Kamis, 20 Januari 2011

Atap Bocor Harus Ditutup, Anggaran Bocor (juga) Harus Ditutup

Pernah ngalami atap bocor kan? Hampir semua dari kita mungkin sudah ngalami. Salah satu kesibukan saya kalau lagi libur sabtu ahad ya ngurusi yang beginian. Di pojokan rumah belakang ada yang bocor dan sudah berlangsung cukup lama. Beberapa kali sudah nyuruh tukang tapi penyakit bocor masih tetep ada. Akibatnya ya plafon jadi rusak, kayu juga bisa rusak.

Karena penasaran maka saya nyuruh anak saya no 2 (Abdul Aziz) yang masih kurus untuk naik dan lihat di dalam plafon. Sementara saya jadi mandor, anak saya yang no 1 (Saiful) karena badannya gedhe cukup megangin tangga. Saat itu masih sempet untuk foto dari atas. Inilah sinergi yang dibangun antara bapak dengan anaknya.


Lha ini karena masih kurus harus susah payah naik plafon lewat lobang yang sudah tersedia.



Setelah bersusah payah akhirnya berhasil juga masuk ke dalam plafon.

Inilah hasil fotonya, yang basah itulah yang bocor, walaupun belum ketahuan mana sumber masalahnya 



Keputusan yang diambil adalah: menutup atap di pojokan dengan seng dari ujung atas sampai bawah, bocor hilang tapi resikonya kalau ada angin bisa bermaslah lagi (kalau yang ini yang masang ya tukang jadi nggak ada fotonya).

Mikirin atap bocor jadi teringat tentang kebocoran keuangan negara, baik melalui pemborosan penggunaan anggara, praktek mark up, penggunaan anggaran fiktif, maupun praktek komisi dan suap pada proyek infra struktur maupun pengadaan barang yang berujung pada rendahnya kualitas hasil pekerjaan maupun kualitas barang yang dibeli negara. Kalau kebocoran keuangan negara baik yang kecil apalagi yang besar tidak segera ditangani, maka ujungnya negara ini akan semakin keropos dan rapuh sehingga semakin lama semakin lemah tak berdaya. Jadi jangan sampai kita ikut berpartisipasi dalam membocorkan keuangan negara, biar kita ikut menjaga kekokohan negeri ini.

kaos ukuran besar XXXXXL
Atap Bocor Harus Ditutup, Anggaran Bocor (juga) Harus Ditutup
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email

5 komentar