Selasa, 14 Juli 2009

TRADISI KHOTMIL QUR’AN

Di beberapa Masjid di daerah Kebumen, terdapat tradisi yang unik yaitu acara khotmil Qur’an. Dalam bahasa kebumenan, mereka bilang kataman Al Qu’an. Acara ini diikuti oleh anak-anak yang telah selesai belajar dan telah selesai membaca Al Qur’an. Biasanya acara diadakan bersamaan dengan peringatan hari besar islam, misalnya Isro Mi’roj atau Maulid Nabi.
   
Dengan menunggang kuda mereka diarak keliling desa dan finis di Masjid. Diiringi music tradisional dan beberapa atraksi seperti silat atau atraksai lainnya. Sesampainya di Masjid mereka kemudian mengikuti acara di Masjid. Setelah itu mereka tampil di panggung dan membaca satu persatu Surat yang ada di Juz 30 di panggung dihadapan para hadirin. Terakhir mereka membaca do’a khotmil Qur’an.

   
Bagi yang pernah ikut, acara ini merupakan kebanggan tersendiri. Mereka bangga karena sudah selesai belajar membaca Al Qur'an dan telah selesai membaca Al Qur'an.  Bangga karena mereka bisa tampil  di panggung serta bangga karena diarak pakai kuda. Untuk tahap berikutnya mereka belajar kitab fiqih sebagai kelanjutan belajar membaca Al Qur'an.
 
Saat saya pulang dari rumah orang tua saya di Kebumen menuju Jogja, saya berpapasan dengan iring-iringan mereka.


Peserta kataman memakai kacamata hitam dan dengan bangganya menunggang kuda


arak-arakan diiringi drum band dan musik tradisional lainnya


pakaian seragam bermacam-macam





kaos ukuran besar XXXXXL
TRADISI KHOTMIL QUR’AN
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email

25 komentar