Jumat, 29 Juli 2011

Ijasah Palsu dan Ijasah Yang Tidak Seharusnya

Ijasah Palsu dan Ijasah Yang Tidak Seharusnya

Ngomong-ngomong tentang palsu, ternyata semua bisa dikaitkan dengan kata palsu. Ada barang palsu, mainan palsu, mobil palsu, HP palsu, senjata palsu, tanda tangan palsu bahkan ada cinta palsu. Terus apalagi ya yang palsu. Ada lagi lho misalnya, materai palsu, uang palsu, surat setoran pajak palsu (SSP Palsu) dan ijasah palsu. 

Untuk membedakan antara sesuatu yang palsu dengan yang tidak palsu metode yang paling gampang adalah membandingkan antara barang palsu dengan barang asli yang dipalsukan. Semakin canggih jenis pemalsuannya semakain susah dibedakan mana asli mana palsu. Untuk itu biasanya mesti harus dibawa ke ahlinya yaitu ke Laboratorium Forensik. Waktu mengikuti suatu diklat saya sempat berkunjung ke Laboratorium Forensik. Banyak contoh tanda tangan yang palsu dibandingkan dengan yang dipalsukan. Juga dokumen-dokumen dan benda-beda palsu dibandingkan dengan yang dipalsukan, yang dengan mata awam sangat susah untuk membedakannya. (Wah kalau benda/dokumen, uang palsu palsu bisa dideteksi karena ada Laboratorium Forensik, bagaimana kalau yang mau dideteksi adalah cinta palsu? Apakah ada Laboratorium Forensik yang khusus mengurusi Cinta Palsu?)

Kembali ke judul, maraknya penggunaan ijasah palsu atau ada yang mengistilahkan ijasah instan (pesen sesuai keinginan langsung jadi) dapat dilihat dari pemeberitaan berbagai mass media. Pemakai ijasah palsu/instan berasal dari berbagai kalangan dari rakyat kecil sampai rakyat yang besar. Dari kalangan hanya pekerja biasa, profesi tertentu sampai pada kalangan politisi dan birokrat.

Secara pribadi saya justru tidak terlalu mengkhawatirkan dengan ijasah palsu/instan. Karena pengguna ijasah ini gampang dideteksi dan diusut. Tidak pernah sekolah kok sudah punya ijasah Sekolah X. Tidak pernah kuliah kok tahu tahu punya ijasah Universitas Y. Tidak pernah kuliah kok sudah punya titel S1 atau S2. Kondisi ini pasti gampang terungkap cepat atau lambat.

 Secara pribadi saya justru lebih khawatir dengan ijasah yang tidak seharusnya. Ijasah semacam ini kini mulai marak diberbagai tempat dan daerah di Indonesia. Saya kasih nama ijasah yang tidak seharusnya adalah karena secara legal formal dan dokumen pendukung sepertinya sah, tetapi kalau dari hakikat dan kenyataan yang terjadi sesungguhnya jauh dari panggang dari api. Pemegang ijasah tersebut sesungguhnya tidak memenuhi standar kompetensi keilmuan sesuai dengan bidang keilmuannya. Masalahnya adalah jika orang tersebut di birokrasi, maka secara formal orang-orang ini menjadi lebih mempunyai kesempatan menduduki jabatan tertentu karena gelarnya. Jika benar kan repot krn birokrasi dipimpin oleh orang yang bukan ahlinya.

Bagaimana modusnya?

Berbeda dengan ijasah palsu/instan yang tidak perlu repot-repot kuliah tinggal pesan ijasah yang diinginkan.  Maka untuk kasus ini yang bersangkutan mesti harus "pura-pura" kuliah. Pertama yang bersangkutan mengikuti alur sebagaimana layaknya mendaftar menjadi mahasiswa, memiliki NPM/NIRM dan kartu mahasiswa. Dengan modal terdaftar inilah kemudian yang bersangkutan mengajukan ijin kuliah di kantor/instansinya. Saat awal-awal biasanya bener-bener ikut kuliah agar bisa memberitahukan dan mengkondisikan ke lingkunganya:  ini lho saya mulai kuliah.  Saat awal ujian biasanya ya ikut ujian sebagaimana biasa (ada yang jawaban bisa berdiskusi bahkan ada yang dibawa pulang). Setelah itu hasil ujianpun dibagi kepada mahasiswanya. Dia akan melaporkan hasil kuliah semester tersebut sebagai persyaratan pengakuan ijasah kelak. Semester berikutnya mungkin tidak perlu datang ke kampus lagi karana pembayaran, absen kuliah, absen ujian dan kertas ujian cukup ditandatangani di kantor. Setelah itu pun nilai semester ke 2 keluar dan bisa dipakai untuk laporanm di insatansinya. Begitu seterusnya sampai harus menyelesaikan skripsi / tesis. Tidak ada waktu yang dimanipulasi. Yang dimanipulasi adalah absen kuliah, nilai, absen ujian dan nilai ujian. Seolah berjalan sesuai jadwal dan waktu kuliah.

Bagaimana Skripsi/Tesisnya?

Jika mahasiswa memilih paket mahal maka sudah siap judul dan paket pengujinya. Mahasiswa hanya mempersiapkan resume dan bahan presentasi untuk ujian skripsi/tesis. Pada saat ujian nggak perlu khawatir karena pengujia sudah dipilih orang yang memaklumi kondisi ini. Pasti lulus dengan nilai minimal B di tangan.Kemudian wisuda tinggal prosesi wisuda.

Praktik praktik di "pasaran" memang bervariasi. Ada yang kuliah tetap dijalankan tapi nilainya gampang. Tetap harus bikin skripsi/tesis sendiri entah itu asli bikinan sendiri maupun bukan, yang jelas lulusnya gampang. Pokoknya semua gampang dan bisa diatur.

Nah jika fenomena ini berjalan maka susah mendeteksi, meskipun ijasahnya S1 atau S2 tapi kompetensinya sesungguhnya masih jauh dari itu.  Yang tahu adalah Tuhan, diri sendiri dan teman satu angkatan dan penyelenggaranya. Jangan-jangan nanti M.Sc bukan lagi Master of Science tapi Master of  Short Course. Atau jangan-jangan nanti orang akan bilang : Apa sih arti sebuah nama gelar? Karena gelar sudah tidak ada artinya apa-apa.
Wallohu a'lam

Kamis, 21 Juli 2011

Sensus Pajak

Sensus Pajak

Direktorat Jenderal Pajak (DJP) akan laksanakan sensus pajak pada minggu ketiga bulan September 2011 mendatang. Sensus pajak dilakukan guna menjaring Wajib Pajak yang belum memenuhi kewajibannya membayar pajak. Demikian disampaikan Direktur Jenderal Pajak Fuad Rahmany saat ditemui di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Senayan, Jakarta pada Rabu (20/7).
 
Fuad menjelaskan, sensus pajak berbeda dengan sensus penduduk. "Sensus ini lain dengan sensus penduduk, sensus penduduk kan tiga bulan selesai, nah sensus pajak lain, kan ada lanjutannya, follow up-nya dari sensus itu, kita lakukan pendataan dan kita langsung imbau untuk bayar pajak," jelasnya. Sensus yang rencanya dilaksanakan secara bertahap ini akan dilaksanakan oleh Kantor Wilayah (Kanwil) dan Kantor Pelayanan Pajak (KPP) di seluruh Indonesia.
Menurut Fuad, yang menjadi target DJP dalam sensus pajak adalah pusat-pusat perbelanjaan dan tempat-tempat usaha. "Bukan hanya di ITC tapi di pinggir jalan semuanya, termasuk perusahaan-perusahaan besar akan kita kejar. Kita fokus ke tempat-tempat usaha, kalau kaki lima ya enggak," tukasnya.

 
Saat ini, terdapat banyak badan usaha dan pengusaha yang belum memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), sehingga pusat-pusat perbelanjaan dan ekonomi tersebut menjadi target sensus. Fuad menambahkan, sensus pajak akan dilaksanakan hingga 2012 mendatang.(sgd)


Sumber:
http://www.depkeu.go.id

Selasa, 05 Juli 2011

Pendaftaran USM Program Diploma I STAN 2011

Penerimaan Mahasiswa Baru Prodip I dan III STAN Tahun Anggaran 2013/2014

Silahkan di buka link ini

 http://www.stan.ac.id/kategori/index/4/page/penerimaan-mahasiswa-baru-prodip-i-dan-iii-stan-tahun-anggaran-20132014




Buat temen temen yang kemarin ikut USM STAN tahun 2011, saat ini sudah ada hasil peserta yang Lulus USM STAN tahun 2011 silahkan di klik, masih ada 2 tahapan tes lagi mudah2an sukses.



Setelah menunggu cukup lama akhirnya pengumuman pendaftaran i Pendaftaran Ujian Saringan Masuk (USM) STAN 2011 keluar. Berbeda dengan  tahun-tahun sebelumnya maka untuk tahun ini hanya menerima 2 Program D I yaitu :
  1. Program Diploma I Keuangan Spesialisasi Kepabeanan dan Cukai
  2. Program Diploma I Keuangan Spesialisasi Pajak
Seleksi akan dilakukan dalam tiga tahap yaitu 
- Tes Potensi Akademik dan Tes Bahasa Inggris,
- Tes Kesehatan dan Kebugaran, dan
- Assessment. 

Peserta yang lulus dari seleksi akan mengikuti pendidikan Program Diploma I selama dua semester dan dilaksanakan di Kampus STAN dan/atau Balai Diklat Keuangan di daerah. Selama mengikuti pendidikan, mahasiswa tidak dipungut uang kuliah.

Lulusan Program Diploma I Keuangan STAN akan diangkat menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di lingkungan Kementerian Keuangan atau instansi pemerintah lainnya baik di pusat maupun di daerah sesuai dengan formasi yang tersedia pada tahun yang bersangkutan berdasarkan peraturan kepegawaian yang berlaku. 

    untuk lebih jelasnya silahkan di klik di:

    http://www.bppk.depkeu.go.id/index.php/20110705567/kegiatan/pengumuman-penerimaan-mahasiswa-baru-prodip-i-stan.html

    Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN) merupakan perguruan tinggi kedinasan yang berada dalam naungan Kementerian Keuangan Republik Indonesia. Pendidikan Program Diploma Bidang Keuangan yang diselenggarakan oleh STAN bertujuan untuk menghasilkan tenaga ahli-tenaga ahli di bidang keuangan negara dengan spesialisasi tertentu seperti Akuntansi, Perpajakan, Pajak Bumi dan Bangunan/Penilai, Kebendaharaan Negara, Kepabeanan dan Cukai, dan Kepiutanglelangan. Oleh karena itu, para lulusan dibekali pengetahuan dan keterampilan serta keahlian profesional sesuai dengan spesialisasinya dalam rangka memenuhi kebutuhan pegawai dan mencetak kader-kader pengelola keuangan negara pada unit-unit di lingkungan Departemen Keuangan dan instansi pemerintah lainnya seperti  Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) dan Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI).
    Melalui Keputusan Menteri Keuangan No. 71/KMK.05/2008 tanggal 31 Maret 2008, STAN ditetapkan sebagai Instansi Pemerintah yang menerapkan Pola Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum (PPK BLU).

    Program Pendidikan (sumber website stan)
     



    D-I Kebendaharaan Negara
    D-I Administrasi Perpajakan
    D-I Kepabeanan dan Cukai
    D-III Kebendaharaan Negara
    D-III Administrasi Perpajakan
    D-III Kepabeanan dan Cukai
    D-III Penilai / Pajak Bumi & Bangunan
    D-III Pengurusan Piutang dan Lelang Negara
    D-III Akuntansi Pemerintah
    D-III Khusus Administrasi Perpajakan
    D-III Khusus Akuntansi Pemerintah
    D-IV Akuntansi Pemerintah 

    Alamat Kampus
    Jl. Bintaro Utama Sektor V, Tangerang Selatan
    Banten – Indonesia 15223

    Kelulusan peserta USM STAN adalah prestasi peserta USM sendiri. Jika ada pihak-pihak yang menjanjikan kelulusan dengan motif apapun, maka hal tersebut merupakan tindakan penipuan.