Sabtu, 13 Maret 2010

Pajak Artis 30%?

Ahir ahir ini kita mendengar adanya artis yang datang ke DPR. Mereka bukan sedang menyampaikan aspirasi rakyat tetapi sedang menyampaikan aspirasi artis untuk meminta keringanan pajak (PPh) yang kata mereka terlalu besar yaitu sebesar 30%. Berbagai macam komentar pro dan kontra baik dari internal artis sendiri maupun dari masyarakat bermunculan.

Salah seorang artis, Andi Soraya dalam   Detik Hot mengatakan merasa pemotongan pajak 30 persen untuk artis yang berpendapatan di atas Rp 500 juta, sangatlah berat. Belum lagi, si artis harus merelakan honornya dipotong oleh pihak rumah produksi.

Pendapat artis ini saya kutip bukan karena saya ngefans, tapi sebagai gambaran betapa banyak artis yang belum faham dengan perhitungan pemotongan pajak, pelaporan dan penyetoran pajak. Bahkan sepertinya tidak memahami dasar hukum pengenaan pajak sehingga mereka melakukan protes keberatan melalui DPR. Mungkin mereka berfikir pasti aspirasi mereka akan disetujui sebab sekarang kan banyak anggota DPR dari kalangan artis.

Betulkah tarif pajak 30%?

UU PPh yang mengatur tentang Pajak Penghasilan menganut tarif progresif. Artinya semakin tinggi penghasilan seseorang maka semakin besar pajak yang harus dibayar. Bagi pembuat UU, tarif progresif ini dalam upaya untuk memenuhi prinsip keadilan. Lantas berapa sih tarif PPH nya?
Dalam Pasal 17 UU PPh disebutkan:
Tarif pajak yang diterapkan atas Penghasilan Kena Pajak Wajib Pajak orang pribadi dalam negeri (termasuk artis) adalah sebagai berikut :
Lapisan Penghasilan Kena Pajak Tarif Pajak (Tarif Pasal 17 UU PPh)
  1. sampai dengan Rp50.000.000,00 (lima puluh juta rupiah)   5% (lima persen)
  2. di atas Rp50.000.000,00 (lima puluh juta rupiah) sampai dengan Rp250.000.000,00 (dua ratus lima puluh juta rupiah) 15% (lima belas persen)
  3. di atas Rp250.000.000,00 (dua ratus lima puluh juta rupiah) 25% (dua puluh lima persen)
  4. di atas Rp500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah) 30% (tiga puluh persen)
     
Jadi kalau dalam satu tahun misalnya seorang Artis (belum nikah) memiliki penghasilan Rp 750 Juta maka cara menghitung pajaknya (dilaporkan dalam SPT Tahunan WP OP) adalah sbb:

Penghasilan                                                                       Rp 750.000.000,-
Dikurangi Zakat profesi (2,5%) kpd LAZ                                  18.750.000,-
Penghasilan Netto                                                              Rp 731.250.000,-
Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP)                                     15.840.000,-
Penghasilan Kena Pajak                                                     Rp 715.410.000,-

Berapa Pajak yang terutang ?
   5%  X Rp   50.000.000,-
 15%  X Rp 200.000.000,-
  25% X Rp 250.000.000,-
  30% X Rp 215.410.000,-
Total pajak yang terutang adalah                                          Rp 169.623.000,-
Dikurangi Pajak yang dipotong pihak lain (kredit pajak) Rp .....................?
                                                                                    
Pajak yang masih harus dibayar                        Rp

Kalau diprosentase rata-rata dari Rp 750 juta  Pajak Penghasilan adalah sebesar 21,283%
Ini hanyalah ilustrasi penghitungan saja, jika beda jumlah penghasilan tentu prosentase rata2nya akan berbeda.


Selanjutnya atas Pajak (PPh) yang dipotong oleh Rumah Produksi atau penyelenggara acara setiap kali menerima honor, tidak hilang tetapi merupakan kredit pajak yang mengurangi Jumlah Pajak yang harus dibayar (makanya si Artis harus minta bukti potongnya agar bisa dikreditkan).

Nah kalau sudah baca ini, para artis masih mau minta keringanan??? Atau mereka pingin honornya diturunin biar cuma mbayar 5% saja?

Tarif pemotongan PPh 21 untuk artis (Misalnya oleh Rumah Produksi, EO dll):
- Apabila honor yang dibayarkan secara berkesinambungan, maka dipakai Tarif Pasal 17 UU PPh seperti di atas
- Apabila honor dibayarkan hanya sekali-kali (tidak berkesinambungan) maka PPh 21 nya adalah 50% dari Tarif pasal 17 UU PPh



Download Formulir Pajak Lengkap 

kaos ukuran besar XXXXXL
Pajak Artis 30%?
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email

16 komentar