Senin, 07 Desember 2009

Ketidakpercayaan Investor (=Publik?)

Tulisan ini bukan membahas bagaimana menjadi investor yang menarik, tetapi mengungkapkan sebuah best practice dari sebuah negara yang pada saat itu mengalami krisis kepercayaan dari para Investor Luar Negeri.


Dalam sebuah acara di salah satu TV Swasta hari Sabtu tanggal 6 Desember 2009, Dr Safii Antonio, seorang keturunan Tionghoa yang ahli Agama Islam sekaligus ahli Ekonomi Islam menyampaikan pengalaman Presiden Turki dari Partai Keadilan yang saat ini berkuasa untuk menarik minat Investor. Pada awal masa jabatan Presiden, investasi dari LN ke Turki sangat kecil dan semakin menurun. Atas upaya dari Presiden tersebut, kepercayaan Investor mulai tumbuh dimulai dari Investor Jepang dan kemudian Investor dari Eropa dan Amerika.

Ketika Bapak Safii Antonio bertemu dengan Presiden Turki, beliau menanyakan apakah kuncinya?

Presiden Turki tersebut menyampaikan bahwa kuncinya adalah : hilangkan yang membuat para investor tidak percaya

Lantas apa yang membuat mereka tidak percaya?

1. Investor tidak percaya lagi dengan lembaga kepolisian

2. Investor tidak lagi percaya dengan lembaga kejaksaan

3. Investor tidak lagi percaya dengan peradilan

Langkah yang diambil oleh Presiden Turki adalah dengan mengganti pucuk pimpinan pada ketiga lembaga tersebut dengan orang yang bisa menjadi tauladan, bisa dipercaya dan mempunyai integritas tinggi. Hasilnya ternyata kepercayaan investor tumbuh kembali. Bagi investor dalam sebuah investasi rugi adalah hal biasa tetapi ketidak jelasan dan ketidakpastian hukum adalah sesuatu yang tidak bisa ditolerir.

Jadi buat apa mempertahankan sesuatu yang sudah tidak dapat dipercaya?

Okelah kalau begitu (ngikut logat warteg boys)

kaos ukuran besar XXXXXL
Ketidakpercayaan Investor (=Publik?)
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email

11 komentar