Minggu, 28 Agustus 2011

Zakat Fitrah

ZAKAT FITRAH

A.                Apakah Ada Kewajiban harta selain zakat?
Zakat adalah kewajiban pereodik harta, dan wajib dikeluarkan dalam setiap kesempatan dan keadaan. Dalam kondisi biasa seorang muslim tidak diwajibkan selain zakat, kecuali dengan sukarela.
1.                  Dalam kondisi darurat terdapat kewajiban harta selain zakat, yang disepakati para ulama, yaitu:
a.                   Hak kedua orang tua, dalam bentuk nafkah yang mereka butuhkan pada saat anaknya kaya
b.                  Hak kerabat, dengan perbedaan tingkat kedekatan yang mewajibkan nafkah
c.                   Hak orang-orang yang sangat membutuhkan pakaian atau rumah tinggal
d.                  Membantu keluarga untuk membayar diyat pembunuhan yang tidak disengaja
e.                   Hak kaum muslimin yang sedang ditimpa bencana

  1. Masih ada hak-hak lain yang masih diperdebatkan apakah wajib atau sunnahh, antara lain:
a.             Hak tamu selama tiga hari
b.            Hak orang yang hendak meminjam kebutuhan rumah, bagi tetangga
  1. Sedangkan hak fakir miskin terhadap harta orang kaya secara umum sudah banyak disebutkan dalam ayat-ayat Al Qur’an maupun dalam hadits. Dan bentuk masyarakat Islamiy yang saling melindungi tidak akan pernah terwujud tanpa hal ini.
Ketika zakat sudah mengcover kebutuhan fakir miskin, maka orang-orang kaya tidak diminta yang selain zakat. Namun jika zakat belum mencukupi maka harus diambilkan dari orang-orang kaya selain zakat, yang dapat mencukupi kebutuhan dasar fakir miskin. Sebagaimana diambil pula dari orang kaya itu kebutuhan untuk melindungi Negara dari ancaman musuh jika dari zakat belum mencukupi. Semua ini hampir disepakati oleh para ulama, meskipun terdapat perbedaan di sesputar (apakah ada kewajiban harta selain zakat?) perbedaan itu terpulang kepada kewajiban selain zakat yang permanent, bukan yang insidentil.


  1. Apakah Boleh Menetapkan Pajak bersama dengan zakat?

  1. Bagi imam setelah bermusyawarah dengan ahlul halli wal aqdi, diperbolehkan untuk menetapkan zakat kepada kaum muslimin selain zakat, dengan dalil:
a.             Jaminan sosial kaum muslimin hukumnya wajib. Jika dari zakat dan pendapatan kas Negara tidak cukup, maka boleh menetapkan pajak tambahan kepada orang kaya
b.            Belanja Negara sangat banyak, pos-pos dan sumber zakat sangat terbatas, maka bagaimana mungkin mampu menutup kebutuhan Negara yang tidak masuk dalam pintu distribusi zakat? Dan bagaimana mampu menutup pos penerima zakat jika sumber zakatnya sangat kecil?
c.             Kewajiban yang tidak akan terlaksana kecuali dengan adanya sarana, maka menghadirkan sarana itu menjadi kewajiban pula. Dari itulah imam Al Ghazali Asy Syafi’iy memperbolehkan imam untuk mewajibkan kepada orang kaya untuk membiayai kebutuhan seorang tentara. Demikian juga imam Asy Syathibiy al Maliki memperbolehkan imam yang adil untuk menugaskan orang kaya membiayai tentara selain dari baitul mal. Dan para ulama lain berpendapat seperti ini.

  1. Syarat-syarat yang wajib diperhatikan dalam penetapan zakat
a.             Terdapat kebutuhan riil yang tidak tercukupi oleh sumber-sumber pendanaan konvensional (zakat, bagi hasil ,…) 
b.            Pembagian beban pajak secara adil kepada mereka yang mampu
c.             Penyaluran uang pajak untuk kemaslahatan umat, bukan kepentingan penguasa
d.            Mendapat persetujuan dewan permusyawaratan, atau ahlul halli wal aqdi. Karena penetapan pajak merupakan keputusan sensitif, yang mengintervensi kepemilikan pribadi yang dilindungi hukum. Maka tidak diperbolehkan mengambilnya kecuali karena kebutuhan syar’iy yang ditetapkan oleh ahlul halli wal aqdi.
Pajak yang ditetapkan dengan memenuhi syarat-syarat di atas tidak lagi masuk dalam pungutan liar, dan cukai yang tercela dan diharamkan dalam beberapa hadits. 
 D.    Zakat Fithrah

1.      Ta’rif dan Hukumnya
a.                         Zakat atau sedekah fitrah adalah zakat yang disebabkan datangnya idul fitri setelah ramadhan. Diwajibkan pada tahun kedua hijriyah-bersamaan dengan kewajiban puasa- berbeda dengan zakt-zakat yang lainnya. Karena zakat ini wajib atas setiap orang bukan atas kekayaan.
b.            Jumhurul ulama bersepakat bahwa zakat fitrah itu hukumnya wajib, seperti dalam hadits Ibnu Umar: Bahwasannya Rasulullah saw mewajibkan zakat fitrah dari bulan Ramadhan satu sha’ kurma dan gandum atas setiap orang merdeka atau budak sahaya, laki-laki dan wanita umat Islam ini”. HR Al Jama’ah. Demikianlah pendapt empat madzhab
c.             Rasulullah saw telah menjelaskan hikmahnya sebagai pembersih bagi orang yang berpuasa dari perbuatan sia-sia yang sangat sulit dihindari orang yang sedang berpuasa. Zakat fitrah juga menjadi makanan fakir miskin pada hari raya itu sehingga mereka semua dapat merayakan idul fitri dengan senang dan bahagia.

2.      Siapa yang diwajibkan
  1. Zakat ini diwajibkan kepada setiap muslim budak atau merdeka, laki-laki atau wanita, kecil atau dewasa, miskin atau kaya. Seorang laki-laki mengeluarkan zakat untuk dirinya dan orang-orang yang menjadi tanggung jawabnya. Seorang isteri mengeluarkan zakat untuk dirinya atau oleh suaminya. Tidak wajib dibayarkan untuk bayi yang masih dalam kandungan, meskipun disunnahkan menurut Ahmad bin Hanbal

  1. Jumhurul ulama mensyaratkan zakat itu kepada seorang muslim yang memiliki kelebihan makanan pada hari ied itu sebesar zakat fitrah yang menjadi kewajibannya. Hutang yang belum jatuh tempo tidak boleh menggeser kewajiban zakat, berbeda dengan hutang yang sudah jatuh tempo (yang harus dibayar seketika itu).

3.      Besar zakat fitrah
a.       Tiga ulama (Malik, Syafi’iy, dan Ahmad) telah bersepakat bersama jumhurul ulama bahwa zakat fitrah itu sebesar satu sha’ kurma, handum atau makanan lain yang menjadi makanan pokok negeri yang bersangkutan. Seperti yang ada dalam hadits di atas, juga hadits Abu Said Al Khudzriy : “Kami pernah membayar zakat fitrah dan Rasulullah saw bersama kami berupa satu sha’ makanan, atau kurma, atau gandum, seperti itu kami membayar zakat, sampai di zaman Muawiyah datang di Madinah yang mengatakan: Sekarang saya berpendapat bahwa dua mud gandum Syam itu sama dengan satu sha’ kurma, lalu pendapat ini dipakai kaum muslimin saat itu.” HR Al Jama’ah. Madzhab Hanafi berpendapat bahwa zakat fitrah itu sebesar satu sha’ dari semua jenis makanan.
    1. Satu sha’ adalah empat sendokan dengan dua telapak tangan orang dewasa standar atau empat mud. Karena sat umud itu juga sebesar sendokan dengan dua telapak tangan orang dewasa standar, yang dikonfersi kurang lebih 2176 gr
c. Zakat fitrah dikeluarkan dari makanan pokok mayoritas penduduk di suatu negeri, atau dari mayoritas makanan pokok muzakki jika lebih baik dari pada makanan pokok negeri mustahik. Demikianlah pendapat jumhurul ulama.
d.         Diperbolehkan membayar dengan nilai uang satu sha’ jika lebih bermanfaat bagi fakir miskin. Demikianlah pendapat madzhab Hanafi, yang diriwayatkan pula dari Umar bin Abdul Aziz dan Hasan Al Bashriy, pendapat yang lebih mudah dikerjakan pada masa sekarang ini.  

4.      Waktunya

  1. Zakat fitrah wajib dibayar oleh orang yang bertemu dengan terbenam matahari hari terakhir bulan ramadhan, menurut madzhab Syafi’iy. Atau yang bertemu dengan terbit fajar hari ied menurut madzhab Hanafi dan Malikiy
  2. wajib mengeluarkannya sebelum shalat ied, seperti dalam hadits Ibnu Abbas. Diperbolehkan membayarnya lebih awal sejak masuk bulan Ramadhan menurut madzhab Syafi’iy. Dan yang utama mengakhirkannya satu atau dua hari menjelang iedul fitri. Demikianlah pendapat yang dipegang oleh madzhab Malikiy. Diperbolehkan mendahulukannya sampai awal tahun menurut madzhab Hanafiy, beralasan bahwa namanya tetap zakat. Dan menurut madzhab Hanbali diperbolehkan mensegerakannya mulai dari separo kedua bulan Ramadhan.

5.      Kepada Siapa Zakat ini dibagikan

  1. Para ulama bersepakat bahwa zakat fitrah ini dibagikan kepada fakir miskin kaum muslimin. Abu Hanifah memperbolehkan pembagianya kepada fakir miskin ahli dzimmah.
  2. Prinsipnya bahwa zakat fitrah itu diwajibkan untuk dibagkan kepada fakir miskin, sehingga tidak diberikan kepada delapan ashnaf lainnya. Kecuali jika ada kemaslahatan, atau kebutuhan lain. Zakat ini juga hanya dibagikan di negeri zakat itu diambil,, kecuali jika di negeri itu tidak ada fakir miskin maka diperbolehkan untuk memindahkannya ke Negara lain.
  3. Zakat fitrah tidak boleh dibagikan kepada orang yang tidak boleh menerima zakat mal, seperti orang murtad, fasik yang mengganggu kaum muslimin, anak, orang tua atau isteri.


kaos ukuran besar XXXXXL
Zakat Fitrah
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email

1 komentar: