Kamis, 27 Januari 2011

Keterlambatan Kedatangan Kereta Api (2)

Hari Sabtu tanggal 22 Januari 2011 siang sepucuk surat dari PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi VI Yogyakarta diantar oleh Pak Pos. Saya jadi ingat memang saya pernah menulis surat tentang Keterlambatan Kedatangan Kereta Api kepada Kadaop VI Yogyakarta. Surat itu sebagai kepedulian saya selaku pelanggan kereta api. Disamping menulis surat, keluhan yang sama saya tulis di blog ini.  Saya merasa senang sekali dengan respon yang cepat dan positif dari pihak PT KAI Daop VI Yogyakarta. Saya berharap mudah-mudahan pelayanan PT KAI (Persero) akan semakin baik.

Berikut ini saya ringkaskan penjelasan dari Kahumas PT KAI Daop VI Yogyakarta yang tertuang dalam surat No. D.VI./Hms/07/01/KA-2011 tanggal 20 Januari 2011 yang ditandatangi oleh Kahumas Daop VI Bp Eko Budiyanto
  1. Ucapan terima kasih atas kepedulian semoga kedepan dapat meningkatkan layanan kepada pengguna jasa KA.
  2. Terkait dengan keterlambatan KA karena mulai tanggal 12 Nopember 2010 ada kebijakan penurunan kecepatan perjalanan dari Direktur Teknik PT KAI untuk semua lintasan termasuk lintas Selatan Jawa. Kebijakan ini bertujuan untuk meningkatkan keselamatan perjalan KA seiring dengan pembenahan sarana maupun prasarana.
  3. Jika pembenahan sarana dan prasarana dirasa sudah memenuhi standar yang diharapkan jadwal perjalanan KA akan kembali normal bahkan jika mungkin ke depan waktu tempuh perjalanan KA akan lebih singkat.

Kamis, 20 Januari 2011

Atap Bocor Harus Ditutup, Anggaran Bocor (juga) Harus Ditutup

Pernah ngalami atap bocor kan? Hampir semua dari kita mungkin sudah ngalami. Salah satu kesibukan saya kalau lagi libur sabtu ahad ya ngurusi yang beginian. Di pojokan rumah belakang ada yang bocor dan sudah berlangsung cukup lama. Beberapa kali sudah nyuruh tukang tapi penyakit bocor masih tetep ada. Akibatnya ya plafon jadi rusak, kayu juga bisa rusak.

Karena penasaran maka saya nyuruh anak saya no 2 (Abdul Aziz) yang masih kurus untuk naik dan lihat di dalam plafon. Sementara saya jadi mandor, anak saya yang no 1 (Saiful) karena badannya gedhe cukup megangin tangga. Saat itu masih sempet untuk foto dari atas. Inilah sinergi yang dibangun antara bapak dengan anaknya.


Lha ini karena masih kurus harus susah payah naik plafon lewat lobang yang sudah tersedia.



Setelah bersusah payah akhirnya berhasil juga masuk ke dalam plafon.

Inilah hasil fotonya, yang basah itulah yang bocor, walaupun belum ketahuan mana sumber masalahnya 



Keputusan yang diambil adalah: menutup atap di pojokan dengan seng dari ujung atas sampai bawah, bocor hilang tapi resikonya kalau ada angin bisa bermaslah lagi (kalau yang ini yang masang ya tukang jadi nggak ada fotonya).

Mikirin atap bocor jadi teringat tentang kebocoran keuangan negara, baik melalui pemborosan penggunaan anggara, praktek mark up, penggunaan anggaran fiktif, maupun praktek komisi dan suap pada proyek infra struktur maupun pengadaan barang yang berujung pada rendahnya kualitas hasil pekerjaan maupun kualitas barang yang dibeli negara. Kalau kebocoran keuangan negara baik yang kecil apalagi yang besar tidak segera ditangani, maka ujungnya negara ini akan semakin keropos dan rapuh sehingga semakin lama semakin lemah tak berdaya. Jadi jangan sampai kita ikut berpartisipasi dalam membocorkan keuangan negara, biar kita ikut menjaga kekokohan negeri ini.

Senin, 10 Januari 2011

Kenapa Kedatangan Kereta Api Selalu Terlambat?


 kedatangan kereta api di stasiun gambir

Saya tidak punya data keseluruhan kereta,  saya  hanya menulis apa yang saya alami dan saya rasakan. Setelah lebih dari 5 tahun jadi penumpang setia kereta api saya sudah memahami betul tentang keberangkatan, kedatangan, kenaikan tarif, service dan kekhasan masing-masing kereta.
  
Namun akhir-akhir ini saya merasakan (dan dari ngobrol dengan temen-temen senasib mereka merasakan hal yang sama) keterlambatan kedatangan yang menurut saya sangat merugikan. Dulu kereta semacam Taksaka dan Argo Dwipangga dapat dipastikan sampai di Stasiun Gambir  kurang dari jam 5 pagi. Tetapi akhir-akhir ini sampai di Stasiun Jatinegara mendekati jam 7 pagi (contohnya 20-12-2010 dan 10-01-2011 jam 6.30 di Jatinegara). Sampai Stasiun Gambir berarti lebih dari Jam 7 pagi. Berarti jarak tempuh Jogja Jakarta yang normalnya bisa ditempuh kurang dari 9 jam sekarang ditempuh sekitar 10 jam. Belum lagi jika kereta terlambat biasanya menjelang Jakarta pasti sering berhenti. 

Saya biasa melihat "bekah bekuh" nya penumpang mensikapi keterlambatan kedatangan kereta api, atau mungkin dia  mau buru-buru ke tempat kerja di Senin pagi. Mereka kan pasti harus mandi dulu, ganti baju dll, kan nggak mungkin dari stasiun langsung "mbludus" ke tempat kerja.
Kalau keterlambatan kedatangan ini berlarut-larut otomatis kami yang bekerja dan harus masuk jam 7.30 harus mengambil resiko untuk terlambat setiap senin pagi (padahal sudah berangkat dari  jogja jam 9 malam) dengan konsekuensinya (hukuman disiplin, pemotongan tunjangan dll). Sudah membayar tarif tertinggi, masih terlambat lagi. Harus kepada siapakah saya menyampaikan keluh kesah ini?

Kalau alasan keamanan, apakah mesti dengan cara memperlambat jam kedatangan?