Senin, 26 September 2011

Pilkada Jogja : Enam Orang Tim Patroli Zuhrif Reza dianaya di Kantor DPW PAN

Enam Orang Tim Patroli Zuhrif-Reza Dianiaya di Kantor DPW PAN

oleh Zuhrif Reza pada 25 September 2011 jam 11:03
Enam Orang Tim Patroli Zuhrif-Reza Dianiaya di Kantor DPW PAN


 JOGJA, ZUHRIF-REZA- Pemilukada Kota Yogyakarta dinodai oleh aksi kekerasan fisik berupa penganiayaan yang dilakukan oleh sekelompok  orang di kantor DPW PAN DIY terhadap 6 orang Tim Patroli Zuhrif Reza (Puji Purwanto dkk) yang sedang menjalankan tugas jaga keliling. Tim Patroli Zuhrif-Reza terdiri dari Kepanduan PKS dengan berseragam resmi kepanduan yang bertugas  melakukan pemantauan dan pencegahan terhadap black campaign serta money politic. Penganiayaan dilakukan pada lebih kurang pukul 2.30 dini hari tadi. Tindakan kekerasan ini juga dibarengi dengan aksi main hakim sendiri berupa penyitaan dan penggeledahan barang-barang milik pribadi seperti HP dan Dompet ke 6 petugas keamanan pasangan Zuhrif-Reza.

Kronologi:
Adapun kronologis kejadiannya sebagai berikut: Mulai pukul 01:00 dini hari, 6 orang tim keamanan dari pandu keadilan pendukung pasangan Zuhrif-Reza melakukan patroli di daerah Purbayan, Kota Gede.  Saat melewati daerah Purbayan-Prenggan pada sekitar pukul 02:30, ke 6 orang tersebut melihat dua orang berboncengan yang mencurigakan karena menyebarkan selebaran. Spontan ke 6 orang pandu keadilan tersebut berbalik hendak mengejar 2 orang yang mengendarai sepeda motor tersebut. Namun, sebelum mengejar, ke 6 orang pandu keadilan tersebut memungut selebaran yang disebarkan oleh pengendara motor tersebut  untuk diamankan. Akan tetapi tiba-tiba dari beberapa arah bermunculan segerombolan orang yang langsung menuduh ke 6 orang tersebut menyebar kertas yang berisi “black campaign” terhadap pasangan no.2. Gerombolan orang ini memaksa dan menyeret ke 6 orang kepanduan ini ke mobil dan dibawa ke Kantor DPW PAN DIY. Dalam perjalanan di jalan Ngeksigondo ke 6 orang kepanduan mengalami penganiayaan. Kemudian, aksi kekerasan fisik tersebut dilanjutkan selama mereka disekap di Kantor DPW PAN DIY.

Beberapa orang yang bisa diidentifikasi oleh korban adalah bernama Safaruddin, Ali dan Johan. Di samping penganiayaan, gerombolan orang yang bermarkas di DPW PAN ini juga melakukan aksi bak polisi berupa penggeledahan dan penyitaan benda-benda pribadi milik ke 6 kepanduan pasangan Zuhrif-Reza. Lebih parah lagi ke 6 orang kepanduan ini dipaksa mengakui menyebarkan kertas yang berisi “black campaign”
terhadap pasangan no. 2. Gerombolan ini telah mengambil alih tugas polisi dan melakukan praktek main hakim sendiri.

Akibat dari penganiayaan dan kekerasan fisik tersebut, setelah menjalani pemeriksaan di RS Hidayatullah, ke 6 kepanduan tersebut menderita luka, lebam, sobek bibir dan kepala pusing. Atas tindak penganiayaan dan kekerasan fisik tersebut, Puji Purwanto dkk-didampingi Tim Hukum Pasangan Zuhrif-Reza, Sri Hadi Fahruddin dkk telah melaporkan kasus tersebut ke Polresta Kota Yogyakarta.

Tim Sukses Pasangan Zuhrif-Reza mengutuk dan menyesalkan aksi tindak kekerasan yang dilakukan oleh segerombolan orang yang ada di DPW PAN DIY tersebut. Tim Sukses Zuhrif-Reza juga menyesalkan adanya fitnah yang disampaikan melalui Facebook dan Milis. Tidak ada logikanya Tim Patroli sebagai pelaku karena mereka memantau situasi secara terang-terangan serta menggunakan seragam resmi kepanduan.

Atas kejadian di atas serta fitnah keji yang disebarkan melalui internet, Tim Zuhrif-Reza menghimbau para pendukung tetap tenang dan menaati proses hukum yang berlaku.

a.n. Tim Sukses Pasangan Zuhrif-Reza
Ardianto

Keterangan Gambar: Puji Purwanto, tim patroli Zuhrif-Reza yang menjadi korban penganiayaan dan pengeroyokan di Kantor DPW PAN DIY menderita gagar otak dan sedang dirawat di RS

Artikel lain:
Rekapitulasi hasil pilkada kota jogja

kaos ukuran besar XXXXXL
Pilkada Jogja : Enam Orang Tim Patroli Zuhrif Reza dianaya di Kantor DPW PAN
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email