Senin, 29 Maret 2010

Awas: Anda orang pajak? Berarti sama dengan Gayus, Anda Alumni STAN? Berarti sama dengan Gayus

Beberapa hari ini banyak opini bersliweran berkaitan dengan dana  Milyaran milik Gayus Tambunan seorang pegawai pajak Golongan III a. Disebut-sebut juga Gayus Tambunan adalah alumni STAN.

Pertama adalah opini yang berkembang betapa "hebatnya" jadi orang pajak. Logikanya kalau Golongan III a saja sudah punya rekening sebesar Rp 24 M, lha gimana kalau Golongan III d atau Golongan IV a? Itulah opini yang berkembang. Dalam berbagai tulisan saya biasanya ikut berkomentar begini: "Ternyata logika itu tidak saya rasakan. Ditempat saya mungkin ada sekitar  7 eM.   6 eM ada di rumah dan 1 eM ada di kos-kosan saya di Jakarta (saya bukan pemilik kos-kosan tapi masih jadi "anak kos" meskipun saya sudah berumur 42 tahun hampir 43 tahun). eM yang di kos saya pakai untuk naruh baju yang mau dicuci sedangkan 6 eM yang lain yaa untuk tempat baju kotor dan juga tempat cucian. Yang jelas berhubungan dengan cuci mencuci. Sekali mencuci tetap mencuci." Membaca itu saya terkaget kaget dan saya yakin banyak dari temn2 di Pajak juga terkaget kaget. 

Beberapa bulan yang lalu ditempat kerja saya didirikan Koperasi Pegawai dengan Warung Kejujurannya dan salah satu usahanya adalah simpan pinjam (lebih tepatnya pinjam pinjam) dengan kisaran pinjaman Rp 1,5 Jt sd. 5 jt untuk jangka waktu 6 bulan. Ada yang untuk bayar sekolah anaknya, ada yang untuk biaya melahirkan, ada juga untuk kebutuhan mendesak dan ada juga untuk SPP pegawai yang kuliah atas biaya sendiri. Ada yang golongan IIc ada yang golongan IIIa ada juga yang golongan IIIc. Lha kalau logika di atas dipakai kan kalau III a 24 milyar masa sih yang golongan II c mestinya ya ada 1 m apalagi yang IIIc, kalau gitu ngapain pinjam "segedhe" itu?

Kemudian karena Gayus Tambunan adalah alumni STAN (Sekolah Tinggi Akuntansi Negara) sebuah sekolah kedinasan milik Departemen Keuangan, maka setiap alumni STAN berperilaku seperti itu. Gara-gara kasus ini sampai petinggi2 di Departemen Keuangan dan Direktur STAN sampai dipanggil oleh Menkeu khusus membahas apakah ada yang salah di STAN ini. Sebagai alumni STAN otomatis saya ikut terkena dampak opini itu. Saya yakin Menkeu tidak akan menyalahkan institusi STAN. Kan nggak mungkin sebuah lembaga pendidikan tidak mengajari nilai nilai kebaikan. Belum ada penelitian yang menyebutkan bahwa kalau ada alumni sebuah Universitas berbuat salah maka seluruh alumninya demikian. Alumni STAN tersebar sebagian besar di BPKP, KPK, DJP, BPK, DJBC, BAPEPAM, Irjen Depkeu, Depkeu, tapi banyak pula yang berkarir di Swasta. Bahkan ada yang  lebih dikenal sebagai penyanyi misalnya Edwin (Trio Libels), sebagai Presenter dan raja kuis seperti Helmi Yahya walaupun tetep sambil ngajar. Ada juga yang sekarang duduk jadi wakil ketua KPK Haryono. Periode yang lalu juga ada yang jadi wakil ketua KPK (Amin Sunaryadi).

Pada saat pansus century kita bisa lihat bersama-sama bahwa kucuran dana trilyunan rupiah salah satu sebabnya adalah lemahnya pengawan BI. Saya kira tidak ada yang mengkaitkan dengan alumni mana para pegawai BI yang bertugas di bidang pengawasan. Atau orang-orang yang telah divonis di pengadilan Tipikor, apakah mereka dikaitkan dengan almater mereka? Tentunya tidak.

Nah kalau begini apakah masih relevan mengkaitkan seorang Gayus Tambunan dengan seluruh Alumni STAN?

Artikel berkaitan:
1. Penyelewengan pajak
2. Standar Pemeriksaan Pajak


  

kaos ukuran besar XXXXXL
Awas: Anda orang pajak? Berarti sama dengan Gayus, Anda Alumni STAN? Berarti sama dengan Gayus
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email

38 komentar