.

Fatwa Dr. Mustafa Ahmad Zarqa''

Di dalam bank fatwa situs Islamonline.com, Dr. Mustafa Ahmad Zarqa'', menyatakan bahwa tidak ada dalil yang secara tegas melarang seorang muslim mengucapkan tahniah kepada orang kafir.

Beliau mengutip hadits yang menyebutkan bahwa Rasulullah SAW pernah berdiri menghormati jenazah Yahudi. Penghormatan dengan berdiri ini tidak ada kaitannya dengan pengakuan atas kebenaran agama yang diajut jenazah tersebut.

Sehingga menurut beliau, ucapan tahni''ah kepada saudara-saudara pemeluk kristiani yang sedang merayakan hari besar mereka, juga tidak terkait dengan pengakuan atas kebenaran keyakinan mereka, melainkan hanya bagian dari mujamalah (basa-basi) dan muhasanah seorang muslim kepada teman dan koleganya yang kebetulan berbeda agama.

Dan beliau juga memfatwakan bahwa karena ucapan tahni''ah ini dibolehkan, maka pekerjaan yang terkait dengan hal itu seperti membuat kartu ucapan selamat natal pun hukumnya ikut dengan hukum ucapan natalnya.

Namun beliau menyatakan bahwa ucapan tahni''ah ini harus dibedakan dengan ikut merayakan hari besar secara langsung, seperti dengan menghadiri perayaan-perayaan natal yang digelar di berbagai tempat. Menghadiri perayatan natal dan upacara agama lain hukumnya haram dan termasuk perbuatan mungkar. (lihat IslamOnline)

Majelis Fatwa dan Riset Eropa

Majelis Fatwa dan Riset Eropajuga berpendapat yang sama dengan fatwa Dr. Ahmad Zarqa'' dalam hal kebolehan mengucapkan tahni''ah, karena tidak adanya dalil langsung yang mengharamkannya.

Khusus untuk masalah kartu ucapan, mereka mengharamkan bila dalam kartu itu ada gambar salibnya, karena merupakan kemungkaran dan Islam tidak menerima penyaliban nabi Isa as.

Juga disyaratkan bahwa ucapan itu tidak mengandung hal-hal yang mungkar dan merusak aqidah Islam. Jadi hanya sebatas tahni''ah, tidak ditambahi dengan ungkapan-ungkapan lainnya yang justru bertabrakan dengan aqidah Islam. (lihat:Islam Online)

Fatwa Dr. Abdussattar Fathullah Said

Dr. Abdussattar Fathullah Said adalah profesor bidang tafsir dan ulumul quran di Universitas Al-Azhar Mesir. Dalam masalah tahni''ah ini beliau agak berhati-hati dan memilahnya menjadi dua. Ada tahni''ah yang halal dan ada yang haram.

Tahni''ah yang halal adalah tahni''ah kepada orang kafir tanpa kandungan hal-hal yang bertentangan dengan syariah. Hukumnya halal menurut beliau. Bahkan termasuk ke dalam bab husnul akhlaq yang diperintahkan kepada umat Islam.

Sedangkan tahni''ah yang haram adalah tahni''ah kepada orang kafir yang mengandung unsur bertentangan dengan masalah diniyah, hukumnya haram. Misalnya ucapan tahniah itu berbunyi, "Semoga Tuhan memberkati diri anda sekeluarga." Sedangkan ucapan yang halal seperti, "Semoga tuhan memberi petunjuk dan hidayah-Nya kepada Anda ."

Bahkan beliau membolehkan memberi hadiah kepada non muslim, asalkan hadiah yang halal, bukan khamar, gambar maksiat atau apapun yang diharamkan Allah.

25 Desember Bukan Hari Lahir Nabi Isa

Lepas dari perdebatan seputar fatwa haramnya mengucapkan selamat natal, ada masalah yang lebih penting lagi. Yaitu kesepakatan para ahli sejarah bahwa Nabi Isa sendiri tidak lahir di tanggal tersebut.

Tidak pernah ada data akurat pada tanggal berapakah beliau itu lahir. Yang jelas 25 Desember itu bukanlah hari lahirnya karena itu adalah hari kelahiran anak Dewa Matahari di cerita mitos Eropa kuno. Mitos itu pada sekian ratus tahun setelah wafatnya nabi Isa masuk begitu saja ke dalam ajaran kristen lalu diyakini sebagai hari lahir beliau. Padahal tidak ada satu pun ahli sejarah yang membenarkannya.

Bahkan British Encylopedia dan American Ensyclopedia sepakat bahwa 25 bukanlah hari lahirnya Isa as.

Jadi kalau pun ada sebagain kalangan yang tidak mengharamkan ucapan selamat natal, ketika diucapkan pada even natal, ucapan itu mengandung sebuah kesalahan ilmiyah yang fatal.

Walahu a''lam bishshawab, wassalamu ''alaikum warahmatullahi wabarakatuh,


Artikel yang berhubungan
1. Pro Kontra fatwa ulama 


 

Selasa, 29 Desember 2009

Pindahan Gedung Kantor

Setelah bersibuk ria dan berkemas-kemas untuk pindahan gedung kantor, akhirnya pada akhir Desember ini bener-bener pindah, dari Gedung A2 (6 lantai) ke gedung baru di lantai 24 ( Gedung Baru 27 lantai) yang nggak terlalu jauh karena masih satu lingkungan. Tapi ternyata pindahan itu nggak enak ya... (terutama waktu beres-berenya). Kita harus memisahkan berkas yang sudah nggak aktif, berkas yang masih aktif dan berkas yang sedang dalam proses. Pemisahan ini akan sangat membantu pada saat pemindahan maupun setelah ditempat baru. Untuk berkas yang tidak dipakai lagi, bisa langsung dihancurkan. Meskipun kita dibantu perusahaan yang ngurus pemindahan, tapi mau nggak mau kita kan yang tahu isi berkas dan kita juga yang harus bertanggungjawab.

Setelah pindah ternyata ada sedikit masalah misalnya jaringan telpon, HP yang sinyalnya terganggu, jaringan internet dll. Belum lagi jenis tempat duduk dan lay out meja kursi. Sepertinya perancang tidak memahami detail kebutuhan pegawai dengan karakter dan jenis pekerjaan. Perancang tidak memperoleh masukan secara detail. Sebagai contoh untuk Fungsional Penyidik Pajak tentu mempunyai karakter khas, misalnya perlunya ruang interogasi yang terpisah. Meja dan kursi mestinya dirancang untuk bisa menerima tamu atau disediakan ruang tamu khusus. Tempat penyimpanan dokumen. Sepertinya perancang hanya melihat dari aspek kebutuhan pejabat Struktural yang ukuran ruangan didasarkan pada Eselonisasi. Sedangkan untuk Fungsional Penyidik Pajak tidak diperhatikan kebutuhan dan aspirasinya.

Tulisan di atas bertujuan mengkritisi kebijakan yang sentralistik tanpa adanya masukan dari pengguna. Dari sisi mewah dan mahalnya saya yakin ya mewah dan mahal, cuma ada yang perlu dibenahi biar "harga" yang dibayar memang sesuai penggunanaanya. Tentu nanti secara bertahap kita akan memberikan masukan buat perbaikan ke depan. Apappun kondisinya kita biasa untuk mensiasati apapun keadaannya. Sabar saja...


Lihat temen saya yang cakep2 lagi action
(saya kan yang pegang kamera jadi nggak kelihatan)

 

pemandangan di luar
dari lt. 24
(wah kalau listrik mati bisa langsung kurus)

 

sekalian memperkenalkan gambar mesjid Salahudin
KPDJP
yang diapit gedung



Kamis, 17 Desember 2009

Perbedaan Politisi Negarawan dengan Politisi Oportunis

Perbedaan Politisi Negarawan dengan Politisi Oportunis

Ada siang ada juga malam, ada hitam ada putih. Begitulah fitrah dalam kehidupan dunia. Manusia juga ada yang putih ada yang hitam.  Manusia mempunyai potensi baik tapi juga mempunyai bibit tidak baik. Jika kebaikan yang mendominasi maka jadilah ia manusia baik, tapi jika keburukan yang mendominasi maka jadilah ia manusia yang tidak baik. Yang harus diingat adalah orang baik bisa berasal dari warna kulit apapun. Demikian juga orang tidak baik bisa juga berasal dari warna kulit apapun.
Politik konon ujungnya adalah kekuasaan yang sebenarnya merupakan amanah yang harus ditunaikan dalam rangka membangun dunia ini, mengatur manusia dan membuat makmur dunia ini serta harus dapat dipertanggungjawabkan baik di dunia maupun di akhirat. Jika para politisi punya pemahaman ini pasti mereka akan menjalankan amanah tersebut dengan sebaik-baiknya.
Dalam dunia perpolitikan, ada politisi oportunis ada politisi negarawan, nah apa sih bedanya?

POLITISI NEGARAWAN
       
  1. Dalam melakukan pengabdian maupun pemikiran (program-programnya) tidak hanya berorientasi pada masa jabatannya saja, tetapi berorientasi ke masa depan (visioner). Baginya citra diri bukanlah sesuatu yang harus dimunculkan, tetapi secara alamiah rakyat melihat itu tanpa ada rekayasa tanpa ada pamrih.
  2. Melihat sesuatu dengan kacamata penyelesaian bukan kacamata proyek. Misalnya kalau ada banjir, jalan sering rusak, kemacetan dan bencana alam,  maka dia akan mencari akar permasalahannya dan menyelesaikan masalah ini. 
  3. Dia sangat percaya bahwa anak-anaknya, cucunya dan cicitnya dan keturunan lainnya sudah dikaruniai Alloh swt dengan potensi sehingga akan berkembang dan mampu mencari rizki tanpa harus menunggu warisan orang tuanya atau kakeknya. Jadi dia tidak perlu mewariskan harta kepada anak atau cucunya, tetapi dia akan mewariskan dengan memberikan bekal ilmu.
  4. Dia akan disegani baik oleh teman maupun lawan politiknya tidak hanya pada masa berkuasa tapi juga ketika sudah tidak berkuasa.
POLITISI OPORTUNIS


  1. Hanya baerorientasi pada masa jabatannya dan mencari peluang untuk berkuasa pada periode berikutnya. Citra diri harus dibangun misalnya sebagai orang yang baik, orang dermawan, orang yang taat dan orang yang punya perhatian pada rakyat kecil (meskipun semua ini hanyalah iklan saja yang nota bene syarat dan ketentuan berlaku). Biasanya tahapan yang dipakai adalah tahun pertama ancang-ancang, tahun ke 2 dan ke 3 dan ke 4 kapal keruk sambil membangun citra dan tahun ke 5 sudah siap segal-galanya untuk pemilihan berikutnya. Jika terpilih lagi  yang diperlukan adalah membangun citra dan kapal keruk untuk anak cucunya.
  2. Melihat sesuatu sebagai peluang, misalnya kalau ada banjir berarti ada peluang proyek penanggulangan banjir. Kalau ada kemacetan berarti peluang proyek penanggulangan kemacetan. Jalan sering rusak berarti ada proyek pembangunan atau pemeliharaan jalan. Pokoknya semua diorientasikan pada proyek. Dia bisa berkongsi dengan keluarga atau kelompoknya didukung pengusaha kelompoknya. Jadilah ini “modal”  untuk pemilihan selanjutnya maupun untuk persiapan pensiun. Tapi jangan harap politisi ini menerima langsung pasti menggunakan orang disekitarnya, supaya PPATK tidak bisa mendeteksi dan nanti kalau ada masalah bisa bersumpah di depan TV sambil pura-pura keluar air mata.
  3. Dia tidak yakin bahwa rizki anak dan cucunya berasal dari Alloh swt, makanya dia mengumpulkan sebanyak-banyaknya supaya anak cucunya tidak menderita kelak.
  4. Dia akan ditinggalkan baik oleh kawan apalagi oleh lawan. Akhirnya penyakitan dan hartanya tidak dapat menolongnya.
Wah banyak banget yaa nulisnya, karena para blogger adalah orang yang cerdas saya yakin ada banyak tambahan dari teman-teman blogger. Silakan....

Selasa, 15 Desember 2009

Tanamlah

“Apabila ada sebiji palm di tanganmu sedangkan engkau tahu bahwa besok mau kiamat, maka tanamlah...” *






Kalau dilogika pasti kita akan bertanya, buat apa menanam pasti akan sia-sia karena besok akan kiamat. Hadist tersebut di atas mengajarkan kepada kita agar dalam melakukan sesuatu kita tidak hanya berorientasi pada hasil. Seringkali kita sudah merasa putus asa ketika akan melakukan sesuatu karena kita beranggapan apa yang kita laksanakan akan sia-sia dan akhirnya kita tidak berbuat apa-apa.

Hadist di atas mengajarkan kepada kita bahwa Alloh swt akan menilai kita dari usaha/upaya yang kita lakukan (proses) bukan dari hasilnya.

Hadist tersebut juga mengajarkan pada kita bahwa apa yang kita lakukan di dunia ini, sekecil apapun mempunyai dimensi keduniaan maupun akhirat. Perkataan kita, tulisan kita, perilaku kita, pola pikir kita, jabatan yang kita emban saat ini, peran di keluarga kita, peran kemasyarakatan kita dan peran individu kita harus kita pertanggungjawabkan dihadapan Alloh swt di yaumil akhir nanti.

Nah bagaimana kalau dari sisi harfiahnya?
Ayo kita menanam meskipun kita tidak tahu apakah kita ikut menikmati hasil dari pohon yang kita tanam. Nggak usah nunggu hari menanam sedunia. Pernahkah kita berfikir siapa yang menanam padi dari beras yang setiap hari kita makan? Pernahkah kita berfikir siapa yang menanam buah yang kita makan? Pernahkah kita berfikir siapa yang menanam sayuran yang kita makan? Belum lagi kalau kita berfikir, oksigen yang kita hirup ternyata berasal dari pohon yang bukan kita tanam.

Ayo kita menanam kebaikan dimanapun kapanpun dalam kondisi apapun meskipun kita tidak menerima manfaat dari apa yang kita lakukan...

Catatan:
* Mohon maaf bagi yang mengetahui matan hadist tsb. serta mengetahui status hadist tersebut bisa disampaikan di sini. Buku saya yang memuat hal tersebut saya cari blm ketemu

Kamis, 10 Desember 2009

Koin receh Kasus Prita

Antusiasme masyarakat dari tukang ojek, mahasiswa dan masyarakat dengan berbagai macam profesi untuk mengumpulkan koin receh untuk kasus Prita sungguh luar biasa. Ini adalah sebagai bentuk penentangan terhadap ketidak adilan. Kalau pihak yang menuntut Prita mungkin menggunakan kekuatan "modal"nya. Maka masyarakat melawannya dengan uang receh. Saya yakin bahwa pada endingnya uang receh ternyata dapat mengalahkan modal yang mungkin milyaran jumlahnya. Kalau toh nanti pada akhirnya pengadilan di dunia mengalahkannya, saya yakin seyakin-yakinya, pengadilan di akhirat pasti akan memenangkan Mba Prita.







Saya hanya membayangkan kalau nanti ternyata Mba Prita harus membayar Rp 204 juta rupiah, maka kira-kira ada 100 lebih dus (seukuran mie instan, 1 dus berisi 5 juta) uang receh yang akan dibayarkan. Pihak relawan tentu perlu dilibatkan untuk menghitung kembali pada saat penyerahan. Ini diperlukan agar dikemudian hari Mba Prita tidak dituduh dan dituntut lagi karena jumlah yang dibayar tidak sesuai dengan jumlah sesuai keputusan pengadilan. Jangan lupa juga tanda terima dan berita acaranya.

Saya membayangkan lagi, pasti ada pihak lain yang akan sibuk, kira-kira siapa yaa?

Kasir,
Nah ini juga paling berat sebab dia harus meyakinkan bahwa jumlah uang yang dia terima memang benar. Kalau terjadi selisih pasti dia akan dipotong gajinya. Bisa-bisa dia akan dipecat


Jajaran Direksi
Kira-kira mereka akan membahas uang ini akan dipakai untuk apa? Misalnya untuk membayar tambaham honor pengacara (sukses fee) mungkin 20%, Dana Operasional 60% sisanya yang 20% mungkin untuk pengeluaran lain-lain

Bagian Akuntansi
Pada saat diterima, dia harus membuat jurnal
 Cash                                                         Rp 204.000.000,-
 ------  Other Income                                                                Rp 204.000.000,-

Misal harus membayar biaya pengacara (sukses fee), maka dia harus membuat jurnal
 Consultan Fee                                           Rp   40.800.000,-
 ------  Cash                                                                               Rp   40.800.000,-

begitu seterusnya, setiap ada realisasi pembayaran dia harus membuat jurnal
Bagi yang menerima disamping harus menandatangani tanda terima juga harus "sibuk" menghitung.


Nah kira-kira tegakah kita menerima uang seperti itu?
(teganya teganya teganya...... lagu ndangdut)

Senin, 07 Desember 2009

Ketidakpercayaan Investor (=Publik?)

Ketidakpercayaan Investor (=Publik?)

Tulisan ini bukan membahas bagaimana menjadi investor yang menarik, tetapi mengungkapkan sebuah best practice dari sebuah negara yang pada saat itu mengalami krisis kepercayaan dari para Investor Luar Negeri.


Dalam sebuah acara di salah satu TV Swasta hari Sabtu tanggal 6 Desember 2009, Dr Safii Antonio, seorang keturunan Tionghoa yang ahli Agama Islam sekaligus ahli Ekonomi Islam menyampaikan pengalaman Presiden Turki dari Partai Keadilan yang saat ini berkuasa untuk menarik minat Investor. Pada awal masa jabatan Presiden, investasi dari LN ke Turki sangat kecil dan semakin menurun. Atas upaya dari Presiden tersebut, kepercayaan Investor mulai tumbuh dimulai dari Investor Jepang dan kemudian Investor dari Eropa dan Amerika.

Ketika Bapak Safii Antonio bertemu dengan Presiden Turki, beliau menanyakan apakah kuncinya?

Presiden Turki tersebut menyampaikan bahwa kuncinya adalah : hilangkan yang membuat para investor tidak percaya

Lantas apa yang membuat mereka tidak percaya?

1. Investor tidak percaya lagi dengan lembaga kepolisian

2. Investor tidak lagi percaya dengan lembaga kejaksaan

3. Investor tidak lagi percaya dengan peradilan

Langkah yang diambil oleh Presiden Turki adalah dengan mengganti pucuk pimpinan pada ketiga lembaga tersebut dengan orang yang bisa menjadi tauladan, bisa dipercaya dan mempunyai integritas tinggi. Hasilnya ternyata kepercayaan investor tumbuh kembali. Bagi investor dalam sebuah investasi rugi adalah hal biasa tetapi ketidak jelasan dan ketidakpastian hukum adalah sesuatu yang tidak bisa ditolerir.

Jadi buat apa mempertahankan sesuatu yang sudah tidak dapat dipercaya?

Okelah kalau begitu (ngikut logat warteg boys)

Minggu, 06 Desember 2009

Peminjaman Buku, Catatan, Dokumen dan Data Wajib Pajak dalam Pemeriksaan Pajak

Peminjaman Buku, Catatan, Dokumen dan Data Wajib Pajak dalam Pemeriksaan Pajak

Pemeriksaan Pajak (Tax Audit) - 4 

Pengantar:
Dalam proses pemeriksaan pajak, peminjaman buku, catatan dan dokumen Wajib Pajak adalah mutlak diperlukan. Kenapa? Karena biasanya Pemeriksa Pajak akan mengerjakan tugasnya (mengolah data dan pembukuan Wajib Pajak sampai selesai pemeriksaan) di Kantor Pajak. Pemeriksa Pajak setelah melakukan pemeriksaan di lokasi usaha Wajib Pajak kemudian akan meminjam Buku, Catatan dan Dokumen yang berkaiatan.

Buku, catatan dan dokumen yang dipinjam oleh pemeriksa pajak disesuaikan dengan jenis usaha dari Wajib Pajak antara lain: Laporan keuangan yang telah diaudit (kalau ada), ledger, R/K, perjanjian/kontrak jual/beli, Laporan Produksi, Laporan Pengiriman Barang, perjanjian usaha, bukti kas/bank, SPT (PPh badan, 21, 23 PPN), PBB, Faktur Pajak (PM dan PK), akta pendirian dan perubahan terakhir, tanda daftar perusahaan dan dokuemen lain yang dianggap perlu (sesuai perkembangan pemeriksaan dan sesuai jenis usaha Wajib Pajak).


Lantas bagaimana aturan main peminjaman pembukuan, catatan dan dokumen Wajib Pajak oleh Pemeriksa Pajak?

Peminjaman Dokumen

Dalam hal Pemeriksaan dilaksanakan dengan Pemeriksaan Lapangan:
  1.  Buku, catatan, dokumen, termasuk data yang dikelola secara elektronik serta keterangan lain yang diperlukan dan diperoleh/ditemukan pada saat pelaksanaan Pemeriksaan di tempat Wajib Pajak, dipinjam pada saat itu juga dan Pemeriksa Pajak membuat bukti peminjaman.
  2. Dalam hal buku, catatan, dokumen, termasuk data yang dikelola secara elektronik serta keterangan lain yang diperlukan dan belum diperoleh/ditemukan pada saat pelaksanaan Pemeriksaan sebagaimana dimaksud pada nomor 1, Pemeriksa Pajak membuat surat permintaan peminjaman.
  3. Buku, catatan, dokumen, termasuk data yang dikelola secara elektronik serta keterangan lain sebagaimana dimaksud pada huruf b, wajib diserahkan kepada Pemeriksa Pajak paling lama 1 (satu) bulan sejak surat permintaan peminjaman buku, catatan, dan dokumen disampaikan kepada Wajib Pajak.    
Dalam hal Pemeriksaan dilaksanakan dengan Pemeriksaan Kantor:
  1. Buku, catatan, dokumen, termasuk data yang dikelola secara elektronik serta keterangan lain yang diperlukan oleh Pemeriksa Pajak, harus dicantumkan pada surat panggilan.
  2. Buku, catatan, dokumen, termasuk data yang dikelola secara elektronik serta keterangan lain sebagaimana dimaksud pada huruf a, wajib dipinjamkan pada saat Wajib Pajak memenuhi panggilan dan Pemeriksa Pajak membuat bukti peminjaman.
  3. Dalam hal buku, catatan, dokumen, termasuk data yang dikelola secara elektronik serta keterangan lain yang diperlukan belum dipinjamkan pada saat Wajib Pajak memenuhi panggilan sebagaimana dimaksud pada angka 2, Pemeriksa Pajak membuat surat permintaan peminjaman.
  4. Buku, catatan, dokumen, termasuk data yang dikelola secara elektronik serta keterangan lain sebagaimana dimaksud pada angka 3, wajib diserahkan kepada Pemeriksa Pajak paling lama 1 (satu) bulan sejak surat panggilan sebagaimana dimaksud pada huruf a yang memuat permintaan peminjaman diterima oleh Wajib Pajak.
  5. Dalam hal buku, catatan, dokumen, termasuk data yang dikelola secara elektronik serta keterangan lain belum dipenuhi dan jangka waktu 1 (satu) bulan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf c atau ayat (2) huruf d belum terlampaui, Pemeriksa Pajak dapat menyampaikan peringatan secara tertulis paling banyak 2 (dua) kali.

     
Aturan Lain  Peminjaman Buku, catatan dan atau dokumen Wajib Pajak
  1. Setiap penyerahan buku, catatan, dokumen, termasuk data yang dikelola secara elektronik serta keterangan lain dari Wajib Pajak, Pemeriksa Pajak harus membuat bukti peminjaman.
  2. Dalam hal buku, catatan, dan dokumen yang dipinjam berupa fotokopi dan/atau data yang dikelola secara elektronik, Wajib Pajak yang diperiksa harus membuat surat pernyataan bahwa fotokopi dan/atau data yang dikelola secara elektronik yang dipinjamkan kepada Pemeriksa Pajak adalah sesuai dengan aslinya.
  3. Dalam hal jangka waktu 1 (satu) bulan terlampaui dan surat permintaan peminjaman sebagaimana tidak dipenuhi sebagian atau seluruhnya, Pemeriksa Pajak harus membuat berita acara mengenai hal tersebut.
  4. Dalam hal buku, catatan, dokumen, termasuk data yang dikelola secara elektronik serta keterangan lain perlu dilindungi kerahasiaannya, Wajib Pajak dapat mengajukan permintaan agar pelaksanaan Pemeriksaan dapat dilakukan di tempat Wajib Pajak dengan menyediakan ruangan khusus.
  5. Dalam hal Pemeriksaan dilakukan terhadap Wajib Pajak orang pribadi yang melakukan kegiatan usaha atau pekerjaan bebas dan Wajib Pajak tidak memenuhi sebagian atau seluruh permintaan peminjaman sehingga besarnya penghasilan kena pajak tidak dapat dihitung, Pemeriksa Pajak dapat menghitung penghasilan kena pajak secara jabatan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan.
  6. Dalam hal Pemeriksaan dilakukan terhadap Wajib Pajak badan dan Wajib Pajak tidak memenuhi sebagian atau seluruh permintaan peminjaman 
  7. sehingga besarnya penghasilan kena pajak tidak dapat dihitung, Pemeriksa Pajak mengusulkan Pemeriksaan Bukti Permulaan.

     
Penolakan Pemeriksaan

Dalam hal Wajib Pajak tidak memenuhi kewajiban sebagaimana dimaksud dalam Pasal 29 ayat (3) huruf a, huruf b, dan huruf c Undang-Undang KUP sehubungan dengan pelaksanaan Pemeriksaan, Wajib Pajak harus menandatangani surat pernyataan penolakan Pemeriksaan.

Dalam hal Wajib Pajak menolak menandatangani surat pernyataan penolakan Pemeriksaan, Pemeriksa Pajak membuat berita acara penolakan Pemeriksaan yang ditandatangani oleh Pemeriksa Pajak.

Apabila Wajib Pajak tidak memenuhi panggilan Pemeriksa Pajak dalam rangka Pemeriksaan Kantor, Pemeriksa Pajak membuat berita acara tidak dipenuhinya panggilan Pemeriksaan oleh Wajib Pajak.

Apabila pada saat dilakukan Pemeriksaan Lapangan, Wajib Pajak tidak ada di tempat, maka:
  1. Pemeriksaan tetap dapat dilaksanakan sepanjang ada pihak yang dapat dan mempunyai kewenangan untuk mewakili Wajib Pajak, terbatas untuk hal yang ada dalam kewenangannya, dan selanjutnya Pemeriksaan ditunda untuk dilanjutkan pada kesempatan berikutnya;
  2. untuk keperluan pengamanan Pemeriksaan, sebelum dilakukan penundaan Pemeriksaan Lapangan Pemeriksa Pajak dapat melakukan penyegelan;
  3. apabila pada saat Pemeriksaan Lapangan dilanjutkan setelah dilakukan penundaan sebagaimana dimaksud pada huruf a, Wajib Pajak tetap tidak ada di tempat, Pemeriksaan tetap dilaksanakan dengan terlebih dahulu meminta pegawai Wajib Pajak yang bersangkutan untuk mewakili Wajib Pajak guna membantu kelancaran Pemeriksaan;
  4. dalam hal pegawai Wajib Pajak yang diminta mewakili Wajib Pajak menolak untuk membantu kelancaran Pemeriksaan, pegawai Wajib Pajak tersebut harus menandatangani surat pernyataan penolakan membantu kelancaran Pemeriksaan;
  5. dalam hal pegawai Wajib Pajak menolak untuk menandatangani surat pernyataan penolakan membantu kelancaran Pemeriksaan, Pemeriksa Pajak membuat berita acara penolakan membantu kelancaran Pemeriksaan yang ditandatangani oleh Pemeriksa Pajak.
  6. Surat pernyataan penolakan Pemeriksaan , atau berita acara penolakan Pemeriksaan, atau berita acara tidak dipenuhinya panggilan Pemeriksaan, atau surat pernyataan penolakan membantu kelancaran Pemeriksaan, atau berita acara penolakan membantu kelancaran Pemeriksaan, dapat dijadikan dasar untuk penetapan pajak secara jabatan atau diusulkan Pemeriksaan Bukti Permulaan.

Penyegelan

Pemeriksa Pajak berwenang melakukan penyegelan dalam hal Wajib Pajak:
  1. tidak memberikan kesempatan untuk memasuki tempat atau ruang tertentu serta barang bergerak dan/atau tidak bergerak; dan/atau
  2. tidak memberi bantuan guna kelancaran Pemeriksaan yang antara lain berupa tidak memberikan kesempatan untuk mengakses data yang dikelola secara elektronik dan/atau membuka barang bergerak dan/atau tidak bergerak.


    Kesimpulan
Melihat aturan yang ada, sebaiknya tidak menolak Pemeriksaan Pajak sebab resikonya lebih besar jika kita menolak. Kalau memang pembukuan kita sudah baik dan fair, kenapa mesti takut? Pemeriksa Pajak kan keren-keren nggak bakalan "menelan" kita karena dia juga manusia.

Satu hal lagi yang perlu diperhatikana adalah Pasal 26A ayat (4) UU KUP

Wajib Pajak yang mengungkapkan pembukuan, catatan, data, informasi, atau keterangan lain dalam proses keberatan yang tidak diberikan pada saat pemeriksaan, selain data dan informasi yang pada saat pemeriksaan belum diperoleh Wajib Pajak dari pihak ketiga, pembukuan, catatan, data, informasi, atau keterangan lain dimaksud tidak dipertimbangkan dalam penyelesaian keberatannya.


Materi yang berkaitan:

1. Kewajiban dan kewenangan Pemeriksa Pajak 
2. Hak dan Kewajiban Wajib Pajak saat dilakukan pemeriksaan pajak
3. Standar Pemeriksaan Pajak 
4. Penyelewengan Pajak oleh Bendaharawan 

Jumat, 04 Desember 2009

Inilah "Nasib" orang Gendut

Saya tertarik menampilkan berita dari Kompas.com, sambil membayangkan seandainya ada 2 penumpang kereta api seukuran ini dalam satu kursi gimana ya? Saya jadi senyum-senyum meskipun hati saya  lagi getir melihat tarif kereta api akhir tahun yang mahal sekali. Makanya buat yang belum "gendut" nggak usah bercita-cita gendut. Bagi yang sudah terlanjur mari kita berjuang untuk menurunkan berat badan meskipun hanya mampu cuma setengan ons. Yang jelas meskipun saya agak besar, yaa nggak segendut itu. He he he
Usul saya kalau memang diharuskan membayar 2 tiket sih nggak masalah, tapi kursinya juga harus disesuakan dong.....

Biar saya nggak senyum sendiri maka saya bagi-bagi, nih berita lengkapnya.

WASHINGTON, KOMPAS.com
Penerbangan kelas ekonomi biasanya sempit. Nah, bayangkan dalam penerbangan semacam itu Anda tertahan di belakang orang yang begitu besar yang menutupi seluruh lorong.


Foto (untuk berita) ini diambil seorang pramugari yang ingin mendemonstrasikan kepada bosnya mengapa penumpang gendut harus membeli tempat duduk tambahan. Foto ini tampil di sebuah forum diskusi khusus kru pesawat. Mereka kebanyakan setuju bahwa orang gendut harus membeli tempat duduk tambahan. Seorang anggota forum itu memberi komentar Bersimpati dengan orang (gendut) itu atau tidak, dia merupakan gangguan keselamatan utama dalam sebuah proses evakuasi dan sebuah ketidaknyamanan luar biasa bagi kru kabin. Foto itu diyakini diambil dalam sebuah penerbangan American Airlines. Namun, tidak begitu jelas apakah penumpang itu telah diminta untuk turun sebelum pesawat lepas landas. Meski American Airlines belum memberikan konfirmasi apakah foto itu diambil dalam penerbangannya atau tidak, seorang juru bicara perusahaan itu telah menegaskan bahwa menghalangi gang atau lorong sangat membahayakan keselamatan penerbangan. Tentu saja tidak ada penumpang yang diizinkan terbang jika dia merintangi lorong pesawat,  kata juru bicara itu seperti dikutip  , Jumat (4/12).

   
Sangat jelas dalam foto itu bahwa pesawat tidak sedang terbang saat foto diambil ;sejumlah penumpang sedang  boarding dan beberapa ruang bagasi di atas kepala masih terbuka. Dalam sebuah pernyataan, perusahaan itu menambahkan,  Pada saat ini American Airlines tidak mungkin memberi konfirmasi, ya atau tidak, atas foto yang diambil kru pesawat, tetapi akan melakukan investigasi internal terkait situasi itu untuk menentukan apakah ada kebijakan penerbangan yang telah diterapkan secara tidak benar. Perhatian utama American Airlines adalah keselamatan penumpang, kru serta penumpang tentunya diminta untuk memesan dua tempat duduk jika mereka merasa membutuhkan itu. Jika penerbangan tidak penuh, bagaimana pun, kebutuhan para penumpang akan diakomodasi tanpa dikenakan harga tambahan, jika kondisi memungkinkan.

Rabu, 02 Desember 2009

Wedang uwuh, nasi pecel dan tempe goreng Imogiri

Wedang uwuh, nasi pecel dan tempe, makanan sehat non kolesterol dari Imogiri

Kalau nasi pecel pasti kita semua tahu. Bahan terdiri dari berbagai sayuran ditambah bumbu dari bahan utama kacang tanah. Tempe goreng juga semua tahu, ya tempe yang digoreng, bukan tahu digoreng.

Nah bagaimana kalau wedang uwuh? Dalam bahasa kebumenan wedang adalah minuman misalnya wedang jahe berarti minuman dari jahe, wedang teh, wedang kopi dan seterusnya. Uwuh berarti sampah, berarti wedang uwuh adalah wedang dari sampah? Jawaban itu tidak ada salahnya karena unsur dari wedang uwuh adalah memang sampah. Sampah sampah yang dimaksud adalah daun cengkeh, kayu manis, daun pala, daun pohon kayu putih, kayu secang ditambah dengan gepukan jahe yang dibakar. Hampir semua bahan uwuh tersebut ada di sekitar perbukitan Imogiri. Penyajiannya  bahan uwuh tersebut diseduh dengan air mendidih di dalam gelas ditambah dengan gula batu (gula pasir yang sudah membatu?). Dengan komposisi tersebut ditambah penyajian yang panas, saya yakin seyakin-yakinnya minuman ini pasti akan menyehatkan dan menambah segar tubuh kita.
 
Apalagi kalau habis olah raga atau sekalian naik sepeda dari Jogja (jaraknya sekitar 17 km) ke Imogiri. Minum wedang uwuh ditambah makan nasi pecel (kembang turi, kecipir, kacang panjang, daun pepaya, kecambah dll) dan tempe goreng/bacem rasanya ruuuuarrr biasa. Kalau saya ke sana biasanya minimal makan 10 tempe goreng ( enggak ding, beberapa waktu yang lalu cuma 8 buah).

Sudah sehat, bebas kolesterol dan ikut mencerdaskan bangsa (lhoo kok bisa, apa hubungannya? ya ada hubungannya, kalau penjual wedang uwuh dan nasi pecel laris dagangannya berarti sekolah anak-anak mereka kan lancar, karena lancar jadinya pinter. Mereka kan bagian dari bangsa, jadi kalau mereka pinter bangsa juga cerdas gitu kira-kira...).

Jadi jangan lupa kalau sudah di Jogja mampir ke Imogiri, bisa ke Makam Raja-Raja Mataram yang konon anak tangganya bisa untuk menguatkan otot kaki. Atau 200 M sebelum sampai makam belok kiri maka disitu sudah berjajar penjual Nasi Pecel, Wedang Uwuh. Di situ juga tersedia berbagai makanan kecil terutama yang berbahan dasar singkong.

Cuma ada pesen saya, kalau ke sana harus hati-hati (maksudnya hati-hati kalau nggak ngajak saya he he he)

Ini lho foto bahan bahan wedang uwuh yang saya ambil dari sini


lha yang ini kalau sudah jadi minuman yang diambil





     

Senin, 30 November 2009

Tarif Kereta Api Eksekutif Desember 2009 lebih mahal dari tarif lebaran? Bagaimana  Agustus September 2010?

Tarif Kereta Api Eksekutif Desember 2009 lebih mahal dari tarif lebaran? Bagaimana Agustus September 2010?

TARIF KERETA API EKSEKUTIF BULAN AGUSTUS SEPTEMBER 2010 DARI GAMBIR (MELALUI JOGJA)


Buat temen temen yang mau liburan puasa dan lebaran tahun 2010 dan berencana naik kereta api silahkan dipilih. Mohon maaf data ini hanya kereta api yang melalui Jogja saja (dari Gambir Jogja).
Untuk harga silahkan bandingkan sendiri dengan pengalaman Lebaran kemarin: 

Tarif KA (Agustus dan September 2010) Lebaran 2010

Nama kereta

Jam
Jumat
 6-8-10
Jumat
13-8-10
Jumat
20-8-10
Jumat
27-8-10
Selasa
31-8-10
Argo Dwipangga
08.00
320.000
290.000
290.000
290.000
320.000
Argo Lawu
20.00
340.000
300.000
300.000
300.000
340.000
Bima
17.00
310.000
280.000
280.000
265.000
340.000
Gajayana
17.30
325.000
300.000
300.000
300.000
360.000
Taksaka Pagi
08.45
310.000
290.000
260.000
260.000
310.000
Taksaka Malam
20.45
320.000
290.000
290.000
290.000
310.000








Nama kereta

Jam
Rabu
1-9-10
Kamis
2-9-10
Jumat, Sabtu
Minggu
3,4, 5
Sept 10
Seni Selasa
Rabu
Kamis
6, 7, 8, 9
Sept 2010

Argo Dwipangga
08.00
390.000
390.000
420.000
450.000

Argo Lawu
20.00
390.000
390.000
420.000
450.000

Bima
17.00
390.000
390.000
420.000
450.000

Gajayana
17.30
420.000
420.000
450.000
500.000

Taksaka Pagi
08.45
320.000
320.000
350.000
450.000

Taksaka Malam
20.45
320.000
320.000
350.000
450.000





TARIF KERETA API EKSEKUTIF BULAN DESEMBER 2009 DARI GAMBIR (MELALUI JOGJA) DAN DARI JOGJA KE GAMBIR 



Argo Lawu (Gambir Solo, melalui Jogja)
Berangkat dari Gambir Pk. 20.00 WIB, jika tidak terlambat:
  
Bulan Desember 2009
Tanggal 1 2 3 7 8 9 10 14 15 16    Desember 2009  Rp 240.000,-
Tanggal  4 5 6 11 12 13                  Desember 2009  Rp 280.000,-
Tanggal  17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 Desember 2009  Rp 310.000,- 


Argo Dwipangga ( Gambir-Solo melalui Jogja)
Berangkat dari Gambir Pk. 08.00 WIB pagi, jika tidak terlambat:
Bulan Desember 2009

Tanggal 1 2 3 4 8 9 10 11 15 16 17             Desember 2009  Rp 220.000,-
Tanggal  5 6 12 13                                       Desember 2009  Rp 260.000,-
Tanggal  7 14                                               Desember 2009  Rp 240.000,-
Tanggal  18 19 24 25                                   Desember 2009  Rp 300.000,-
Tanggal  20 21 22 23 26 27 28 29 30 31     Desember 2009  Rp 280.000,-


Gajayana ( Gambir - Malang, melalui Jogja)
Berangkat dari Gambir Pk. 17.15 WIB, jika tidak terlambat, berlaku tarif terjauh:

Bulan Desember 2009
Tanggal 1 2 3 7 8 9 10 14 15 16                  Desember 2009  Rp 290.000,-
Tanggal  4 5 6 11 12 13 21 22 28 29 30      Desember 2009  Rp 330.000,-
Tanggal  17 18 23 24 31                              Desember 2009  Rp 370.000,-
Tanggal  19 20 25 26 27                              Desember 2009  Rp 350.000,-



Bima ( Gambir-Surabaya, melalui Jogja)
Berangkat dari Gambir Pk. 17.00 WIB, jika tidak terlambat, berlaku tarif terjauh:

Tanggal 1 2 3 8 9 10 11 15 16                     Desember 2009  Rp 200.000,-
Tanggal  4 5 6 7 12 13 14                            Desember 2009  Rp 220.000,-
Tanggal 18 19 24 25 26                               Desember 2009  Rp 260.000,-
Tanggal  17 21 22 23 27 28 29 30 31          Desember 2009  Rp 240.000,-

 
Taksaka I Pagi (Gambir - Jogja)
Berangkat dari Gambir Pk. 08.15 WIB pagi, jika tidak terlambat:

Bulan Desember 2009
Tanggal 1 2 3 7 8 9 10 14 15 16               Desember 2009  Rp 220.000,-
Tanggal  4 5 6 11 12 13                            Desember 2009  Rp 240.000,-
Tanggal 21 22 28 29 30                            Desember 2009  Rp 260.000,-
Tanggal  17 18 19 20 23 24 25 26 27       Desember 2009  Rp 280.000,- 

  
Taksaka II Malam (Gambir - Jogja)
berangkat dari Gambir Pk. 20.45 WIB, jika tidak terlambat :

Bulan Desember 2009
Tanggal 1 2 3 7 8 9 10 14 15 16             Desember 2009  Rp 240.000,-
Tanggal  4 5 6 11 12 13                          Desember 2009  Rp 280.000,-
Tanggal  17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 Desember 2009  Rp 310.000,- 

DARI JOGJA KE GAMBIR, 

Taksaka I  Malam (Jogja - Gambir )
Berangkat dari Jogja Pk. 20.00 WIB

Bulan Desember 2009
Tanggal 1 2 3 7 8 9 10 14 15 16    Desember 2009  Rp 220.000,-
Tanggal  5 12                                 Desember 2009  Rp 240.000,-
Tanggal  4 6 11 13                         Desember 2009  Rp 260.000,-
Tanggal  17 sd 31                           Desember 2009  Rp 280.000,- 

  
Taksaka II Pagi (Jogja - Gambir)
berangkat dari Jogja Pk. 10.00 WIB,

Bulan Desember 2009
Tanggal 1 2 3 4 8 9 10 11 15 16 17    Desember 2009  Rp 200.000,-
Tanggal  5 12                                      Desember 2009  Rp 220.000,-
Tanggal 6 7 13 14                               Desember 2009  Rp 240.000,-
Tanggal  18 s.d 31                               Desember 2009  Rp 260.000,- 



Argo Lawu (Solo- Gambir, melalui Jogja)
Berangkat dari Solo Pk. 08.00 WIB,
  
Bulan Desember 2009
Tanggal 1 2 3 4 8 9 10 11 15 16 17     Desember 2009  Rp 220.000,-
Tanggal  5 12                                       Desember 2009  Rp 240.000,-
Tanggal  6 7 13 14                               Desember 2009  Rp 260.000,-
Tanggal  18 sd. 31                                Desember 2009  Rp 280.000,- 


Argo Dwipangga ( Solo- Gambir melalui Jogja)
Berangkat dari Solo Pk. 20.00 WIB biasanya sampai di Jogja Pk. 20.50 WIB
Bulan Desember 2009

Tanggal 1 2 3 7 8 9 10 14 15 16   Desember 2009  Rp 240.000,-
Tanggal  4 6 11 13                        Desember 2009  Rp 280.000,-
Tanggal  5 12                                Desember 2009  Rp 260.000,-
Tanggal  17 sd. 31                         Desember 2009  Rp 300.000,-


BULAN JANUARI 2010 DARI GAMBIR (MELALUI JOGJA) KE JOGJA


Argo Lawu (Gambir Solo, melalui Jogja)
Berangkat dari Gambir Pk. 20.00 WIB,
Bulan Januari 2010
Tanggal 1 2 3                                                            Rp 320.000,-
Tanggal  8 9 10 15 16 17 22 23 24 29 30 31            Rp 290.000,-
Tanggal  4 5 6 11 12 13 18 19 20 25 26 27              Rp 250.000,- 
Tanggal 7 14 21 28                                                   Rp 270.000,-

Argo Dwipangga ( Gambir-Solo melalui Jogja)
Berangkat dari Gambir Pk. 08.00 WIB pagi,
Bulan Januari 2010
Tanggal 1 2 3                                                             Rp 300.000,-
Tanggal  5 6 7 12 13 14 19 20 21 26 27 28               Rp 230.000,-
Tanggal  4 8 11 15 18 22 25 29                                 Rp 250.000,-
Tanggal  9 10 16 17 23 24 30 31                               Rp 270.000,-



Gajayana ( Gambir - Malang, melalui Jogja)
Berangkat dari Gambir Pk. 17.15 WIB, berlaku tarif terjauh:
Bulan Januari 2010
Tanggal 1 2 3                                                                      Rp 370.000,-
Tanggal  7 8 9 10 14 15 16 17 21 22 23 24 28 29 30 31    Rp 320.000,-
Tanggal  4 5 6 11 12 13 18 19 20 25 26 27                        Rp 300.000,-


Bima ( Gambir-Surabaya, melalui Jogja)
Berangkat dari Gambir Pk. 17.00 WIB, berlaku tarif terjauh

Tanggal 1 2 3                                                                      Rp 340.000,-
Tanggal  7 8 9 10 14 15 16 17 21 22 23 24 28 29 30 31    Rp 300.000,-
Tanggal  4 5 6 11 12 13 18 19 20 25 26 27                        Rp 280.000,-
 

Taksaka I Pagi (Gambir - Jogja)
Berangkat dari Gambir Pk. 08.15 WIB pagi,
Bulan Januari 2010
Tanggal 1 2 3                                                                       Rp 260.000,-
Tanggal  4 5 6 7 11 12 13 14 18 19 20 21 25 26 27 28       Rp 210.000,-
Tanggal 8 15 22 29                                                              Rp 230.000,-
Tanggal  9 10 16 17 23 24 30 31                                         Rp 250.000,-

  
Taksaka II Malam (Gambir - Jogja)
berangkat dari Gambir Pk. 20.45 WIB,
Bulan Januari 2010

Tanggal 1 2 3                                                            Rp 300.000,-
Tanggal  8 9 10 15 16 17 22 23 24 29 30 31            Rp 270.000,-
Tanggal  4 5 6 11 12 13 18 19 20 25 26 27              Rp 230.000,- 
Tanggal 7 14 21 28                                                   Rp 250.000,-



Bulan PEBRUARI 2010 dari GAMBIR (melalui JOGJA) ke JOGJA


Argo Lawu (Gambir Solo, melalui Jogja)
Berangkat dari Gambir Pk. 20.00 WIB,
Bulan Pebruari 2010
Tanggal 1 2 3  8 9 10 15 16 17 22 23 24                  Rp 250.000,-
Tanggal  5 6 7 12 13 1419 20 21                              Rp 290.000,-
Tanggal  4 11 18                                                       Rp 270.000,- 
Tanggal 25 26 27 28                                                 Rp 320.000,-

Argo Dwipangga ( Gambir-Solo melalui Jogja)
Berangkat dari Gambir Pk. 08.00 WIB pagi,
Bulan Pebruari  2010
Tanggal 1 5 8 12 15 19 22                                         Rp 250.000,-
Tanggal  2 3 4 9 10 11 16 17 18 23 24                      Rp 230.000,-
Tanggal  6 7 13 14 20 21                                           Rp 270.000,-
Tanggal  25 26 27 28                                                 Rp 300.000,-



Gajayana ( Gambir - Malang, melalui Jogja)
Berangkat dari Gambir Pk. 17.15 WIB, berlaku tarif terjauh:
Bulan Pebruari  2010
Tanggal 1 2 3  8 9 10 15 16 17 22 23 24                  Rp 300.000,-
Tanggal  4 5 6 7 11 12 13 14 18 19 20 21                Rp 320.000,-
Tanggal 25 26 27 28                                                 Rp 370.000,-

Bima ( Gambir-Surabaya, melalui Jogja)
Berangkat dari Gambir Pk. 17.00 WIB, berlaku tarif terjauh

Bulan Pebruari  2010
Tanggal 1 2 3  8 9 10 15 16 17 22 23 24                  Rp 280.000,-
Tanggal  4 5 6 7 11 12 13 14 18 19 20 21                Rp 300.000,-
Tanggal 25 26 27 28                                                 Rp 340.000,-


  

Taksaka I Pagi (Gambir - Jogja)
Berangkat dari Gambir Pk. 08.15 WIB pagi,

Bulan Pebruari  2010
Tanggal 1 5 8 12 15 19 22                                         Rp 230.000,-
Tanggal  2 3 4 9 10 11 16 17 18 23 24                      Rp 210.000,-
Tanggal  6 7 13 14 20 21                                           Rp 250.000,-
Tanggal  25 26 27 28                                                 Rp 270.000,-


  
Taksaka II Malam (Gambir - Jogja)
berangkat dari Gambir Pk. 20.45 WIB,
Bulan Pebruari 2010
Tanggal 1 2 3  8 9 10 15 16 17 22 23 24                  Rp 230.000,-
Tanggal  5 6 7 12 13 1419 20 21                              Rp 270.000,-
Tanggal  4 11 18                                                       Rp 250.000,- 
Tanggal 25 26 27 28                                                 Rp 290.000,-


Bulan MARET 2010 dari GAMBIR (melalui JOGJA) ke JOGJA


Argo Lawu (Gambir Solo, melalui Jogja)
Berangkat dari Gambir Pk. 20.00 WIB,
Bulan MARET 2010

Tgl.  1 2 3 8 9 10 17 22 23 24 29 30                       Rp 250.000,-
Tgl.  4 18 25 31                                                       Rp 270.000,-
Tgl.  5 6 7 11 19 20 21 26 27 28                             Rp 290.000,-
Tgl.  12 13 14 15 16                                                Rp 320.000,-

Argo Dwipangga ( Gambir-Solo melalui Jogja)
Berangkat dari Gambir Pk. 08.00 WIB pagi,

Tgl.  1 2 3 4 9 10 17 18 23 24 25 30 31                   Rp 230.000,-
Tgl.  5 8 11 19 22 26 29                                           Rp 250.000,-
Tgl.  6 7 20 21 27 28                                                Rp 270.000,-
Tgl.  12 13 14 15 16                                                 Rp 300.000,-

Taksaka II Malam (Gambir - Jogja)
berangkat dari Gambir Pk. 20.45 WIB,


Tgl.  1 2 3 8 9 10 17 22 23 24 29 30                          Rp 230.000,-
Tgl.  4 11 18 25 31                                                     Rp 250.000,-
Tgl.  5 6 7  19 20 21 26 27 28                                    Rp 270.000,-
Tgl.  12 13 14 15 16                                                   Rp 290.000,-

Taksaka I Pagi (Gambir - Jogja)
Berangkat dari Gambir Pk. 08.15 WIB pagi,

Tgl.  1 2 3 4 9 10 17 18 23 24 25 30 31                      Rp 210.000,-
Tgl.  5 8 11 19 22 26 29                                              Rp 230.000,-
Tgl.  6 7 20 21 27 28                                                   Rp 250.000,-
Tgl.  12 13 14 15 16                                                    Rp 270.000,-

Gajayana ( Gambir - Malang, melalui Jogja)
Berangkat dari Gambir Pk. 17.15 WIB, berlaku tarif terjauh:

Tgl.  1 2 3 8 9 10 17 22 23 24 29 30                             Rp 300.000,-
Tgl.  4 5 6 7 11 18 19 20 21 25 26 27 28  31                Rp 320.000,-
Tgl.  12 13 14 15 16                                                      Rp 380.000,-

Bima ( Gambir-Surabaya, melalui Jogja)
Berangkat dari Gambir Pk. 17.00 WIB, berlaku tarif terjauh

Tgl.  1 2 3 8 9 10 17 22 23 24 29 30                              Rp 280.000,-
Tgl.  4 5 6 7 11 18 19 20 21 25 26 27 28 31                  Rp 300.000,-
Tgl.  12 13 14 15 16                                                                                Rp 340.000,-


Bulan APRIL 2010 dari GAMBIR (melalui JOGJA) ke JOGJA


Argo Lawu (Gambir Solo, melalui Jogja)
Berangkat dari Gambir Pk. 20.00 WIB,
Bulan APRIL 2010

Tgl.  5 6 7 12 13 14 19 20 21 26 27 28                   Rp 250.000,-
Tgl.  8 15 22 29                                                       Rp 270.000,-
Tgl.  9 10 11 16 17 18 23 24 25                              Rp 300.000,-
Tgl.  1 2 3 4                                                             Rp 320.000,-

Argo Dwipangga ( Gambir-Solo melalui Jogja)
Berangkat dari Gambir Pk. 08.00 WIB pagi,

Tgl.  6 7 8 13 14 15 20 21 22 27 28 29                    Rp 230.000,-
Tgl.  5 9 12 16 19 23 26 30                                      Rp 250.000,-
Tgl.  10 11 17 18 24 25                                            Rp 290.000,-
Tgl.  1 2 3 4                                                              Rp 310.000,-

Taksaka II Malam (Gambir - Jogja)
berangkat dari Gambir Pk. 20.45 WIB,


Tgl. 5 6 7 12 13 14 19 20 21 26 27 28                    Rp 230.000,-
Tgl.  8 15 22 29                                                       Rp 250.000,-
Tgl.  9 10 11 16 17 18 23 24 25                              Rp 290.000,-
Tgl.  1 2 3 4                                                             Rp 300.000,-

Taksaka I Pagi (Gambir - Jogja)
Berangkat dari Gambir Pk. 08.45 WIB pagi,

Tgl.  6 7 8 13 14 15 20 21 22 27 28 29                    Rp 210.000,-
Tgl.  5 9 12 16 19 23 26 30                                      Rp 230.000,-
Tgl.  10 11 17 18 24 25                                            Rp 250.000,-
Tgl.  1 2 3 4                                                              Rp 290.000,-

Gajayana ( Gambir - Malang, melalui Jogja)

Berangkat dari Gambir Pk. 17.15 WIB, berlaku tarif terjauh
Tgl.  5 6 7  12 13 14 19 20 21 26 27 28                       Rp 300.000,-
Tgl.  8 9 10 11 15 16 17 18 22 23 24 25 29 30             Rp 330.000,- 
Tgl.  1 2 3 4                                                                  Rp 380.000,-

Bima ( Gambir-Surabaya, melalui Jogja)
Berangkat dari Gambir Pk. 17.00 WIB, berlaku tarif terjauh

Tgl.  5 6 7  12 13 14 19 20 21 26 27 28                       Rp 290.000,-
Tgl.  8 9 10 11 15 16 17 18 22 23 24 25 29 30            Rp 310.000,- 
Tgl.  1 2 3 4                                                                  Rp 340.000,-


Bulan Mei 2010 dari GAMBIR (melalui JOGJA) ke JOGJA


Argo Lawu (Gambir Solo, melalui Jogja)
Berangkat dari Gambir Pk. 20.00 WIB,
Bulan Mei  2010

Tgl.  17 18 19 31                                                     Rp 250.000,-
Tgl.  20                                                                    Rp 270.000,-
Tgl.  21 22 23 24 25 26                                           Rp 300.000,-
Tgl.  27 28 29 30                                                     Rp 330.000,-

Argo Dwipangga ( Gambir-Solo melalui Jogja)
Berangkat dari Gambir Pk. 08.00 WIB pagi,

Tgl.  19 19 20 21 25 26                                            Rp 230.000,-
Tgl.  17 24 31                                                           Rp 250.000,-
Tgl.   22 23                                                               Rp 290.000,-
Tgl.  28 29 30                                                           Rp 310.000,-

Taksaka II Malam (Gambir - Jogja)
berangkat dari Gambir Pk. 20.45 WIB,


Tgl.  17 18 19 31                                                     Rp 230.000,-
Tgl.  20 24 25 26                                                     Rp 250.000,-
Tgl.  21 22 23                                                          Rp 290.000,-
Tgl.  27 28 29 30                                                     Rp 310.000,-

Taksaka I Pagi (Gambir - Jogja)
Berangkat dari Gambir Pk. 08.45 WIB pagi,

Tgl.  18 19 20 25 26 27                                            Rp 210.000,-
Tgl.  17 21 24 31                                                      Rp 230.000,-
Tgl.   22 23                                                               Rp 250.000,-
Tgl.   28 29 30                                                          Rp 290.000,-

Gajayana ( Gambir - Malang, melalui Jogja)

Berangkat dari Gambir Pk. 17.15 WIB, berlaku tarif terjauh (jumat atau liburan)
Tgl.  17 18 19 31                                                          Rp 300.000,-
Tgl.  20 21 22 23 24 25 26                                           Rp 330.000,- 
Tgl.  27 28 29 30                                                          Rp 380.000,-

Bima ( Gambir-Surabaya, melalui Jogja)
Berangkat dari Gambir Pk. 17.00 WIB, berlaku tarif terjauh (jumat dan liburan)

Tgl.  17 18 19 24 25 31                                                Rp 290.000,-
Tgl.  20 21 22 23 26                                                     Rp 310.000,- 
Tgl.  27 28 29 30                                                          Rp 340.000,-

Bulan JUNI 2010 dari GAMBIR (melalui JOGJA) ke JOGJA


Argo Lawu (Gambir Solo, melalui Jogja)
Berangkat dari Gambir Pk. 20.00 WIB,
Bulan Juni  2010

Tgl.  14 15 16                                                          Rp 250.000,-
Tgl.  17 21 22 23 24                                                Rp 270.000,-
Tgl.  18 19 20                                                          Rp 300.000,-
Tgl.  25 26 27 28 29 30                                           Rp 330.000,-

Argo Dwipangga ( Gambir-Solo melalui Jogja)
Berangkat dari Gambir Pk. 08.00 WIB pagi,

Tgl.   14 15 16 17                                                     Rp 230.000,-
Tgl.   18 22 23 24                                                     Rp 260.000,-
Tgl.   19 20 21                                                          Rp 290.000,-
Tgl.   25 26 27 28 29 30                                           Rp 310.000,-

Taksaka II Malam (Gambir - Jogja)
berangkat dari Gambir Pk. 20.45 WIB,


Tgl.  14 15 16                                                          Rp 230.000,-
Tgl.  17 21 22 23 24                                                Rp 250.000,-
Tgl.  18 19 20                                                          Rp 290.000,-
Tgl.  25 26 27 28 29 30                                           Rp 320.000,-

Taksaka I Pagi (Gambir - Jogja)
Berangkat dari Gambir Pk. 08.45 WIB pagi,

Tgl.  15 16 17                                                           Rp 210.000,-
Tgl.  14 18 21 22 23 24                                            Rp 240.000,-
Tgl.   20 21                                                               Rp 250.000,-
Tgl.    25 26 27 28 29 30                                          Rp 300.000,-

Gajayana ( Gambir - Malang, melalui Jogja)

Berangkat dari Gambir Pk. 17.15 WIB, berlaku tarif terjauh (jumat atau liburan)
Tgl.  14 15 16                                                               Rp 300.000,-
Tgl    17 21 22 23 24                                                    Rp 310.000,-
Tgl.  13 18 19 20                                                          Rp 330.000,- 
Tgl.  25 26 27 28 29 30                                                Rp 380.000,-

Bima ( Gambir-Surabaya, melalui Jogja)
Berangkat dari Gambir Pk. 17.00 WIB, berlaku tarif terjauh (jumat dan liburan)

Tgl.    14 15 16                                                             Rp 290.000,-
Tgl.   17 21 22 23                                                         Rp 300.000,-
Tgl.   14 18 19 20                                                         Rp 310.000,- 
Tgl.   25 26 27 28 29 30                                               Rp 340.000,-

Bulan JULI 2010 dari GAMBIR (melalui JOGJA) ke JOGJA


Argo Lawu (Gambir Solo, melalui Jogja)
Berangkat dari Gambir Pk. 20.00 WIB,
Bulan Juli  2010

Tgl.  12 13 14 19 20 21 26 27 28                            Rp 250.000,-
Tgl.  15 22 29                                                          Rp 270.000,-
Tgl.   16 17 18 23 24 25 30 31                                Rp 300.000,-
Tgl.  1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11                                    Rp 330.000,-

Argo Dwipangga ( Gambir-Solo melalui Jogja)
Berangkat dari Gambir Pk. 08.00 WIB pagi,

Tgl.   13 14 15 20 21 22 27 28 29                            Rp 230.000,-
Tgl.   12 16 19 23 26 30                                           Rp 260.000,-
Tgl.   17 18 24 25 31                                                Rp 290.000,-
Tgl.   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11                                    Rp 310.000,-

Taksaka II Malam (Gambir - Jogja)
berangkat dari Gambir Pk. 20.45 WIB,

Tgl.  12 13 14 19 20 21 26 27 28                            Rp 230.000,-
Tgl.  15 22 29                                                          Rp 250.000,-
Tgl.   16 17 18 23 24 25 30 31                                Rp 290.000,-
Tgl.   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11                                   Rp 320.000,-

Taksaka I Pagi (Gambir - Jogja)
Berangkat dari Gambir Pk. 08.45 WIB pagi,

Tgl.   13 14 15 20 21 22 27 28 29                            Rp 210.000,-
Tgl.   12 16 19 23 26 30                                           Rp 240.000,-
Tgl.   17 18 24 25 31                                                Rp 250.000,-
Tgl.   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11                                    Rp 300.000,-

Gajayana ( Gambir - Malang, melalui Jogja)

Berangkat dari Gambir Pk. 17.15 WIB, berlaku tarif terjauh (jumat atau liburan)
Tgl.  12 13 14 19 20 21 26 27 28                                 Rp 300.000,-
Tgl    15 22 29                                                              Rp 310.000,-
Tgl.   16 17 18 23 24 25 30 31                                     Rp 330.000,- 
Tgl.   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11                                        Rp 380.000,-

Bima ( Gambir-Surabaya, melalui Jogja)
Berangkat dari Gambir Pk. 17.00 WIB, berlaku tarif terjauh (jumat dan liburan)
Tgl.  12 13 14 19 20 21 26 27 28                                 Rp 290.000,-
Tgl    15 22 29                                                              Rp 300.000,-
Tgl.   16 17 18 23 24 25 30 31                                     Rp 310.000,-
Tgl.   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11                                        Rp 340.000,-


Catatan:
1. Mulai bulan Agustus 2009 PT KA telah "menghilangkan" fasilitas makan/minum atau snak, jadi harus siap siap makanan atau bisa pesen di RESKA
2. Jika anda menggunakan Kartu KORPRI (bukan karpeg) maka akan mendapat discount 10% (caranya dengan menyerahkan copynya pada saat pemesanan atau penjualan langsung. Juga untuk Manula akan mendapat discount khusus dengan cara menyerahkan copy KTP seumur hidup pada saat pemesanan atau penjualan langsung
3. Sumber : data dari customer service stasiun Gambir

Artikel lain yang berkaitan: