Kamis, 05 Maret 2009

Cerita Mobil Dinas


Serial Buku harian Mas Bejo (sang pemeriksa pajak)


Episode: Mobil Dinas

Hari pertama Mas Bejo dan tim akan melakukan tugas di tempat baru. Sebagai persiapan pemeriksaan tim memutuskan untuk mencari data-data yang ada di KPP terkait. Karena kelompok Mas Bejo tidak ada mobil dinas, maka Mas Bejo berinisiatif untuk meminjam mobil dinas. Hati Mas Bejo terkaget-kaget dalam hati dengan jawaban pemegang mobil. Dia bilang : maaf yaa di nota dinas yang bertanggung jawab adalah saya, untuk service dan lainnya saya yang bayar, kemarin saya tidak minta ganti ke kantor. Walaupun habis itu Mas Bejo ditawarin (mungkin dipikir-pikir lama-lama nggak enak) untuk memakainya dengan pesan-pesan agar hati-hati, akhirnya Mas Bejo terpaksa minjam mobil temen yang lain. Mas Bejo memutuskan karena kalau urusan dinas dan mobilnya milik dinas kenapa mesti meminta-minta? Malu ah..

(Hasil temuan tim pencari fakta tentang mobil dinas: Tiap bulan mendapat uang bensin dan apabila mau melakukan service dan ganti oli dapat langsung ke bengkel yang ditunjuk maka bendahara yang akan langsung membayar, meskipun semua tergantung keterbatasan anggaran)
Mas Bejo berfikir jangan jangan yang mengalami hal seperti itu bukan hanya Mas Bejo, mungkin Mas Bejo Mas Bejo yang lainnya banyak. Mas Bejo berusaha memahami kondisi ini dengan melihat seperti apa cara pandang orang yang diserahi tanggung jawab fasilitas negara? Dia merasa bahwa itu adalah hak pribadi dia dan melekat pada jabatannya. Dengan demikian dia berhak untuk memakai dari rumah ke kantor dan dari kantor ke rumah, bahkan di hari libur sekalipun dia berhak memakai. Sementara orang yang tidak beruntung yaa harus mengeluarkan uang taksi atau pinjam mobil pribadi temennya untuk melaksanakan tugas-tugas negara. Dunia memang kadang nggak adil?? Haruskah gaji modern yang ada dipakai untuk membiayai (mensubsidi) pelaksanaan tugas? Hal-hal seperti itu sepertinya perlu dibahas biar tidak terjadi gap yang sebenarnya tidak perlu terjadi.
.
.


Ada contoh ekstrim yang bisa dijadikan sebagai ilustrasi. Apa yang terjadi jika pola pikir di atas dimiliki oleh pejabat dinas kebersihan? Semua mobil dinas untuk operasional kebersihan dari mulai dump truk, truk kecil sampai mobil bak terbuka mereka anggap sebagai fasilitas pribadi. Petugas sampah di lapangan mengangkut sampah dengan susah payah menggunakan sepeda pribadi, kantong sampah pribadi, gerobak sampah pribadi (mereka menggunakan apa yang dimilikinya untuk kepentingan kelancaran tugas, karena mereka sangat merasa bertanggungjawab agar tugasnya bisa selesai). Di saat yang sama mobil operasional sampah yang kosong sedang bersliweran untuk mengantar pejabat dinas kebersihan dengan berbagai keperluan. Apa kata dunia?????????
.

.
Nampaknya di era terbuka sekarang perlu ada aturan yang jelas tentang aturan main pemakaian mobil dinas dan fasilitas-fasilitas negara yang lain. Jangan sampai judulnya mobil operasional untuk pelaksanaan tugas kedinasan tapi justru lebih banyak dipakai oleh pribadi dari orang tertentu. Pengaturan bisa dimulai dari siapa yang diserahi tugas untuk bertanggung jawab, siapa yang berhak memakai, saat kapan bisa memakai, di mana mobil dinas disimpan dan bagaimana prosedur dan administrasi peminjaman. Tapi semua adalah dalam konteks pemakaian untuk kepentingan kelancaran pelaksanaan tugas/dinas sehingga dana rakyat melalui anggaran negara tidak sia-sia. Lagi-lagi keteladanan dan kelapangan dada dari para “pejabat” dan “pimpinan” perlu dilakukan.
.
.
Kalau usul Mas Bejo (Cuma dalam hati, habis mau usul ke siapa, computer saja sudah mengajukan pakai nota dinas dari 12 orang setelah 3 bulan bertugas masih ada yang belum kebagian, sedangkan yang 10 orang yang sudah kebagian computer ternyata masuk kategori generasi agak lama) mobil untuk operasional perlu ditambah atau ada penataan ulang atau pemberdayaan yang sudah ada dengan aturan dan mekanisme yang jelas. Usul lain agar plat nomer tidak boleh diganti plat hitam dan setiap mobil dinas ditulis besar-besar nama instansinya (biar kalau keluarganya atau yang megang mobil sungkan untuk dipakai kondangan). Ada masukan lagi dari temen-temen?
.
Sumber Foto: Inilah.com

kaos ukuran besar XXXXXL
Cerita Mobil Dinas
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email

24 komentar