Kamis, 11 November 2010

Penumpang Gelap bikin Kereta Api Eksekutif Semakin Tidak Nyaman


Buat Anda yang rutin naik kereta api pasti anda bisa melihat mana penumpang yang beli karcis dan mana penumpang gelap tanpa beli karcis. Untuk kereta ekonomi maupun bisnis memang agak susah dibedakan karena penjualan karcis bisa melebihi kapasitas tempat duduk. Namun untuk kereta eksekutif sudah ada aturan bahwa penjualan  karcis mengikuti jumlah kursi. Walaupun demikian ketika kondisi sedang ramai kadang penumpang memaksakan untuk naik dengan membayar seharga resmi dan menggunakan karcis suplisi.

Dengan logika di atas mestinya tidak ada lagi penumpang gelap yang dibolehkan di kereta eksekutif. Apalagi kalau melihat aturan yang ada yang ditulis di spanduk disekitar stasiun, bahwa penumpang tanpa karcis dikenai denda 100% harga karcis. Berarti yang bersangkutan mesti membayar 2 kali harga tiket. Kenyataanya bagaimana?

Pengalaman saya jumat minggu kemarin. Saya strart dari Stasiun Gambir menggunakan kereta Bima jurusan Surabaya. Petugas dari stasiun Gambir melakukan sweeping beberapa menit sebelum kereta berangkat. Tapi karena penumpangnya juga sudah berpengalaman, maka dia loncat ke kereta beberapa saat sebelum kereta jalan.

Biasanya karena mereka tidak punya tiket otomatis akan berdiri di bordes dekat toilet. Mereka bergerombol bisa 5 orang atau lebih berdiri sambil ngobrol merokok. Saya kebetulan duduk di gerbong paling belakang dan tempat duduk di depan dekat pintu. Pada saat awal-awal kereta berjalan pasti banyak petugas yang lalu lalang sehingga pintu sering terbuka. Asap rokok langsung sebagian ikut masuk ke gerbong. Mereka sepertinya tidak henti-hentinya merokok baik secara bergantian maupun bersama-sama.

Gangguan berikutnya adalah jika kita mau ke toilet, otomatis disamping bau asap rokok kita juga merasa risih, apalagi kalau sudah malam mereka kan tidur disekitar itu. Jika seorang ibu yang mau ke toilet sementara disitu banyak laki-laki yang tidur di sekitar toilet pasti akan merasa terganggu.

Bagaimana mencegah ini?
Sebenarnya kuncinya ada pada ketegasan PT KA dalam hal ini adalah Kondektur kereta api yang bersangkutan. Jika mereka konsisten untuk menerapkan aturan yang telah ditetapkan dengan melakukan denda sebesar 100% dari tarif resmi, saya yakin penumpang gelap akan kapok. Masalahnya adalah selama ini kan pembayaran dari penumpang gelap itu masuk ke kantong pribadi nggak tahu siapa saja yang ikut kebagian.

Nah jika ini diterapkan maka pemasukan PT KA lebih besar, pelayanan lebih baik dan penumpang resmi tidak dirugikan. Kalau begitu asal PT KA ada kemauan pasti bisa dilakukan.


kaos ukuran besar XXXXXL
Penumpang Gelap bikin Kereta Api Eksekutif Semakin Tidak Nyaman
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email

9 komentar