Kamis, 27 Agustus 2009

Utang oh utang


Utang  oh utang.....

    
Siapa sih orang yang nggak punya utang? Atau belum pernah punya utang? Mungkin kita susah yaa menghindar dari utang, entah utang yang nominalnya kecil ataupun yang nominalnya besar. 
    
Ada beberapa kasus berkaitan dengan utang, antara lain:
   
  1. Seorang PNS meskipun selalu gali lubang tutup lobang ternyata akhirnya sampai pensiun bisa menyekolahkan keempat anaknya dengan 3 diantaranya selesai sarjana. Kalau dinalar ya nggak mungkin lah, tapi begitulah kenyataanya.
  2. Seorang bujangan yang tidak memiliki tanggungan dengan penghasilan sekitar Rp 4 jutaan dijauhi teman satu angkatan gara-gara takut kalau dekat-dekat pasti dia ngutang. Nah lho..? Awalnya sih cuma satu orang, tapi berhubung semua temennya jadi korban, akhirnya jadi rahasia umum. Wah kasihan calon istrinya nanti (jangan2 calon istrinya juga sudah di utangi)
  3. Seorang istri yang karena untuk memenuhi kebutuhan mendesak dari orang tuanya terpaksa minjam uang ke tetangganya tanpa sepengetahuan suaminya karena takut/tidak berani berterus terang kepada suaminya. Padahal sebenarnya suaminya tersebut mempunyai tabungan.
  4. Gara-gara menunggak kartu kredit sebuah keluarga sampai “dikejar-kejar” tukang tagih, bahkan namanya ditempelin di kompleks perumahan dimana dia tinggal.
  5. Ada orang yang sukses, bermodalkan pinjaman kini rumahnya sudah “beranak pinak”
  6. Ada orang yang merasa tidak punya tantangan kalau nggak punya utang. Dengan utang akan memacu seseorang untuk kreatif dan mencari peluang usaha.

    

Dari berbagai kasus di atas ternyata kita juga perlu belajar manajemen utang yaa? Atau minimal ya tahu rambu-rambunya kalau mau utang. (Kalau nanti jadi Menteri Keuangan RI juga harus siap-siap menjadi Menteri Utang karena harus mengelola utang Negara – jaka sembung bawa golok, nggak nyambung dok )

Seorang penulis buku terkenal, konsultan keuangan keluarga dan asuransi, Freddy Pieloor, memberikan rambu-rambu sbb:
     
Kapan harus berutang?

Utang boleh Anda peroleh untuk menutupi kekuranganyang mendesak & insidentil, seperti misalnya terjadi sebuah musibah yang tidak diduga sebelumnya. Bukan seperti yang sering terjadi, ngutang di Pegadaian untuk membayar uang sekolah anak. Karena sekolah anak sudah dapat diprediksi & dipersiapkan jauh-jauh hari.

  
 
Utang dipakai untuk apa saja?

  
Utang selayaknya diperkenankan hanya untuk membayar sebuah kebutuhan emergency (musibah) dan membeli sebuah barang produktif (yang meningkat nilainya).
 
Seberapa besar bagian dari Gaji untuk bayar Utang?

      
Tidak ada ukuran yang pasti dan dipakai sebagai sebuah standar bagi semuanya. Di sebagian besar perusahaan atau bank diperkenankan hingga 30% dari gaji sebagai Cicilan Pinjaman. Namun menurut saya, seandainya Anda mampu hidup dengan 50% dari gaji Anda, maka pakai 50% untuk membayar cicilan utang, apalagi untuk barang produktif.
 
Kredit Tanpa Agunan atau ber-utang di Kartu Kredit?

   
Wah, saya tidak bisa memahami mengapa bank-bank begitu tega, memancing dan 'menjerumuskan' banyak rakyat Indonesia, untuk mengambil pinjaman di KTA & KK, dimana sebagian besar dari mereka belum mampu mengelola keuangan dengan baik dan juga 'tidak menyadari' betapa tingginya suku bunga yang dibebankan kepada rakyat. Saran saya, jangan sekali2 mengambil pinjaman dari KTA atau KK.
 
Sumber Utang Murah?

 
Masih cukup banyak sumber dan cara yang dapat Anda pergunakan untuk mengambil pinjaman dengan bunga ringan a.l.:Orang tua, saudara, sahabat, perusahaan, re-financing rumah atau mobil Anda.
   

Mengelola Utang?

    
Jangan membuat utang baru sebelum utang lama LUNAS, habisi terlebih dahulu utang yang berbunga paling tinggi,jual semua barang berharga Anda untuk membayar LUNAS atau korbankan simpanan / tabungan / deposito Anda untuk menghabisi Utang rentenir. Karena tabungan / simpanan / deposito Anda memberikan bunga sangat rendah dan jauh lebih kecil dari bunga pinjaman yang harus Anda bayar.Bila ini Anda lakukan, berarti Anda membuat Bank2 tsbsemakin kaya, sementara Anda semakin miskin. 

  
Jagi boleh NGUTANG nggak?

Boleh, untuk keperluan MUSIBAH & membeli BARANG PRODUKTIF.
 
Dan jangan lagi melakukan "GALI LOBANG TUTUP LOBANG" Lobang ini akan menenggelamkan dan membuat Anda menyesal.
Gaji Hari ini dipergunakan untuk
1. Membayar biaya hidup hari ini &
2. Mempersiapkan dan memperoleh Masa Depan Cerah (dan bukan untuk membayar biaya hidup masa lalu/utang).
  
Itulah rambu-rambu dari Freddy Pieloor.

Jadi gimana temen temen bloger, masih berani utang atau takut utang?

  

Artikel yang berkaitan: 

1. Beberapa kasus pelanggaran syariat dalam masalah keuangan

gambar: Cakil (ngambil di google)


kaos ukuran besar XXXXXL
Utang oh utang
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email

52 komentar