Senin, 20 April 2009

Cerita ringan waktu ngajar


Minggu kemarin saya dapat tugas untuk ngajar diklat pegawai baru ( penerimaan sarjana 2008) tempatnya di Purnawarman, pinginya sih ngajar Akuntansi Pajak cuma kok dapatnya malah Penegakan Hukum, yang merupakan materi terakhir diklat (mereka diklat hampir 2 bulan). Waduh... selama ini saya kan belum pernah (kuliah) dihukum. Mau nggak mau saya mesti harus belajar lagi dan ternyata penegakan hukumnya terbatas di bidang perpajakan (jadi nggak begitu nggak masalah he he he..). Dulu cuma pernah dapat mata kuliah Pengantar Ilmu Hukum yang dosennya super killer dan sok jaim. Pernah juga sih dapat mata kuliah Hukum Dagang, dosennya yaa kaku dan nggak ngenakkin (beda banget sama dosen akuntansi dan pajak, apalagi kalau yang nulis yang ngajar, ehm.. ehm.. GR dan narsis). Kenapa  kalau orang hukum mesti seperti itu yaa... Kenapa orang-orang seperti Mba Fanny kok nggak jadi dosen hukum. Pasti mahasiswanya seneng lhoo, setiap materi hukum diselingi satu cerpen yang relevan (stok cerpennya sampai ribuan mendekati jutaan). Kan asyik... belajar hukum jadi tidak membosankan. Satu lagi kalau dosennya Mba Fanny  pasti mahasiswanya akan fokus, bukan focus ke materi tapi fokus ke yang ngajar (nah ini yang bahayanya...... ) apalagi kalau mahasiswanya semacam Seno Aji, Rio si Semut, Jonk, Sandal Jepit atau Attayaya  wah... pasti serius tingkat fokusnya, pasti pura-pura nanya lah(padahal cuma caper saja). Beda lagi kalau yang jadi mahasiswinya Ana, atau Dwina tapi nggak membayangkan kalau Yumaima, Ajeng, Wendy, Itik Bali, Maya OZK (kenapa ya pakai OZK?) atau Dhe atau Linda Belle ( yang terakhir nanti selingannya bukan cerpen tapi resensi film) pasti rame dengan karakter yang berbeda, bisa-bisa dosennya kabur.... (dan jadilah satu satu judul cerpen kira-kira judulnya apa yaa? )     
         
Saya sekarang nggak mau cerita materi, tapi cerita kondisi kelasnya.
Yaa karena mereka masih baru pasti mereka masih fresh, pinter pinter dan masih lugu (lucu dan belagu atau memang lugu bener...). Contohnya setelah  dilakukan ice breaking, saya bilang ke mereka: " Gimana sudah bosen diklatnya... ?" serentak mereka bilang " bosennnnn....." terus saya bilang begini: " ok kalau gitu nanti saya usulkan ke panitia untuk mempercepat diklat, jadi besok sudah nggak ada materi lagi" peserta "?????".
        
Ada satu lagi cerita pas saya menjelaskan tugas seorang penyidik dalam penegakan hukum. Ada salah satu peserta yang nanya, "berarti Bapak punya kartu penyidik dari Mabes POLRI?" setelah saya iyakan, peserta itu melanjutkan, " wah enak yaa punya kartu itu...?"
Saya menjawab " iya enak lhoo kalau punya kartu ini, nggak pernah berlaku yang namanya three in one, selama saya di Jakarta nggak pernah ditilang, pakai bahu jalan tol juga nggak ditilang, hebat kan?" terus saya lanjutkan begini, "soalnya selama di Jakarta saya kan paling naik taxi, buswae atau angkot he he he...." 
Catatan Foto:
1. Lagi serius, yang dipegang itu kertas absen, mau cari mana yang bisa "diusilin"
2. Lagi nggarap game
3. Wajah saya kok nggak jelas (yang njepret rodo grogi, atau nggak baca doa dulu)

kaos ukuran besar XXXXXL
Cerita ringan waktu ngajar
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email

53 komentar