Kamis, 26 November 2009

Daging (qurban) Paling Enak

Sebagai mahasiswa tugas belajar, saya tinggal di rumah kontrakan bersama istri dan 3 anak saya yang masih kecil-kecil. Dua anak saya sekolah di  TK sedangkan yang satu masih belum sekolah. Saya merasa bersyukur, dibandingkan dengan rumah kontrakan sekitarnya, rumah yang saya tempati lebih bagus.   Sedangkan kontrakan sekitarnya adalah rumah petak dengan kamar mandi  di luar dan dipakai rame-rame. Kebanyakan mereka berprofesi sebagai tukang ojek, kerja bangunan dan ada juga tukang sayur.

Hari itu adalah hari raya Idul Adha ( 14 tahun yang lalu), tetangga saya (yang mempunyai profesi beragam) ada yang sedang membuat gulai ada yang sedang menggoreng/memasak daging qurban dan ada juga yang sedang membakar sate. Mereka juga ada yang membakar kaki atau kepala kambing. Pokoknya mereka sedang sibuk semua. Bau masakan dan bau bekas bakaran terasa menusuk hidung, apalagi mereka membakarnya di sebelah rumah saya. Mereka memperoleh daging dan kepala kambing dari beberapa kompleks perumahan di sekitarnya. Sementara di rumah saya nggak ada daging qurban yang mampir. Dalam hati sih kepingin, sangat amat kepingin, apalagi kalau lihat tetangga dan merasakan bau yang nggak hilang-hilang, tapi dari siapa? Di kampus saya nggak ikut jadi panitia, di masjid sekitar apalagi, soalnya saya kan baru ngontrak di situ.

Hari ke kedua setelah hari raya Idul Adha (14 tahun yang lalu)
" Assalamu 'alaikum........" suara seorang wanita memberi salam.
" apa betul ini rumahnya Uminya Abdul Aziz yang sekolah di TK Kampus?" tanyanya melanjutkan
" oh iya ..... , ada apa?" tanya saya
" saya di suruh Uminya ..... (saya lupa namnya, tapi anaknya satu kelas di TK Kampus dengan anak saya yang nomor 2, istri saya biasa ngobrol) untuk mengantarkan daging qurban..... "
Saya menerima bungkusan plastik daging sapi yang terasa dingin, " terima kasih yaa, nanti sampaikan ke Uminya...."


Alhamdulillah akhirnya  kami dapat daging qurban meskipun sudah hari kedua. Mungkin malaikat mendengar keinginan kami dan kemudian membisiki hati teman istri saya. Hari itu jadilah kami masak daging qurban dan yang kami rasakan saat itu adalah nikmat luar biasa, inilah daging paling enak yang pernah kami rasakan.

Ya Alloh... berkahilah kami dan berkahilah para sohibul qurban..... Amiin





Mengenang masa 14 tahun yang lalu, agar selalu semangat untuk berqurban setiap tahun

Foto : ngambil di google


kaos ukuran besar XXXXXL
Daging (qurban) Paling Enak
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email

9 komentar