Senin, 27 April 2009

SERIUS: Mohon maaf teman-temanku...

Saya sering dapat pesan biar nulis yang berbobot, lhaa saya ini kan selalu berbobot.... bobot saya saja sudah lebih dari .... kg.    Sudah berbobot masih tambah keGeeRan (otomatis yaa nambah bobot saya... ) soalnya di dunia semut blog saya masuk kategori 10 besar yang menjadi favorit dunia semut. Padahal belum berapa lama blog saya habis direviev oleh seorang notaris keren yang mempunyai jutaan cerpen (makan, tidur, kerja, percintaan pokoknya semuanya bisa jadi cerpen) dan suka melancong ke mana-mana. Malu, seneng, trenyuh, terharu, tersanjung campur jadi satu seperti gado-gadonya Bu Ning di Jogja. Nggak malu gimana, saya posting cuma seminggu sekali, jadi blogger belum genap satu tahun, gaptek (saya kalau mau ngubah tampilan, tinggal minta tolong ke anak pertama saya), dan yang lebih penting banyak lho blog yang lebih bagus dan lebih berisi, saya ini kan masih blajaran.
   
Ini memang menjadikan saya lebih terpacu tapi tidak mengubah target saya, pokoknya posting yaa seminggu sekali. Ada lagi lhoo yang serem, saya sudah pernah dapat peringatan 2 kali langsung dari pemilik blog dan 1 kali komentar yang menguatkan atas komentar-komentar saya. Jadi saya mohon maaf dan terima kasih telah mengingatkan saya. Prinsip saya kalau komentar yaa tidak hanya sekedar basa basi tapi harus ada isi, tidak ada target harus pertama, karena biasanya saya komentar setelah membaca isinya. Tapi yang namanya manusia(bukan semut) kadang perasaan pribadi naik turun (iman kadang naik kadang turun), akhirnya komentar saya ikut terpengaruh. Jadi sekali lagi mohon maaf yaa. Mohon maaf juga buat yang pernah ngasih awards tapi sepertinya saya cuekin, bukan maksud saya mau begitu tapi masange ki piye...? (gaptek sih... he he he). Walaupun ada sisi lain yang saya nggak setuju.
     
Terus kenapa kalau sabtu minggu kok nggak pernah komentar dan blogwalking? Ya iyalah hari itu hari keluarga yang kalau ditambah saja masih kurang apalagi ini cuma 2 hari. Hari itu adalah saatnya saya mengurangi beban istri saya, berkumpul dengan anak-anak dan menyelesaikan permasalahan yang numpuk 1 minggu. Kalau awal bulan biasanya saya sempatkan mbayar SPP anak-anak sekalian silaturakhim dengan guru, minta info tentang anak saya serta memberikan masukan-masukan (itu kalau pas kebetulan ketemu, kebetulan saya kenal sebagian besar guru-guru anak saya, kepala sekolah dan pengurus yayasan).  Khusus sabtu siang biasanya saya makan di luar (maksudnya di luar rumah bukan di luar negeri, tapi nggak nggelar tikar di jalan... pasti ditabrak nanti)  dengan anak-anak. Tapi yaa susah bisa lengkap lho.. biasanya yang SMA atau SMP sudah punya kegiatan sendiri, biasanya pagi-pagi harus kita tanya satu-satu. Sedangkan malam minggu saya punya agenda rutin pengajian yang punya kegiatan pembinaan di daerah Panggang Gunung Kidul (nah ke Gunung Kidulnya saya jarang bisa ikut, soalnya temen-temen "naik" kan tiap minggu sore sampai malam, paling bisa kalau hari senin libur). Malamnya masih ada jadwal ronda (tapi ini saya ikuti hanya kalau giliran di rumah saya) .
   
Tadi pagi waktu saya baru sampai di stasiun gambir saya nelpon ke rumah, anak saya yang no 6 baru bangun (malamnya waktu berangkat dia sudah tidur) dia sudah nanyaian saya: "nanti dijemput jam berapa...?" Lha baru senin pagi kok sudah mau njemput, kerjanya kapan....
     
Inilah nasib seorang pegawai "kecil" di DJP yang harus pisah dengan keluarga. Mestinya boleh yaa saya minta ditempatkan di Jogja. Biar pengeluaran lebih irit, tidak perlu keluar biaya untuk kost, tidak perlu mengeluarkan biaya KA/Tiket pesawat, tidak perlu senin ngantuk-ngantuk. Masalahnya adalah orang-orang yang kompeten seperti Dirjen, Direktur dan Kabag yang menentukan mutasi tidak menjadi blogger sehingga tidak bisa mbaca tulisan ini. Dengan kondisi ini wajarlah kalau saya jadi "kurus" seperti foto dengan hansip. Apapun yang terjadi hidup ini memang untuk dinikmati, yaa nggak? Syukur bisa bermanfaat untuk orang lain. Tetap semangat.
 

kaos ukuran besar XXXXXL
SERIUS: Mohon maaf teman-temanku...
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email

36 komentar