Rabu, 27 Mei 2009

Karakters Suami Ideal

KARAKTER SUAMI IDEAL

Saya masih “memelototi” buku Pernik-Pernik Rumah Tangga Islami, yang disusun oleh Ust. Cahyadi Takariawan, nih hasil “pelototan”-nya :
Tulisan ini saya tujukan buat diri saya sendiri sebagai seorang suami yang harus selalu melakukan proses pembinaan yang berkelanjutan, kepada blogger yang berstatus calon suami maupun blogger yang sudah bestatus sebagai suami, mudah-mudahan ke depan ada tulisan buat bloggerwati.



Saya punya pengalaman, ada seorang ayah ditegor oleh anaknya gara-garanya sholatnya terlalu cepat bagaikan dikejar penagih utang.
Si ayah bilang: “ saya kan sholat sejak kecil, jadi sudah hafal makanya bisa cepat….”
Si anak : “……..@#Rp$%&*????? “
  
Mestinya ini jangan disikapi dengan marah, tapi disikapi dengan lapang dada dan sebagai sara introspeksi. Nah kira-kira sudah siapkah kita menjadi “imam” bagi keluarga kita? Ternyata tidak gampang ya menjadi suami ideal…?

      


Lha terus karakter suami ideal seperti apa?
Masih dalam buku yang sama, Ust. Cahyadi Takaryawan mengutip pendapat Syaikh Muhammad Ustman Al-Khusyt menyebutkan beberap karakter suami ideal adalah:
  1. Suami yang sejak awal telah menunjjukkan kejujuran dan sikap terus terang. Kelemahan dan kekurangannya tidak disembunyikan sejak melamar
  2. Suami yang menggauli istrinya dengan baik, lembut, memuliakan dan menerima kelebihan maupun kekurangan istrinya
  3. Suami yang mampu menghibur dan bersikap lemah lembut terhadap Istri. Ia berkata dengan bahas yang baik dan mendengar perkataan istri.
  4. Suami yang tidak terlalu pencemburu, tidak mengumbar prasangka, tidak suka memata-matai dan tidak berlebihan
  5. Suami yang memberikan belanja yang cukup kepada istri, tidak boros dan tidak pula bakhil
  6. Suami yang selalu tampil dimuka istrinya dengan rapi dan meyakinkan. Ia selalu menjaga penampilan dan kebersihannya, sehingga yang tercium adalah bau yang semerbak.
  7. Suami yang senantiasa menjaga rahasia rumah tangga. Hal ini mencegah orang-orang sekitarnya menggunjing keluarga mereka.
  8. Suami yang senantiasa menjaga kejantanannya, baik fisik maupun psikis, sehingga memancarkan kewibawaan
Sifat-sifat ideal di atas harus selalu diusahakan agar melekat pada diri seorang suami. Maka proses membina diri harus dilakukan dengan memperhatikan hal-hal sbb:
  1. Selalu memperhatikan peningkatan kualitas diri, yang meliputi pembinaan fisik, akhlaq, aqidah, ibadah, kedisiplinan dan kesungguhan
  2. Pembinaan ketrampilan yang bermanfaat untuk dirinya dan orang lain
  3. Pembinaan jiwa kepemimpinan, terutama untuk memahami peran sebagai seorang suami, peran sebai seorang bapak, peran sebagai mertua atau sebagai kakek. Perlu juga memahami fikih usroh (syariat rumah tangga), tarbiyatul aulad (pendidikan anak), psikologi pendidikan dsb.
  4. Pembinaan etos kerja
  5. Pembinaan tanggung jawab keteladanan
    Masalah keteladanan harus ditanamkan sejak seorang lelaki menempuh hidup berkeluarga. Ia akan menjadi sorotan mata seluruh anggota rumah tangga. Gerak geriknya adalah panutan bagi istri, anak-anaknya dan masyarakatnya. Suami harus memberikan keteladanan yang baik dalam berbagai aspek kehidupan. Sehingga diri dan keluarganya terhindar dari kemaksiatan. Alloh swt berfirman dalam Qur’an Surat At-Tahrim 6:
    “Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka.”
Wallahu a’lam bissawab,

kaos ukuran besar XXXXXL
Karakters Suami Ideal
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email

32 komentar