Rabu, 27 April 2011

Petinggi Nasdem Masih Malu-malu dengan Partai Nasdem?

Saya sudah menduga sejak awal berdiri, Nasdem yang konon merupakan  ormas, akan menjadi Partai Nasdem. Dugaan itu dilandasi beberapa alasan diantaranya Nasdem berdiri tidak lama setelah kekakalahan Surya Paloh merebut Ketua Umum Golkar melawan Abu Rizal Bakri. Meskipun Nasdem didirikan oleh orang-orang lintas partai dan lintas profesi, namun Nasdem sebagaian besar adalah mantan pengurus ataupun mantan kader Golkar. Kepengurusan Nasdem pun tersebar secara cepat di seluruh Indonesia dengan gaya deklarasi dan pelantikan mirip partai. Walaupun faktanya demikian, pendiri maupun deklarator Nasdem selalu membantah bahwa Nasdem bukanlah Partai Politik tetapi merupakan ormas yang mengusung isu restorasi sebagai jargonnya.

Menanggapi didaftarkannya Partai Nasdem pada Kementerian Hukum dan HAM, pendiri dan pengurus Nasdem masih belum mengakuinya. 

Berikut jawaban mereka:
Ketua Umum Nasional Demokrat Surya Paloh mengakui, "Ada beberapa eksponen, para tokoh yang ada di Nasdem ini mempersiapkan, barang kali lahirnya partai politik. Itu dapat dibenarkan," kata Surya Paloh usai menerima para tokoh yang tergabung dalam Dewan Penyelamat Negara di Kantor Nasdem, Jakarta, Selasa 5 April lalu.

Namun, tambah dia, yang paling penting bukanlah perubahan Nasdem menjadi partai politik. Melainkan keberlangsungan Nasdem sebagai sebuah organisasi. "Itu kan terus berwacana, yang penting ormas ini jalan terus," kata Surya Paloh yang juga bos Media Grup ini. (Sumber: VIVANews)

Lain lagi yang dikatakan Ketua Bidang Organisasi dan Keanggotaan Nasional Demokrat Ferry Mursyidan Baldan, dia  menyatakan organisasi massa yang dipimpinnya tidak sama dengan Partai Nasional Demokrat yang mendaftar verifikasi partai politik peserta Pemilu di Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia.

"Ormas ini tetap ada dan tidak bermetamorfosa jadi partai," kata Ferry saat dihubungi VIVAnews, Senin 25 April 2011. "Saya masih Ketua Bidang Organisasi dan masih meneruskan perjalanan Ormas Nasional Demokrat untuk melantik pengurus kabupaten/ kota dalam waktu ke depan ini."(Sumber: VIVANews)

Sedangkan Sri Sultan Hamengkubuwono X menyatakan tidak tahu-menahu perihal Partai Nasdem. Sultan mengaku, Nasional Demokrat di mana dia jadi Ketua Dewan Pembina sejak awal didesain sebagai organisasi massa, bukan partai.

"Ormas Nasdem ada rapat. Saya tidak pernah tahu membicarakan itu (menjadi partai)," kata Sultan ditemui di Hotal Sahid Jakarta, Rabu 27 April 2011.

Hasil Musyawarah Kerja Nasional Nasdem yang terakhir, kata Sultan, juga memutuskan Nasdem sebagai ormas. "Saya tidak pernah diajak bicara kalau ormas Nasdem jadi parpol," kata mantan Dewan Penasihat Partai Golkar itu.(Sumber: VIVANews)

Rupanya para pendiri dan deklarator Nasdem masih malu-malu untuk mengatakan Partai Nasdem sama dengan Nasdem. Barangkali menurut beliau beliau saat ini bukanlah saat yang tepat untuk mengakuinya, mungkin akan berbeda di tahun 2014  jika Partai Nasdem memperoleh suara hasil pemilu yang signifikan. Apakah mereka masih tidak mau mengakuinya? Wallohu a'lam.

foto : VIVANews

kaos ukuran besar XXXXXL
Petinggi Nasdem Masih Malu-malu dengan Partai Nasdem?
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email