Rabu, 10 Juni 2009

Beberapa Hak Pembantu Rumah Tangga Yang Sering Dilupakan

Pengantar: tulisan ini telah dimuat di blog timatra, namun biar punya daya jangkau lebih luas, sengaja saya muat juga di sini (prinsipnya, semakin banyak yang membaca semakin bermanfaat, itu jika ada manfaatnya). Tulisan ini satu paket dengan tulisan sebelumnya yaitu membentuk keluarga yang Islami, tulisan ini saya salain dari buku Pernik-pernik Rumah Tangga Islami karangan Ustad Cahyadi Takariawan 
    
BEBERAPA HAK PEMBANTU RUMAH TANGGA YANG SERING DILUPAKAN


Heboh tentang seorang Manohara, saya jadi tergelitik untuk bertanya: kira-kira seandainya Manohara adalah seorang pembantu rumah tangga, apakah “para pahlawan” yang sekarang membelanya akan melakukan pembelaan yang sama? Padahal dari data yang ada menyebutkan banyak PRT asli Indonesia mengalami kekerasan di Malaysia, angkanya hampir 10%. Bahkan dari segi gaji PRT asli Indonesia adalah termurah di Malaysia. Mereka sekarang tidak ada yang membela. Apakah untuk dibela, PRT mesti “secantik” Manohara?
 
Itu cerita di Malaysia, nah bagaimana pembantu di rumah tangga kita? Ada beberapa cerita betapa “pentingnya” pembantu di rumah kita. Seorang ibu yang kebetulan seorang PNS membawa serta anaknya yang masih kecil ke kantor. Ketika kita tanya: “kenapa anak-anak ikut ke kantor?”, sang ibu menjawab: “ habis di rumah sendirian, sekolah lagi libur, pembantu lagi pulang kampung untuk merayakan lebaran. Daripada ditinggal sendirian yaa terpaksa ikut saya”. Ada juga seorang ibu yang “kebingungan” gara-gara ditinggal kawin pembantunya. (ditinggal kawin pembantunya saja bingung, apalagi kalau ditinggal kawin suaminya mungkin lebih bingung ya… ?). Teman saya kebingungan, di saat istrinya hamil tua (menunggu detik-detik hari kelahiran anaknya) ee pembantunya malah minta pulang. Otomatis temen saya yaa pusing tujuh keliling. Sebenarnya begitu pentingkah pembantu rumah tangga kita atau jangan-jangan selama ini kita telah menggantungkan seluruh urusan rumah tangga kita kepada pembantu rumah tangga kita???
 
Kok saya jadi ngelantur sih… padahal saya mau membahas pendidikan/pembinaan bagi pembantu rumah tangga yang ada di rumah kita. Hal ini mengingat bahwa pembantu rumah tangga kita merupakan bagian penting dari rumah tangga kita. Jadi kalau kita mau membentuk rumah tangga islami kita juga harus “membereskan” pihak-pihak yang ada di rumah kita yaitu: suami, istri, anak, rumah dan pembantu rumah tangga kita. Realitasnya banyak keluarga yang sangat terbantu dengan adanya pembantu rumah tangga. Namun kadang “hak-hak” mereka lalai kita tunaikan.

Bagaimanakah posisi pembantu rumah tangga dalam kerangka keluarga Islami? Karena pembantu rumah tangga sudah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari keluarga, maka dia juga harus mendapatkan sentuhan pembinaan/pendidikan/tarbiyah sebagaimana keluarga yang lain. Secara umum yaa sama dengan keluarga yang lain, namun ada beberapa yang perlu ditanamkan secara khusus kepada mereka:
    
Penanaman adab-adab Islami
Pembantu rumah tangga perlu diajari adab islam yang berlaku dalam rumah tangga, mereka harus dikenalkan dengan konsep hijab, hubungan lawan jenis yang bukan makhram. Pembantu rumah tangga hendaknya diajari dan diberi busana muslimah yang menutup aurat. Tak layak mereka menampakkan aurat dihadapan laki-laki seperti suami, anak laki-laki yang bukan makhram. Tentu saja istri perlu memberikan keteladanan dalam berbusana. Mereka juga perlu disediakan kamar khusus untuk tidur dan beraktifitas.
Pembinaan Ketrampilan 

Pembantu adalah manusia merdeka , dia berhak mendapatkan pekerjaan dan penghidupan yang layak. Jika suatu saat dia akan bekerja di tempat lain atau berkeluarga, ada baiknya jika keluarga muslim memfasilitasi mereka untuk memperoleh ketrampilan.
     
Pengajaran ilmu yang bermanfaat
Pekerjaan pembantu sangat menyita waktu, akibatnya kesempatan untuk menambah pengetahuan jadi sangat terbatas. Banyak diantara mereka tidak bisa baca Al Quran, belum bisa shalat dan belum memahami Islam. Selain diberi kesempatan untuk “menikmati” perpustakaan kita, juga perlu diajari tentang pemahaman Islam. Jika kita mampu langsung kita lakukan, jika tidak kita harus memberikan kelapangan waktu bagi pembantu kita untuk belajar di majlis ta’lim di masjid terdekat.

Ada tambahan dari temen-temen?
   

Sumber bacaan: Pernik-pernik Rumah Tangga Islami, Cahyadi Takariawan, Era Intermedia, Solo, 2000



kaos ukuran besar XXXXXL
Beberapa Hak Pembantu Rumah Tangga Yang Sering Dilupakan
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email

43 komentar