Rabu, 09 September 2009

KEARIFAN EMAS


KEARIFAN EMAS

Sumber : milis sebelah
gambar : koin emas (google)

Seorang pemuda mendatangi Zun-Nun dan bertanya. “Guru, saya tak mengerti mengapa seperti Anda mesti berpakaian apa adanya, amat sangat sederhana. Bukankah di masa seperti ini berpakaian sebaik-baiknya amat perlu, bukan hanya untuk penampilan melainkan untuk banyak tujuan lain.”
   
Sang Sufi hanya tersenyum. Ia lalu melepaskan cincin dari salah satu jarinya, lalu berkata, “Sobat muda, akan kujawab pertanyaanmu, tetapi lebih dahulu lakukan satu hal untukku. Ambillah cincin ini dan bawalah ke pasar si seberang sana. Bisakah kamu menjualnya seharga satu keping emas?”

Melihat cincin yang kotor pemuda itu merasa ragu, “Satu keping emas? Saya tidak yakin cincin ini bisa dijual seharga itu.”
“Cobalah dulu Sobat muda, siapa tahu kamu berhasil.”

Pemuda itu bergegas ke pasar. Ia menawarkan cincin itu kepada pedagang kain, pedagang sayur, pedagang ikan dan daging serta pedagang yang lainnya. Ternyata tak seorangpun yang berani membeli seharga satu keping emas. Mereka menawarnya hanya satu keping perak. Tentu saja pemuda tadi tak berani menjualnya. Ia kembali ke Zun-Nun dan melapor, “Guru, tak seorangpun berani menawar lebih dari satu keping perak.”

Zun Nun, tetap tersenyum arif, berkata, “Sekarang pergilah kamu ke toko emas di belakang jalan ini. Coba perlihatkan kepada pemilik toko  atau tukang emas di sana. Jangan buka harga, dengarkan saja bagaimana ia memberikan penilaian.”

Pemuda itu pergi ke toko yang dimaksud. Ia kembali kepada Zun Nun dengan raut wajah yang lain. “Guru ternyata para pedagang di pasar tidak tahu nilai yang sesungguhnya dari cincin ini. Pedagang emas menghargainya seribu keping emas. Rupanya nilai cincin ini seribu kali lebih tinggi daripada yang ditawar oleh para pedagang di pasar.”

Kira-kira hikmah apa yaa yang bisa dipetik dari kisah di atas?
Anda berminat investasi emas bebas inflasi? Klik di sini

kaos ukuran besar XXXXXL
KEARIFAN EMAS
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email

26 komentar