Selasa, 26 Mei 2009

Tidak Serius: Kebakaran (Rokok)

Alkisah:
Tepat pukul 15.20 WIB sirine di sebuah kantor berbunyi meraung-raung. Bukan karena ada penelpon gelap yang mengabarkan adanya bom di gedung itu. Tapi di gedung berlantai 11 tersebut telah terjadi kebakaran. Seluruh penghuni panik. Mereka berlarian berusaha menyelamatkan diri masing-masing. Mereka sudah nggak ingat anak istri/suami, apalagi teman sesama jamaah fesbukiyah, sesama jamaah plurkiyah, tidak inget teman sesama jamaah bloggeriah, pokoknya berusaha untuk selamat sendiri-sendiri. Lift yang kebetulan masih jalan otomatis dijejali dengan para penghuni gedung (tentunya tidak termasuk penghuni gedung selain manusia seperti malaikat, jin atau sejenisnya). Karena kapasitas tidak mencukupi otomatis sebagaian besar penghuni harus turun melalui tangga darurat. Watak asli jadi kelihatan, egois dan mau menangnya sendiri serta tidak mau menolong orang yang lagi kesusahan terlihat jelas. ( Apa yaa begini nih... gambaran orang???)
     
Sekitar setengah jam mereka sudah berhasil berkumpul di halaman. Yang wanita ada yang masih kelihatan cantik (karena memang aslinya cantik), ada yang kelihatan berkurang kecantikannya (karena takut serta berdesak-desakan sehingga merusak dandanan). Yang laki-laki juga demikian, ada yang pucat pasi, ada yang ketakutan dan ada yang nafasnya tak beraturan (ini terutama yang berfisik gendut).  Pihak keamanan kemudian melakukan penyisiran ke seluruh area gedung barangkali ada penghuni yang tertinggal atau yang memerlukan bantuan medis. Setelah seluruh ruangan disisir ternyata tidak ada penghuni, namun begitu pihak keamanan melakukan penyisiran di tangga darurat mereka menemukan banyak orang pingsan. Pihak keamanan kemudian memanggil ambulan dan tenaga medis untuk melakukan pertolongan. Pihak keamanan juga melakukan penyelidikan atas insiden ini termasuk sebab-sebab kenapa mereka pingsan.
    
Beberapa hari kemudian...
      
Hasil penelitian laboratorium, bahwa korban pingsan bukanlah karena mereka menghirup asap akibat kebakaran. Tetapi mereka pingsan karena menghirup asap rokok. Kok bisa? Padahal mereka kan bukan perokok. Ya bisa lah... kan selama ini tangga darurat dipakai sebagai smoking area sehingga sepanjang tangga darurat dipenuhi asap rokok.
Makanya mending tidak merokok, atau kalau merokok yaa asapnya ditelan gitu... atau merokoklah di tempat terbuka (di luar ruangan)
  

Tulisan ini hanyalah khayalan belaka, tulisan ini juga sebagai bentuk keprihatinan dan kendongkolan  saya atas perilaku beberapa oknum yang masih suka merokok di ruangan kerja ber AC padahal sudah diprotes, penggunaan tangga darurat sebagai smooking area sehingga begitu pintu darurat dibuka, asap rokok berterbangan ke ruangan. Pokoknya tidak nyaman. Wahai perokok tercinta, jangan membikin mereka (orang2 yang tidak berdosa) ikut menghirup asap rokok anda, kalau mereka tidak protes bukan berarti hati mereka rela, bukan berarti setuju. Jangan sampai ketidaksetujuan mereka mereka ungkapkan dalam bentuk doa (orang tertindas). Saya tidak membenci orangnya, saya membenci perilakunya. Maafkanlah saya.....

kaos ukuran besar XXXXXL
Tidak Serius: Kebakaran (Rokok)
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email

35 komentar