Rabu, 13 Oktober 2010

PENERIMAAN CPNS BADAN PENGAWASAN KEUANGAN DAN PEMBANGUNAN TAHUN 2010

PENERIMAAN CPNS BADAN PENGAWASAN KEUANGAN DAN PEMBANGUNAN TAHUN 2010

PENGUMUMAN
Nomor : PENG-1590/SU/02/2010
 TENTANG
CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL
PADA BADAN PENGAWASAN KEUANGAN DAN PEMBANGUNAN
TAHUN ANGGARAN 2010



Dalam rangka mengisi formasi pegawai Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan Tahun Anggaran 2010. Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan akan menerima Warga Negara Indonesia untuk mengisi lowongan :

I. FORMASI
No. Bidang/Disiplin Ilmu Kode 
1. Akuntansi (S1 Akuntansi Beregister Akuntan) AK 
2. Hukum (S1) HK 
3. Teknik Informatika/Manajemen Informatika/Teknik Komputer/Teknik Elektro Program Studi  
    Telekomunikasi (D3) TK 
4.Akuntansi (D3) AI
 
2. PERSYARATAN UMUM
1. Warga Negara Indonesia;
2. Tidak pernah dihukum penjara atau kurungan berdasarkan putusan pengadilan yang memiliki kekuatan hukum tetap yang dibuktikan dengan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK);
3. Tidak pernah diberhentikan dengan hormat tidak atas permintaan sendiri atau tidak dengan hormat sebagai Calon Pegawai Negeri Sipil/Pegawai Negeri Sipil/Anggota Tentara Nasional Indonesia/Anggota Kepolisian Negara, atau diberhentikan tidak dengan hormat sebagai pegawai BUMN/BUMD atau Pegawai Swasta;
4. Tidak berkedudukan sebagai Calon Pegawai Negeri Sipil/Pegawai Negeri dan Calon/Anggota Tentara Nasional Indonesia atau Calon/Anggota Kepolisian Negara;
5. Sehat jasmani dan rohani serta tidak mengkonsumsi/menggunakan narkotika, psikotropika dan zat adiktif lainnya yang dibuktikan dengan Surat Keterangan oleh Dokter Rumah Sakit Pemerintah;
6. Menandatangani surat perjanjian wajib kerja;
7. Bersedia ditempatkan di seluruh wilayah Republik Indonesia;
8. Tidak menjadi anggota dan atau pengurus partai politik; dan
9. Diutamakan memiliki sertifikat TOEFL yang masih berlaku per 1 Januari 2011 dengan score minimal 400 untuk lulusan S1 dan minimal 350 untuk lulusan D3.

3. PERSYARATAN KHUSUS
1. Sarjana Akuntansi/Akuntan
1. Pada tanggal 1 Desember 2010 berusia maksimal 30 tahun.
2. Memiliki Ijazah S1 Akuntansi dan memiliki Nomor Register Akuntan.
3. Lulusan Perguruan Tinggi yang terakreditasi A oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT), IPK minimal 2,75 (dua koma tujuh lima)untuk lulusan perguruan tinggi negeri atau 3,00 (tiga koma nol nol) untuk lulusan perguruan tinggi swasta.
2. Sarjana Hukum
1. Pada tanggal 1 Desember 2010 berusia maksimal 28 tahun;
2. Memiliki Ijazah S1 Ilmu Hukum
3. Lulusan Perguruan Tinggi yang terakreditasi A oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT), IPK minimal 2,75 (dua koma tujuh lima)untuk lulusan perguruan tinggi negeri atau 3,00 (tiga koma nol nol) untuk lulusan perguruan tinggi swasta.
3. D3 Teknik Informatika/Manajemen Informatika/Teknik Komputer/Teknik Elektro Program Studi Telekomunikasi
1. Pada tanggal 1 Desember 2010 berusia maksimal 25 tahun;
2. Memiliki Ijazah D3 Teknik Informatika/Manajemen Informatika/Teknik Komputer/Teknik Elektro Program Studi Telekomunikasi.
3. Lulusan Perguruan Tinggi yang terakreditasi A oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT), IPK minimal 2,75 (Dua koma tujuh lima), atau 3,00 (tiga koma nol nol) untuk lulusan perguruan tinggi swasta.
4. D3 Akuntansi
1. Pada tanggal 1 Desember 2010 berusia maksimal 25 tahun;
2. Memiliki Ijazah D3 Akuntansi.
3. Lulusan Perguruan Tinggi yang terakreditasi A oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT), IPK minimal 2,75 (dua koma tujuh lima)untuk lulusan perguruan tinggi negeri atau 3,00 (tiga koma nol nol) untuk lulusan perguruan tinggi swasta.

4. CARA PENDAFTARAN
1 Seleksi Tahap I (Administrasi)
1. Pelamar mengisi formulir dengan cara men-download formulir yang telah disediakan di website BPKP Formulir_Pendaftaran.xls (klik disini untuk download)
2. Pelamar mengirimkan formulir pendaftaran (format Ms. Excel) yang telah diisi ke alamat email: penerimaan.pegawai@bpkp.go.id paling lambat tanggal 14 Oktober 2010 pukul 24.00. WIB dan berkas pendaftaran dikirim ke PO BOX 333 JKP 10000 paling lambat tanggal 19 Oktober 2010 cap pos dan diterima oleh panitia paling lambat tanggal 22 Oktober 2010.
3. Berkas pendaftaran yang harus dilengkapi dan dikirimkan melalui PO BOX 333 JKP 10000 adalah:
1. Surat Lamaran yang ditujukan kepada Kepala BPKP c.q. Kepala Biro Kepegawaian dan Organisasi;
2. Print out formulir pendaftaran yang telah diisi;
3. Surat Pernyataan yang telah ditandatangani di atas kertas bermaterai; (klik disini untuk download)
4. Pas foto terbaru berwarna ukuran 4X6=3 lembar (latar belakang warna merah);
5. Foto copy Kartu Tanda Penduduk (KTP) yang masih berlaku;
6. Foto copy Akte Kelahiran/Surat Kenal Lahir;
7. Foto copy Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) yang masih berlaku;
8. Foto copy Ijazah/STTB atau Surat Keterangan Lulus dan transkrip pendidikan terakhir yang telah dilegalisir oleh pejabat yang berwenang (sesuai formasi yang dipilih);
9. Foto copy Kartu Tanda Pencari Kerja dari Dinas Tenaga Kerja (Kartu Kuning yang masih berlaku minimum sampai dengan 1 Januari 2011);
10. Foto copy Nomor Register Akuntan yang berlaku (khusus pelamar S1 akuntansi);
11. Fotocopy sertifikat TOEFL; dan
12. Semua berkas tersebut di atas [huruf a) sampai dengan huruf k)] dikirim dalam amplop tertutup dengan mencantumkan kode pilihan pada pojok kanan atas amplop.
4. Hasil seleksi administrasi tahap pertama akan diumumkan pada tanggal 27 Oktober 2010 melalui email peserta dan website BPKP.
5. Peserta yang dinyatakan lulus seleksi administrasi akan menerima kartu peserta ujian melalui email peserta yang wajib dicetak dan dibawa pada saat mengikuti seleksi ujian tertulis.
2. Seleksi Tahap II (Ujian Tertulis)
1. Seleksi ujian tertulis akan dilaksanakan pada hari Rabu tanggal 3 November 2010, tempat akan ditentukan kemudian.
2. Materi Ujian Tertulis meliputi :
No. Materi Waktu
1. Test Kemampuan Dasar 09.00 – 11.00

  • Test Kemampuan Umum
30 menit

  • Test Bakat Skolastik
30 menit

  • Test Skala Kematangan
60 menit
2. Test Kemampuan Bakat 11.00 – 12.00

  • Test Akuntansi
60 menit

  • Test Teknologi Informasi
60 menit

  • Test Hukum
60 menit
*) Peserta diharapkan sudah hadir di tempat pelaksanaan ujian tertulis pada pukul 08.00.
3. Pada saat ujian peserta wajib membawa print out kartu ujian yang telah ditempeli pas foto terbaru dan perlengkapan ujian sebagai berikut:
1. Pensil 2B;
2. Penghapus;
3. Peruncing Pensil (Rautan);
4. Papan Alas Menulis; dan
5. Ballpoint Tinta Hitam.
4. Hasil seleksi tertulis akan diumumkan pada tanggal 6 November 2010 melalui email peserta dan website BPKP.

3. Seleksi Tahap III (Wawancara)
1. Seleksi tahap III (wawancara dan tes keahlian) akan dilaksanakan pada tanggal 9 s.d. 12 November 2010 dan tempat akan ditentukan kemudian.
2. Peserta yang dinyatakan lulus seleksi tertulis wajib menunjukkan dokumen asli (termasuk Ijazah Asli bagi yang masih menggunakan Surat Keterangan Lulus saat pengiriman dokumen pendaftaran) sebelum mengikuti seleksi tahap III (wawancara dan tes kahlian), (**Red: contoh soal ujian tes bisa di lihat di www.cpnsonline.com)
3. Dokumen asli dimasukkan dalam map secara rapi sesuai urutan yang tercantum dalam point IV.1.3) di atas ;
4. Warna map yang digunakan untuk setiap formasi adalah sebagai berikut:
1. Merah untuk Akuntan.
2. Hijau untuk S1 Ilmu Hukum.
3. Biru untuk D3 Teknik Informatika/Manajemen Informatika/Teknik Komputer/Teknik Elektro Program Studi Telekomunikasi
4. Kuning untuk D3 Akuntansi.
5. Pelamar yang tidak dapat memenuhi ketentuan sebagaimana yang disebutkan pada poin 1) sampai dengan poin 4) dinyatakan gugur dan tidak diperkenankan mengikuti seleksi tahap III.
6. Hasil seleksi tahap III akan diumumkan pada tanggal 19 November 2010 melalui email peserta dan website BPKP.

5. LAIN-LAIN
1. Pelamar yang dinyatakan lulus dan telah mendaftar ulang akan diangkat menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil pada Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan.
2. Panitia Penerimaan berhak menyatakan seseorang calon tidak diterima menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil walaupun telah lulus ujian apabila kemudian diketahui terdapat persyaratan pada klausul di atas yang ternyata tidak benar.
3. Semua biaya (pengangkutan, pemondokan dan lain-lain) yang dikeluarkan oleh peserta ujian dalam rangka mendaftarkan diri dan mengikuti ujian saringan menjadi tanggungan pelamar.
4. Dalam proses penerimaan calon pegawai, Panitia/BPKP tidak memungut biaya.
5. Peserta telah dinyatakan lulus pada tahap akhir seleksi dan akan diproses untuk pengusulan sebagai CPNS BPKP tetapi mengundurkan diri dan atau mengundurkan diri selama ikatan wajib kerja yang telah diperjanjikan, bersedia membayar ganti rugi sebesar Rp15.000.000,00 (limabelas juta rupiah) untuk disetorkan ke Kas Negara.
6. Surat Lamaran Peserta beserta dokumen pendukungnya yang telah diterima panitia menjadi milik panitia dan tidak dapat diminta kembali.
7. Keputusan panitia penerimaan calon pegawai negeri sipil BPKP bersifat mutlak dan tidak dapat diganggu-gugat.


8 Oktober 2010


Ttd.
Panitia

- Pengumuman lengkap dapat dilihat di BPKP 

Selasa, 05 Oktober 2010

Masinisku Sayang Masinisku Malang

Masinisku Sayang Masinisku Malang


Tulisan ini telah dimuat di milis Alumni STAN. Atas seijin penulisnya tulisan ini bisa dimuat di blog ini. Berikut tulisan lengkapnya:

Masinisku Sayang Masinisku Malang

Penyedap rasa pemberitaan di setiap tabrakan kereta api ialah desakan publik agar Menteri Perhubungan mundur atau meletakkan jabatannya. 

Tapi apa...? 

Harapan itu bagaikan sebuah mimpi di siang bolong. Sebab sepanjang sejarah perkereta apian di tanah air tidak tercatat satupun Menteri Perhubungan yang mundur sebagai bentuk tanggung jawab terhadap kecelakaan tersebut. Tapi alih-alih Menteri Perhubungan yang mundur, yang muncul malah sebuah pernyataan resmi yang standard bahwa kecelakaan ini akibat "human error" atau kalau diterjemahkan secara serampangan artinya "cuman teledor".  Nah yang di anggap teledor itu ialah Masinisnya bukan Menterinya. Bahkan lebih naas lagi sang Masinis langsung dijadikan tersangka oleh pihak berwajib. Sungguh tragis memang nasib Masinis.

Secara teknis apakah memang Masinis itu bisa disalahkan ketika tabrakan terjadi...?

Perlu kita ketahui bahwa Masinis hanya bergantung pada instrumen yang ada karena jalannya sudah dijalurin/diatur. Sama seperti Pilot, Pilot tergantung pada instrumen navigasi dan arahan dari Tower Pengatur. Selain dari itu Pilot adalah buta. Tidak tahu apa-apa lagi di depannya. Kereta api adalah besi yang melaju diatas rel besi, ibaratnya seperti sebuah mainan besar yang dikendalikan oleh koordinasi antar masinis dengan petugas tiap stasiun serta penjaga pintu lintasan.

Lalu apa fungsi terbesar Masinis di dalam kereta?

Yang pertama adalah menjalankan kereta dan yang kedua mengerem kereta. Itulah dua tugas utamanya. Jadi bagaimana mungkin hanya Masinis saja yang disalahkan. Sebab jika Masinis yang selalu dipersalahkan maka, Bullet Train di Jepang, Maglev Train di China, MonoRail di Kuala Lumpur, MRT subway di Singapore, di Thailand, di United States of America di negara-negara Eropa lainnya, di mana sistem rute di sana 10x lebih kompleks, kecepatan kereta api juga 10x lebih cepat, serta frekuensi lalu lalang kereta juga 10x lebih sering. Kalau seandainya terjadi tabrakan bakal 10x lebih parah juga.

Tetapi mengapa jarang sekali atau hampir tidak satu kalipun bullet train saling tabrakan?

Jawabannya ialah bahwa sistem manajemen perkereta apian mereka telah ditata kelolakan dengan baik. Sementara di tanah air sangat buruk. Dari data statistik yang di sajikan website Kementerian Perhubungan (http://perkeretaapian.dephub.go.id/) di mana tersaji jumlah kecelakaan kereta api dalam rentang waktu antara tahun 2004 s.d. 2008 sebanyak 578 kali kecelakaan. Artinya jika dirata-ratakan maka tiap tahun terjadi 115 kali kecelakaan. Jika buruknya manajemen perkerta apian itu adalah sebuah penaykit kronis, maka tak satupun Menteri Perhubungan yang bisa mengobati "penyakit" ini, melainkan mewariskannya secara turun termurun. Bayangkan saja negara orang sudah pakai Magnetic Levitation sementara kita masih pakai gerbong diesel. Negara lain penumpang semuanya berada dalam gerbong kereta, sementara di kita masih banyak yang bertengger di atas gerbong kereta.

Seharusnya jika melihat sumber daya yang kita miliki maka sudah sepantasnya sistem manajemen perkereta apian kita sudah terbenahi dengan baik juga. Terserah mau pakai teknologi apa, jaman ini sudah jaman canggih. Mau pakai GPS untuk tracking antar kereta, mau pakai WIFI, mau pakai satelit, terserah kepada sang penguasa negeri ini. Yang intinya ialah bahwa teknologi yang dipergunakan bisa mengatur kereta agar lebih terjadwal waktunya, lebih teratur, lebih nyaman, dan tentu saja lebih aman.

Tetapi malah issue ini bukanlah yang menjadi concern penguasa. Yang jadi concernnya adalah mengkambing hitamkan Masinis dulu karena dengan begitu masalah dianggap beres. Besok-besok tabrakan lagi, ya tinggal kambing hitamkan lagi si Masinisnya. Besok lagi dan besok besok lagi sampai tujuh Presiden dan tujuh Menteri Perhubungan ke depan, Masinislah yang selalu dipersalahkan. Padahal sang Masinilah yang cukup banyak jasanya di dalam sistem perkerata apian di tanah air. Akan tetapi jika terjadi tabrakan, maka Masinislah yang paling nomor satu diberhentikan dari pekerjaannya lalu dijadikan tersangka.

Apakah ini balas jasa dan perlindungan hukum yang diberikan kepada Masinis kita....?

Jawabannya ialah kembali kepada pribahasa yang lama yang mengatakan:

"Habis Masinis Sepah Dibuang........"


Wassalam:
absar jannatin - 83

Senin, 04 Oktober 2010

Seorang Pegawai DJP menjadi Korban Kecelakaan KA

Seorang Pegawai DJP menjadi Korban Kecelakaan KA

Dalam sebuah rekaman untuk acara internalisasi nilai nilai organisasi DJP ( DJP Maju Pasti) ketika ditanya tentang permasalahan SDM di DJP, Nanang Supriyanto mengatakan masalah mutasi. Alasannya bahwa setiap pegawai mempunyai planning untuk menata keluarganya.

( pendapat penulis: mungkin maksudnya  adalah bahwa pola mutasi saat ini di DJP tidak jelas,  tidak ada kejelasan berapa lama harus pisah keluarga, tidak adanya fasilitas rumah dinas/mess pegawai, tidak ada fasilitas untuk  sekolah anak-anak, tidak ada fasilitas biaya transportasi sehingga pegawai harus rela berpisah dengan keluarganya, harus rela memotong uang tunjangaanya untuk biaya kost dan untuk biaya perjalanan bolak-balik dan seandainya bisa bekerja di dekat home base maka biaya-biaya itu bisa dihemat dan dapat dipakai untuk planning dalam menata kehidupan misalnya biaya sekolah anak, pendidikan, rumah  dll).

Rekaman itu terus terngiang-ngiang dibenak saya karena kebetulan saya ikut menjadi fasilitator di kanwil DJP Jaksel selama 4 angkatan, otomatis minimal 4 kali saya melihat tayangan wawancara itu di kelas.
    
Sayang sekali disaat harapannya belum terwujud, beliau harus menerima takdir dalam perjalanan pulang dari tempatnya bekerja. Almarhum menjadi salah satu korban kecelakaan kereta api di Petarukan, Pemalang Jumat malam. Almarhum bertugas di KPDJP di Jakarta sedangkan keluarganya berada di Semarang karena itulah almarhum menjadi anggota PJKA (pulang jumat kembali ahad , fenomena yang juga dialami oleh beberapa pegawai DJP).   Almarhum meninggalkan seorang istri dan 2 orang putri. Jenasah almarhum telah dimakamkan di tanah kelahirannya di Boyolali.
  
Semoga Alloh swt mengampuni dosa-dosanya dan diberikan tempat yang layak di sisi-Nya. Mudah-mudahan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan. Untuk putrinya semoga bisa meneruskan nilai-nilai kebaikan yang telah dilakukan oleh almarhum. Amiin.
   
Bagaimanakah sosok Almarhum Nanang Supriyanto?
Secara pribadi saya tidak kenal terlalu dalam, hanya kadang habis sholat kadang ngobrol itupun bersifat umum. Lulusan D III STAN dan D IV STAN serta S2 Magister Akuntansi UGM. Dikalangan temen-temennya almarhum dikenal sebagai pegawai DJP yang bersih. Sedang dikalangan teman satu angkatannya almarhum dijuluki dengan profesor Nanang. Hal itu wajar karena saat lulus MAKSI UGM IP-nya 4.  
Temen saya yang ikut ta'ziah mendengar komentar ibu-ibu : bocahe bagus. Sedangkan dilingkungan tempat tinggalnya almarhum dikenal sebagai orang yang baik.
Kesaksian lain tentang beliau bisa dibaca di komentar di bawah ini: