Kamis, 05 Februari 2009

JIKA DENGAN ANAKNYA SENDIRI SAJA TIDAK KENAL


JIKA DENGAN ANAKNYA SENDIRI SAJA TIDAK KENAL

BAGAIMANA MAU INGAT DENGAN RAKYAT KECIL?


Malam itu tanpa sengaja Mas Bejo menekan tombol salah satu TV Swasta yang mengaku sebagai TV Pemilu. Acara yang sedang berlangsung adalah wawancara dengan salah satu politisi yang sangat terkenal mantan ketua partai yang sangat berpengaruh dan sedang mencari peluang sebagi kandidat presiden (walaupun belum dideklarasikan). Cerita sana sini dari mulai bicara tentang aktivitas keseharian seperti renang, treadmill dan kesibukan di kantor sampai pemikiran-pemikiran tokoh tersebut dalam “memperbaiki kondisi bangsa ini”. Juga cerita panjang lebar ketika terjadi “penjegalan” dirinya dalam pemilihan ketua umum partai untuk periode kedua. Dalam acara itu juga digambarkan kondisi rumah, foto-foto bersama tokoh-toh yang lain, foto keluarga.


Satu hal yang menarik Mas Bejo adalah ketika pewawancara itu menawarkan kepada tokoh tersebut untuk menjawab pertanyaan dari salah seorang melalui telepon. Penelpon itu seorang wanita yang menanyakan apakah tokoh tersebut akan mencalonkan diri sebagai calon presiden. Dengan suara yang mantap dan penuh diplomasi tokoh tersebut menjawab dengan panjang lebar serta mekanisme yang saat ini belum diatur oleh partainya. Intinya yaa siap untuk bersaing menjadi calon presiden. Sampai di sini Mas Bejo masih tertarik melihat acara tersebut. Setelah panjang lebar diselingi dengan pertanyaan dari penelpon, barulah tokoh tersebut menanyakan identitas penelpon. Seandainya pewawancara tersebut tidak ngasih tahu bahwa penelpon tersebut adalah anaknya yang lagi sekolah di Amerika, Mas Bejo yakin kalau tokoh tersebut tidak kenal suara putrinya sampai akhir acara. 

Mas Bejo terheran-heran dengan sikap tokoh itu, jangan-jangan inilah gambaran dari para politisi di Indonesia. Mereka tampil dalam rangka membangun “citra diri” bahkan mati-matian untuk itu. Rakyat yang dia kunjungi, rakyat yang dia santuni bukanlah tujuannya, tapi tujuan utamanya adalah “citra diri” bahwa dia dekat dengan rakyat, bahwa dia dermawan kepada rakyat. Bagaimana mau ingat dengan rakyat kecil, “wong’ sama suara anaknya sendiri nggak ingat………


kaos ukuran besar XXXXXL
JIKA DENGAN ANAKNYA SENDIRI SAJA TIDAK KENAL
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email

14 komentar