Aku ini manusia, aku bukanlah Buaya aku bukanlah Cicak

Wednesday, November 4, 2009


Aku ini manusia biasa bukan siapa-siapa. Aku manusia bukan buaya bukan pula cicak. Aku sebagai manusia terbawa-bawa emosi saat nonton wayang dengan lakon cicak melawan buaya. Meskipun penasihat cicak sudah bilang "ini sudah cetho welo-welo" siapa dalangnya siapa yang buaya dan siapa cicaknya. Tapi saya sebagai manusia biasa kok masih kebingungan mana dalangnya dan mana wayangnya, padahal ceritanya sudah "cetho welo-welo".

Jamaah fesbukiyah telah memberikan dukungan kepada cicak hingga mencapai 8000 an orang. Pemerintah sudah membentuk Tim 8 untuk menyelidiki dan memberikan rekomendasi yang tugasnya tidak sekedar verifikator tapi lebih dari itu untuk memperbaiki sistem yang mendukung tegaknya keadilan. Perkembangan terakhir ada keinginan dari beberapa anggota Tim 8 untuk mengundurkan diri karena rekomendasi yang disampaikan malah "dicuekin".

Antara pendekatan hukum pidana dengan hukum administrasi negara

Saya tertarik sekali dengan apa yang disampaikan oleh Ketua MK di TV tadi malam. Kalau nggak salah beliau bilang untuk menyelesaikan ini jangan pendekatan hukum pidana yang dipakai karena butuh proses yang lama, tetapi pendekatan yang harus dipakai adalah pendekatan hukum administrasi negara (kedua-duanya saya sebetulnya nggak dong sama sekali). Ganti saja orang-orang yang terlibat di dalamnya dengan orang yang lebih baik. Dan ini tidak akan melanggar konstitusi. Setelah orang diganti, barulah proses pidananya dilanjutkan.
 
Saya setuju (memangnya kalau saya setuju atau tidak setuju akan "ngaruh" sih..., masa bodho yang penting saya setuju dengan pendapat ini) jangan mempertahankan orang yang tidak baik sehingga lembaganya ikut tercoreng, karena saya masih punya keyakinan dimanapun lembaganya pasti masih banyak orang yang baik. Bagaimanapun juga mereka kan digaji dari pajak yang dibayar oleh rakyat, kalau lembaga dan orang yang didalamnya baik tentu Indonesia akan baik. Yaa nggak?

Masalahnya adalah saya ini bukan siapa-siapa.

Nah kalau saya bukan siapa-siapa, kalau Anda siapa ya..?

25 komentar:

Sama, saya juga bukan siapa-siapa, cuma bagian dari rakyat, yang juga tidak bisa berbuat apa-apa, cuma bisa memberikan dukungan kepada yang dirasa benar!
pusing kalo mikirin itu!
Cara Membuat Blog

Aku juga bukan siapa-siapa Mas,....
Saya hanya berharap semoga yang benar itulah yang dimenangkan, sehingga supremasi Hukum di negara kita tidak tambah terpuruk.

ajeng said...

Saya juga bukan siapa-siapa Pak...
Saya juga tidak tahu apakah cicak yang dimaksud itu benar2 bersih atau tidak. Saya cuma berharap agar hukum ditegakkan dengan bersih saja..

Ikutan Ngeblog said...

Semoga saja semuanya cepet selesai ya permasalahannya dan bisa cepet damai.. biar negeri ini tercipta perdamaian yang indah!

ke2nai said...

kl sy takut kejatohan cicak. Tp sy juga gak suka sm buaya darat, air mata buaya, sm buaya beneran juga sy takut.. hehehe...

Muchlisin said...

Saya juga bukan cicak dan bukan buaya Pak

BrenciA KerenS said...

saya manusia juga pak... dan geli banget sama cicak, dan takut sama buaya... hehehehe

udinmu-tret said...

kalo saya malah jadi mumet ngeliatnya pak.
dan tiap hari beritanya ituuuuu saja.
kapan berakhir sih ini "peristiwa"

Cerita Tugu said...

aku juga bukan wayang yang mudah dipermainkan oleh para buaya

namaku wendy said...

mana dalang, mana wayang trus mana cicak mana buaya yah hihihi
yg pasti saya juga cuma manusia biasa bukan siluman cicak atopun buaya
wis wis ngeluarin istilah koq sing nganeh-nganehi si bapak iku ckckck

mocca_chi said...

biarlah orang diatas yg uruslah soal itu, aku malas ikut2. tambah bingung aja jadinya wkwkwk

yup, mesti dipangkas abis semua yg gak bener. biar gak merusak yg lain.

Witha said...

Cicak & Buaya.....hmmm sepertinya yg menang kucing....hehe

de asmara said...

jujur nih, utk kasus yg ini saya ga gitu ngikutin, biar kata bikinin graphic-nya tiap hari, hehe. Intrik2 para pejabat yg cuma Allah yg tau siapa yg bener siapa yg salah.... apa jangan2 semuanya salah??

fuuhh, denger duit milyaran dibagi2 kaya' kacang goreng gitu rasanya sakiiit banget... :( mending tutup kuping sekalian deh

suwung said...

iki stan opo sh?

attayaya said...

saya juga bukan siapa-siapa mas
cuma manusia yang bisa ngurut dada melihat pertikaian ini

antown said...

dari sini saya dapat progress report ternyata dah 8rb ya dari jamaah fesbukiyah. kalo gak salah targetnya 1 juta nnti

CahKbm said...

Becik ketitik olo ketoro. Sapa nandur bakal ngunduh. Ya cuma bisa komentar mencoba sabar lan niteni (mengamati).

sda said...

banyak harapan2 sebagai rakyat yg tertuang di blog, entah mereka tahu atau tidak, karena aku bukan siapa-siapa.

narti said...

semoga kedepannya akan lebih baik lagi, makin maju Indonesia tercinta.

eshape waskita said...

Tulisan ringan yang enak dibaca mas, itu mungkin sebabnya blog ini banyak followernya
[termasuk aku]

TFS

Salam kompak selalu

Aku juga nulis tentang CIcak dan Buaya ini disini
http://eshape.wordpress.com/2009/11/02/sinteron-baru-polri-vs-kpk/

Abi Sabila said...

disana gunung, di sini gunung, tengah-tengahnya masih ada gunung, dalangnya nda bingung, wayangnya juga nda bingung, tapi penontonnya yang pada bingung....

kalo saya manusia yang g mo komentar karena g ngerti apa2.. hanya allah yg tau siapa yg boong ^^

Kang Sugeng said...

Wuaduh saya telat, ngomongin cicak ya Om? emang yg di tipi belum cukup?

Andy MSE said...

saya tetap suka sama lakon cicak buaya itu, big-su! soalnya tiba2 pengunjung blog saya meledak... wakakaka

Post a Comment