Minggu, 28 Agustus 2011

Zakat (Harta yang dikeluarkan Zakatnya dan perhitungan)



I.       HARTA YANG DIKELUARKAN ZAKATNYA

A.    ZAKAT HEWAN
Hewan yang dikeluarkan zakatnya adalah: onta, sapi, kerbau dan kambing.

1.  Syarat zakat hewan ternak adalah:
·         Mencapai jumlah satu nishab, yaitu lima onta, tiga puluh sapi, dan empat puluh kambing.
·         Sudah melewati satu tahun, dan zakat hanya dikeluarkan setahun sekali
·         Digembalakan di ladang yang boleh untuk menggembala. Sedangkan hewan yang di kandangin (dikasih makan di kandang/tidak digembalakan) maka tidak wajib zakat kecuali menurut madzhab Malikiy.
·         Tidak menjadi alat kerja, membajak, menyiram, atau membawa barang. Sebab jika dipekerjakan maka statusnya lebih mirip menjadi alat kerja daripada kekayaan.

2.      Zakat Onta.

Nishab onta adalah lima, maka barang siapa memiliki empat ekor onta, ia belum wajib zakat. Zaakt wajibnya seperti dalam table berikut ini:
Jumlah onta
Zakat wajibnya
  5 - 1 9
Seekor kambing
10 - 14
Dua ekor kambing
15 – 19
Tiga ekor kambing
20 - 24
Empat ekor kambing
25 - 35
1 bintu makhadh/anak onta yang induknya sedang hamil (usia > 1 tahun)
36 - 45
1 bintu labun/anak onta yang induknya sedang menyusui (usia > 2 tahun)
46 - 60
1 onta hiqqah (onta betina yang berumut > 3 tahun)
61 - 75
1 onta jadza’ah ( onta betina berumur > 4 tahun)
76 - 90
2 ekor onta bintu labun
91 - 120
2 hiqqah

Lebih dari seratus duapuluh maka setiap lima puluh (50) ekor zakatnya satu hiqqah, dan setiap empat puluh ekor (40) zakatnya satu bintu labun.
Jika disimak ketentuan zakat onta yang kurang dari dua puluh lima ekor menggunakan kambing, maka ini berbeda dengan qaidah bahwa zakat itu diambilkan dari harta yang dizakati. Penggunaan kambing untuk zakat onta ini adalah salah satu bentuk keringanan dalam Islam terhadap pemiliki onta yang masih sedikit.

3.    Zakat Sapi.    
Zakat sapi hukumnya wajib berdasarkan As Sunnah dan Ijma’.
Hadits Abu Dzarr dari Rasulullah saw bersabda: “Tidak ada seorangpun yang memiliki onta, sapi, atau kambing tetapi tidak membayar haknya, kecuali di hari kiamat akan datang lebih besar dan gemuk dari yang ada sebelumnya, kemudian menginjak-injak dengan kaki-kakinya, dan nyeruduk dengan tanduknya. Ketika sampai ke belakang bersambung dengan yang terdepan, sehingga diputuskan di tengah-tengah manusia.” HR. Al Bukhariy
Sedang ijma’, seperti yang disebutkan oleh penulis AL Mughniy, dan menegaskan bahwa tidak ada seorangpun ulama yang menolak zakat sapi sepanjang masa. (Al Mughniy Juz: II).
Nishab sapi yang dipilih oleh empat madzhab adalah tigapuluh ekor sapi. Kurang dari itu tidak wajib zakat. Tigapuluh ekor sapi itu zakatnya seekor tabi’(sudah berusia satu tahun, dan masuk ke tahun kedua, disebut tabi’/ikut, karena ia masih mengikuti induknya), dan jika sudah mencapai jumlah empat puluh ekor, zakatnya seekor sapi musinnah ( berusia dua tahun dan masuk ke tahun ketiga, disebut musinnah/bergigi karena sudah mulai tampak giginya). Dan jika sudah berjumlah enampuluh ekor, zakatnya dua ekor anak sapi. Dan jika sudah berjumlah tujuh puluh ekor sapi, zakatnya satu ekor tabi’ dan satu ekor musinnah. Jika sudah berjumlah delapan puluh ekor, zakatnya dua ekor musinnah. Jika sudah mencapai sembilan puluh ekor, zakatnya satu musinnah dan dua ekor tabi’. Jika berjumlah seratus ekor sapi, zakatnya dua musinnah dan satu ekor tabi’, dst.

Jumlah sapi
Zakat wajibnya
30 - 3 9
seekor tabi’(sudah berusia satu tahun, dan masuk ke tahun kedua
40 - 59
zakatnya seekor sapi musinnah ( berusia dua tahun dan masuk ke tahun ketiga
60 – 69
dua ekor anak sapi
70 - 79
satu ekor tabi’ dan satu ekor musinnah
80 - 89
dua ekor musinnah
90 - 99
satu musinnah dan dua ekor tabi’
100 -
dua musinnah dan satu ekor tabi’

Dalil masalah ini adalah hadits Masruq dari Mu’adz bin Jabal, berkata: Rasulullah saw mengutusku ke Yaman, dan menyuruhku untuk mengambil setiap tiga puluh ekor sapi, seekor tabi’ jantan atau betina, dan setiap empat puluh ekor zakatnya satu ekor musinnah…”
Sekedar kami sebutkan di sini, tanpa mendalami dalilnya, bahwa Said bin Al Musayyib dan Ibnu Syihab Az Zuhriy, berpendapat bahwa nishab sapi adalah sama dengan nishab onta, yaitu lima ekor. Imam At Thabariy berpendapat bahwa nishab onta adalah lima puluh ekor.


4.      Zakat Kambing

Hukumnya wajib berdasarkan As Sunnah dan Ijma’.

Abu Bakar ra memberikan catatan kepada Anas ra tentag nishab hewan ternak, seperti yang telah disebutkan di depan. Al Majmu’ (Imam An Nawawi) dan Al Mughni (Ibnu Qudamah) dll menyebutkan telah terjadi ijma’ tentang wajib zakat kambing. Besar zakat kambing seperti yang ditulis Abu Bakar ra dapat dilihat dalam table berikut ini:


Mulai
Sampai
Besar zakat wajibnya
1
39
Tidak wajib zakat
40
120
Seekor kambing
121
200
Dua ekor kambing
201
299
Tiga ekor kambing
300
399
Empat ekor kambing
400
499
Lima ekor kambing
Berikutnya setiap seratus ekor kambing zakatnya satu ekor kambing

Perlu dicatat di sini, bahwa syariah Islam meringankan zakat kambing, semakin banyak, zakatnya 1%, padahal prosentase yang lazim 2,5%. Hikmah yang tampak, bahwa kambing itu banyak yang kecil, karena dalam setahun ia beranak lebih dari sekali, dan setiap kali beranak lebih dari satu ekor, terutama domba. Kambing-kambing kecil ini dihitung, tetapi tidak bisa digunakan untuk membayar zakat. Dari itulah keringanan ini tidak menjadikecemburuan pemilik onta dan sapi atas pemilik kambing. Sedangkan bilangan empat puluh pertama, wajib mengeluarkan zakatnya seekor kambing, karena di antara syaratnya –menurut yang rajah/kuat- empat ekor kambing itu telah dewasa. Dan inilah madzhab Abu Hanifah dan Asy Syafi’iy dalam membahas zakat seluruh hewan ternak.

B.     Zakat hewan lain

  1. Para ulama bersepakat bahwa kuda untuk transportasi dan jihad fi sabilillah tidak diwajjibkan zakat. Sedangkan yang diperdagangkan wajib dikeluarkan zakat dagangan. Demikian juga kuda yang dikurung tidak wajib zakat, karena yang wajib dizakati adalah hewan yang digembalakan.
  2. sedangkan kuda gembalaan yang dilakukan seorang muslim untuk memperoleh anaknya –kudanya tidak hanya jantan- Abu Hanifah berpendapat tentang wajibnya zakat kuda ini, yaitu satu dinar setiap ekornya untuk kuda Arab, atau senilai 2,5 % dari perkiraan harga kuda untuk kuda non Arab.
  3. Jika kemudian berkembang jenis-jenis hewan baru yang menjadi peliharaan untuk pengembangan dan memperoleh hasilnya, seperti keledai, apakah ada kewajiban zakatnya? Para ulama modern seperti Muhammad Abu Zahrah, Abdul Wahab KHallaf dan Yusuf Qardhawi mengatakan wajib zakat.  Karena qiyas masalah zakat dapat dianalisa alasan hukumnya. Umar ra mewajibkan zakat kuda karena alasan yang logis, dan diikuti oleh Abu Hanifah. Nishab yang digunakan adalah senilai duapuluh mitsqal emas, dengan wajib zakatnya 2,5%. Yusuf Qardhawi berpendapat bahwa nishab hewan itu adalah dua kali lipat nishab uang, minimal berjumlah lma ekor, dan senilai lima ekor onnta atau empat puluh kambing.

1.    Syarat Zakat Hewan Ternak
  1. Bebas dari aneka cacat, tidak sakit, tidak patah tulang dan tidak pula pikun. Kecuali jika seluruh ternak mengalami cacat tertentu, maka diperbolehkan mengeluarkan zakatnya dari yang cacat ini. 
  2. Betina, bagi yang mensyaratkan. Dalam kasus ini tidak boleh mengambil zakat jantan, kecuali jika lebih dewasa. Menurut madzhab Hanafi diperbolehkan zakatnya dengan uang senilai hewan yang harus dikeluarkan.
  3. Umur hewan. Ada beberapa hadits yang membatasi umur hewan zakat ternak. Maka harus terikat dengan ketentuan ini. Jika tidak ada yang memenuhi standar umur itu, maka diperbolehkan mengeluarkan yang lebih besar atau yang lebih kecil, dan mengambil selisih harganya menurut madhab Syafi’iy. Sedang menurut Abu Hanifah dibayar dengan uang senilai hewan yang wajib dikeluarkan.
  4. Sedang. Pemungut zakat tidak boleh mengambil yang paling bagus atau yang paling buruk, akan tetapi mengambil kualitas sedang, dengan memperhatikan posisi pemiliki dan fakir miskin sebagai mustahiq.

C.    Ternak dimiliki oleh beberapa pemilik

Jika ada dua orang yang menggabungkan ternaknya, maka penggabungan ini tidak mempengaruhi nishab maupun zakat menurut Abu Hanifah, masing-masing berkewajiban mengeluarkan zakatnya sendiri-sendiri ketika sudah mencapai nishabnya.  Tetapi menurut madzhab Syafi’iy, penggabungan hewan ternak dapat mempengaruhi nishab dan zakat, sepertinya ia menjadi milik satu orang dengan sayarat:
1.      Kandang penginapannya menyatu
2.      tempat peristirahatanya satu

kaos ukuran besar XXXXXL
Zakat (Harta yang dikeluarkan Zakatnya dan perhitungan)
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email