Selasa, 27 September 2011

Tiket Berdiri Kereta Api Per 1 Oktober 2011 Tidak Ada Lagi

Tiket Berdiri Kereta Api Per 1 Oktober 2011 Tidak Ada Lagi

Lihat judul di atas bukan berarti PT KA akan membuat fasilitas baru berupa tempat tidur, tapi PT KA akan memberlakukan penjualan tiket sama dengan jumlah tempat duduk. Kebijakan ini menurut saya sangat positif karena kenyamanan bagi penumpang baik saat naik maupun saat turun akan lebih terjamin. Juga masalah keamanan dan harga diri lebih terhargai. Apa maksudnya?

Ketika ketentuan ini belum berlaku, PT KA bebas menjual berapapaun jumlah tiket tanpa memperhitungkan kapasitas tempat duduk (terutama untuk kelas ekonomi). Akibatnya adalah semua ruangan baik yang duduk maupun yang tiduran di bawah tempat duduk di kereta akan penuh dengan manusia, termasuk toilet pun diisi oleh beberapa penumpang.  Kalau di kelas bisnis, orang yang tidak punya tiket karena rombongan dalam jumlah banyak bisa lebih"galak" daripada yang punya tiket. Tanpa sungkan sungkan penumpang gelap tersebut tidur di kolong di bawah kursi kita atau di lorong tengah. Ketika ada keperluan untuk ke toilet kita mesti harus hati hati agar kaki kita tidak menginjak orang yang tidur maupun yang duduk di lantai.

Kondisi yang agak mirip juga dialami oleh penumpang kereta eksekutif. Pada hari-hari sibuk seperti Jumat sore dari Jakarta atau minggu malam ke arah Jakarta  dipenuhi dengan penumpang gelap di bordes. Kadang mereka seenaknya merokok dan tidur di bordes dan dekat pintu toilet.

Kalau lihat pengalaman selama ini, maka yang menikmati bukanlah PT KA tetapi oknum PT KA yang menerima uang daripenumpang gelap .  Sementara penumpang yang punya tiket justru menerima ketidaknyamanan. Jadi saya setuju sekai kebijakan ini diterapkan.

Tetapi dengan kebijakan ini tentu akan berdampak langkanya tiket dan mahalnya tiket di pasar gelap/calo. Selama ini calo yang berkeliaran di Stasiun Gambir mematok harga  sekitar Rp 100.000,- di atas harga tiket resmi.  Dengan kondisi ini bagi pengguna rutin kereta api harus mengantisipasi dengan melakukan pemesanan jauh-jauh hari. Sebaliknya untuk PT KA memberi kemudahan bagi pelanggan rutin dlam memperoleh tiket.

Hal lain yang masih perlu perbaikn adalah keterlambatan kedatangan kereta api yang masih saja terus terjadi yang sangat merugikan pelanggan kereta api, terutama pada Senin Pagi karena banyak pelangan yang langsung menuju tempat kerja.


Informasi Harga Tiket dan Reservasi Tiket kereta Api, silahkan di klik saja
 
 

Inilah janji PT KA yang saya ambil dari web resminya PT KA

 
PT. Kereta Api Indonesia (Persero) terus melakukan pembenahan dan perbaikan di semua lini, demi menjadi penyedia jasa perkeretaapian terbaik yang fokus pada pelayanan pelanggan. Transformasi yang dilakukan PT KAI diantaranya akses mudah mendapat tiket KA; menyediakan layanan internet broadband kepada para pengguna jasa di stasiun dan di atas kereta api; telepon umum gratis bagi pengguna XL, perbaikan gerbong dan lokomotif; toilet gratis, serta peluncuran KA kelas ekonomi AC yang disambut positif oleh masyarakat. Tidak cukup sampai di situ, dalam rangka memberikan kenyamanan pada penumpang KA mulai 1 Oktober 2011 nanti PT KAI hanya menjual tiket kereta sesuai jumlah tempat duduk yang ada. Hal ini berlaku untuk semua kelas kereta, baik eksekutif, bisnis, maupun ekonomi (okupansi 100%). Semua penumpang yang naik dipastikan mendapat nomor tempat duduk dan duduk manis sesuai nomornya masing-masing. Tidak lagi berjubel atau duduk di bawah sehingga tercipta suasana yang aman dan nyaman bagi penumpang.

Ketentuan tersebut tidak berlaku pada kereta api lokal yang melayani jarak dekat seperti KRDI, KRDE, KRD, dan KRL. Untuk mencegah penumpang tanpa karcis, sistem boarding masih akan diberlakukan, penumpang yang bertiket diperbolehkan masuk ke dalam peron maksimal 2 jam sebelum KA berangkat. Selain itu pemeriksaan serentak oleh petugas  PT KAI akan dilakukan secara lebih intensif.

Pelayanan penjualan karcis bisa dilakukan H-40 sebelum hari keberangkatan untuk KA kelas eksekutif dan bisnis melalui contact center 121, stasiun, agen, minimarket dan kantor pos. Untuk KA ekonomi kereta bisa dipesan H-7 di stasiun. Selain menjual tiket sesuai dengan tempat duduk, PT KAI juga berencana akan memberikan fasilitas AC pada kereta ekonomi di tahun 2012 mendatang. (humaska)

Senin, 26 September 2011

Pilkada Jogja : KPU Tetapkan Kemenangan Pasangan Calon Walikota No 3 (Haryadi Suyuti - Imam Priyono)

Laporan Reporter Tribun Jogja, Rina Eviana

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA  -  Hasil rekapitulasi penghitungan suara di tingkat kota, pasangan wali kota dan wakil nomer urut 3 Haryadi Suyuti-Imam Priyono (HATI) memenangi  Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Yogyakarta 2011. Dari rekap hasil suara di 14 kecamatan, pasangan ini memperoleh 97.047 atau 48.3 persen suara.

Sementara itu pasangan Ahmad Hanafi Rais - Tri Harun Ismaji (FITRI) memperoleh 84.122 suara atau 41.9 persen. Disusul pasangan nomor 1 Zuhrif Hudaya-Aulia Reza di posisi ke tiga dengan jumlah suara sebanyak 19.557 atau 9,7 persen.

Rekapitulasi hasil perhitungan suara dilaksanakan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Yogyakarta Kamis (29/9/2011) mulai pukul 12.00 WIB hingga petang di Pendopo Balai Kota Yogyakarta.

Ketua KPU Yogyakarta, Nasrullah, seusai rekap perhitungan suara mengatakan dari 322.872 daftar pemilih tetap (DPT) sebanyak 114.740 pemilih tidak datang ke tempat pemungutan suara (TPS). Jumlah itu atau setara 35,5 persen dari DPT.

Dari pemilih yang menggunakan hak pilih sebanyak 208.743 jumlah suara sah tercatat 200.726 suara tidak sah sebanyak 8.017 suara.

Nasrullah mengatakan KPU memberikan waktu 3 hari masa sanggah jika ada gugatan dari ketiga pasangan calon untuk diajukan ke Mahkamah Konstitusi. "Masa sanggah jika ada keberatan kami berikan 3 hari setelah rekap dilakukan," kata Nasrullah.

Sementara itu Nasrul Choiri, saksi pasangan nomor urut 1 menyebut rekapitulasi yang dilakukan oleh KPU kali ini sudah fair. "Saksi kami di TPS tidak menemukan persoalan dan gesekan yang signifikan," katanya.

Demikian juga dengan saksi pasangan nomor 2. Ibnu Titianto mengatakan sejauh ini belum ada rencana mengajukan gugatan terkait hasil akhir rekapitulasi.

Namun demikian pihaknya mengaku slogan Pilkada yang damai sportif dan berbudaya masih butuh pembenahan. Sebab beberapa peristiwa dirasa merugikan pasangan nomor 2 seperti intimidasi untuk tidak mendukung pasangan 2.

Winarta, saksi pasangan 3 menilai ada pergeseran data antara saksi di TPS dengan data berita acara dalam rekapitulasi. Namun pergeseran itu karena kurang cermatnya saksi di TPS. Namun secara keseluruhan semua sudah terselesaikan. Ia menilai proses rekap berjalan dengan baik. (*)



Perhitungan Cepat KPU, HATI Sementara Unggul di Pilkada Yogyakarta


REPUBLIKA.CO.ID- Pasangan calon (paslon) Walikota  Haryadi Suyuti-Imam Priyono (HATI) nampaknya unggul dalam Pilkada Kota Yogyakarta.

Berdasarkan perhitungan cepat Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Yogyakarta hingga pukul 17.30 WIB, diketahui paslon HATI unggul dengan perolehan 47,98 persen suara.

Sementara urutan dua diperoleh pasangan calon nomor urut 2, Hanafi Rais-Tri Harjun Ismaji (FITRI) dengan perolehan 41,63 persen. Perolehan pasangan nomor urut 3, Zuhrif Hudaya-Aulia Reza Bastian mendapat perolehan suara 10,39 persen.

Divisi Humas dan Sosialisasi KPU Yogyakarta, Titok Haryanto, mengatakan hasil hitungan itu adalah 20 persen dari total Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang ada di Kecamatan Tegalrejo dan Kecamatan Jetis. Sementara Kecamatan Umbulharjo belum mencapai 20 persen dari total TPS. "Yang dua kecamatan sudah 20 persen," katanya.

Dari prosentase itu, jumlah perolehan suara HATI sebanyak 4.329, pasangan FITRI 3.690 dan Zulia 914 suara. "Kita masih, menunggu hasil akhir karena akan kita tutup pukul 21.00 WIB," terangnya.

HASIL REAL QUICK COUNT PILKADA JOGJA
Sedangkan menurut hasil Real Quick Count  Script Survei Indonesia (SSI) adalah Perolehan Suara Pemilihan Calon Walikota no urut 3 unggul dengan peroleh suara sbb
1. Zh 9,39%
2. Hr 41,76%
3. Hs 48,85%
Data masuk 99,5%
Kalo mengacu pada Peraturan KPU no 16 Tahun 2010 Bab VII Pasal 46 Ayat 2 maka pilkada kali ini cukup 1x putaran. Mudah-mudahan pasangan yang terpilih benar-benar menepati janji kampanyenya, bekerja benar-benar untuk mengabdi pada kepentingan rakyat tidak sebaliknya.

Pilkada Jogja : Enam Orang Tim Patroli Zuhrif Reza dianaya di Kantor DPW PAN

Enam Orang Tim Patroli Zuhrif-Reza Dianiaya di Kantor DPW PAN

oleh Zuhrif Reza pada 25 September 2011 jam 11:03
Enam Orang Tim Patroli Zuhrif-Reza Dianiaya di Kantor DPW PAN


 JOGJA, ZUHRIF-REZA- Pemilukada Kota Yogyakarta dinodai oleh aksi kekerasan fisik berupa penganiayaan yang dilakukan oleh sekelompok  orang di kantor DPW PAN DIY terhadap 6 orang Tim Patroli Zuhrif Reza (Puji Purwanto dkk) yang sedang menjalankan tugas jaga keliling. Tim Patroli Zuhrif-Reza terdiri dari Kepanduan PKS dengan berseragam resmi kepanduan yang bertugas  melakukan pemantauan dan pencegahan terhadap black campaign serta money politic. Penganiayaan dilakukan pada lebih kurang pukul 2.30 dini hari tadi. Tindakan kekerasan ini juga dibarengi dengan aksi main hakim sendiri berupa penyitaan dan penggeledahan barang-barang milik pribadi seperti HP dan Dompet ke 6 petugas keamanan pasangan Zuhrif-Reza.

Kronologi:
Adapun kronologis kejadiannya sebagai berikut: Mulai pukul 01:00 dini hari, 6 orang tim keamanan dari pandu keadilan pendukung pasangan Zuhrif-Reza melakukan patroli di daerah Purbayan, Kota Gede.  Saat melewati daerah Purbayan-Prenggan pada sekitar pukul 02:30, ke 6 orang tersebut melihat dua orang berboncengan yang mencurigakan karena menyebarkan selebaran. Spontan ke 6 orang pandu keadilan tersebut berbalik hendak mengejar 2 orang yang mengendarai sepeda motor tersebut. Namun, sebelum mengejar, ke 6 orang pandu keadilan tersebut memungut selebaran yang disebarkan oleh pengendara motor tersebut  untuk diamankan. Akan tetapi tiba-tiba dari beberapa arah bermunculan segerombolan orang yang langsung menuduh ke 6 orang tersebut menyebar kertas yang berisi “black campaign” terhadap pasangan no.2. Gerombolan orang ini memaksa dan menyeret ke 6 orang kepanduan ini ke mobil dan dibawa ke Kantor DPW PAN DIY. Dalam perjalanan di jalan Ngeksigondo ke 6 orang kepanduan mengalami penganiayaan. Kemudian, aksi kekerasan fisik tersebut dilanjutkan selama mereka disekap di Kantor DPW PAN DIY.

Beberapa orang yang bisa diidentifikasi oleh korban adalah bernama Safaruddin, Ali dan Johan. Di samping penganiayaan, gerombolan orang yang bermarkas di DPW PAN ini juga melakukan aksi bak polisi berupa penggeledahan dan penyitaan benda-benda pribadi milik ke 6 kepanduan pasangan Zuhrif-Reza. Lebih parah lagi ke 6 orang kepanduan ini dipaksa mengakui menyebarkan kertas yang berisi “black campaign”
terhadap pasangan no. 2. Gerombolan ini telah mengambil alih tugas polisi dan melakukan praktek main hakim sendiri.

Akibat dari penganiayaan dan kekerasan fisik tersebut, setelah menjalani pemeriksaan di RS Hidayatullah, ke 6 kepanduan tersebut menderita luka, lebam, sobek bibir dan kepala pusing. Atas tindak penganiayaan dan kekerasan fisik tersebut, Puji Purwanto dkk-didampingi Tim Hukum Pasangan Zuhrif-Reza, Sri Hadi Fahruddin dkk telah melaporkan kasus tersebut ke Polresta Kota Yogyakarta.

Tim Sukses Pasangan Zuhrif-Reza mengutuk dan menyesalkan aksi tindak kekerasan yang dilakukan oleh segerombolan orang yang ada di DPW PAN DIY tersebut. Tim Sukses Zuhrif-Reza juga menyesalkan adanya fitnah yang disampaikan melalui Facebook dan Milis. Tidak ada logikanya Tim Patroli sebagai pelaku karena mereka memantau situasi secara terang-terangan serta menggunakan seragam resmi kepanduan.

Atas kejadian di atas serta fitnah keji yang disebarkan melalui internet, Tim Zuhrif-Reza menghimbau para pendukung tetap tenang dan menaati proses hukum yang berlaku.

a.n. Tim Sukses Pasangan Zuhrif-Reza
Ardianto

Keterangan Gambar: Puji Purwanto, tim patroli Zuhrif-Reza yang menjadi korban penganiayaan dan pengeroyokan di Kantor DPW PAN DIY menderita gagar otak dan sedang dirawat di RS

Artikel lain:
Rekapitulasi hasil pilkada kota jogja

Kamis, 15 September 2011

Modem belum dipasang tagihan Speedy sudah berjalan

Modem belum dipasang tagihan Speedy sudah berjalan

Awalnya telpon masuk menawarkan paket speedy. Konon karena kami adalah pelanggan telkom yang baik maka mereka menawarkan paket speedy dengan gratis modem dan selama 3 bulan hanya membayar Rp 100 ribu tiap bulan.Begitu awal basi-basi dari marketing speedy. Awalnya kami setuju, semua penawaran dan persetujuan dilakukan melalui telepon. Kemudian mereka menanyakan kapan modem bisa dipasang. Kami minta awal bulan Mei. Namun karena kondisi komputer rusak maka kami menghubungi 147 dan memutuskan untuk tidak jadi memasang speedy. Setelah itu kami berfikir sudah selesai urusan.  

Bulan september ini dan bulan-bulan sebelumnya kami biasa membayar telepon melalui BPR, jadi jarang sih melakukan pengecekan jumlah tagiahan. Namun untuk bulan September kebetulan kami sempat mengecek prin out pembayaran telepon di BPR. Iseng-iseng saya bandingkan antara prin out pembayaran melalui BPR dengan Info Tagihan Telepon dan ternyata ada selisih tagihan sebesar Rp 100.000,-. Kami  menghubungi 147 dan dijelaskan bahwa tagihan itu adalah tagihan langganan Speedy.Dan kami dikenai tagihan Speddy mulai bulan Agustus 2011. Dan untuk menyesaikannya kami diminta untuk datang ke Plaza Telkom dan harus antri puanjangg...... Yang salah dia yang repot kita ya...

Saya heran mekanisme tagihan ini. Bagaimana mungkin pelanggan yang belum terpasang modem speedy kok sudah ditagih biaya langganan? Apakah waktu akan membuat tagihan pertama tidak didasari pada berita acara pemasangan modem speedy dan diketahui serta ditandatangani pelanggan?

Kalau sudah begini, pelanggan dirugikan ditambah suruh repot mendatangi dan mengurus di Plaza Telkom  antri untuk mendapat restitusi bulan September sebesar Rp 100.000,- soalnya yang bulan  Agustus nggak bawa bukti pembayaran, lha padahal data di Telkom kan ada, yang ngambil bawa bukti KTP sesuai nama Pelanggangan Telkom. Wah harus antri lagi untuk restitusi bulan Agustus. Kok gitu ya?




Senin, 05 September 2011

Pantai Suwuk Karangbolong Puring Kebumen

Pantai Suwuk merupakan pantai laut selatan yang langsung menghadap Samudera Indonesia. Pantai ini mirip dan sejajar dengan Pantai Pandankuning Petanahan Kebumen.Bedanya pantai ini bersebelahan dengan Pantai Karangbolong dan dibatasi oleh Sungai (Kali dalam bahasa jawa) Suwuk yang bermuara di pantai Selatan. Karena lokasinya itulah maka disebut Pantai Suwuk. Dari Puring berjarak sekitar 4,5 km.

Secara daya tarik sepertinya tidak ada yang istimewa, tetapi secara tradisional pantai selatan pada umumnya menarik sebagai tempat wisata terutama pada hari raya Idul Fitri maupun Hari Raya Idul Adha dari berpuluh puluh tahun yang lalu. Saat ini pada hari libur dan hari Ahad juga ramai dikunjungi masyarakat sekitar yang mencari udara segar pantai sambil ber olah raga. Dibandingkan dengan pantai lain, maka pantai ini memiliki pemandangan yang lebih bagus karena merupakan muara sungai dan berbatasan dengan pegunungan dan pantai karang bolong


Ket Gambar : suasana pantai di waktu lebaran,pengunjung menyemut di bibir pantai

suasana pinggir kali suwuk
sebelah kanan adalah Karang Bolong

Di Pantai Suwuk anda bisa memanjakan anak untuk berenang air laut yang ditampung dengan menggunakan terpal sehingga tidak perlu takut ombak besar, naik kuda, dan berbagai permianan yang digerakkan dengan tenaga manusia. Juga tak kalah lezatnya adalah makanan khas berupa lotek, lepet dan  tempe mendoan yang masih panas. Bisa juga naik kapal rakit untuk menyeberang sungai suwuk menuju Karang Bolong.
tampak kapal kecil yang siap menyebarangkan kita