Rabu, 21 Oktober 2009

Hadist dan Ulumul Hadist (CD Interaktif)


Pengantar:

Waktu mengikuti ceramah subuh  di salah satu masjid di daerah Jakarta Selatan yang disampaikan oleh Ustad DR. Ahmad Lutfi Fathulullah, MA (doktor dalam bidang ilmu hadist) salah satunya adalah membahas tentang hadist serta rencana beliau untuk meluncurkan CD Interaktif Hadist dan Ilmu Hadist. Waktu itu saya sempat nanya-nanya kepada beliau. Cuma saat pastinya kan belum jelas, akhirnya saya nyari di google dan memperoleh infonya. Buat yang tertarik mendalami hadist menurut saya sih sangat perlu membeli, toh harganya nggak mahal Rp 50 rb ditambah ongkos kirim. Ada juga bonus kitab-kitab hadist rujukan dalam bentuk file pdf. Cuma mungkin perlu diketahui kalau materi Ulumul Hadist memang untuk awam, tapi kitab-kitab yang lain semuanya dalam bahasa arab.
Waktu itu saya beli 4 keping dan saya hadiahkan ke ustad di Jogja. Saya salut dengan upaya dan kegigihan Ustad DR. Ahmad Lutfi Fathulullah, MA dalam mengumpulkan bahan dan menyusun CD ini. Mudah-mudahan upaya Beliau dan Tim mendapat balasan yang setimpal dari Alloh swt. Amiin.

Hadist dan Ulumul Hadist 

Hadis Rasululah SAW disepakati oleh para Ulama di seluruh dunia Islam, merupakan sumber hukum Islam yang utama. Kebutuhan Umat Islam akan tuntunan Rasulullah SAW yang terekam dalam hadis-hadis beliau sangatlah penting. Dalam tataran konsep, kita memang membutuhkan al-Qur’an dibandingkan Hadis. Namun dalam tataran amaliah, seorang muslim lebih memerlukan hadis ketimbang al-Qur’an.


Tapi tidaklah semua Hadis dapat dijadikan sandaran, karena tidak semua hadis benar-benar bersumber dari Rasulullah SAW. Dalam Ilmu Hadis dikenal dengan beberapa pembagian: ada yang Sahih, ada yang Hasan, dan ada juga yang dha’if (lemah), bahkan ada yang palsu. Hadis palsu dan yang lemah sekali, tidak dapat dijadikan dalil dan tuntunan. Nah, apakah anda bisa mengetahui ciri hadis palsu? Apakah mengetahui kenapa sebuah hadis dikatagorikan sahih, dan yang lain tidak ?


Jika kitab Al-Qur’an hanya satu, kitab-kitab Hadis sangatlah banyak. Ada Sahih al-Bukhari dan Sahih Muslim, ada juga Mu’jam al-Tabarani, Syu’ab al-Iman karya al-Baihaqi, ada Tsawab al-A’mal karya Abu al-Syaeikh serta ratusan kitab hadis lain, bahkan banyak kitab-kitab yang memuat hadis-hadis palsu. Jadi kitab mana yang boleh dijadikan rujukan ?


CD Interaktif ini menjawab semua itu dan mengajarkankan penggunanya mengetahui dasar-dasar ilmu hadis. Disusun oleh DR. Ahmad Lutfi Fathulullah, MA, dosen hadis dan ilmu hadis di lebih dari sepuluh program pascasarjana, tiga program strata satu dan di banyak majlis-majlis ta’lim serta kader Muballigh. Dari Pengalamannya itu, serta pengembaraannya mengkaji hadis dan ilmu hadis di Syria, Jordan dan Malaysia, menjadikan metode belajar Ilmu Hadis yang ditawarkan dalam CD Interaktif ini, mudah, menyenangkan, luas dan dapat dipertanggungjawabkan.

* Program ini adalah CD Interaktif berbasic program Flash 8.

* Konsentrasi Kajian adalah Hadis dan Ilmu Hadis

* Orisinil dibuat oleh DR. Ahmad Lutfi Fathullah, MA, dibantu asisten dan programer oleh team.

* Terdapat lebih dari 5.200 file/slide/lembar yang terintegrasi dalam satu program

* Merupakan Program Baru yang belum ada sebelumnya, terutama dalam bahasa Indonesia, (begitu juga      dalam bahasa Arab & Inggris sepanjang pengetahuan penulis).

* Sangat mudah penggunaannya,

* Terdapat banyak pilihan, mulai dari indek, sampai tombol pencarian/search.

* Cocok digunakan untuk Dosen, Ustaz, Mahasiswa atau masyarakat umum yang ingin belajar lebih dalam lagi tentang ilmu hadis.

Lha kalau mau beli caranya gimana?
Terus terang saya nggak jualan, saya merasa senang dengan upaya ini sehingga saya ikut mempopulerkan di blog ini. Tapi waktu itu saya menghubungi HP ini  0857 11 222 966 nanti akan dikasih tahu proses pemesanan, berapa harganya dan ongkos kirimnya serta transfer ke rekening mana.

Selasa, 20 Oktober 2009

Gula Jawa (Gula Kelapa)

Waktu kemarin meng-"audit" dapur kok saya tertarik dengan manisnya gula jawa atau gula kelapa ada juga yang bilang gula merah atau dalam beberapa tulisan disebut palm sugar atau coconut sugar. Saya tertarik karena gula tersebut adalah oleh-oleh dari daerah penghasil gula kelapa di pesisir pantai Petanahan kabupaten Kebumen, yang terkenal adalah dari desa Munggu.. Sepanjang 3 kilometer dari garis pantai selatan pulau jawa adalah daerah penghasil gula jawa/gula kelapa dengan kualitas sangat bagus.

Kualitas tersebut bisa dilihat dari warna gula jawa (semakin putih semakin bagus), kadar air dan juga daya tahan gula (semakin bagus semakin tahan lama).

Saya pernah bandingkan kualitas gula di daerah Purwokerto dan gula di desa saya (kurang lebih 5 km dari garis pantai) dengan gula yang dihasilkan oleh daerah pinggiran pantai. Memang secara kasat mata bisa terlihat bedanya.

Secara ilmu saya yang tidak tahu tentang reaksi kimia, ada alasan kenapa gula di daerah pantai lebih bagus dibandingkan daerah yang jauh dari pantai:
   
  1. Bahan baku berupa nira dari pohon kelapa di daerah pantai mempunyai kadar air yang lebih rendah dan mempunyai kadar gula yang lebih tinggi
  2. Karena kadar air lebih rendah maka untuk mengolah air nira pohon kelapa menjadi gula kelapa membutuhkan waktu yang relatif  sebentar sehingga gula tidak berubah warna menjadi warna hitam (arang) 
sedangkan untuk daerah yang jauh dari garis pantai yaa tinggal dibalik saja: kandungan air niranya lebih besar, kandungan gula lebih rendah sehingga membutuhkan waktu memasak yang lebih lama.Otomatis kalau gula bereaksi dengan panas maka dia akan menjadi hitam, semakin lama semakin hitam. Nggak percaya? Coba saja. Toh saya juga nggak nyoba kok.
   
Kita bisa lihat kan kualitas dari foto di bawah ini?
Yang hitam kira-kira cocoknya untuk apa yaa? Mungkin bahan baku kecap yaa....
 


Apa sih manfaat gula kelapa (Gula jawa)?
Menurut para ahlinya, gula kelapa mempunyai manfaat antara lain
       
  1. Bisa untuk oleh-oleh ke tetangga, misalnya anda melewati daerah penghasil gula kelapa terus beli 20 kg gula kelapa, sementara nggak  sempet beli oleh2 yang lain yaa sudah bagi saja gula kelapa ke tetangga sebagai oleh-oleh. Kalau 1 tetangga dapat setengah kg berarti kan ada 39 tetangga yang dapat (asumsinya kita juga hanya nyimpen setengah kilo, kalau nyimpen 1 kg berarti ada 38 tetangga yang kebagian, betul nggak?) Nggak mungkin kan kita mampu menghabiskan 20 kg gula kelapa sendirian?
  2. Bisa bikin kue yang manis dan enak yang tidak bisa diganti dengan gula pasir, misalnya kue apa yaa??
  3. Bisa bikin minuman yang manis dan segar, idem no 2
  4. Bisa bikin orang yang tadinya tidak manis menjadi manis, caranya? Rendam 20 kg gula jawa ke dalam 40 lt air dan pakailah untuk mandi/lulur dijamin rasanya menjadi manis.
  5.  Terakhir bisa buat nimpuk orang yang nggak disukai ( ini kalau kondisi terpaksa sekali, batu sudah nggak ditemukan, piring atau benda lain yang mau dilempar sudah nggak ada yaa terpaksalah pakai gula kelapa, habis emosi mau pakai apa lagi?) 
   
Sebenarnya masih banyak lagi yaaa, biar para pembaca punya kesempatan, silahkan komentar semau-maunya.

Senin, 12 Oktober 2009

Sudah sampai mana?

Sudah sampai mana?

Selama saya tinggal di Jogja, hampir selalu menggunakan jalur selatan kalau mau pulang ke Kebumen. Disamping karena jalannya sepi, jarak tempuhnya lebih pendek dan lebih dekat ke desa tujuan saya yaitu Kuwangunan Kec. Petanahan. Saya ingat sekali dari jaman Bupati masih dijabat Ibu Rustriningsih sampai beliaunya jadi Wakil Gubernur kondisi jalan kurang bagus. Kadang 3 km jelek, habis itu 1 km bagus. Kondisi sekarang agak mendingan walaupun masih ada beberapa kilometer yang jalannya jelek, beberapa kilometer jalannya tidak rata (tambal sulam).

Kondisi jalan yang jelek tersebut terutama jalan yang berbatasan dengan Purworejo. Saya nggak tahu yaa kenapa nggak dibangun sekaligus mulus. Kenapa ada beberapa yang disisakan jelek dan ada yang disisakan dengan kondisi yang kasar. Saya waktu itu berfikir mungkin kalau pejabat yang lewat jalur itu pakai mobil mewah sehingga apapun kondisi jalannya tetap terasa “nyaman”. Waktu itu saya juga berharap banyak mungkin kalau menjadi Wakil Gubernur jalannya akan sehalus yang di Kab Kulonprogo.

Saya sampai punya joke begini,
Dalam perjalanan dari Jogja ke Petanahan lewat jalur selatan ketika ditanya sudah sampai mana, tanpa melihat nama daerah sudah dapat ditentukan dari kondisi jalannya.
“Ooh.. ini masih di wilayah Kulonprogo” kata salah satu penumpang.
“ Lho kok tahu sih…” tanya penumpang sebelahnya.
“ Kan jalannya lebar dan halus” jawabnya.
Tigapuluh menit berikutnya ditanya lagi, dia menjawab: “ kalau ini sudah masuk ke wilayah kabupaten Purworejo, soalnya jalannya masih agak mulus Cuma lebih sempit” Kemudian mereka tertidur.

Suatu saat mereka terbangun dan langsung bilang: “ ini pasti sudah masuk ke perbatasan wilayah kabupaten Kebumen” kata salah satu penumpang.
“lho kok tahu?” tanya penumpang sebelahnya.
“Soalnya jalannya jelek dan rusak….”




Catatan: mudah2an ini menjadi perhatian Gubernur dan Wgub Jateng, anggota DPRD yang baru dan  Bupati Kebumen.

Senin, 05 Oktober 2009

Berapa Lama Lagi Waktu Yang Kita Miliki?

Berapa Lama Lagi Waktu Yang Kita Miliki?

Materi ini bener-bener saya copy paste (dengan seijin dari Pak Dadang Kadarusman)  Berapa Lama Lagi Waktu Yang Kita Miliki?
alangkah baiknya pembaca langsung mengunjungi blog beliau:

by Dadang Kadarusman  




 Hore,

Hari Baru!

Teman-teman.

Ada orang yang mengira bahwa; tahu kapan akan mati itu lebih baik daripada tidak tahu. Makanya, banyak orang yang bersyukur ketika dokter mengatakan kepadanya bahwa umurnya mungkin hanya tinggal beberapa bulan lagi saja. Ada juga orang yang lebih suka tidak tahu. Sehingga ketika dokter bilang ”Umur Anda tinggal sekitar tiga bulan lagi,” langsung dilanda depresi. Jika anda boleh memilih; apakah anda lebih suka diberi tahu kapan akan meninggal, atau dibiarkan tidak tahu seperti yang lazimnya terjadi?

Dalam beberapa hari terakhir ini, saya seolah dikelilingi oleh kematian. Maksud saya; dalam rentang waktu yang singkat, beberapa orang disekitar saya atau mereka yang terhubung ke sekitar saya meninggal dunia. Dua orang tetangga saya. Saudara dekat istri saya. Petugas satpam di RT saya. Mertua ipar saya. Ibu kandung petugas penagih iuran RT saya. Dan salah satu sesepuh keluarga istri saya. Entah mengapa kok rasanya mereka yang meninggal disekitar saya dalam tempo singkat itu begitu banyak. Entah karena memang sedang banyak yang meninggal disekitar saya, atau karena saya memberi perhatian agak berlebihan. Tetapi apapun itu, serasa saya diingatkan bahwa; ”saya juga akan mati”. Kapan? Entahlah. Saya tidak tahu.

Diam-diam saya mengagumi Tuhan yang memilih untuk memberitahu orang-orang tertentu tentang kematiannya. Sehingga ada orang yang ’merasa’ akan meninggal hari Jumat. Lalu, ketika benar-benar meninggal pada hari Jumat itu, wajahnya seolah tengah tersenyum dalam tidurnya yang pulas. Saya juga mengagumi Tuhan yang memilih tidak memberi tahu orang tentang jadwal kematiannya, sehingga orang yang beberapa hari sebelumnya segar bugar, tiba-tiba dikabarkan telah tiada. Dengan begitu Tuhan semakin menegaskan bahwa Dia memegang hak prerogatif untuk memutuskan apakah Dia memberitahu seseorang tentang kematiannya atau tidak.

Sekarang, mari kita andaikan ini adalah hari terakhir dalam hidup kita. Apa yang akan kita lakukan dihari terakhir ini? Anda tidak perlu merasa tertekan dengan pernyataan saya ini, karena seperti yang saya bilang; ini hanya sekedar berandai-andai saja. Andai ini adalah hari terakhir dalam hidup kita, bersediakah kita untuk mempersembahkan hal terbaik dalam hidup kita? Rasanya, terlalu beresiko untuk mengatakan ’tidak’, ya? Karena, kalau kita tidak melakukan hal terbaik dari apa yang kita miliki dihari terakhir dalam hidup kita ini; kapan lagi?

Oleh karena itu, hari ini mungkin kita bersedia untuk menghentikan perilaku-perilaku negatif yang biasa kita lakukan dimasa lalu. Dan hari ini, kita hanya akan melakukan hal-hal yang kita yakin Tuhan menyukainya. Karena Tuhan suka kita memperlakukan orang lain dengan baik, hari ini kita akan memperlakukan orang lain dengan baik. Karena Tuhan senang kepada orang-orang yang memaafkan, maka hari ini, kita memaafkan orang-orang yang pernah berbuat salah kepada kita. Dan karena Tuhan sayang kepada orang-orang yang mensyukuri semua anugerah yang telah diberikan-Nya, maka hari ini; kita akan menggunakan semua anugerah Tuhan itu, untuk kebaikan semata.

Hari ini, mungkin hari terakhir kita bekerja. Sehingga, kita ingin mempersembahkan hasil karya terbaik saja. Sifat menunda-nunda, tidak lagi bisa diterima. Karena kalau hari ini kita tunda, tidak ada lagi kesempatan untuk melakukannya. Ini adalah hari terakhir kita. Semua kolega dilayani dengan baik. Semua file penting, dipersiapkan. Semua pekerjaan penting, diselesaikan. Semua tanggungjawab ditunaikan.

Jika ada orang yang menyakiti kita hari ini, tidak lagi kita masukkan kedalam hati. Karena, dihari terakhir dalam hidup ini kita ingin membawa hati ini dalam keadaan ringan lagi bersih. Tidak ada noda kekesalan. Tidak ada nada kemarahan. Dan tidak ada dendam. Agar dihari terakhir ini, kita memiliki hati yang tentram. Lalu dengan hati yang tentram itu kita diijinkan menghadap Tuhan. Kiranya Tuhan berkenan menyambut kepulangan kita, dan berkata;”Wahai jiwa yang tenang. Terbanglah kepelataran yang diberkahi Tuhan. Bergabunglah dengan hamba-hamba yang rela dan direlakan. Dan masuklah, kedalam surga yang sudah dipersiapkan…….”.

Mari Berbagi Semangat!

Dadang Kadarusman

Natural Intelligence & Mental Fitness Learning Facilitator

http://www.dadangkadarusman.com/

Talk Show setiap Jumat jam 06.30-07.30 di 103.4 DFM Radio Jakarta

Catatan Kaki:

Jika ini adalah hari terakhir dalam hidup kita; maukah kita meninggalkan seluruh keburukan. Menanggalkan semua dendam. Dan mempersembahkan segala hal terbaik yang masih bisa kita lakukan?

Melalui project Mari Berbagi Semangat! (MBS!) sekarang buku saya yang berjudul ”Belajar Sukses Kepada Alam” versi Bahasa Indonesia dapat diperoleh secara GRATIS. Jika Anda ingin mendapatkan ebook tersebut secara gratis silakan perkenalkan diri disertai dengan alamat email kantor dan email pribadi (yahoo atau gmail) lalu kirim ke bukudadang@yahoo.com