Rabu, 09 Februari 2011

Refleksi Untuk Yang Mengkritik dan Yang Dikritik

Akhir-akhir ini kita sering mendengar berbagai kritikan dari satu pihak kepada pihak lain. Entah itu ber"cover" pengamat, ahli, mahasiswa, LSM ataupun masyarakat lainnya. Kritikan bisa berbentuk tulisan, dialog, demo dan bisa juga dalam bentuk pernyataan yang kemudian dimuat dalam berbagai mass media. Kalau melihat kata-kata dari yang melakukan kritik sepertinya semuanya bertujuan untuk kebaikan bersama. Tapai betulkah seperti itu?

Dalam sebuah milis alumni, saya tertarik dengan tulisan salah satu anggota milis Sampurna Budi Utama, sbb:


Seperti yang umum kita ketahui, apapun yang dilakukan manusia, baik atau buruk, tak lepas dari kritikan. Lazimnya, ada dua alasan yang melatarbelakangi motivasi seseorang untuk melakukan kritik:

1. Bisa jadi karena sang pengkritik peduli kepada yang dikritik, atau
2. Mungkin pula karena sang pengkritik ingin menjatuhkan pihak yang dikritik.

Yang penting, perlu disadari bahwa sang pengkritik tidak selamanya benar meski tidak selamanya pula selalu salah. Nah, kalau sudah seperti ini, Insya Allah kritik bisa dinikmati selezat rasa kripik.

Kemudian pula, kata kritik memiliki dua kemungkinan makna:

1. Menampakkan berbagai sisi positif untuk kita kembangkan, atau
2. Menampakkan berbagai sisi negatif untuk kita hindari atau minimalisir.

Kedua syarat inilah yang menjadi patokan apakah sebuah kritik dapat digolongkan sebagai kritik membangun/konstruktif atau sebaliknya: kritik yang destruktif karena muatannya ingin menjatuhkan.

Dalam kontek ajaran agama, saya sangat sepakat dengan nasehat dari Ibnu Taimiyah, "Sebagian orang selalu terlihat olehmu sebagai pengkritik. Ia melupakan berbagai kebajikan dan kelebihan orang/kelompok lain. Ia hanya mengingat sisi keburukan/kekurangan saja. Orang seperti ini seperti lalat. Ia tinggalkan tempat yang sehat dan tidak sakit, kemudian hinggap pada tempat yang luka dan tidak sehat.... "

Demikian, sekedar refleksi diri, mudah-mudahan bisa menjadi cermin.

kaos ukuran besar XXXXXL
Refleksi Untuk Yang Mengkritik dan Yang Dikritik
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email

2 komentar