Senin, 04 April 2011

Zakat sebagai Pengurang Penghasilan Bruto

Zakat (bagi Muslim) atau sumbangan keagamaan yang diwajibkan (bagi non muslim) yang dapat dikurangkan sebagai pengurang penghasilan bruto dalam menghitung pajak meliputi:
  1. Zakat yang dibayarkan oleh WP OP pemeluk agama Islam dan atau oleh WP Badan DN yang dimiliki oleh pemeluk agama Islam kepada Amil Zakat (Badan Amil Zakat, Lembaga Amil Zakat) yang dibentuk atau disahkan oleh Pemerintah
  2. Sumbangan keagamaan yang sifatnya wajib bagi WP OP pemeluk agama selain Islam dan atau oleh WP Badan DN yang dimiliki oleh pemeluk agama selain Islam, yang diakui di Indonesia yang dibayarkan kepada lembaga keagamaan yang dibentuk atau disahkan Pemerintah
Bukti pembayaran tersebut harus dilampirkan dalam SPT Tahunan PPh. Bukti tersebut dapat berupa bukti pembayaran langsung, melalui Transfer rekening atau melalui ATM  harus memuat :
  • Nama lengkap Wajib Pajak dan NPWP penyetor
  • Jumlah Pembayaran
  • Tanggal Pembayaran
  • Nama Badan Amil Zakat, Leambaga Amil Zakat atau lembaga keagamaan yang dibentuk atau disahkan oleh pemerintah
  • Tanda tangan petugas Badan Amil Zakat, Leambaga Amil Zakat atau lembaga keagamaan yang dibentuk atau disahkan oleh pemerintah di bukti pembayaran apabila pembayaran secara langsung 
  • Validasi petugas bank pada bukti pembayaran apabila melalui transfer rekening bank
Ketentuan yang mengatur akan hal ini tertuang dalam Peraturan Direktur Jenderal Pajak No.6/PJ/2011 tanggal 21 Maret 2011  tentang Pelaksanaan Pembayaran dan Pembuatan Bukti Pembayaran Atas Zakat atau Sumbangan Keagamaan yang sifatnya wajib yang dpat dikurangkan dari Penghasilan Bruto.

Di bawah ini link beberapa LAZ :
Basnas; PKPU, Rumah Zakat; Dompet Duafa, Mer C

Kenapa kita susah mebayar zakat?

kaos ukuran besar XXXXXL
Zakat sebagai Pengurang Penghasilan Bruto
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email

6 komentar