Selasa, 29 September 2009

Shalat Id

Catatan lain lebaran (2)

Setelah malamnya ikut takbir keliling, pagi-pagi sekali kami melakukan persiapan untuk melakukan shalat sunnah muaqad yaitu sholat Id. Persiapan membutuhkan waktu yang relatif lama karena jumlah "pasukan" kami adalah full tim 9 orang. Kebayang kan betapa "hiruk" pikuknya dalam waktu yang bersamaan harus melakukan aktifitas yang sama. Nah sambil nunggu kesiapan yang lain nih masih sempet foto-foto:



Karena shalat di lapangan SMA N 1 Banguntapan, maka harus membawa tikar minimal yaa 2 buah (lhaa  pasukannya kan banyak..) cukup jalan kaki, jarak tidak terlalu jauh sekitar 700 M lebih 26,5 CM dari rumah


 

Selaku Imam dan Khotib  adalah Dr. Muhammad, M.Ag. ketua STIS Yogyakarta. Salah satu point yang penting adalah bahwa pasca romadhon kita harus hendaknya tetap istiqomah dalam ibadah wajib kita, ibadah sunnah kita dan ibadah-ibadah lain serta perilaku yang positif selama bulan rimadhon. Mudah2an kita termasuk yang masuk kategori selalu beriman dan istiqomah. Amiin
Diikuti hampir seribuan orang terdiri dari bapak-bapak, ibu-ibu, remaja dan anak-anak sampai balita.



Setelah selesai shalat dilapangan, dilanjutkan dengan berkumpul di Masjid Prasojo untuk saling memaafkan dan saling mendoakan dengan warga sekitar.
 

tampak jamaah antri untuk saling bersalaman sebagai simbol untuk saling memaafkan dan mendoakan
agar ibadahnya diterima oleh Alloh swt.


Setelah itu pulang ke rumah masing-masing untuk saling memaafkan dan mendoakan sesama anggota keluarga, dilanjutkan menikmati hidangan ketupat lebaran yang sudah disiapkan

Takbiran keliling

Catatan lain lebaran (1):
 
Beberapa masjid diantaranya Masjid Prasojo, Masjid Al Muti'in dan  masjid yang lain di sekitar Baturetno Banguntapan Bantul pada malam Hari Raya Idul Fitri 1430 H mengadakan takbiran keliling dengan rute sekitar kecamatan Banguntapan. Setelah melakukan shalat Isya, mereka mulai bersiap-siap dan berkumpul dengan menggunakan mobil dan sepeda motor. Mereka menghias mobil dan melengkapinya dengan peralatan seperti sound system dan alat tabuh lainnya misalnya: rebana ataupun drum band.



Sepanjang perjalanan mereka mengucapkan takbir memuji kebesaran Alloh swt. Ada juga yang hanya mengandalkan alat sederhana dipimpin oleh salah seorang peserta dengan menggunakan pengeras suara



sebagian besar peserta adalah anak-anak dan remaja
mereka dengan ceria dan suka cita menyambut hari kemenangan

 

dipilih rute jalan yang tidak terlalu ramai agar tidak memacetkan jalan

 

Allohu Akbar Allohu Akbar
Selamat hari raya idul fitri, semoga Alloh swt menerima ibadah kita, mengampuni dosa-dosa kita
dan menjadikan kita lebih baik. Amiin

Senin, 14 September 2009

Tadarus Keliling

Tadarus Keliling

Salah satu kegiatan yang rutin tetap dilaksanakan oleh Masjid Prasojo adalah Tadarus Keliling. Program ini tidak ada hubungannya dengan Tarling (Taraweh Keliling jamannya menteri penerangan dijabat oleh Harmoko), tapi semata-mata dalam rangka menjalin silaturakhim sekaligus sebagai program tahsin untuk para peserta.

   

Saya melihat kegiatan ini sangat positif karena dari waktu ke waktu (dari tahun ke tahun) selalu ada perbaikan bacaan oleh para pesertanya. Dari yang tadinya bacanya tersendat-sendat lama-lama jadi agak lancar. Bahkan karena para pesertanya beragam itulah yang membuat suasana menjadi "segar". Yang penting tahan mental untuk tidak malu saja. Juga sangat bermanfaat sebagai sarana silaturakhim antar jamaah.

  

Pelaksanaan Tadarus tahun ini dibuat  4 kelompok yaitu kelompok bapak-bapak (2 kelompok) terdiri dari 20 orang setiap kelompok dan tempatnya bergilir dari rumah ke rumah. Kelompok ibu-ibu dan remaja putri bertempat di Masjid, kelompok remaja putra bertempat di musholla.

  

Apapun kegiatannya kalau dilakukan secara konsisten pasti akan membawa dampak positif. Bagi yang sudah lancar membaca Alquran bisa sebagai ajang untuk sharing, sedang bagi yang belum lancar bisa dipakai sebagai sarana untuk memperbaiki bacaanya. Jadi seperti apapun kondisi bacaan Al Qur'an kita, jika ikut tadarus keliling akan mendapatkan banyak manfaat. Maju terus.

  

 Artikel yang berkaitan (biar nyambung perlu baca):

1. Buka bersama

Kamis, 10 September 2009

Sahur (nggak lucu)

Sahur (nggak lucu)

  

SETELAH bertengkar hebat, sepasang suami istri, kemudian tidak bertegur sapa. Kebetulan, waktu itu bulan puasa, sang suami yang tidak bisa bangun kalau tidak ada yang membangunkan, kebingungan.


Sebab dia bingung, kepada siapa dia akan minta dibangunkan untuk sahur. Mau menegur istrinya duluan, itu tidak mungkin dia lakukan, gengsi dan harga diri serta hatinya lagi sewot bukan kepalang.


Akhirnya, sang suami memutuskan untuk menulis sebuah pesan pada selembar kertas.


"Dik, tolong bangunkan aku pukul tiga," begitu bunyi pesan singkat yang dia tulis dan letakkan di atas meja.


Tapi apa mau dikata,  sang suami menemukan ia terjaga pada pukul 5 pagi dan baru terdengar adzan subuh dari Mesjid sebelah rumah. Waduh... nggak sahur dong, gerutunya dalam hati.


Di atas meja tempat ia meninggalkan pesan tadi malam, ia mendapati sepucuk pesan balasan dari sang istri. "Mas, bangun. Mas, bangun. Mas, bangun..... katanya minta dibangunin. Ini sudah pukul tiga tiga puluh menit, sebentar lagi imsak lho" begitu bunyi pesan itu. 


Sumber: Inilah.com (diedit)  
Komentar : makanya jangan "marahan" sama istri yaa....
Artikel yang berkaitan:

Rabu, 09 September 2009

KEARIFAN EMAS


KEARIFAN EMAS

Sumber : milis sebelah
gambar : koin emas (google)

Seorang pemuda mendatangi Zun-Nun dan bertanya. “Guru, saya tak mengerti mengapa seperti Anda mesti berpakaian apa adanya, amat sangat sederhana. Bukankah di masa seperti ini berpakaian sebaik-baiknya amat perlu, bukan hanya untuk penampilan melainkan untuk banyak tujuan lain.”
   
Sang Sufi hanya tersenyum. Ia lalu melepaskan cincin dari salah satu jarinya, lalu berkata, “Sobat muda, akan kujawab pertanyaanmu, tetapi lebih dahulu lakukan satu hal untukku. Ambillah cincin ini dan bawalah ke pasar si seberang sana. Bisakah kamu menjualnya seharga satu keping emas?”

Melihat cincin yang kotor pemuda itu merasa ragu, “Satu keping emas? Saya tidak yakin cincin ini bisa dijual seharga itu.”
“Cobalah dulu Sobat muda, siapa tahu kamu berhasil.”

Pemuda itu bergegas ke pasar. Ia menawarkan cincin itu kepada pedagang kain, pedagang sayur, pedagang ikan dan daging serta pedagang yang lainnya. Ternyata tak seorangpun yang berani membeli seharga satu keping emas. Mereka menawarnya hanya satu keping perak. Tentu saja pemuda tadi tak berani menjualnya. Ia kembali ke Zun-Nun dan melapor, “Guru, tak seorangpun berani menawar lebih dari satu keping perak.”

Zun Nun, tetap tersenyum arif, berkata, “Sekarang pergilah kamu ke toko emas di belakang jalan ini. Coba perlihatkan kepada pemilik toko  atau tukang emas di sana. Jangan buka harga, dengarkan saja bagaimana ia memberikan penilaian.”

Pemuda itu pergi ke toko yang dimaksud. Ia kembali kepada Zun Nun dengan raut wajah yang lain. “Guru ternyata para pedagang di pasar tidak tahu nilai yang sesungguhnya dari cincin ini. Pedagang emas menghargainya seribu keping emas. Rupanya nilai cincin ini seribu kali lebih tinggi daripada yang ditawar oleh para pedagang di pasar.”

Kira-kira hikmah apa yaa yang bisa dipetik dari kisah di atas?
Anda berminat investasi emas bebas inflasi? Klik di sini

Senin, 07 September 2009

Buka Puasa Bersama

Masjid Prasojo. Demikian nama mesjid tersebut yang berlokasi di Mojosari, Baturetno, Banguntapan, Bantul, mesjid di mana sehari-hari kami dan warga sekitar melaksanakan ibadah shalat berjamaah, kegitan pembinaan dan keilmuan, pengajian dan kegiatan keislaman lainnya punya cara unik dalam salah satu dari sekian banyak kegiatan romadhon adalah buka bersama setiap hari Ahad. Kalau hari-hari biasa hanya menggunakan minuman dan snak pembuka saja, maka khusus hari Ahad dilakukan buka bersama melibatkan seluruh warga dan dengan menggunakan makan "besar". Dari bapak-bapak, ibu-ibu, remaja dan anak anak sampai anak balita maupun yang masih digendong semua ikut menikmati acara buka bersama. Bukan makanannya yang menarik tapi jalinan silaturakhim antar jamaah dan keberkahannya (insya Alloh).
    
Dengan berbagai profesi dan kesibukan yang berbeda, ada yang dokter spesialis, dokter umum, tukang akuntan, pegawai negeri pegawai swasta, dosen, notaris, marketing, petani, buruh, pelajar, mahasiswa semua duduk  penuh kebersamaan tanpa membeda-bedakan profesi di atas tikar dan karpet.





Di saat orang-orang masih melakukan persiapan di rumah, ibu-ibu yang bertugas sudah terlebih dahulu bekerja keras, lihatlah hasil kerja mereka. Karpet yang sudah terbentang di samping masjid dan barisan minum yang sudah menunggu para jamaah



 

Makanan yang tersaji sore hari juga tidak lepas dari "perjuangan" ibu-ibu yang bertugas yang mungkin mulai mempersiapkannya dari pagi hari. Makasih yaa ibu-ibu semua, semoga "perjuangan" ibu-ibu mendapat tambahan pahala. Amiin (kalau bapak-bapak dapat pahala dari mana yaa?). Menu hari Ahad ke 3 ini adalah Tongseng Ayam (mungkin biar netral yaa, kan ada yang nggak makan daging kambing), kerupuk, acar dan teh manis dilengkapi buah kelengkeng 5 butir (kalau 5 kilo kan pasti nggak habis).
Ini saya foto dari depan saya duduk (jangan curiga yaa kalau saya makannya 2 porsi he he he... )





Ceramah menjelang buka bersama diisi oleh Ust. Ikhwanul Muslimin, seorang notaris (pengurus INI DIY) dan juga mempunyai gerai busana muslimah

 

Di halaman masjid, peserta  remaja putri, anak-anak, batita dan ibu-ibu
sudah mulai bersiap-siap

 


Suasana detik-detik  menjelang buka puasa, suasana sudah agak gelap 



Keceriaan, kebahagiaan dan keseriusan menghiasi wajah  jamaah
Ya Alloh berikanlah berkah buat kami semua... Amiin
( untuk sementara seberat apapun permasalahan yang kita punya sudah nggak kepikiran seandainya punya utang, atau mertua lewat barangkali  dicuekin he he he)



Alhamdulillah akhirnya sampai juga, setelah itu dilanjutkan shalat magrib berjamaah.....
wah betapa nikmat indahnya puasa ini....
-----oooOooo-----



disetiap acara pasti ada seksi sibuknya
seksi sibuk, remaja putri ikut mencuci piring dan gelas seusai buka puasa
oooo0)O(0oooo
Artikel yang berkaitan:

Rabu, 02 September 2009

Balada Mudik Lebaran

Balada Mudik Lebaran

Mudik, mudik dan mudik... jangan lupa menabung dan investasi
   
Puasa belum dimulai, tiket mudik sudah habis. Entah itu di loket di stasiun, di agen dan di pasar gelap. Nggak tahu "Jin" mana yang mborong. Kita nanya ke PT KA katanya habis, kita nanya ke agen yaa habis. Tapi orang baru antri 5 menit kok tiket sudah habis. Di stasiun Purwokerto ada ibu-ibu yang "ngamuk". Bayangkan dia sahur di bawah kolong loket antrian. Begitu dibuka dan 5 biji tiket dijual, dapat pengumuman kalau tiket sudah habis, padahal mestinya setelah itu giliran si ibu tadi. Alangkah sedih, kecewa, ndongkol marah campur aduk bagaikan gado-gado (kalau gado-gado sih enak dimakan, lhaa ini...?). Saya bisa merasakan bagaimana perasaan ibu tersebut, saya yang pengguna kereta api lebih dari 4 tahun tahu betul perilaku tiket dan harganya. Tiket pasti susah diperoleh pada saat libur hari senin, libur hari jumat, liburan sekolah, musim pendaftaran mahasiswa dan menjelang puasa dan waktu lebaran.

   
Mikirin tiket, mikirin lebaran saya kok jadi kepikiran, seandainya ada lembaga sosial yang mau mengaudit "menguapnya" tiket lebaran maka saya ndaftar sebagai sukarelawan untuk menjadi salah satu auditor atau investigatornya. Pasti akan ketemu di mana simpul menguapnya. Silahkan saya dihubungi lewat email di blog ini he he he ....
   
Tiket KA adalah salah satu persiapan mudik yang sangat penting. Ada lagi persiapan mudik yang nggak kalah penting adalah persiapan dana untuk mudik. Persiapan lainnya adalah bikin kue dan bikin baju lebaran. (Lha puasanya kok nggak dipikirin???) Mestinya kan dipikirkan juga tadarusnya bisa khatam nggak? Tarawihnya bisa lengkap nggak? Shalat jamaahnya bisa lengkap nggak? Zakat maalnya bisa dibayar nggak? Zakat fitrahnya gimana? Sama yang nggak kalah penting adalah konsistensi ibadah pasca romadhon. Betul nggak yaa?
Khusus masalah keuangan karena ini adalah peristiwa rutin, mestinya juga sudah dapat diprediksi dan direncanakan, jangan sampai utang tambah nggak terkontrol
lebaran bergaya di kampung halaman tapi habis lebaran dikejar-kejar "tukang tagih" sehingga nggak mikirin program menabung dan investasi padahal itu akan sangat berarti buat kehidupan kita dan anak kita di masa yang akan datang.
  
    
Nah kalau saya ditanya apa persiapan saya mudik ke Jogja?
Jawab saya: sambil nunggu mudik lebaran maka saya setiap jumat sore saya pulang ke Jogja, Senin pagi saya sudah di Jakarta. Soalnya kalau nggak gitu saya bosen nunggu lebaran, kelamaan sih.  
Artikel yang berkaitan: