Jumat, 29 April 2011

Belajar dari China ( Barang Palsu, Replika dan Inovasi)

Pengantar: Saya tertarik dengan sebuah topik di milis dengan judul seperti di bawah ini. Meskipun saya belum kenal penulisnya tetapi saya berusaha untuk mendapat ijin copas di blog ini. Dan alhamdulillah diijinkan.Tulisan ini sangat  menarik, menggelitik dan  menggugah dari cara pandang saya selama ini.  Ditambah dengan tulisan di Kompas tentunya akan menambah khasanah berfikir kita. Tentunya kita perlu belajar dari China sebagaimana ada ungkapan belajarlah sampai di negeri China. 

 Topik Jum'at: Barang Palsu, Replika dan Inovasi

 ditulis oleh : Oka Widana

Saya tak tulis barang palsu tapi replika. Barang palsu, misalnya Iphone dicontek habis2an kemudian diproduksi ulang dengan sangat mirip dan diberi merek Iphone juga dijual dengan harga murah, itu palsu. Barang replikas, prosesnya sama, tetapi dijual dengan merek lain, menggunakan strategi pemasaran jitu sehingga akhirnya menguasai pasar.

Contoh klasik kesuksesan barang replika adalah dibisnis IT, e.g jenis komputer IBM Compatible awal tahun 80-an. Desktop yang kita kenal sekarang awalnya adalah PC yang dibuat IBM dengan merek IBM. Ditiru rame2 oleh vendor lain, awalnya exactly the same lama kelamaan diberi tambahan feature dari produk aslinya. Tanpa PC IBM Comptabile mungkin, desktop PC tak akan semurah dan secanggih saat ini.

Saya sengaja membedakan antara palsu (fake) dan replika (replica). Barang palsu kesannya adalah hanya jualan barang sebanyak-banyaknya dengan harga semurah-murahnya. Kualitas tidak diperhatikan, apalagi bicara mengenai business sustainability. Sebaliknya replika, seharusnya memasukkan unsur inovasi didalamnya. Seperti cerita saya diawal, feature tambahan.......yang pada akhirnya, bisa jadi barang replika mengalahkan genuine productnya.

Walaupun demikian, even untuk menghasilkan barang palsupun tidak semudah yang dibayangkan. Ada level penguasaan teknologi tertentu yang harus dikuasai. Memang mencontek, adalah cara tercepat untuk bisa memahami dan menguasai suatu teknik produksi atau teknologi. Akan tetapi jika hanya berhenti mencontek, menghasilkan barang palsu, tanpa kemudian beralih menjadi penghasil replika dan kemudian berhasil membuat sustau yang genuine...yang tidak maju-maju. Dalam dunia yang serba HAKI sekarang ini, mencontek adalah perbuatan terlarang. Yang diperbolehkan adalah membeli paten atau license. Contoh Indonesia walau tak banyak, kita membuat replika pesawat terbang (Casa, jaman Nurtanio), senjata serbu SS1 (yang tadinya FnC)....kalo ini kita loncat tidak membuat fake product, tetapi langsung ke replica dan akhirnya genuine (CN 235 dan SS2, sudah akan SS3.

Hanya saja dengan cara “baik dan benar” seperti pada kasus CN235 dan SS2, tentu memakan biaya yang besar. Berapa banyak barang yang harus  kita bayar licensenya untuk menghasilkan barang replika, sebelum kita mampu membuat yang genuine? Barangkali diantara rekan disini akan menjawab, itulah gunanya spesialisasi...kita hanya perlu fokus terhadap suatu atau beberapa jenis industri yang akhirnya benar2 kita akan kuasai dan bisa produksi dengan sangat kompetitif.

Ada dua model, China dan Korsel. China mencontek dan mereplika apa saja, dari mulai mainan anak sampai pesawat tempur. Mereka telah berhasil menguasai teknik produksi yang efisien (ada yang cons disini terutama
soal perlakuan thd buruh dan lingkungan). Anyway, either banyak sekali principal yang mensub kan produksi ke China atau China sendiri mulai produksi barang-barang genuine sendiri. Sedangkan Korsel, mereka hanya
fokus terhadap beberapa jenis produk; electronik, automotive dan mungkin perkapalan. Saat ini mereka adalah salah satu player utama diproduk celular, consumer electronic dan automotive. Apakah mereka juga membuat fake product?...contoh saat ini Apple dan Samsung saling tuntut siapa yang pertama kali menciptakan touch screen...he ehe he...salah satu dari mereka pasti pembuat fake product.

Tadinya saya ingin jump kepada suatu spekulasi, bahwa proses yang tercepat menjadi bangsa industrialis yang inovatif adalah.......mencontek (membuat fake produk), membuat replika, menciptakan genuine product (sumber di journal inovasi, belumlah saya menemukan ini, makanya saya bilang spekulasi). Tak akan punya waktu kita mulai dulu dari awal, seperti yang dilakukan orang-orang barat. Tetapi membuat fake product berarti tidak menghargai HAKI.....China berhasil  dengan cara itu


http://nasional.kompas.com/read/2011/02/02/04073610  

Kreativitas dan Inovasi Jadi Modal Utama


Peristiwa pertunangan keluarga kerajaan Inggris, yakni antara PangeranWilliam dan Kate Middleton, bulan November 2010, menyedot perhatiandunia. Namun, bagi Zhou Mingwang (31), warga kota Yiwu di Provinsi
Zhejiang, berita itu hanyalah berita biasa yang tidak menarik.

Perhatian Zhou Mingwang baru tergugah ketika di layar televisi terlihat cincin pertunangan yang dulu dimiliki ibunda Pangeran William, almarhum Putri Diana. Cincin yang sangat mahal dan indah ini telah membangunkan
intuisi bisnisnya. Ia langsung berpikir untuk membuat replika dari cincin itu. Dengan memakai batu zirkonium sebagai pengganti batu blue sapphire berbentuk oval, dan memakai 14 kristal sebagai pengganti berlian, Zhou memasarkan cincin replikanya dengan harga hanya 3 dollar AS.

Dua hari setelah ia mengunggah gambar cincin replikanya di situs perusahaannya, www.chinamingwang.cn, Zhou menerima pesanan 10.000 cincin  dari seorang importir Inggris. Tidak lama kemudian, belasan importir
juga melakukan pemesanan dengan jumlah yang sama. Mereka tidak hanya dari Inggris, tetapi juga dari Australia.

”Ketika pertama kali saya melihat cincin itu, saya yakin cincin itu akan memutar roda bisnis saya,” kata Zhou dalam wawancaranya dengan harian China Daily, 14 Januari 2011.

Apa yang dilakukan oleh Zhou sebenarnya juga dilakukan pengusaha aksesori lain. Namun, Zhou adalah orang pertama yang memiliki ide membuat replika cincin tersebut. ”Salah satu kunci kesuksesan saya
adalah berpikir cepat. Saya yang menjadi orang pertama sehingga orang lebih percaya kepada saya,” kata Zhou.

Kreatif dan inovatif

Pertumbuhan ekonomi China yang signifikan memang dipercaya sebagai buah dari stabilitas politik yang mantap. Namun, di balik itu, kreativitas dan inovasi yang mendorong roda perekonomian lebih lancar berputar.

Menurut Imron Cotan, Duta Besar Republik Indonesia untuk China, ada empat nilai utama yang ada dalam kebiasaan hidup warga China. ”Mereka memang orang yang kreatif dan inovatif. Tetapi selain itu, mereka juga rajin, hemat, dan mempunyai disiplin yang tinggi. Bangsa kita juga memiliki keempat nilai itu. Tetapi, di China, keempat nilai-nilai ini seperti mendarah daging dan ditemukan dalam diri setiap warga China,
lalu terbawa hingga ke pemerintahan,” kata Imron.

Ia mencontohkan, hampir di semua kota besar di dunia pasti ada china town yang selalu ramai dan sibuk selama 24 jam. Kondisi ini akhirnya diadopsi dunia dan menjadi budaya kerja 24 jam sehari, tujuh hari
seminggu. Mereka rajin bekerja apa saja, yang penting menghasilkan uang.

Uang yang mereka hasilkan itu tidak mereka habiskan seketika. Mereka bisa hidup berhemat agar punya tabungan. Memiliki rumah dan mobil pribadi adalah idaman setiap warga China. Mereka tahu harga kedua barang itu mahal sehingga jika mereka tidak hemat, maka mereka tidak bisa memilikinya. Apalagi bagi kaum pria sekarang, tidak akan berani melamar  seorang gadis idamannya jika tidak memiliki rumah dan mobil. ”Di sini sudah seperti menjadi kewajiban jika mau melamar gadis harus punya rumah dan mobil. Jarang ada cerita suami istri menabung bersama untuk membeli rumah. Sebelum menikah, setidaknya rumah harus sudah ada,” kata Gandhi Priambodho, warga negara Indonesia yang bekerja sebagai broker properti di Beijing.

Berbeda dengan masyarakat Amerika Serikat, masyarakat China tidak pernah berutang. Jika mereka ingin membeli sesuatu, mereka akan membelinya secara kontan. Tidak pernah ada dalam benak mereka akan membelinya secara kredit. Inilah yang membuat kartu kredit baru bisa masuk ke China beberapa tahun terakhir. Jadi, jika berbelanja di China, terutama di kota-kota kecil, kita harus menyiapkan uang tunai karena banyak toko yang tidak menyediakan mesin kartu kredit.

Mereka sudah menentukan apa yang mereka inginkan kelak, lalu mulai menabung. Seperti yang dilakukan Zhang Xin (45), pemilik properti raksasa Soho di Beijing. Zhang Xin yang kini menjadi 10 orang terkaya di
Asia berasal dari keluarga miskin. Perempuan pekerja keras ini telah berhemat sejak berusia 14 tahun agar bisa sekolah ke jenjang yang lebih tinggi. Dia pun bekerja di pabrik pada pagi hari dan sekolah pada malam
hari. Ketika dia berhasil mendapatkan beasiswa untuk sekolah di Sussex, Inggris, uang hasil tabungannya itu pun dipakai untuk biaya perjalanan dan biaya hidup di Inggris.

Hemat

Di tingkat pemerintah, kebiasaan berhemat ini bisa dilihat dari cadangan devisa yang mereka miliki. Sekitar 10 tahun lalu, cadangan devisa yang  mereka miliki hanya 800 miliar dollar AS. Namun, sekarang, cadangan
devisa China mencapai 2,7 triliun dollar AS. Dengan uang sebanyak itu, apa pun bisa mereka beli atau wujudkan.
 
Untuk mendatangkan uang, mereka tidak hanya mengandalkan bekerja pada orang, tetapi terus berusaha membuka pekerjaan baru. Mereka terus berkreasi dan berinovasi. Perdana Menteri China Wen Jinbao mendorong rakyat China untuk berinovasi, membantu negara mengatasi turunnya perekonomian dunia. ”Kami harus membangun masa depan perekonomian China berdasarkan inovasi,” kata Wen.

China memang saat ini menjadi sorotan dunia karena daya kreasi dan inovasi yang mereka kembangkan bukan untuk menciptakan barang baru, tetapi menjiplak karya orang lain. Mereka hanya melakukan perubahan sedikit atau memakai bahan baku yang lain sehingga tidak bisa dituntut sebagai pencuri hak intelektual orang lain.

Namun, Kasim Ghozali, seorang pengusaha Indonesia yang membuka pabrikpengemasan di Foshan, Guangdong, mengatakan, praktik penjiplakan ini tidak hanya dilakukan oleh China. Amerika, Eropa, Jepang, dan negara-negara maju lainnya juga melakukan hal yang sama dalam sejarah mereka. Amerika Serikat dan Eropa melakukan tindakan-tindakan yang bertentangan dengan hak asasi manusia, seperti perbudakan. Jepang dan Korea Selatan juga menjiplak barang-barang asing dan memproduksinya kembali dengan harga murah. ”Tetapi, ketika ekonomi mereka mulai membaik, banyak warganya yang mengenal pendidikan tinggi, mereka mulai sadar tentang menghargai hak orang lain. Saya yakin China pun sedang menuju ke sana,” kata Kasim.

Apa yang dikatakan Kasim agaknya benar. Ketika Presiden Hu Jintao berkunjung ke Amerika Serikat pertengahan Januari lalu, Hu berjanji akan menegakkan hak intelektual dalam barang-barang produksinya. Hal itu  diwujudkan dengan razia-razia yang dilakukan polisi pada toko-toko yang menjual barang palsu di pusat-pusat perbelanjaan di seluruh China. Beberapa toko di pusat perbelanjaan Ya Show di Sanlitun, Beijing, misalnya, terlihat tutup ketika mengetahui akan ada razia polisi. Mereka diketahui menjual barang-barang palsu dari merek-merek terkenal. Karena razia-razia seperti ini mulai banyak dilakukan oleh polisi, para pedagang pun akhirnya perlahan-lahan memilih untuk mengganti merek palsu mereka dengan merek mereka sendiri dengan kualitas yang lebih baik.  Kemampuan ekonomi yang semakin tinggi telah mengubah perilaku konsumen. Mereka memilih mengeluarkan uang untuk barang yang bermutu, bukan yang murah.

China yang semula tidak mengeluarkan banyak modal untuk riset sehingga membuat barang produksinya murah, kini mulai berani mengeluarkan modal untuk itu. Mereka melihat jauh ke depan bahwa riset akan membuat produksi mereka bagus dan lebih menguntungkan di kemudian hari.

China juga berani menginvestasikan 34 miliar dollar AS untuk melakukan riset mendapatkan energi yang terbarukan. Saat ini, 40 persen energi yang tidak terbarukan di dunia dikonsumsi oleh China. China bertekad
25-50 tahun ke depan mereka tidak lagi menggunakan energi yang tidak terbarukan.

Kebijakan ini menunjukkan China sedang berusaha untuk menghapus kesan penjiplak dari diri mereka. Perlahan namun pasti, mereka akan membangun ekonomi mereka berdasarkan kreativitas dan inovasi yang bisa muncul dari berbagai macam peristiwa yang mereka hadapi. (ARN)

Rabu, 27 April 2011

Petinggi Nasdem Masih Malu-malu dengan Partai Nasdem?

Saya sudah menduga sejak awal berdiri, Nasdem yang konon merupakan  ormas, akan menjadi Partai Nasdem. Dugaan itu dilandasi beberapa alasan diantaranya Nasdem berdiri tidak lama setelah kekakalahan Surya Paloh merebut Ketua Umum Golkar melawan Abu Rizal Bakri. Meskipun Nasdem didirikan oleh orang-orang lintas partai dan lintas profesi, namun Nasdem sebagaian besar adalah mantan pengurus ataupun mantan kader Golkar. Kepengurusan Nasdem pun tersebar secara cepat di seluruh Indonesia dengan gaya deklarasi dan pelantikan mirip partai. Walaupun faktanya demikian, pendiri maupun deklarator Nasdem selalu membantah bahwa Nasdem bukanlah Partai Politik tetapi merupakan ormas yang mengusung isu restorasi sebagai jargonnya.

Menanggapi didaftarkannya Partai Nasdem pada Kementerian Hukum dan HAM, pendiri dan pengurus Nasdem masih belum mengakuinya. 

Berikut jawaban mereka:
Ketua Umum Nasional Demokrat Surya Paloh mengakui, "Ada beberapa eksponen, para tokoh yang ada di Nasdem ini mempersiapkan, barang kali lahirnya partai politik. Itu dapat dibenarkan," kata Surya Paloh usai menerima para tokoh yang tergabung dalam Dewan Penyelamat Negara di Kantor Nasdem, Jakarta, Selasa 5 April lalu.

Namun, tambah dia, yang paling penting bukanlah perubahan Nasdem menjadi partai politik. Melainkan keberlangsungan Nasdem sebagai sebuah organisasi. "Itu kan terus berwacana, yang penting ormas ini jalan terus," kata Surya Paloh yang juga bos Media Grup ini. (Sumber: VIVANews)

Lain lagi yang dikatakan Ketua Bidang Organisasi dan Keanggotaan Nasional Demokrat Ferry Mursyidan Baldan, dia  menyatakan organisasi massa yang dipimpinnya tidak sama dengan Partai Nasional Demokrat yang mendaftar verifikasi partai politik peserta Pemilu di Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia.

"Ormas ini tetap ada dan tidak bermetamorfosa jadi partai," kata Ferry saat dihubungi VIVAnews, Senin 25 April 2011. "Saya masih Ketua Bidang Organisasi dan masih meneruskan perjalanan Ormas Nasional Demokrat untuk melantik pengurus kabupaten/ kota dalam waktu ke depan ini."(Sumber: VIVANews)

Sedangkan Sri Sultan Hamengkubuwono X menyatakan tidak tahu-menahu perihal Partai Nasdem. Sultan mengaku, Nasional Demokrat di mana dia jadi Ketua Dewan Pembina sejak awal didesain sebagai organisasi massa, bukan partai.

"Ormas Nasdem ada rapat. Saya tidak pernah tahu membicarakan itu (menjadi partai)," kata Sultan ditemui di Hotal Sahid Jakarta, Rabu 27 April 2011.

Hasil Musyawarah Kerja Nasional Nasdem yang terakhir, kata Sultan, juga memutuskan Nasdem sebagai ormas. "Saya tidak pernah diajak bicara kalau ormas Nasdem jadi parpol," kata mantan Dewan Penasihat Partai Golkar itu.(Sumber: VIVANews)

Rupanya para pendiri dan deklarator Nasdem masih malu-malu untuk mengatakan Partai Nasdem sama dengan Nasdem. Barangkali menurut beliau beliau saat ini bukanlah saat yang tepat untuk mengakuinya, mungkin akan berbeda di tahun 2014  jika Partai Nasdem memperoleh suara hasil pemilu yang signifikan. Apakah mereka masih tidak mau mengakuinya? Wallohu a'lam.

foto : VIVANews

Selasa, 26 April 2011

Laporan Pajak-Pajak Pribadi (LP2P) Pegawai Kementerian Keuangan

Dalam rangka meningkatkan integritas Pejabat/Pegawai di lingkungan Kementerian Keuangan, serta sejalan dengan perkembangan organisasi unit-unit di lingkungan Kementerian Keuangan, telah dilakukan penyesuaian terhadap ketentuan mengenai kewajiban dan tata cara penyampaian Laporan PajakPajak Pribadi (LP2P) bagi Pejabat/Pegawai di lingkungan Kementerian Keuangan. Keputusan tersebut tertuang dalam Keputusan Menteri  Keuangan Nomor: 7 /KMK. 09/2011.

Siapakah yang harus mengisi LP2P?
Dalam KMK di atas bukanlah menggunakan istilah keharusan mengisi LP2P tapi yang diminta kesediaan  untuk mengisi, yaitu:
  • Pejabat struktural;
  • Pejabat fungsional;
  • Pegawai Negeri Sipil yang memiliki pangkat Penata Muda (Golongan III/a)atau lebih tinggi
  • Pejabat/Pegawai lainnya yang tugasnya terkait dengan pelayanan publik
 Ada sedikit perbedaan LP2P yang baru (mulai tahun pajak 2010)
  • Pendekatan yang dipakai adalah menggunakan tahun pajak
  • Diisi setiap tahun paling lambat 30 April
  • Disamping Laporan Pajak 5 tahun terakhir, ada tambahan Formulir berupa Daftar Harta (mirip LHKPN) yang meliputi harta tak bergerak (Tanah dan bangunan), harta kendaraan bermotor,  Uang tunai, tabungan, giro dan setara kas lainnya serta Surat Berharga (obligasi, saham dan surat berharga lainnya)
  • Khusus uang tunai tabungan dan setara kas lainnya diisi sampai kondisi terkhir saat penyusunan LP2P sedangkan harta lainnya adalah kondisi akhir tahun
  • Terdapat Surat Pernyataan bermaterai tentang pengisisan LP2P dan Surat Kuasa bermaterai kepada Menteri Keungan  untuk  meminta informasi SPT Tahunan PPh OP dan rekening bank ke PPATK.
  • Pengeloaan LP2P dilakukan oleh Inspektorat Jenderal. 
Untuk Karyawati Kawin yang harus dilaporkan adalah:
  
- Suami Wajib SPT :
Jumlah penghasilan, PPh terutang dan PPh yang telah dibayar semata-mata sehubungan dengan pekerjaan atau jabatannya; PBB yang terutang dan yang telah dibayar berdasarkan SPPT dan atau SKP.

- Suami tidak wajib SPT PPh :
Jumlah penghasilan, PPh terutang, PPh yang telah dibayar menurut SPT PPh wanita kawin yang bersangkutan; PBB yang terutang dan yang telah dibayar berdasarkan SPPT dan atau SKP.


    Mudah-mudahan dengan kewajiban baru ini Pegawai Kementerian Keuangan semakin dapat dipercaya dan mempunyai integritas yang tidak diragukan lagi. Mudah-mudahan upaya ini dapat ikut mewujudkan good governance khususnya di Kementerian Keuangan. Amiin

    Keterangan Foto
    LP2P dari beberapa Penyidik Pajak Kanwil Jaksel sebelum diserahkan ke Subag Kepegawaian untuk dikirim (foto dibuat oleh Harun Al Rasyid)

    Rabu, 20 April 2011

    Zulkieflimansyah, Ketua PKS Dosen di Harvard

    Zulkieflimansyah, Ketua PKS Dosen di Harvard

    Secara pribadi saya tidak kenal beliau, tetapi saya mengagumi sosok Zulkieflimansyah terutama dengan kematangan dalam berargumen, menyampaikan gagasan dan gaya diplomasi. Jadi sosok seperti ini menjadi salah satu asset bagi PKS. Gaya bicaranya yang sistematis, tidak berapi-api tapi mengena dan tidak menjatuhkan lawan bicaranya. Profil semacam ini sangat cocok mewakili PKS yang dinilai santun dan tidak emosional. Mestinya orang-orang seperti inilah yang sering ditampilkan di media mewakili PKS. Hasil ngobrol dengan temen-temen juga banyak yang sependapat dengan pendapat saya. Karena itulah saya copas tulisan tentang Zulkieflimansyah yang ada di Viva News
     
    Zulkieflimansyah, Ketua PKS Dosen di Harvard

    "Saya cukup sering ke Amerika, saya masih jadi pengajar di Harvard University," katanya
    Zulkieflimansyah (www.zulkieflimansyah.com)
     
    VIVAnews - Sikap Partai Keadilan Sejahtera yang perhatian dengan Palestina sering disalahartikan tak menyukai yang berbau Amerika Serikat. Zulkieflimansyah, salah satu Ketua PKS, menjadi bukti pemahaman itu tak benar.

    Zul yang lahir di Sumbawa Besar, 18 Mei 1972, ini bahkan mengaku pengajar di Universitas Harvard, salah satu perguruan tinggi terkemuka di Amerika Serikat. Doktor Ekonomi Industri jebolan Department of Economics, University of Strathclyde, Glasgow, Inggris ini memang selain aktif berpolitik juga tercatat sebagai salah satu dosen di Universitas Indonesia, tempat dia meraih sarjana ekonomi.

    "PKS itu cukup sering disalahpahami di Amerika," kata Zul kepada VIVAnews, Selasa 19 April 2011 malam. "Saya cukup sering ke Amerika, saya masih jadi pengajar di Harvard University," katanya.

    "Menurut saya, sama-sama saling memanfaatkanlah, saling menuai manfaat. Jadi PKS itu bisa mengenal lebih banyak orang di luar kita, harus diakui Amerika maju sekali. Kalau teman-teman Amerika juga tidak melulu memandang PKS kaum konservatif, tapi memahami PKS manusia biasa terdiri berbagai latar belakang pemikiran," kata Zul yang pernah mencalonkan diri jadi Wakil Gubernur Banten itu.

    Namun Zul memang memahami, banyak teman-teman separtainya masih apriori dengan Amerika Serikat atau yang berbau 'Barat'. "Sedikit-sedikit ini rekayasa Israel, rekayasa Yahudi, ini stereotiping seperti itu nggak benar," kata Zul.

    Cara pandang ini, menurut Zul,  untuk mengubahnya pelan-pelan, mungkin dengan kerja sama, saling berinteraksi itu akan menemukan kesepahaman bahwa  tidak boleh mengklaim diri paling suci, paling benar. "Anasir kebaikan itu ada di mana-mana, PKS tidak boleh menjadikan dirinya centre of the world," kata Zul yang pernah menjadi Ketua Senat Mahasiswa Universitas Indonesia itu.

    Dan Zul mengaku, kini kerap berperan sebagai jembatan antara PKS dengan dunia 'Barat' seperti dengan pihak Amerika Serikat. "Radikalisme itu tidak bisa menyelesaikan masalah, justru tidak mendapat tempat," kata Zul yang mengenyam sekolah menengah atas di Australia selama setahun itu. (sj)

    Kamis, 14 April 2011

    Mafia Hukum Suburkan 'Pelacuran' Akademisi

    Mafia hukum bisa dilakukan oleh para sarjana, akademisi dan cerdik pandai. Para ahli hukum malah menjadi biang keladinya. Buktinya, saksi ahli dalam perkara hukum sering menjadi ‘pelacur’ intelektual.
        

    Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Busyro Muqoddas menduga adanya praktik mafia hukum dalam pemberian kesaksian ahli dalam proses persidangan. Saksi Ahli bahkan kadang dijadikan pelacuran intelektual. Busyro menilai, pemberian saksi ahli kerap diperdagangkan oleh oknum-oknum akademisi, demi meraup pundi uang.
        
    Sinyalemen Busyro itu menguatkan fakta adanya ‘pelacuran’ dalam dunia akademis, yang seolah tidak menempati posisi tindakan kriminal. Sementara terhadap pelacur jalanan, berbagai ungkapan miring dilayangkan.
          
    Inilah hebatnya ‘pelacur’ yang memiliki gelar akademis. Ia bisa saja membenarkan perlakuannya dengan alasan yang masuk akal melalui penipuan terhadap orang-orang yang diidentikkan dengan kebodohan. Kejahatan dalam dunia akademis dan pendidikan dapat dikatakan sebagai biang segala kejahatan. Karena pada dasarnya pendidikan akan membentuk watak seseorang menuju arah lebih baik. Lalu bagaimana halnya moralitas seorang akademisi jika pada masa tranformasi menuju arah lebih baik justru melakukan tindak kejahatan akademis?
         
    Secara umum, tujuan akademis dan pendidikan adalah untuk mencapai keseimbangan pertumbuhan dan kepribadian manusia secara menyeluruh. Melalui persiapan jiwa dan intelektualitas disertai penghayatan dan aplikasi secara lahir maupun batin. Lalu tujuan tersebut mengalami distorsi. Kebanyakan model pendidikan yang sedang berlangsung saat ini berbentuk temporary (terbatas) dan mengejar gelar akademis.
        
    "Ada ahli yang bersaksi sebagai saksi ahli dan diberikan uang untuk kesaksiannya dengan harga Rp500 juta atau Rp250 juta," kata Busyro Muqoddas dalam Lokakarya Manajemen Korupsi Terpadu I di JCLEC, Semarang, Jawa Tengah, Senin (11/4/2011). Hal tersebut adalah jelas tindakan yang memalukan dunia akademisi. "Ini ‘pelacuran’ intelektual," ketusnya.
        
    Sayang bahwa akademisi pelaku kejahatan mafia hukum dengan modus saksi ahli tidak dapat dipidana. Karena itu, seharusnya kampusnya sendiri yang memberi sanksi meski tidak ada unsur korupsi, melainkan tidak memiliki komitmen intelektual.
         
    Pelacuran akademis di bidang hukum sekalipun, jelas identik dengan menjual diri. Seperti kehidupan masyarakat modern yang berkasta, ‘pelacuran’ pun punya kelas tersendiri. ‘Pelacuran’ akademisi bisa digambarkan dengan penggadaian kemulian dan kehormatan demi fulus dan harta, walaupun sebagian akademisi ada yang melakukannya sebagai kesenangan semata. 
       
    SUMBER : Inilah.com

    Rabu, 13 April 2011

    Masalah dalam kehidupan (pahit getir kehidupan)

    Masalah dalam kehidupan (pahit getir kehidupan)

    Tulisan ini hanyalah copas dan repost dari ebook ttg motivasi, sayangnya tidak dicantumin siapa pengarangnya. Seandainya Anda adalah pengarang cerita ini saya ijin copas dan sekaligus ucapan terima kasih, semoga tulisan ini menjadi amal saleh buat penulisnya. Amiin.


    Seorang guru sufi mendatangi seorang muridnya ketika wajahnya belakangan ini selalu tampak murung. "Kenapa kau selalu murung, nak? Bukankah banyak hal yang indah di dunia ini? Ke mana perginya wajah bersyukurmu? " sang Guru bertanya. "Guru, belakangan ini hidup saya penuh masalah. Sulit bagi saya untuk tersenyum. Masalah datang seperti tak ada habis-habisnya, " jawab sang murid muda. Sang Guru terkekeh. "Nak, ambil segelas air dan dua genggam garam. Bawalah kemari. Biar kuperbaiki suasana hatimu itu. "Si murid pun beranjak pelan tanpa semangat. Ia laksanakan permintaan gurunya itu, lalu kembali lagi membawa gelas dan garam sebagaimana yang diminta. "Coba ambil segenggam garam, dan masukkan ke segelas air itu," kata Sang Guru. "Setelah itu coba kau minum airnya sedikit." Si murid pun melakukannya.


    Wajahnya kini meringis karena meminum air asin. "Bagaimana rasanya?" tanya Sang Guru. "Asin, dan perutku jadi mual," jawab si murid dengan wajah yang masih meringis. Sang Guru terkekeh-kekeh melihat wajah muridnya yang meringis keasinan.


    "Sekarang kau ikut aku" Sang Guru membawa muridnya ke danau di dekat tempat mereka. "Ambil garam yang tersisa, dan tebarkan ke danau." Si murid menebarkan segenggam garam yang tersisa ke danau, tanpa bicara. Rasa asin di mulutnya belum hilang. Ia ingin meludahkan rasa asin dari mulutnya, tapi tak dilakukannya. Rasanya tak sopan meludah di hadapan mursyid, begitu pikirnya.

    "Sekarang, coba kau minum air danau itu," kata Sang Guru sambil mencari batu yang cukup datar untuk didudukinya, tepat di pinggir danau. Si murid menangkupkan kedua tangannya, mengambil air danau, dan membawanya ke mulutnya lalu meneguknya. Ketika air danau yang dingin dan segar mengalir di tenggorokannya, Sang Guru bertanya kepadanya, "Bagaimana rasanya?" "Segar, segar sekali," kata si murid sambil mengelap bibirnya dengan punggung tangannya. Tentu saja, danau ini berasal dari aliran sumber air di atas sana. Dan airnya mengalir menjadi sungai kecil di bawah. Dan sudah pasti, air danau ini juga menghilangkan rasa asin yang tersisa di mulutnya. "Terasakah rasa garam yang kau tebarkan tadi?" "Tidak sama sekali," kata si murid sambil mengambil air dan meminumnya lagi. Sang Guru hanya tersenyum memperhatikannya, membiarkan muridnya itu meminum air danau sampai puas.


    "Nak," kata Sang Guru setelah muridnya selesai minum  "Segala masalah dalam hidup itu seperti segenggam garam. Tidak kurang, tidak lebih. Hanya segenggam garam. Banyaknya masalah dan penderitaan yang harus kau alami sepanjang kehidupanmu itu sudah dikadar oleh Allah, sesuai untuk dirimu. Jumlahnya tetap, segitu-segitu saja, tidak berkurang dan tidak bertambah. Setiap manusia yang lahir ke dunia ini pun demikian. Tidak ada satu pun manusia, walaupun dia seorang Nabi, yang bebas dari penderitaan dan masalah." Si murid terdiam, mendengarkan. "Tapi Nak, rasa `asin' dari penderitaan yang dialami itu sangat tergantung dari besarnya 'qalbu'(hati) yang menampungnya. Jadi Nak, supaya tidak merasa menderita, berhentilah jadi gelas. Jadikan qalbu dalam dadamu itu jadi sebesar danau."

    Selasa, 12 April 2011

    Mensikapi Kasus Arifinto Anggota DPR FPKS

    Mensikapi Kasus Arifinto Anggota DPR FPKS

    Saya sedih mengikuti kasus ini, tapi saya terus terang bangga dan salut untuk jiwa ksatria dari Arifinto Anggota DPR FPKS dengan mengundurkan diri menjadi Anggota DPR. Meskipun bagi orang atau partai lain ini merupkan keslahan kecil. Bahkan menurut komentar Permadi yang mantan anggota DPR, bahwa hampir semua anggota DPR punya gambar-gambar seperti itu. Kalau istilahnya dia, ya Arifinto hanya "apes" saja. Kalau lihat komentarnya Direktur Lingkar Madani, Ray Rangkuti di beberapa stasiun TV, sebenarnya banyak kesalahan-kesalahan yang dilakukan oleh banyak anggota DPR yang jauh lebih parah tetapi mereka tidak mau mundur. Misalnya sudah jelas-jelas menjadi tersangka kasus korupsi. Sementara yang dilakukan Arifinto justru dengan ksatrianya dia mundur. 
            
    Nasi sudah menjadi bubur, yang bersangkutan sudah meminta maaf, sudah mengundurkan diri, dan akan melakukan perbaikan. Kurang apa lagi?  Tetapi saya melihat meskipun sudah melakukan hal-hal itu opini entah itu TV entah itu media on line maupun media cetak masih saja menyalahkan dan menuntut yang lebih dari itu. Dengan judul yang sangat bombastis. Menurut saya, kita melihat bahwa dari sisi etika memang melanggar, dari sisi kemanusiaan dia adalah manusia biasa yang tidak luput dari kesalahan dan dia telah menyadari kekeliruannya. Gimana pendapat teman blogger?
    -----0O0---- 

    Mafia Wartawan (studi kasus Arifinto)

    Posted on 15 April 2011 , 10:18 am by Admin  
    Gambar http://kaskusus.info/mafia-wartawan-studi-kasus-arifinto/

    Saya mencoba membuat skenario, mungkin saja salah 100%, atau benar 100%, atau sebagian dari skenario ini ada yang benar. Skenario ini berjudul Mafia Wartawan.
    Terkait kasus Arifinto Ada beberapa yang janggal, Berikut ini point-poin utama :
    1. Meta data itu tidak bisa dipercaya
    2. 60 frames itu bisa ambigu

    3. kemungkianan email palsu dan manipulasi link

    4. gambar beresolusi rendah juga tidak bisa dipercaya
    1. Meta data itu tidak bisa dipercaya
    Meta data dari suatu file adalah informasi tambahan yang berupa plain text yang tersembunyi dan tersimpan di dalam file. Meta data itu bisa diubah. Baik itu metadata basic (Date Modified, Date Created, Width, Height) maupun meta data spesific (Camera Model, Shutter Speed). Anda bisa menggunakan PHP untuk merubah metadata (1). Jadi jika Roy Suryo mengatakan bahwa metadata adalah fakta (2), maka saya berani mengatakan kepada Roy Suryo : “Anda keliru, Bung”.
    (1) http://www.ozhiker.com/electronics/pjmt/index.html
    (2) http://news.okezone.com/read/2011/04…ka-video-porno

    2. 60 frames itu bisa ambigu
    Terkait pernyataan wartawan yang mengatakan “Saya punya 60 frame yang sudah saya kirim ke kantor,”(3). Disini ada kejanggalan. Apa benar 60 frame tersebut diambil selama kurun waktu 2,5 menit seperti yang tercantum pada metadata. Padahal metadata tersebut bisa jadi dipalsukan. Maka ada kemungkinan 60 frame tersebut adalah “burst mode” (4). Sekali jepret dapat 15 frame. Atau akal-akalan yang paling mudah adalah dengan mengambil video dengan 15 fps (frame per second)(5), maka selama 4 detik saja bisa dapat 60 frame. Disini Kepolisian perlu sekali untuk memeriksa 60 frame pic tersebut. Karena kemungkinan itu akal-akalan saja.
    (3) http://www.detiknews..com/read/2011/…on-video-porno
    (4) http://en.wikipedia.org/wiki/Burst_m…photography%29
    (5) http://en.wikipedia.org/wiki/Frame_rate
    3. Kemungkianan email palsu dan manipulasi link
    Kemungkianan terjadi email palsu ini berawal dari pernyataan Arifinto bahwa ia tidak sengaja melihat situs asusila hanya karena membuka link (6). Jadi ini bisa saja ada oknum yang sengaja mengirim email kepada arifinto dengan email palsu (7) saat beliau rapat Paripurna. Lalu email tersebut berisi Sender dan Subject yang Penting dan urgent (8) lalu ada link yang mengharuskannya untuk mengklik. Link ini bisa saja dimanipulasi melalui bit.ly atau tiny*url.com
    (6) http://nasional.kompas.com/read/2011…anya.Buka.Link
    (7) Teknis Mengirim Email palsu dapat dibaca pada buku karangan S’to berjudul Seni Teknik Hacking 1 penerbit Jasakom
    (8) http://news.okezone.com/read/2011/04…ari-sesama-pks
    4. Gambar beresolusi rendah juga tidak bisa dipercaya
    Perhatikan gambar yang beredar di dunia maya tentang Arifinto yang sedang melihat ipad. Sangat-sangat mungkin gambar tersebut telah dimanipulasi dengan software pengolah gambar. Atau bahkan malah gambar tersebut memang ada yang dipalsukan (9)(10). Gambar yang beresolusi tinggi mudah ketahuan jika photoshopped. Cara agar tidak mudah diketahui sebuah gambar telah photoshopped, maka dengan mengecilkan resolusinya.
    (9) http://bit.ly/fotomenyesatkan
    (10) http://nasional.inilah.com/read/deta…-wajah-tifatul




    Dari keempat point diatas, saya coba menyimpulkan sebuah skenario berjudul Mafia Wartawan.
    Mafia Wartawan
    Sekumpulan oknum ingin membuat heboh perpolitikan nasional. Tujuannya bisa bermacam-macam, mulai dari pengalihan issue Wikileaks yg membocorkan Korupsi SBY, sampai mengotori citra partai tertentu. Misi pun dijalankan. Seorang wartawan ditugaskan ke balkon atas DPR, dia ditugaskan mengarahkan kamera ke anggota DPR yang sedang sendiri dan pastinya membawa ipad. Wartawan lainnya segera mencari link situs asusila yang disain webnya berupa tampilan gallery (seperti tampilannya Folder dalam View Thumbnail). Setelah ketemu link situs asusila tersebut, lalu disamarkan nama domain yang vulgar tadi dengan bit.ly agar tampak “safe” dibaca. Link tersebut pun dikirim melalu email palsu dengan mengubah “Sender” menjadi president@pks.com, dan “Subject” berupa “Urgent dibaca: Tanggapan fraksi terkait aksi walk out”.
    Wartawan yang diatas balkon segera melakukan burst untuk mengambil sebanyak2nya gambar sampai 60an pic saat anggota dewan tersebut sedang melihat ipad. Anggota dewan tersebut tidak akan mengelak jika ditanya apakah ia melihat gambar asusila di ipad karena di dalam email tersebut memang terdapat link yang mengarah kesana.

    Wartawan yang telah mendapat burst pic tersebut memilah-milah gambar dan sebagian dimanipulasi dengan software agar semakin meyakinkan. dan kemudian berita pun dimuat di situs berita online.
    Tifatul: Perbuatan Arifinto Bukan Dosa Besar
    Detik: Ulah iseng Arifinto menonton pornografi dalam rapat paripurna DPR, sudah pasti mempengaruhi citra PKS. Namun perbuatannya tersebut tidak tergolong salah satu dosa besar dan sudah pula ditebus dengan mengundurkan diri sebagai anggota DPR.

    Demikian papar mantan Presiden PKS, Tifatul Sembiring, mengenai kontroversi ulah Arifinto. Tifatul dicegat wartawan di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (11/4/2011), sebelum mengikuti rapat kabinet dalam kapasitasnya selaku Menkominfo.

    "Ya tentu itu akan berpengaruh (terhadap citra PKS). Tapi dengan pengunduran diri, itu sudah bentuk pertanggungjawaban beliau sebagai pejabat publik," ujar Tifatul.

    Politisi senior PKS ini mengingatkan masyarakat untuk tidak menghakimi Arifinto. Di dalam ajaran Islam yang digolongkan sebagai dosa besar adalah berbuat musyrik, durhaka kepada orang tua, membunuh, berzina dan sumpah palsu.

    Sedangkan yang diperbuat Arifinto hanya membuka tautan yang diterimanya melalui surat elektronik dan ternyata berisi materi pornografi. Namun jelas bahwa Arifinto tidak membuat video mesum dan tidak pula melakukan penipuan.

    "Ini bukan dosa besar. Jangan cepat mengadili orang, yang proporsional. Dia (Arifinto) dikirim link lalu membuka, itu masalahnya. Dia tidak menipu orang lain. Yang main iPad atau tidur dalam rapat juga ada," ujar dia.

    Di dalam kapasitasnya selaku Menkominfo, Tifatul membantah peraturan soal materi pornografi yang Kementerian Komunikasi dan Informasi buat telah 'memakan' teman sendiri. Sebab peraturan diberlakukan kepada siapa saja dan bukan bertujuan untuk menjebak seseorang.

    "Saya menjalankan amanah UU ITE dan Anti Pornografi. Ini pelajaran buat semuanya, bahwa yang remeh temeh sebetulnya tidak substantif dan tidak ada kepentingannya untuk rakyat," wanti Tifatul.

    Senin, 04 April 2011

    Zakat sebagai Pengurang Penghasilan Bruto

    Zakat sebagai Pengurang Penghasilan Bruto

    Zakat (bagi Muslim) atau sumbangan keagamaan yang diwajibkan (bagi non muslim) yang dapat dikurangkan sebagai pengurang penghasilan bruto dalam menghitung pajak meliputi:
    1. Zakat yang dibayarkan oleh WP OP pemeluk agama Islam dan atau oleh WP Badan DN yang dimiliki oleh pemeluk agama Islam kepada Amil Zakat (Badan Amil Zakat, Lembaga Amil Zakat) yang dibentuk atau disahkan oleh Pemerintah
    2. Sumbangan keagamaan yang sifatnya wajib bagi WP OP pemeluk agama selain Islam dan atau oleh WP Badan DN yang dimiliki oleh pemeluk agama selain Islam, yang diakui di Indonesia yang dibayarkan kepada lembaga keagamaan yang dibentuk atau disahkan Pemerintah
    Bukti pembayaran tersebut harus dilampirkan dalam SPT Tahunan PPh. Bukti tersebut dapat berupa bukti pembayaran langsung, melalui Transfer rekening atau melalui ATM  harus memuat :
    • Nama lengkap Wajib Pajak dan NPWP penyetor
    • Jumlah Pembayaran
    • Tanggal Pembayaran
    • Nama Badan Amil Zakat, Leambaga Amil Zakat atau lembaga keagamaan yang dibentuk atau disahkan oleh pemerintah
    • Tanda tangan petugas Badan Amil Zakat, Leambaga Amil Zakat atau lembaga keagamaan yang dibentuk atau disahkan oleh pemerintah di bukti pembayaran apabila pembayaran secara langsung 
    • Validasi petugas bank pada bukti pembayaran apabila melalui transfer rekening bank
    Ketentuan yang mengatur akan hal ini tertuang dalam Peraturan Direktur Jenderal Pajak No.6/PJ/2011 tanggal 21 Maret 2011  tentang Pelaksanaan Pembayaran dan Pembuatan Bukti Pembayaran Atas Zakat atau Sumbangan Keagamaan yang sifatnya wajib yang dpat dikurangkan dari Penghasilan Bruto.

    Di bawah ini link beberapa LAZ :
    Basnas; PKPU, Rumah Zakat; Dompet Duafa, Mer C

    Kenapa kita susah mebayar zakat?