Kamis, 03 Juni 2010

Gaza sedikit terlupakan karena sedang menyambut "Pahlawan"

Hari hari ini kita disuguhkan oleh berita paska penyerbuan tentara para komando Israel laknatulloh ke kapal Mavi Marmara berupa "hebohnya" kepulangan para relawan setelah "dideportasi" oleh Israel laknatulloh. Hampir seluruh TV baik dalam negeri maupun luar negeri semuanya menampilkan penyambutan kepulangan para relawan bak seorang "pahlawan". 

Opini yang dibangun oleh TV dengan menampilkan keluarga relawan dengan menjual "emosi" berupa tangis bahagia karena sebentar lagi mereka akan berkumpul. Sangat manusiawi perasaan keluarga pasti was-was dan sangat kangen dan rindu untuk berkumpul bersama mereka. Sangat manusiawi bagi relawanpun pun demikian. Saya ingin menyampaikan sepertinya ada perpedaan pola fikir antara TV dengan pola fikir para rellawan. Para relawan sejati pasti tidak akan memprioritaskan kepulangan (meskipun pasti kangen keluarga) tetapi lebih memilih untuk melanjutkan misi kemanusiaan ini.  Saya juga melihat ketika keluarga relawan diwawancarai, sepertinya sebagaian besar mereka telah siap dengan resiko yang akan diperoleh oleh relawan, apalagi medan yang ditempuh memang penuh resiko. Tetapi seorang ibu yang diwawancarai justru selalu mendoakan akan keselamatan anaknya, berpesan agar selalu berpegang teguh pada aagama agar nanti meninggal dalam kondisi khusnul khotimah. Saya kagum dengan ibu seperti ini, yang memberikan support kepada anaknya untuk selalu berjuang menolong sadaranya di Gaza dan bukan merengek kapan anaknya segera pulang ke tanah air. Sepertinya antara anak dan keluarganya memang telah siap lahir dan batin untuk berjuang membela saudara kita di Gaza. Saya jadi malu karena mereka telah berjuang sedangkan saya tidur nyenyak, makan enak, boro-boro membantu dana, membantu doa saja sepertinya nggak pernah.

Lantas setelah hiruk pikuk ini, bagaimana kelanjutan nasib warga Palestina yang sekarang kelaparan, pengangguran dan ancaman serbuan tentara Israel?

Yaa Alloh berikanlah kemenangan kepada Saudara kita yang tertindas baik di bumi Palestin.maupun di bumi yang lain. Amiin

kaos ukuran besar XXXXXL
Gaza sedikit terlupakan karena sedang menyambut "Pahlawan"
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email

2 komentar