Rabu, 20 April 2011

Zulkieflimansyah, Ketua PKS Dosen di Harvard

Secara pribadi saya tidak kenal beliau, tetapi saya mengagumi sosok Zulkieflimansyah terutama dengan kematangan dalam berargumen, menyampaikan gagasan dan gaya diplomasi. Jadi sosok seperti ini menjadi salah satu asset bagi PKS. Gaya bicaranya yang sistematis, tidak berapi-api tapi mengena dan tidak menjatuhkan lawan bicaranya. Profil semacam ini sangat cocok mewakili PKS yang dinilai santun dan tidak emosional. Mestinya orang-orang seperti inilah yang sering ditampilkan di media mewakili PKS. Hasil ngobrol dengan temen-temen juga banyak yang sependapat dengan pendapat saya. Karena itulah saya copas tulisan tentang Zulkieflimansyah yang ada di Viva News
 
Zulkieflimansyah, Ketua PKS Dosen di Harvard

"Saya cukup sering ke Amerika, saya masih jadi pengajar di Harvard University," katanya
Zulkieflimansyah (www.zulkieflimansyah.com)
 
VIVAnews - Sikap Partai Keadilan Sejahtera yang perhatian dengan Palestina sering disalahartikan tak menyukai yang berbau Amerika Serikat. Zulkieflimansyah, salah satu Ketua PKS, menjadi bukti pemahaman itu tak benar.

Zul yang lahir di Sumbawa Besar, 18 Mei 1972, ini bahkan mengaku pengajar di Universitas Harvard, salah satu perguruan tinggi terkemuka di Amerika Serikat. Doktor Ekonomi Industri jebolan Department of Economics, University of Strathclyde, Glasgow, Inggris ini memang selain aktif berpolitik juga tercatat sebagai salah satu dosen di Universitas Indonesia, tempat dia meraih sarjana ekonomi.

"PKS itu cukup sering disalahpahami di Amerika," kata Zul kepada VIVAnews, Selasa 19 April 2011 malam. "Saya cukup sering ke Amerika, saya masih jadi pengajar di Harvard University," katanya.

"Menurut saya, sama-sama saling memanfaatkanlah, saling menuai manfaat. Jadi PKS itu bisa mengenal lebih banyak orang di luar kita, harus diakui Amerika maju sekali. Kalau teman-teman Amerika juga tidak melulu memandang PKS kaum konservatif, tapi memahami PKS manusia biasa terdiri berbagai latar belakang pemikiran," kata Zul yang pernah mencalonkan diri jadi Wakil Gubernur Banten itu.

Namun Zul memang memahami, banyak teman-teman separtainya masih apriori dengan Amerika Serikat atau yang berbau 'Barat'. "Sedikit-sedikit ini rekayasa Israel, rekayasa Yahudi, ini stereotiping seperti itu nggak benar," kata Zul.

Cara pandang ini, menurut Zul,  untuk mengubahnya pelan-pelan, mungkin dengan kerja sama, saling berinteraksi itu akan menemukan kesepahaman bahwa  tidak boleh mengklaim diri paling suci, paling benar. "Anasir kebaikan itu ada di mana-mana, PKS tidak boleh menjadikan dirinya centre of the world," kata Zul yang pernah menjadi Ketua Senat Mahasiswa Universitas Indonesia itu.

Dan Zul mengaku, kini kerap berperan sebagai jembatan antara PKS dengan dunia 'Barat' seperti dengan pihak Amerika Serikat. "Radikalisme itu tidak bisa menyelesaikan masalah, justru tidak mendapat tempat," kata Zul yang mengenyam sekolah menengah atas di Australia selama setahun itu. (sj)

kaos ukuran besar XXXXXL
Zulkieflimansyah, Ketua PKS Dosen di Harvard
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email

5 komentar