Senin, 16 November 2009

Diklat Ekspor Impor

Seminggu setelah saya ngajar diklat fungsional dasar (diklat calon pemeriksa pajak) masuk kantor satu minggu, habis itu dapat tugas untuk ngikutin diklat (jadi peserta) ekspor impor bertempat di PPEI Jakarta . Peserta di asramakan tapi kalau yang rumahnya Jakarta kebanyakan pulang ke rumah, lha kalau saya daripada pulang ke kos-kosan ya mending di asrama, soalnya hasilnya sama (di asrama kalau lihat ke atas lihat plafon di kos-kosan kalau lihat ke atas juga lihat plafon).

Materi terdiri dari pengenalan ekspor impor, prosedur ekspor impor yang dibawakan oleh pegawai departemen perdagangan ( 2 orang), prosedur kepabeanan dalam ekpor impor disampaikan oleh pegawai Ditjend Bea dan Cukai, prosedur dan tatacara pengiriman barang disampaikan oleh Direktur Perusahaan Cargo, Prosedur dan tatacara pembayaran ekspor impor disampaikan oleh tenaga Ahli dari Perbankan. Dan ada kunjungan ke pelabuhan Tanjung Priok untuk lebih memahami pengiriman barang ekspor dan impor serta kepabeanan.

Sebenarnya seru sih..., cuma sayangnya kenapa peserta yang sudah diasramakan tidak dimaksimalkan. Misalnya kalau di asrama kan diklat bisa dimulai jam 8 pagi (bukan jam 9 pagi), malamnya bisa ada kelas malam sehingga waktu lebih maksimal, juga penyampaian pemateri yang kadang membosankan karena tidak menggunakan cara belajar orang dewasa (andragogi) atau pendekatan ALP.  Tapi apapun kedepannya ilmu ini akan sangat bermanfaat dalam proses pemeriksaan pajak, pemeriksaan untuk mencari bukti adanya tindak pidana di bidang perpajakan maupun proses penyidikan. Dan saya salut buat PPEI karena tenaga pengajar memang tenaga yang mumpuni di bidangnya, sehingga kesempatan diklat kita manfaatkan untuk menyerap ilmu mereka.

Saya nggak ada foto waktu di kelas, cuma waktu di pelabuhan dan kantor bea cukai Tanjung Priok teman saya Mas Cahyo Rumpoko berbaik hati mengirim foto-fotonya.

Ada hal kecil yang mebuat saya heran,  kenapa ya orang Bea Cukai kebanyakan bernama TOMS, buktinya mereka selalu pakai rompi, jaket, topi, mobil bertuliskan Customs. Kenapa yaa?

   

Empat peserta sedang menuju tempat Gama Xray milik Bea Cukai, fasilitas untuk mendeteksi isi kontainer, ada mas Dian, Om Dedi, Mr Big dan Mas Yananta
yang paling keren pasti yang pakai rompi customs ( meskipun nggak muat )


Kalau yang ini kayaknya pantes nggak yaa jadi pegawai Bea Cukai (Customs)?

 Ini lho wajahnya Mas Cahyo Rumpoko
kalau ini rompinya muat yaa?
yang di atasnya kok nggak muat sih?



Saya dan Pak Ganda Permana sedang serius mendengarkan penjelasan dari
pegawai bea cukai, sambil narsis sih..

ini lhoo namanya kapal cargo ukuran kecil

 


  

Sambil nunggu pegawai Bea Cukai yang mau presentasi, nampang dulu ah.....



 
Foto sebelum keliling, sebagian peserta nggak ikut soalnya nggak tahu kalau mau difoto
Mas Cahyo Rumpoko berada di barisan tengah pakai topi (sebelah kiri ibu yang pakai batik)

kaos ukuran besar XXXXXL
Diklat Ekspor Impor
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email

20 komentar