Senin, 24 Mei 2010

Ban Kempes

Ahad Pagi itu rencananya saya akan ikut menjadi peserta pelatihan tentang kemasyarakatan dari jam 08.00 WIB sampai 19.30 WIB. Daripada saya membawa kendaraan kan mendingan saya diatar saja sehingga kendaraan bisa dipakai di rumah. Maklum yang membutuhkan kan banyak, ada anak saya yang mau latihan karate, ada yang mau ketemu temen2nya dan ada yang mau ngumpulin tugas bisa juga untuk keperluan istri saya.

Akhirnya saya naik motor diantar anak no 3. Dalam perjalanan lancar-lancar saja nggak ada masalah. Saya memang berangkat agak buru-buru karena acara pasti sudah dimulai.  Enamratus meter menjelang sampai lokasi acara terdengar bunyi ban belakang meletus. Pas saya lihat bannya memang sudah harus ganti (jadi bukan karena faktor kelebihan berat, atau jangan-jangan karena ban luar memang harus ganti dan kelebihan berat). Waduh dalam hati berfikir sudah telat di acara ditambah lagi ban kempes dan bingunngnya lagi dompet saya lagi "kering" dan malamnya belum dapet tiket kereta ke Jakarta. Meskipun begitu hati saya kok rasanya "tenang-tenang" saja. Dan untuk menghibur diri saya mencari-cari kata lanjutan dari "untungnya"
  1. Walaupun ban meletus tetapi baik saya mapun anak saya semua selamat tidak jatuh
  2. Untungnya saya yang lagi pakai motornya, coba kalau anak saya yang lagi pakai, dia buru-buru, nggak bawa uang lha terus gimana? 
  3. Untungnya tidak jauh dari lokasi ada bengkel motor yang meskipun hari libur tapi dia buka sehingga sekalian saja ganti ban luar dan ban dalam
  4. Untung saya pernah baca tulisan dari  teman blogger sehingga saya berfikir inilah saatnya terjadi distribusi pendapatan sesuai dengan yang ditentukan oleh Alloh swt. 
Akhirnya saya bisa ikut acara meskipun telat, bisa mendengarkan tausiah dari penulis buku, saksi sejarah, penggerak masyarakat dan bisa silaturakhim dengan teman2 yang sudah lama nggak ketemu

kaos ukuran besar XXXXXL
Ban Kempes
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email

5 komentar