Senin, 01 November 2010

Soto Kampus (Sotkam)

foto by Nofree-STA 87

Buat Alumni STAN angkatan tahun 80 sampai 90 an istilah soto kampus pasti sangat populer. Soto itu ada sejak jaman kampus STAN masih di Jalan Purnawarman 99, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Saat ini soto itu masih tetap ada meskipun Kampus STAN sudah pindah ke Bintaro Raya. Lokasi bekas kampus STAN tersebut sekarang dipakai oleh BPPK Kemenkeu. Sampai sekarang alumni STAN masih menjuluki sebagai Soto Kampus (Sotkam) meskipun lokasinya sudah bukan untuk kampus lagi.

Soto kampus sebenarnya tidak terlau istimewa. Soto Madura khas kaki lima dengan harga relatif murah. Temen temen alumni STAN banyak yang makan di situ, mungkin makan sambil bernostalgia.
   
Ada sesuatu yang menarik dari fenomena soto kampus. Di lokasi jualan mereka hanya ada tiga pedagang. Satu pedagang Soto, satu pedagang sate (kambing dan ayam) dan satu lagi Es Kelapa dan minuman botol lainnya. Ketiga-tiganya nampaknya orang Madura. Ketiganya nampak kompak dan rukun dan saling bersinergi. Bahkan sudah berlangsung dari tahun 80 an sampai sekarang.  Bukti  lainnya adalah ketika kita membayar ya bisa sekaligus makanan, sate dan minuman. Kita bisa mbayar di tukang soto atau tukang sate, nanti merekalah yang mendistribusikan ke pedagang lain tanpa terlihat membebani.


Hari ini saya telah belajar dari tukang soto. Perbedaan peran diantara bukanlah untuk saling bersaing dan saling menjatuhkan, tapi justru disinergikan untuk menghasilkan sesuatu yang positif. Yang jualan Es Kelapa akan meningkat omsetnya jika banyak pembeli soto/sate. Tukang soto dan tukang sate bisa meningkatkan juga karena bagi konsumen ada variasi dan pilihan menu. Bahkan tidak jarang orang yang makan soto sekalian sate.


Jadi jangan jadikan perbedaan itu sebagai bibit perpecahan ataupun persaingan, tapi jadikanlah perbedaan itu untuk memaksimalkan peran. Selamat berkarya  sahabatku.




kaos ukuran besar XXXXXL
Soto Kampus (Sotkam)
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email

19 komentar