Senin, 17 Mei 2010

Aspek Pajak untuk Piutang Yang Nyata-nyata Tidak Dapat Ditagih

Pemerintah telah menerbitkan aturan terbaru berkaitan dengan piutang yang nyata-nyata tidak dapat ditagih yang dapat dikurangkan dari Penghasilan Bruto berupa  Peraturan Menteri Keuangan nomor : 57/PMK.03/ 2010 tanggal 9 Maret 2010.  Meskipun aturan ini baru, namun secara substansi tidak terlalu berbeda dengan aturan pajak terdahulu yang mengatur tentang Piutang yang tidak dapat ditagih.

Beberapa hal yang perlu mendapat perhatian dalam menerapkan aturan pajak ini antara lain sebagai berikut:
  1. Piutang yang nyata-nyata tidak dapat ditagih adalah piutang yang timbul dari transaksi bisnis yang wajar sesuai dengan bidang usahanya, yang nyata-nyata tidak dapat ditagih meskipun telah dilakukan upaya-upaya penagihan yang maksimal atau terakhir oleh Wajib Pajak.
  2. Piutang yang nyata-nyata tidak dapat ditagih sebagaimana dimaksud dalam butir 1 dapat dibebankan sebagai pengurang penghasilan bruto, sepanjang memenuhi persyaratan:
    a. telah dibebankan sebagai biaya dalam laporan laba rugi komersial;
    b. Wajib Pajak harus menyerahkan daftar piutang yang nyata-nyata tidak dapat ditagih
    tersebut dalam bentuk hard copy dan/atau soft copy kepada Direktorat Jenderal Pajak;
    dan
    c. Piutang yang nyata-nyata tidak dapat ditagih tersebut telah diserahkan perkara penagihannya kepada Pengadilan Negeri atau instansi pemerintah yang menangani piutang negara, atau terdapat perjanjian tertulis mengenai penghapusan piutang/pembebasan utang antara kreditur dan debitur atas piutang yang nyata-nyata tidak dapat ditagih tersebut, atau telah dipublikasikan dalam penerbitan umum atau khusus, atau adanya pengakuan dari debitur bahwa utangnya telah dihapuskan untuk jumlah utang tertentu.
  3. Daftar piutang yang nyata-nyata tidak dapat ditagih dan dokumen/bukti untuk pemenuhan ketentuan dalam butir 2 diserahkan kepada Direktorat Jenderal Pajak dengan cara melampirkannya dalam Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan PPh tahun pajak dihapuskannya piutang yang nyata-nyata tidak dapat ditagih. 
  4. Penerbitan umum atau khusus sebagaimana dimaksud dalam butir 2 huruf c adalah
    penerbitan yang meliputi:
    a. Penerbitan umum adalah pemuatan pengumuman pada penerbitan surat kabar/majalah atau media massa cetak yang lazim lainnya yang berskala nasional; atau
    b. Penerbitan khusus adalah pemuatan pengumuman pada:
    1) penerbitan Himpunan Bank-Bank Milik Negara (HIMBARA)/Perhimpunan Bank-Bank Umum Nasional (PERBANAS)
    2) penerbitan/pengumuman khusus Bank lndonesia; dan/atau
    3) penerbitan yang dikeluarkan oleh asosiasi yang telah terdaftar sebagai Wajib Pajak dan pihak kreditur menjadi anggotanya. 
  5. Apabila di kemudian hari piutang yang nyata-nyata tidak dapat ditagih dilunasi oleh debitur seluruhnya atau sebagian, maka jumlah piutang yang dilunasi tersebut merupakan penghasilan bagi kreditur pada tahun pajak diterimanya pelunasan.  

kaos ukuran besar XXXXXL
Aspek Pajak untuk Piutang Yang Nyata-nyata Tidak Dapat Ditagih
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email

4 komentar