Jumat, 20 November 2009

Hak dan Kewajiban Wajib Pajak pada saat dilakukan Pemeriksaan Pajak

Pemeriksaan Pajak (Tax Audit) -1 
Pengantar:
   
Saya pernah ditanya, sebenarnya masih adakah hak-hak Wajib Pajak ketika sedang dilakukan pemeriksaan pajak oleh Petugas Pajak? Nah untuk menjawab pertanyaan tersebut maka sekalian saya sampaikan hak dan kewajiban Wajib Pajak pada saat dilakukan Pemeriksaan Pajak sesuai Tatacara Pemeriksaan Pajak yang diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor: 199/PMK.03/2007 tanggal 28 Desember 2007 sbb:

Hak Wajib Pajak

Dalam pelaksanaan Pemeriksaan untuk menguji kepatuhan pemenuhan kewajiban perpajakan dengan jenis Pemeriksaan Lapangan, Wajib
Pajak berhak:

  1. meminta kepada Pemeriksa Pajak untuk memperlihatkan Tanda Pengenal Pemeriksa Pajak dan Surat Perintah Pemeriksaan;
  2. meminta kepada Pemeriksa Pajak untuk memberikan pemberitahuan secara tertulis sehubungan dengan pelaksanaan Pemeriksaan Lapangan;
  3. meminta kepada Pemeriksa Pajak untuk memberikan penjelasan tentang alasan dan tujuan Pemeriksaan;
  4. meminta kepada Pemeriksa Pajak untuk memperlihatkan Surat Tugas apabila susunan Tim Pemeriksa Pajak mengalami perubahan;
  5. menerima Surat Pemberitahuan Hasil Pemeriksaan;
  6. menghadiri Pembahasan Akhir Hasil Pemeriksaan dalam jangka waktu yang telah ditentukan;
  7. mengajukan permohonan untuk dilakukan pembahasan oleh Tim Pembahas, dalam hal terdapat perbedaan pendapat antara Wajib Pajak dengan Pemeriksa Pajak dalam Pembahasan Akhir Hasil Pemeriksaan; dan
  8. memberikan pendapat atau penilaian atas pelaksanaan Pemeriksaan oleh Pemeriksa Pajak melalui pengisian formulir Kuesioner Pemeriksaan.

Dalam pelaksanaan Pemeriksaan untuk menguji kepatuhan pemenuhan kewajiban perpajakan dengan jenis Pemeriksaan Kantor, Wajib
Pajak berhak:

  1. meminta kepada Pemeriksa Pajak untuk memperlihatkan Tanda Pengenal Pemeriksa Pajak dan Surat Perintah Pemeriksaan;
  2. meminta kepada Pemeriksa Pajak untuk memberikan penjelasan tentang alasan dan tujuan Pemeriksaan;
  3. meminta kepada Pemeriksa Pajak untuk memperlihatkan Surat Tugas apabila susunan Pemeriksa Pajak mengalami pergantian;
  4. menerima Surat Pemberitahuan Hasil Pemeriksaan;
  5. menghadiri Pembahasan Akhir Hasil Pemeriksaan dalam jangka waktu yang telah ditentukan;
  6. mengajukan permohonan untuk dilakukan pembahasan oleh Tim Pembahas, dalam hal terdapat perbedaan pendapat antara Wajib Pajak dengan Pemeriksa Pajak dalam Pembahasan Akhir Hasil Pemeriksaan; dan
  7. memberikan pendapat atau penilaian atas pelaksanaan Pemeriksaan oleh Pemeriksa Pajak melalui pengisian formulir Kuesioner Pemeriksaan.

KEWAJIBAN WAJIB PAJAK

Dalam pelaksanaan Pemeriksaan untuk menguji kepatuhan pemenuhan kewajiban perpajakan dengan jenis Pemeriksaan Lapangan, Wajib Pajak wajib:

  1. memperlihatkan dan/atau meminjamkan buku atau catatan, dokumen yang menjadi dasar pembukuan atau pencatatan, dan dokumen lain yang berhubungan dengan penghasilan yang diperoleh, kegiatan usaha, pekerjaan bebas Wajib Pajak, atau objek yang terutang pajak;
  2. memberikan kesempatan untuk mengakses dan/atau mengunduh data yang dikelola secara elektronik;
  3. memberikan kesempatan untuk memasuki dan memeriksa tempat atau ruang, barang bergerak dan/atau tidak bergerak yang diduga atau patut diduga digunakan untuk menyimpan buku atau catatan, dokumen yang menjadi dasar pembukuan atau pencatatan, dokumen lain, uang, dan/atau barang yang dapat memberi petunjuk tentang penghasilan yang diperoleh, kegiatan usaha, pekerjaan bebas Wajib Pajak, atau objek yang terutang pajak serta meminjamkannya kepada Pemeriksa Pajak;
  4. memberi bantuan guna kelancaran Pemeriksaan, antara lain berupa:
  • menyediakan tenaga dan/atau peralatan atas biaya Wajib Pajak apabila dalam mengakses data yang dikelola secara elektronik memerlukan peralatan dan/atau keahlian khusus;
  • memberi kesempatan kepada Pemeriksa Pajak untuk membuka barang bergerak dan/atau tidak bergerak; dan/atau
  • menyediakan ruangan khusus tempat dilakukannya Pemeriksaan Lapangan dalam hal jumlah buku, catatan, dan dokumen sangat banyak sehingga sulit untuk dibawa ke kantor Direktorat Jenderal Pajak,
    5. menyampaikan tanggapan secara tertulis atas Surat Pemberitahuan Hasil Pemeriksaan; dan
    6. memberikan keterangan lisan dan/atau tertulis yang diperlukan.


Dalam pelaksanaan Pemeriksaan untuk menguji kepatuhan pemenuhan kewajiban perpajakan dengan jenis Pemeriksaan Kantor, Wajib
Pajak wajib:

  1. memenuhi panggilan untuk datang menghadiri Pemeriksaan sesuai dengan waktu yang ditentukan;
  2. memperlihatkan dan/atau meminjamkan buku atau catatan, dokumen yang menjadi dasar pembukuan atau pencatatan, dan dokumen lain termasuk data yang dikelola secara elektronik, yang berhubungan dengan penghasilan yang diperoleh, kegiatan usaha, pekerjaan bebas Wajib Pajak, atau objek yang terutang pajak;
  3. memberi bantuan guna kelancaran Pemeriksaan;
  4. menyampaikan tanggapan secara tertulis atas Surat Pemberitahuan Hasil Pemeriksaan;
  5. meminjamkan kertas kerja pemeriksaan yang dibuat oleh Akuntan Publik; dan
  6. memberikan keterangan lisan dan/atau tertulis yang diperlukan.

Demikian mudah-mudahan bermanfaat

kaos ukuran besar XXXXXL
Hak dan Kewajiban Wajib Pajak pada saat dilakukan Pemeriksaan Pajak
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email

17 komentar

20 November 2009 08.38 delete

Alhamdulillah, jadi tahu hak dan kewajiban wajib pajak. Hari gini gak bayar pajak? APA KATA DUNIA?!

Reply
avatar
20 November 2009 09.47 delete

Nice sharing bro ...
Jadi tahu hak deh aku.

Reply
avatar
20 November 2009 10.55 delete

*manggut-manggut* Baru ngeh hak saya Pak.. Makasih ilmunya..

Reply
avatar
20 November 2009 14.32 delete

Thanks sharingnya ya pak..
saya akan berusaha taat pajak..
saat nanti saya sudah punya penghasilan sendiri

Reply
avatar
20 November 2009 16.19 delete

hari gini belum bayar pajak...???

makasih pak dah dikasih tau.. :)

Reply
avatar
20 November 2009 21.33 delete

nanti saya akan mengurus NPWP

Reply
avatar
20 November 2009 22.34 delete

inyong rajin hlo bayar pajaknya

Reply
avatar
21 November 2009 06.59 delete

saya taat pajak lho mas sugeng...he..he...

Reply
avatar
21 November 2009 19.09 delete

Info mantap. Terimakasih sharenya pak Soegeng.

Reply
avatar
22 November 2009 09.37 delete

infonya mantap mas
tapi kadang saya masih bertanya, tentang guna laporan pajak. kenapa sih masih harus lapor, kan kalo udah setor datanya juga udah masuk to? kenapa wajib pajak masih harus lapor?

mana kalo lapor antrinya panjang banget... :)
pengalaman pribadi ne mas...

Reply
avatar
22 November 2009 10.54 delete

salam sobat
trims penjelasannya mengenai hak dan kwajib pajaknya,,
semakin mengerti dan paham sobat.
suami juga memiliki NPWP.

Reply
avatar
22 November 2009 15.33 delete

siang pak

belum tahu jadi apa enggak nih. krn cuma nemenin kawan aja yg mo ujian PPAT.

Reply
avatar
22 November 2009 20.49 delete

pak sugeng setelah mengerti tentang pajak, wah ternyata pajak itu bnyak macam ragamnya ya.

pusing jg sh waktu belajar tentang pajak. susah tapi asik

Reply
avatar
anhiong FMN
24 Agustus 2010 14.00 delete

pajak diperuntukkan untuk kesejahteraan rakyat, bukan untuk dikorupsi dan di minopoli oleh para kabir di indonesia . . ..

Reply
avatar
3 November 2012 07.55 delete

Hai. aku juga punya materi yang berhubungan dengan wajib pajak. kunjungi saja di. http://repository.gunadarma.ac.id/bitstream/123456789/503/1/kartawan_108-116.pdf

Reply
avatar
3 November 2012 08.02 delete

Hai. aku juga punya materi yang berhubungan dengan wajib pajak. kunjungi saja di. http://repository.gunadarma.ac.id/bitstream/123456789/503/1/kartawan_108-116.pdf

Reply
avatar