Calon Walikota Jogja dari PKS : Zuhrif Hudaya

Monday, September 12, 2011

Rekapitulasi hasil pilkada Jogja (Klik) 

Terus melangkah
Dukungan semakin meluas

Nampakanya langkah pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota Jogja No urut 1 Zuhrif Reza makin tak terbendung. Dukungan masyarakat terus mengalir.Dari waktu ke waktu elektabilitas pasangan ini semakin meningkat. Pasangan ini mempnyai kelebihan yang tidak dimiliki oleh calon lain. Disamping masih muda, berpendidikan juga punya pengalaman yang memadai untuk mengenal Jogja. Mempunyai program yang tidak muluk muluk, realistis dan berorientasi pada rakyat langsung. Kelebihan lain adalah pasangan ini didukung oleh partai yang mempunyai mesin politik yang sangat solid. Kader dan tim suksesnya bekerja tanpa pamrih dan tanpa bayaran. Bahkan mereka membiayai sendiri operasional kegiatannya. Mereka punya keyakinan yang tinggi untuk memenangkan pasangan Zuhrif Reza No.1. 


Kondisi semacam ini akan sangat berdampak positif  pada dunia perpolitikan kita jika pasangan Zuhrif Reza benar benar memegang kursi AB1 dan AB2 karena mereka tidak perlu harus memikirkan HUTANG BUDI kepada para "PEMODAL" yang memberikan dana kampanye.

Zuhrif - Reza No Urut 1

4 Alasan memilih Zuhrif Reza No Urut 1
  1. Lebih berpengalaman (Sebagai Anggota DPRD Kota Jogja sejak 2004,  yaitu sebagai Ketua Komisi Komisi C, Wakil Ketua Komisi B dan Badan Anggaran)
  2. Lebih Merakyat (sebagai pengurus kampung sejak 1998 dan sampai saat ini menjadi Ketua RT,  sejak 2004 aktif memperjuangkan kenaikan anggaran jaminan pendidikan, jaminan kesehatan, program KMS dan memperjuangkan status dan kesejahteraan GTT/PTT)
  3. Lebih Mandiri ( merintis karisr politik dari bawah, tidak ujug-ujug, independen tidak krn tokoh atau orang tuanya,  kreatif dan inovatif dengan ide  mbangun kampung, tidak punya utang budi pada penyandang dana)
  4. Lebih Peduli (menawarkan program nyata 80 M untuk mbangun kampung, 60M untuk pendidikan, 25 M untuk kesehatan)
  5.  
Program Realistis dan tidak muluk muluk

Mbangun Kampung

Apa Mbangun Kampung?
Mbangun kampung adalah ide gagasan untuk mewujudkan kampung-kampung berkembang sesuai potensi yang dimiliki dengan memperhatikan tiga aspek: infrastruktur, perkembangan sosial-budaya, dan ekonomi masyarakat.

Mengapa Mbangun Kampung?
Mbangun kampung berarti melanjutkan yang telah dilakukan oleh walikota Yogya (Herry Zudianto) dalam Mbangun kota. Pak Herry telah sukses menahkodai Yogy7a dan menjadikannya sebagai kota dengan berbagai prestasi. Jalan-jalan terang benderang, taman-tamahn kota, pasar Klithikan, PASTY, taman pintar, Terminal Giwangan dan XT SquaRE sebagai bagian dari wujud mbangun kota.
Wajah kota telah ditata, maka agenda selanjutnya adalah menata wajah perkampungan di Yogyua agar tempat tinggal kita semakin nyaman, sehat, berbudaya dan sejahtera. Dari sana akan tumbuh KAMPUNG CERDAS, KAMPUNG WISATA, KAMPUNG INDUSTRI, KAMPUNG HIJAU.

Bagaiamana Mbangun Kampung?
Mbangun kampung hanya bisa direalisasikan dengan komitmen yang kuat dari walikota periode mendatang. Hal ini dilakukan dengan:
- Menjadikan masyrakat sebagai garda terdepan mbangun kampung
- Menyerap secara utuh dan kritis terhadap semua hasil Musrenbang
- Menggali potensi yang dimiliki oleh tiap-tiap kampung,l dan
- Mengalokasikan anggaran Rp. 80 MIlyar dari APBD untuk realisasinya.

80 Milyar untuk apa?
40% untuk infrastruktur perkampungan:
- jalan-jalan kampung, saluran air hujan/limbah, fasilitas umum, dll
30% untuk sosial budaya:
-PAUD, Yandu Lansia, Yandu Balita, Taman Bacaan Masyarakat, Kesenian kampung, Keagamaan, Pendidikan Ibu, dll
30% untuk pertumbuhan ekonomi perkampungan:
- permodalan industri rumah tangga, peningkatan kualirtas produksi, pemasaran

80 Milyar= Setiap kampung tiap tahun mendapat alokasi 320-400 Juta

FB: Zuhrif Reza

Siap Berlaga di Pilwalkot Yogyakarta

 











Pasangan muda yang diusung PKS Zuhrif Hudaya-Aulia Reza Sabatian, siap berlaga dalam 
Pemilihan Wali Kota Yogyakarta periode 2011-2016, yang akan digelar September 2011. 
Dengan semangat "The Dream Catcher" mereka siap merealisasikan mimpi-mimpi warga Jogjakarta.

Untuk mengenal sosok serta visi-misi Zuhrif Hudaya yang saat ini menjabat sekjen DPW PKS DI Yogyakarta, berikut wawancara Zuhrif Hudaya yang dimuat di koran Seputar Indonesia (SINDO):

Bagaimana anda memaknai Kota Yogyakarta? 

Merujuk pada visi-misi yang telah disepakati oleh legislatif, eksekutif dan komponen masyarakat, Yogyakarta merupakan kota pendidikan berkualitas, kota pariwisata berbudaya dan kota jasa yang ramah lingkungan. Mendasarkan pada hal tersebut, kita senantiasa harus mendukung dan mendorong agar selalu lebih baik dan menjadikan Yogya sebagai kota ideal.

Maksudnya Yogya sebagai kota yang ideal?
 

Idealnya,Yogya tidak lagi dikomparasikan dengan kabupaten atau kota-kota lain di Indonesia. Karena itu sudah tidak pas. Yogya sudah seharusnya memiliki cita-cita yang menggambarkan kekhususan atau kekhasan sebagaimana kota-kota lain di dunia seperti Savannah di negara bagian Georgia, Amerika Serikat, yang mengedepankan nilai-nilai heritage, Penang di Malaysia dan kota-kota lainnya yang menitikberatkan budaya, pendidikan serta nilai kesejarahan. Cita-cita ideal dari Yogyakarta inilah yang harus dimiliki oleh semua komponen yang ada di kota ini.Posisi kepala daerah sangat vital dalam merengkuh, merangkul semua stakeholder untuk meraih cita cita bersama, bukan cita-cita segelintir atau sekelompok orang.

Kepemimpinan seperti apa yang dibutuhkan untuk meraih cita-cita itu? 

Yogya tentu butuh leadership yang mampu menekankan dan mengajak pada nilai-nilai pendidikan berkualitas, nilai budaya adiluhung dan nilai nilai kesejarahan. Semua itu harus dijadikan pondasi yang nantinya jadi pijakan bagi kita untuk melompat. Berikutnya, kepemimpinan kedepan harus bisa menjadi suri tauladan dan motor penggerak. Memimpin Yogyakarta akan lebih mudah dibanding daerah lain karena kultur masyarakatnya sangat mudah sekali diajak ke arah yang lebih baik dengan nilai-nilai budaya, kultur kegotong-royongan dan toleransi.

Anda siap merealisasikan cita-cita itu?
 

Jika itu menjadi amanah, tentu tidak ada alasan bagi saya untuk tidak siap merealisasikan cita-cita itu. Selama ini, saya sudah memiliki pengalaman di pemerintahan selama delapan tahun di legislatif, jadi sedikit banyak sudah tahu dinamika pemerintahan. Legislatif itu kan bagian dari pemerintahan juga. Saya terbiasa mengelola, mendistribusikan dan berdiskusi masalah anggaran. Jika dibanding calon lain, tentu hal itu menjadi nilai lebih saya. Termasuk pengalaman saya dalam berinteraksi dan berkomunikasi dengan beriokrat termasuk wali kota. Apalagi saya pernah jadi pimpinan di Komisi D yang membidangi Kesra (Kesejahteraan Masyarakat), Komisi B bidang ekonomi dan keuangan serta Komisi C bidang infrastruktur. Teman-teman di birokrasi sudah paham, kenal dan mengerti tentang ide gagasan, sikap, tindak-tanduk serta perilaku saya selama ini.

Apa yang mendasari tekad Anda maju di Pilwalkot?
 

Apa yang menjadi keputusan teman teman (PKS) untuk mengusung saya di kepemimpinan Yogyakarta periode berikutnya dilandasi ibadah saja. Sehingga bertemu dengan siapapun, bersilaturahmi dengan para tokoh, saya anggap sebagai hal yang enjoy-enjoy saja. Karena silaturahmi ada nilai pahalanya, saya menyampaikan ide dan gagasan juga ada nilai pahalanya. Terpilih ataupun tidak terpilih itu menjadi hak masyarakat dan sudah menjadi takdir Allah. Saya hanya bisa berusaha.

Apa yang akan ditawarkan kepada masyarakat jika terpilih? 

Saya kira setiap calon akan menyampaikan ke publik bahwa saya akan lebih baik, saya akan teruskan dan menyejahterakan itu pasti. Tidak mungkin calon akan menawarkan untuk menyengsarakan masyarakatnya. Tapi yang perlu dicermati warga Yogya untuk memilih adalah cara mencapai visi tersebut. Kalau saya melihat, problem biaya beban hidup masyarakat kini semakin besar karena terjadi inflasi terus menerus. Kemudian, pendapatan yang diterima stagnan dan konstan. Mereka juga berharap kenyamanan didalam hidup serta lingkungannya. Permasalahan itu, akan menjadi bidikan kami nantinya. Artinya, harus ada pemecahan masalah atas peningkatan pendapatan ataupun pengurangan beban hidup.

Semua itu akan dicarikan solusinya dengan melihat potensi keuangan yang ada di pemerintah. Kami akan mengupayakan agar keuangan daerah dapat terdistribusi secara merata kepada seluruh masyarakat, tidak terpusat pada segelintir atau sekelompok orang. Kemudian masyarakat harus merasa nyaman tinggal di lingkungannya yang rapi dan baik, karena fakta sebagian besar masyarakat Yogya tinggal di perkampungan.

Dari sisi pembangunan fisik apa yang perlu dilakukan? 

Sisi fisik ada dua pendekatan. Pertama adalah perbaikan infrastruktur perkampungan dan berikutnya penambahan bangunan yang sifatnya ungkitan. Untuk pembangunan infrastruktur perkampungan dilakukan melalui anggaran berbasis wilayah. Sedangkan guna mendorong peningkatan pertumbuhan ekonomi akan ada pengalokasian anggaran untuk pembangunan yang sifatnya ungkitan.

Pembangunan melalui program ungkitan ini diperlukan agar pertumbuhan ekonomi dapat dirasakan masyarakat yakni terciptanya lapangan pekerjaan dan peningkatan kesejahteraan.***


Zuhrif-Aulia Masih Bisa Maju
Pencabutan PKPB Tidak Dianggap


JOGJA - Pasangan Zuhrif Hudaya-Aulia Reza Bastian kini bisa sedikit bernafas lega. Pasangan calon (paslon) yang diusung PKS, PKPB, Hanura, Republikan, dan PKDI itu berpeluang besar untuk ditetapkan sebagai calon wali kota dan wakil wali kota. Kepastian tersebut diperoleh setelah surat pencabutan dukungan PKPB kepada mereka dimentahkan oleh KPU Pusat. Melalui faksimili yang diterima KPU DIJ, kemarin (17/6), Ketua KPU Hafiz Anshary menegaskan, pengusungan paslon dari partai politik atau gabungan partai politik tak bisa ditarik.

’’Kesimpulannya sudah jelas, dukungan yang sudah disampaikan sejak awal, tidak diperkenankan untuk ditarik,’’ tandas Ketua Divisi Teknis dan Hukum Sapardiono di Kantor KPU Kota Jogja usai membacakan surat dari KPU perihal pencabutan surat kesepakatan pengajuan paslon, kemarin.
Ketua KPU DIJ Any Rohyati menjelaskan, sesuai surat KPU bernomor 289/KPU/VI/2011, pihaknya mendapat amanah untuk memberikan supervisi perihal pencabutan surat kesepakatan pengajuan paslon. Dalam surat tersebut juga disebutkan, KPU tetap berpedoman pada pasal 7 ayat (3) Peraturan KPU No. 13 Tahun 2010.
Bunyi pasal tersebut adalah, partai politik atau gabungan partai politik yang sudah mengajukan bakal pasangan calon dan sudah menandatangani kesepakatan pengajuan bakal pasangan calon, tidak dibenarkan menarik dukungan. Jika akhirnya salah satu partai politik atau gabungan tetap menarik dukungan terhadap paslon yang bersangkutan, dianggap tetap mendukung.
Ketentuan ini baru bisa berlaku jika ketentuan pasal 15 Peratuan KPU No. 13 Tahun 2010, Pasal 59 UU No. 32 Tahun 2004, dan UU No. 12 Tahun 2004 terpenuhi. Ketentuan tersebut berbunyi, partai politik atau gabungan partai politik dalam mendaftarkan bakal pasangan calon wajib menyerahkan pencalonan yang ditandatangani pimpinan partai politik atau para pimpinan partai politik yang bergabung. Pimpinan tersebut adalah ketua dan sekretaris partai politik.
’’Surat pencalonan dimaksud dilampiri antara lain dengan surat pernyataan kesepakatan partai politik yang bergabung untuk mencalonkan bakal pasangan calon dan surat pernyataan tidak akan menarik pencalonan atas bakal paslon yang dicalonkan,’’ tambah Any mengutip ketentuan dasar pengusungan tersebut.
Khusus untuk syarat ini, DPC PKPB Kota Jogja melalui Ketua DPC PKPB Kota Jogja Aries Krisnawan dan Sekretaris DPD PKPB Jogja Bowo Wijaya telah menandatangani surat kesepakatan mengusung paslon Zuhrif-Aulia. Bersama 13 partai nonparlemen yang tergabung dalam Koalisi Mataram, PKPB juga telah menandatangani kesepakatan mengusung Ahmad Hanafi Rais-Tri Harjun Ismaji (FiTri).
Pada tanggal 31 Mei malam, PKPB mengirimkan surat pencabutan dukungan kepada Zuhrif-Aulia. Surat tersebut diterima KPU dan menjadi salah satu pertimbangan verifikasi.
Saat proses verifikasi ini, pencabutan dukungan kembali terulang. Aries yang menandatangani berita acara dukungan kepada Zuhrif-Aulia pada 7 Juni lalu, mencabutnya selang satu hari kemudian atau 8 Juni.
Sekretaris DPC PKPB Bowo mengakui dukungan mengusung Zuhrif-Aulia hanya secara lisan. Dia menolak menandatangani berita acara verifikasi dari KPU tersebut.
Atas sikap PKPB ini, KPU Kota Jogja memutuskan meminta advokasi kepada KPU Pusat dengan surat bernomor 228/KPU Kota-013.329631/VI/2011 tertanggal 9 Juni 2011. KPU Kota Jogja belum bisa memutuskan soal penarikan dukungan PKPB tersebut.
Sikap KPU yang berhati-hati ini sempat membuat kubu Zuhrif-Aulia memanas. Mereka mencoba berbagai cara untuk bisa segera mendapat kepastian. Bahkan, massa dengan mengatasnamakan Masa Pembela Zuhrif-Aulia sempat mendemo Kantor KPU Kota Jogja Kamis (8/9) lalu.
Koalisi Jalin Jogja (KJJ) selaku pengusung Zuhrif-Aulia juga mengadukan sikap KPU ke Panwaslu Rabu lalu (15/6). KJJ mengadukan sikap KPU yang tak transparan soal hasil verifikasi.
’’Kami menuntut adanya transparansi dalam konteks pengaduan ke Panwaslu. Ini kaitannya dengan hasil verifikasi yang tak memberikan kepastian hukum,’’ ujar Ketua KJJ Ardianto
Ardi, sapaan akrabnya, mengemukakan, dengan ada kejelasan soal nasib Zuhrif-Aulia, pengaduan ke panwaslu tak bakal mereka lanjutkan. ’’Sikap KPU ini telah menjawab kekhawatiran kami. Jadi, kami tak akan lagi memperpanjang hal ini,’’ katanya. (eri)




PKS Yogyakarta Endus Upaya Gagalin Pasangan Zuhri-Aulia


KETUA Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Keadilan Sejahtera (.PKS) Kota Yogyakarta. Ardianto menengarai, ada faktor eksternal yang mencoba menggagalkan pasangan Zuhrif Hudaya-Aulia Reza untuk bisa mengikuti Pemilihan Walikota Yogyakarta.

"Kami memperoleh informasi bahwa Partai Karya Peduli Bangsa (PKPB) mencabut dukungan dan saal melakukan pencabutan, teman-teman dari PKPB didampingi beberapa orang tim sukses calon lain." kata Ardianto, kemarin.

Dikelabui. PKS bersama empat partai politik lainnya, seperti Partai Hati Nm .im Rakyat (Hanura). Partai Kasih Demokrasi lndone-sia (PKDI). PKPB sena Partai Republikan Nusantara telah mendaftarkan pasangan Zuhrif Hudaya-Aulia Reza di KPUD Kota

Yogyakarta dengan total dukungan 31252 suara (153 persen).

Jumlah minimal dukungan yang harus dimiliki partai politik atau gabungan partai politik untuk bisa mengusung pasangan calon adalah 15 persen atau 30.631 suara.

PKPB sendiri memiliki jumlah 1.008 suara (0.49 persen). Apabila PKPB mencabut dukungan, maka pasangan Zuhrif-Rcza hanya akan memperoleh 14,81 persen atau 30244 suara.

Menurut Ardianto, apabila informasi terkait pencabutan dukungan PKPB itu benar, maka dapat dipastikan bahwa hal tersebut bukan murni disebabkan adanya faktor internal di tubuh partai, tetapi faktor eksternal yaitu ada campur (angan pihak lain.

"Tetapi, PKS akan terus mencoba untuk berkomunikasi de-ngan PKPB dan berharap proses pilkada tidak dinodai upayasistematis untuk menggagalkan calon lain," katanya.

Ardianto meyakini, berdasarkan Undang-undang Nomor 13 Tahun 2010 teniang Pedoman Teknis Tala Cara Pencalonan Pemilihan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah tidak mungkin melakukan pencabutan dukungan bila sudah mendaftar. "Kami memegang komitmen yang sudah ditandatangani bersama, ada tertulisnya," katanya.

Namun demikian. Ardianto mengakui pihaknya tidak mengetahui mekanisme internal PKPB imtuk pemberian dukungan. "Tetapi menurut DPD PKPB Kota Yogyakarta, pemberian dukungan cukup diputuskan di tingkat kota/kabupaten." katanya. qar/jpnn http://www.bataviase.co.id/node/697405


Calon Walikota Jogja dari PKS

Yogyakarta (ANTARA) - Kader internal Partai Keadilan Sejahtera Kota Yogyakarta Zuhrif Hudaya resmi diajukan oleh partai tersebut menjadi bakal calon untuk bersaing menduduki kursi pimpinan eksekutif pada pemilihan kepala daerah pada September.
"Kami sudah melakukan survei terhadap empat calon internal partai, dan hasil dari survei tersebut mengerucut pada satu nama yaitu Zuhrif Hudaya," kata Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Yogyakarta Ardianto di Yogyakarta, Selasa.
Sebelumnya, PKS Kota Yogyakarta melakukan survei internal terhadap empat nama yaitu Dwi Budi Utomo, Dr Sukamta, Basuki Abdul Rahman dan Zuhrif Hudaya.
Sesuai dengan target yang diamanahkan melalui musyawarah wilayah, lanjut Ardianto, Zuhrif akan diajukan sebagai bakal calon wakil wali kota pada pemilihan kepala daerah mendatang.
"Namun, tidak menutup kemungkinan untuk bisa tampil sebagai calon wali kota, karena partai lain juga berani mengajukan bakal calon wali kota," kata Ardianto.
Partai Amanat Nasional (PAN) yang memiliki jumlah kursi sama dengan PKS di DPRD Kota Yogyakarta, yakni lima kursi, berani mengajukan calon internalnya sebagai bakal calon wali kota yaitu Hanafi Rais.
"Logikanya seperti itu, jadi tidak tertutup kemungkinan bisa maju sebagai AB 1 A, meskipun awalnya hanya akan diusung untuk AB 2 A," katanya.
Pada pemilihan kepala daerah Kota Yogyakarta, telah muncul tiga nama bakal calon wali kota, yaitu Imam Priyono, Hanafi Rais dan calon petahana Haryadi Suyuti.
"Dari ketiga bakal calon yang sudah muncul, kami masih melihat perkembangan situasinya seperti apa. Maksimal Maret, kami sudah bisa menentukan sikap," kata Ardianto.
Sementara itu, Zuhrif mengatakan, siap menjalankan apapun amanah dari partai dan tidak masalah apabila disandingkan dengan satu dari ketiga nama bakal calon yang sudah muncul di publik.
"Dengan Pak Imam, saya kenal, dengan Mas Haryadi, saya kenal dekat dan sering komunikasi, namun dengan Hanafi, saya belum kenal karena belum pernah bertemu," katanya.
Zuhrif mengatakan, jalinan komunikasi yang paling intens memang dilakukan dengan Haryadi Suyuti yang kini menduduki jabatan sebagai Wakil Wali Kota Yogyakarta.(Abdul)


PROGRAM

  1. Pengurangan Beban Masyarakat
  2. Peningkatan Penghasilan Masyarakat
  3. Perbaikan Infrastruktur Perkampungan 


Visi Misi Kepemimpinan Zuhrif Hudaya :

Bursa Pemilihan Wali Kota (Pilwalkot) Yogyakarta periode 2011-2016 mulai ramai. Sejumlah partai politik mulai mengajukan kader terbaiknya sebagai salah satu kandidat orang nomor satu di Kota Gudeg.
Salah satu nya Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang mengusung Sekretaris Umum DPW, Zuhrif Hudaya sebagai bakal calon wali kota. Siapakah Zuhrif Hudaya dan bagaimana konsep pemikirannya ketika dipercaya memimpin Kota Yogyakarta? Berikut wawancara Seputar Indonesia( SINDO) dengannya.
  
Bagaimana anda memaknai Kota Yogyakarta?
Merujuk pada visi-misi yang telah disepakati oleh legislatif, eksekutif dan komponen masyarakat,Yogyakarta merupakan kota pendidikan berkualitas, kota pariwisata berbudaya dan kota jasa yang ramah lingkungan. Mendasarkan pada hal tersebut, kita senantiasa harus mendukung dan mendorong agar selalu lebih baik dan menjadikan Yogya sebagai kota ideal.
  
Maksudnya Yogya sebagai kota yang ideal?
Idealnya,Yogya tidak lagi dikomparasikan dengan kabupaten atau kota-kota lain di Indonesia. Karena itu sudah tidak pas.Yogya sudah seharusnya memiliki cita-cita yang menggambarkan kekhususan atau kekhasan sebagaimana kota-kota lain di dunia seperti Savannah di negara bagian Georgia, Amerika Serikat, yang mengedepankan nilai-nilai heritage,Penang di Malaysia dan kota-kota lainnya yang menitikberatkan budaya, pendidikan serta nilai kesejarahan. Cita-cita ideal dari Yogyakarta inilah yang harus dimiliki oleh semua komponen yang ada di kota ini.Posisi kepala daerah sangat vital dalam merengkuh, merangkul semua stakeholder untuk meraih cita cita bersama, bukan cita -c i t a segel i nt i r atau sekelompok orang.
 
Kepemimpinan seperti apa yang dibutuhkan untuk meraih cita-cita itu?
Yogya tentu butuh leadership yang mampu menekankan dan mengajak pada nilai-nilai pendidikan berkualitas, nilai budaya adiluhung dan nilai nilai kesejarahan. Semua itu harus dijadikan pondasi yang nantinya jadi pijakan bagi kita untuk melompat. Berikutnya,kepemimpinan kedepan harus bisa menjadi suri tauladan dan motor penggerak. Memimpin Yogyakarta akan lebih mudah dibanding daerah lain karena kultur masyarakatnya sangat mudah sekali diajak ke arah yang lebih baik dengan nilai-nilai budaya, kultur kegotong-royongan dan toleransi.
   
Anda siap merealisasikan cita-cita itu?
Jika itu menjadi amanah, tentu tidak ada alasan bagi saya untuk tidak siap merealisasikan cita-cita itu.Selama ini,saya sudah memiliki pengalaman di pemerintahan selama delapan tahun di legislatif, jadi sedikit banyak sudah tahu dinamika pemerintahan. Legislatif itu kan bagian dari pemerintahan juga. Saya terbiasa mengelola, mendistribusikan dan berdiskusi masalah anggaran.Jika dibanding calon lain, tentu hal itu menjadi nilai lebih saya.Termasuk pengalaman saya dalam berinteraksi dan berkomunikasi dengan beriokrat termasuk wali kota. Apalagi saya pernah jadi pimpinan di Komisi D yang membidangi Kesra (Kesejahteraan Masyarakat),Komisi B bidang ekonomi dan keuangan serta Komisi C bidang infrastruktur. Teman-teman di birokrasi sudah paham, kenal dan mengerti tentang ide gagasan, sikap, tindak-tanduk serta perilaku saya selama ini.
    
Apa yang mendasari tekad Anda maju di Pilwalkot?
Apa yang menjadi keputusan teman teman (PKS) untuk mengusung saya di kepemimpinan Yogyakarta periode berikutnya dilandasi ibadah saja. Sehingga bertemu dengan siapapun, bersilaturahmi dengan para tokoh, saya anggap sebagai hal yang enjoy-enjoy saja. Karena silaturahmi ada nilai pahalanya, saya menyampaikan ide dan gagasan juga ada nilai pahalanya. Terpilih ataupun tidak terpilih itu menjadi hak masyarakat dan sudah menjadi takdir Allah. Saya hanya bisa berusaha.
  
Apa yang akan ditawarkan kepada masyarakat jika terpilih?
Saya kira setiap calon akan menyampaikan ke publik bahwa saya akan lebih baik, saya akan teruskan dan menyejahterakan itu pasti.Tidak mungkin calon akan menawarkan untuk menyengsarakan masyarakatnya. Tapi yang perlu dicermati warga Yogya untuk memilih adalah cara mencapai visi tersebut. Kalau saya melihat, problem biaya beban hidup masyarakat kini semakin besar karena terjadi inflasi terus menerus.Kemudian, pendapatan yang diterima stagnan dan konstan. Mereka juga berharap kenyamanan didalam hidup serta lingkungannya.Permasalahan itu,akan menjadi bidikan kami nantinya.Artinya,harus ada pemecahan masalah atas peningkatan pendapatan ataupun pengurangan beban hidup.
Semua itu akan dicarikan solusinya dengan melihat potensi keuangan yang ada di pemerintah. Kami akan mengupayakan agar keuangan daerah dapat terdistribusi secara merata kepada seluruh masyarakat, tidak terpusat pada segelintir atau sekelompok orang. Kemudian masyarakat harus merasa nyaman tinggal di lingkungannya yang rapi dan baik,karena fakta sebagian besar masyarakat Yogya tinggal di perkampungan.
Dari sisi pembangunan fisik apa yang perlu dilakukan?
Sisi fisik ada dua pendekatan. Pertama adalah perbaikan infrastruktur perkampungan dan berikutnya penambahan bangunan yang sifatnya ungkitan. Untuk pembangunan infrastruktur perkampungan dilakukan melalui anggaran berbasis wilayah. Sedangkan guna mendorong peningkatan pertumbuhan ekonomi akan ada pengalokasian anggaran untuk pembangunan yang sifatnya ungkitan.
Pembangunan melalui program ungkitan ini diperlukan agar pertumbuhan ekonomi dapat dirasakan masyarakat yakni terciptanya lapangan pekerjaan dan peningkatan kesejahteraan.

    PROFILE ZUHRIF HUDAYA

    Data Diri :
    Nama             : H. M. Zuhrif Hudaya,ST
    TTL                 : Boyolali, 12 Agustus 1973
    Alamat           : Jl. Nitikan Gg. Pandu No.1 Sorosutan, Umbulharjo, Yogyakarta
    Istri                  : dr. Kusumastuti
    Profesi           : Dokter
    Anak               : 1. Haira Najma Nurdina (14 Th)
                              2. Natsir Azzam (12 Th)
                              3. Mus’ab Az Zuhrufi (10 Th)
                              4. Adila Rafahiya (8 Th)


    Riwayat Pendidikan :
    • SD Negeri Ketitang, Nogosari, Boyolali
    • MTs Negeri Gondangrejo, Karanganyar
    • MA Negeri Surakarta, Solo
    • ATRO Depkes Semarang
    • Teknik Nuklir UGM Yogyakarta

    Riwayat Pekerjaan :
    • Radiografer RSU PKU Muhammadiyah Yogyakarta (1995-2003)
    • Petugas Proteksi Radiasi RSU PKU Muhammdiyah Yogyakarta(1996-2003)
    • Kepala Instalasi Radiasi RSU PKU Muhammdiyah Yogyakarta (1996-2000)
    • Dosen ATRO Citra Bangsa Yogyakarta (2000-2005)

    Riwayat Kepartaian :

    • Ketua DPC PK Kotagede (1998)
    • Ketua Umum DPD PKS Kota Yogyakarta (2003-2004)
    • Ketua BAPILU DPW PKS DI Yogyakarta (2006-2010)
    • Ketua SC TIM ReECOVERY GEMPA DPW PKS DI Yogyakarta 2006
    • Ketua Frakasi PKS DPRD Kota Yogyakarta (2004-2009)
    • Sekretaris Umum DPW PKS DI Yogyakarta (2010-2015)
    • Sekretaris Panitia Muskernas DPP PKS 2011

    Riwayat Organisasi :
    • Ketua Umum IKP (Serikat Pekerja) RSU PKU Muhammadiyah Yogyakarta (1997-2000)
    • Ketua Umum DPD SP Farkes Di Yogyakarta (2000-2004)
    • Ketua RT 24 RW 07 Dagaran Sorosutan Yogyakarta (2008-2010)

    Keterangan foto : Calon Walikota Jogja dari PKS berfoto dengan peserta Sepeda Santai  seorang Blogger (big sugeng; paling kanan)


    Artikel Terkait :

    9 komentar:

    sayang saya gak bisa milih ni, pak. tapi saya suka kok PKS.. kemaren2 milih ini ni, hihi. tapi entah kenapa 'gaung' PKS beberapa tahun terakhir berkurang, ya? oh iya, pak. saya skg masih numpang sama keluarga dulu di jakarta. saya tinggal di tj.duren, pak. di belakang taman anggrek.. kalo ada acara kopdar. boleh ikut ya, pak. makasih

    Puspita said...

    Sayang sekali saya tidak paham masalah politik.

    waduh, itu nge-fans sama pak ZHnya atau PKSnya? hehe... salam,

    Didi said...

    Ass,
    Selamat malam , bahagia rasanya bisa membaca dan memahami : 4 Alasan memilih Zuhrif Reza dan MBangun Kampung, sangat tepat kiranya progam yang Bapak tawarkan dalam menyongsong tercapainya derajad kesejahteraan masyarakat kodya yogyakarta khususnya terutama kaum menengah kebawah yang selama ini hanya diperhatikan disaat " bila ada hajatan saja " seperti sekarang ini, tapi tidak untuk Bapak ZUHRIF - REZA yang mempunyai komitmen untuk mengangkat derajat masayarakat menengah kabawah khususnya dan masyarakat kodya Yogyakarta umumnya dengan mensejahterakan bidang Ekonomi, Budaya dan politik , masyarakat "Wong Cilik " sebenarnya sangat sederhana permintaanya hanya butuh " KONSISTENSI KOMITMEN " dan dipermudah akses dalam menyampaikan segala kelu kesahnya , mereka butuh pengayon yang benar2 bisa memahami suara hati mereka yang begitu polos yang tak mengerti soal politik, yang mereka inginkan hanyalah sebuah ketentraman dan rasa aman mempunyai seorang walikota yang dianggapnyan sebagai Bapaknya sendiri , hidup mereka selalu was2 terutama mengenai tempat tinggal yang memang rawan untuk digusur , mereka sangat butuk seorang Bapak yang mampu mengayomi dan memberi solosi yang memihak pada "Woang cilik" , mereka butuh KEBENARAN bukan Pembenarahn atas dirinya penguasa dan saya yakin Bapak InsyaALLAH mampu mewujudkan KEBENARAN, semoga ALLAH selalu megabulkan kehendak Bapak ZUHRI dan REZA , amin

    konsultan pajak said...

    moga2 yang jadi walikota jogja,,
    dapat memberikan kesejahteraan lebih baik untuk warga jogjanya,,

    danang said...

    Seandai bapak ke pilih Walikota,, jadi pemimpin seperti Nabi Muhammad SAW eaa,pak!!
    ALLAHu AKBAR,, ALLAHU AKBAR,, siap NYOBLOS ANDA,,, eh, Nanti ndak sakit,,pi ga ap kan ad Dr.Kusumastuti,,, bercanda lho,pak!!!
    Saya siap menambahkan Dua Suara untuk anda,, ( saya dan Istri saya )...

    Anonymous said...

    SAYA YANG DARI KLATEN HANYA IKUT BERDO'A SMOGA ZUHRIF - REZA SELALU BERJALAN DI REL YANG HAQ,DAN BISA MEMENANGKAN PILWAKOT 2011

    Anonymous said...

    Saya udah cukup muak dengan janji2 berupa angka-angka...terlebih masalah alokasi anggaran. Anda bisa bilang 80 M, tapi yang secara realistis sampai ke masyarakat dlm bentuk fasilitas dan pelayanan itu berapa rupiah??

    Anonymous said...

    @didi : kalau salam nggak usah disingkat-singkat! ente mau mendoakan orang apa mau ngumpat?

    Post a Comment