Selasa, 20 April 2010

Pelanggan "setia" Kereta Api selalu "kena tarif" Termahal

Pengantar:
Tulisan ini terinspirasi pada kebijakan PT Garuda Indonesia yang memberikan discount 15 % kepada pegawai PLN. Mengingat saya merupakan pelanggan kereta api, siapa tahu itu bisa diperlakukan pada PT Kereta Api. Apalagi dengan melihat dihapusnya kereta api parahyangan gara-gara sepi penumpang meskipun sudah diberikan discount. Jadi jangan mentang-mentang lagi di atas angin PT Kereta Api menerapkan tarif tinggi, sementara begitu sepi penumpang mereka kelabakan.----------------------------------------------------------------
 
 
Dalam dunia perkeretaapian dikenal istilah PJKA. Bukan singkatan Perusahaan Jawatan Kereta Api (yang sekarang telah berubah menjadi PT Kereta Api). PJKA merupakan singkatan Pulang Jumat Kembali Ahad yaitu julukan untuk para penglaju, yaitu para pelanggan rutin yang karena "nasib" harus bekerja di Jakarta sedangkan karena "pertimbangan tertentu" keluarga tidak tinggal di Jakarta. Mereka pada jumat sore atau jumat malam berkumpul di Stasiun Gambir (untuk kereta eksekutif) dan dari Stasiun Senen atau stasiun Jatinegara. Mereka kemudian menyebar ada yang ke arah Semarang, Jogja, Surabaya, Malang dan sekitarnya. Mereka akan kembali datang ke Stasiun yang sama pada Senin Pagi. Dari cara berpakaian dan barang bawaanya, biasanya dapat dibedakan mana penumpang rutin dan mana penumpang yang tidak rutin. 
   
Di hari liburan sekolah, lebaran dan hari kejepit nasional (jumat libur atau senin libur) biasanya lonjakan penumpang akan terlihat menyolok. Ruang tunggu baik di lt 2 ataupun di lantai tiga stasiun kursi tunggu tidak mampu menampung calon penumpang, sehingga sebagian besar penumpang terpaksa harus berdiri. Hal itu tidak terjadi di hari-hari biasa misalnya selasa, rabu dan kamis. Ruang tunggu begitu lengang.
      
Situasi di atas saya ceritakan bukan tanpa maksud tertentu, tapi agaknya fenomena inilah yang dimanfaatkan benar-benar oleh PT Kereta Api (saya nggak tega kalau bilang aji mumpung). Para petinggi PT Kereta Api yang kemudian diamini oleh Kementrian Perhubungan(?) membuat tarif yang seolah olah berpihak pada rakyat yaitu dengan berlindung pada tarif terendah dan tarif tertinggi. Bahkan dalam bulan Agustus 2009 PT Kereta Api memberikan pengumuman bahwa tarif kereta api turun? tetapi dengan menghilangkan fasilitas berupa makan/minum atau snak, walaupun penurunan itu hanya bersifat sementara dan kembali pada tarif "normal" tapi tanpa makan atau snak.

Kebijakan ini sesungguhnya sangat merugikan bagi para penumpang rutin (PJKA). Beberapa temen yang saya ajak ngobrol mengeluhkan kebijakan ini. Kenapa pelanggan setia justru kena tarif yang paling tinggi? Belum lagi masalah pemesanan yang agak menyulitkan khususnya pada musim liburan, hari kejepit nasional dan long weekend. Ada lagi kebijakan yang sungguh tidak bijak menurut saya, tarif kereta Gajayana (Gambir Malang) dan Bima (Gambir Jogja) pada hari jumat  atau hari libur atau long weekend diberlakukan tarif terjauh. Padahal kadang di Stasiun pemberhentian misalnya Jogja mereka menaikkan penumpang juga. Jadi bisa-bisa Jika kita naik dari Gambir turun di Jogja dengan tarif  tertinggi atau super tinggi, ketika kita turun maka "bekas" kursi kita akan terjual untuk penumpang Jogja Malang misalnya. Kalau sudah begini apakah nunggu laporan ke YLKI? Sudah menerapkan tarif tertinggi dan penumpang harus membayar tarif terjauh.


Sebagai ilustrasi saya berikan data tarif kereta yang bersumber dari selebaran yang dibagikan tiap bulan di cutomer service Stasiun Gambir(saya hanya kasih data 2 kereta api dan cuma 4 bulan, padahal data bulan lain juga tersedia) sbb:

Kereta Argo Lawu dari Gambir Tujuan Solo:
Bulan Januari 2010
Tanggal 1 ( hari kejepit nasional) tarif super tinggi       Rp 320.000,-
Hari Jumat Sore tarif tinggi             Rp 290.000,-
Tarif sedang                                   Rp 270.000,-
Tarif terendah                                Rp 250.000,-

Bulan Pebruari 2010
Tanggal 26 ( hari kejepit nasional) sehingga Kamis tanggal 25-2-2010
tarif super tinggi                                                          Rp 320.000,-
Hari Jumat Sore tarif tinggi             Rp 290.000,-
Tarif sedang                                   Rp 270.000,-
Tarif terendah                                Rp 250.000,-
  Bulan Maret 2010
Tanggal 16 ( Senin, hari kejepit nasional) sehingga Jumat 12-3-2010
tarif super tinggi                                                          Rp 320.000,-
Hari Jumat yang lain                       Rp 290.000,-
Tarif sedang                                   Rp 270.000,-
Tarif terendah                                Rp 250.000,-

Bulan April 2010
Tanggal 2 ( Jumat, hari kejepit nasional) sehingga Kamis tanggal 12-3-2010
tarif super tinggi                                                          Rp 320.000,-
Hari Jumat yang lain                       Rp 290.000,-
Tarif sedang                                   Rp 270.000,-
Tarif terendah                                Rp 250.000,-
  
Gajayana ( Gambir - Malang, melalui Jogja)
Bulan Januari 2010
Tanggal 1 ( hari kejepit nasional) tarif super tinggi       Rp 370.000,-
Hari Jumat Sore tarif tinggi             Rp 320.000,-
Tarif terendah                                Rp 300.000,-

Bulan Pebruari 2010
Tanggal 26 ( hari kejepit nasional) sehingga Kamis tanggal 25-2-2010
tarif super tinggi                                                          Rp 370.000,-
Hari Jumat Sore tarif tinggi             Rp 320.000,-
Tarif terendah                                Rp 300.000,-
  Bulan Maret 2010
Tanggal 16 ( Senin, hari kejepit nasional) sehingga Jumat 12-3-2010
tarif super tinggi                                                          Rp 380.000,-
Hari Jumat yang lain                       Rp 320.000,-
Tarif terendah                                Rp 300.000,-

Bulan April 2010
Tanggal 2 ( Jumat, hari kejepit nasional) sehingga Kamis tanggal 12-3-2010
tarif super tinggi                                                          Rp 380.000,-
Hari Jumat yang lain                       Rp 320.000,-
Tarif terendah                                 Rp 300.000,-
     
Jadi kalau seorang anggota PJKA pulang rutin ke Jogja tiap Jumat sore/malam menggunakan kereta di atas maka akan memperoleh harga tertinggi atau harga super tinggi. Di Bulan Mei ada 2 hari libur, bagi anda penumpang rutin bersiaplah untuk mengeluarkan pengeluaran ekstra, karena di tempat sana, manajemen PT Kereta Api pasti sudah bersiap-siap menerima limpahan dari kenaikan tarif. 
Informasi kemarin pas beli tiket untuk 16 Mei 2010 dari Jogja Ke Gambir (kereta Argo Dwipangga) tarifnya melebihi lebaran yaitu Rp 330.000,-

Usulan untuk PT Kereta Api (Usulan ini saya sampaikan seandainya PT Kereta Api masih menganggap bahwa pelanggan adalah pemangku kepentingan, jika tidak ya anggap saja nggak ada tulisan ini):
  1. PT Kereta Api menghapus kebijakan yang menerapkan tarif terjauh, tetapi menerapkan tarif berdasarkan jarak.  
  2. Agar para pelanggan rutin yang ikut menopang keberlangsungan kereta api diberikan kartu member yang berfungsi sebagai kartu discount (misalnya 15%) dan berfungsi untuk mempermudah pemesanan tiket melalui telepon. Untuk mengetahui apakah seorang pelanggan rutin atau bukan bisa dengan cara misalnya menunjukkan 20 tiket ke tujuan yang sama. Sedangkan untuk pemesanan melalui telepon bisa ditambah dengan menyerahkan uang jaminan tiket sebesar harga 1 tiket.
  3. PT Kereta Api harus menertibkan penumpang gelap dengan menerapkan denda yang tinggi dan membersihkan pegawai PT Kereta Api yang mau disuap. Upaya ini saya yakin akan meningkatkan penerimaan PT Kereta Api dengan tidak harus menaikkan tarif kereta api.  
  4. Agar ada tambahan pilihan baik dari sisi tarif maupun jadwal, kereta bisnis semacam Senja Jogja dan Senja Solo menyediakan gerbong semi eksekutif sebagaimana dilakukan pada kereta Sawungggalih. 
                

Info Tarif KA (Agustus dan September 2010) Lebaran 2010

Nama kereta

Jam
Jumat
 6-8-10
Jumat
13-8-10
Jumat
20-8-10
Jumat
27-8-10
Selasa
31-8-10
Argo Dwipangga
08.00
320.000
290.000
290.000
290.000
320.000
Argo Lawu
20.00
340.000
300.000
300.000
300.000
340.000
Bima
17.00
310.000
280.000
280.000
265.000
340.000
Gajayana
17.30
325.000
300.000
300.000
300.000
360.000
Taksaka Pagi
08.45
310.000
290.000
260.000
260.000
310.000
Taksaka Malam
20.45
320.000
290.000
290.000
290.000
310.000








Nama kereta

Jam
Rabu
1-9-10
Kamis
2-9-10
Jumat, Sabtu
Minggu
3,4, 5
Sept 10
Seni Selasa
Rabu
Kamis
6, 7, 8, 9
Sept 2010

Argo Dwipangga
08.00
390.000
390.000
420.000
450.000

Argo Lawu
20.00
390.000
390.000
420.000
450.000

Bima
17.00
390.000
390.000
420.000
450.000

Gajayana
17.30
420.000
420.000
450.000
500.000

Taksaka Pagi
08.45
320.000
320.000
350.000
450.000

Taksaka Malam
20.45
320.000
320.000
350.000
450.000




info lain:



kaos ukuran besar XXXXXL
Pelanggan "setia" Kereta Api selalu "kena tarif" Termahal
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email

17 komentar