Senin, 28 Maret 2011

Antara Cincau dan Cinlok

Penulis : Absar Jannatin*

CINCAU berasal dari tanaman yang bernama latin Cyclea Barbata dan termasuk dalam suku sirawan-sirawanan (Menispermaceae). Daunnya ini banyak mengandung karbohidrat, polifenol, saponin, flavonoida dan lemak. Kalsium, fosfor, vitamin A dan B juga ditemukan dalam daun cincau hijau.

Umumnya CINCAU dijadikan orang sebagai minuman penyegar untuk melepas sengatan dahaga pada kerongkongan dikala cuaca panas menggerayangi tubuh kita. Namun jarang orang yang mengetahui bahwa ternyata cincau itu juga berkhasiat menyembuhkan penyakit tekanan darah tinggi.

Telah dilakukan penelitian kepada beberapa penderita penyakit tekanan darah tinggi yaitu dengan memberikan mereka daun cincau segar sebanyak 5 gram yang digerus dengan 150 cc air matang kemudian diperas. Air perasan itu diminumkan kepada pasien untuk dua kali dalam sehari. Uji coba ini dilakukan kepada pasien tekanan darah tinggi dengan usia di atas 40 tahun. Hasilnya pasien mengalami penurunan tekanan darah secara signifikan. Seorang pasien usia 70 tahun dan tekanan darahnya mencapai 215mm/120mm mengalami penurunan tekanan darah menjadi 160mm/100mm dalam satu bulan setelah mengkonsumsi cincau. Keluhan pusing, sering lelah, dan jalan sempoyongan jadi hilang. Juga berat badan jadi turun.

Di lain sisi orang juga mengenal istilah CINLOK. Cinlok dimaksudkan ialah Cinta Lokasi, cinta yang terjadi di mana dua orang insan sering bertemu. Bisa di tempat kerja, di milis, di jejaring sosial, di tempat wisata, di cafe, di warteg, atau di mana saja tempat di bawah langit ini di jadikan tempat pertemuan. Pertemuan dalam artian tidak hanya secara fisik tapi secara virtual bisa juga terjadi.

Bedanya Cincau dengan Cinlok, kalau Cincau bisa menyembuhkan tekanan darah menjadi normal kembali sebaliknya Cinlok malah "mengganggu" aliran darah dan irama jantung seseorang yang mengalami Cinlok berbeda dari biasanya.  Kalau kita menggunakan stetoskop yang biasa digunakan oleh dokter, maka suara degupnya ialah "dag dig dug serrrrr...".

Makanya disarankan bagi orang yang mengalami Cinlok jangan lupa meminum Cincau secara teratur di waktu pagi, siang, dan petang, agar Cinloknya bisa berjalan dengan lancar, tanpa mengalami degupan, dag dig dug serrr lagi ...



Catatan:
*Tulisan Absar Jannatin ini telah dimuat di sebuah milis, pemuatan di blog ini sudah sepengetahuan dan seijin ybs.
Gambar diambil dari blog infodunia

kaos ukuran besar XXXXXL
Antara Cincau dan Cinlok
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email

4 komentar