Kamis, 19 Januari 2012

Dana Talangan Haji

Kapan Anda berencana pergi haji? Pada umur berapa Anda akan merencanakan pergi haji?


Padang Arofah (wikipedia)
 Pertanyaan itulah yang senantiasa terngiang oleh Bapak Fulan dan Ibu Fulanah. Secara mental mereka berdua memang sangat ingin memenuhi panggilan pergi haji. Saat ini usia Bapak Fulan 45 tahun dan Ibu Fulanah 43 tahun. Saat ini tabungan untuk haji mereka berdua baru terkumpul masing-masing Rp 5 jutaan. Tidak terbayang entah kapan Bapak Fulan dan Ibu Fulanah bisa memenuhi panggilan ibadah haji. Untuk bisa mendapat no porsi harus membayar Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) sebesar Rp 25 Juta ke Rekening Kementerian Agama. Jika setor BPIH di awal Januari 2012 ini konon untuk wilayah DIY bisa berangkat sekitar tahun 2022 (berarti harus antri selama 10 tahun). Jika setor sekarang saja Bapak Fulan insya Alloh akan berangkat haji di usia 55 tahun dan Bu Fulananah di usia 53. Itu kalau ndaftar sekarang, sedangkan keluarga Pak Fulan masih harus mengumpulkan uang Rp 40 juta lagi. 
 
Jika uang Rp 40 juta bisa dikumpulkan dalam waktu 5 tahun lagi berarti Pak Fulan dan Ibu Fulanah akan mendaftar pada 2017 dan jika asumsinya daftar tunggu masih sama 10 tahun  (kemungkinan daftar tunggu dari tahun ke tahun semakin panjang) berarti Pak Fulan dan Istri akan berangkat di tahun  2027 pada usia 60 tahun dan 58 tahun.

Wajah Pak Fulan dan Bu Fulanah kini tampak bahagia begitu pengajuan dana talangan hajinya disetujui, di awal Januari 2012  dengan tabungan 10 juta mereka kini sudah memperoleh porsi haji mesti harus menunggu insya Alloh di tahun 2022.

Dana talangan haji sebagai salah satu solusi ?
Dana Talangan Porsi Haji adalah pinjaman yang ditujukan untuk membantu mendapatkan porsi keberangkatan haji lebih awal, meskipun saldo tabungan Haji belum mencapai syarat pendaftaran porsi (Sumber: Bank Muamalat).
Dana Talangan Haji dapat membantu calon jama'ah haji untuk BOOKING SEAT porsi keberangkatan haji walaupun dana yang dimiliki belum mencapai Rp. 25 Juta          
  
Meskipun dana talangan haji terdapat pro dan kontra, namun ini bisa dijadikan solusi untuk pendanaan BPIH. Begitu dana talangan haji sudah disetujui pihak bank, maka saat itu juga kita bisa mendaftar haji. Saat ini untuk bisa mendaftar haji dan memperoleh porsi haji diperlukan dana sebesar Rp 25 juta. Inilah yang ditalangi oleh pihak perbankan. Jangka waktu pengembalian dana talangan haji bervariasi dari 1 tahun sampai 5 tahun.

Contoh Perhitungan Dana Talangan Haji
BSM (Sumber Brosur dari BSM KCP Kotagede Telp 0274-9626255)
Dana Talangan Rp 22.500.000  (dicicil selama 1 tahun)
Dana yang harus disetor pada saat akad (adm, Ujroh, Tab)   Rp 5.048.000,-

Dana Talangan Rp 22.500.000  (dicicil selama 2 tahun)
Dana yang harus disetor pada saat akad (adm, Ujroh tahun1 dan 2, Tab)   Rp 6.848.000,-

Dana Talangan Rp 22.500.000  (dicicil selama 3 tahun)
Dana yang harus disetor pada saat akad (adm, Ujroh, Tab)   Rp 8.548.000,-

BRI Syariah 


Paket Dana Talangan Haji mulai dari Rp 23 juta
dan bisa untuk beberapa orang

1. PAKET DTH  Rp.23.000.000,- (1 tahun)
Setoran Awal Tab Hajj Rp.50.000,-
Biaya Adm Rp.200.000,-
Ujroh tahun I Rp.2.070.000,-
DP Rp.2.000.000,-
Dana hrs disiapkan Rp.4.320.000,-
Jika  diangsur perbulan Rp.1.920.000,-
2. PAKET DTH  Rp.23.000.000,- (2 tahun)
Setoran Awal Tab Hajj Rp.50.000,-
Biaya Adm Rp.250.000,-
Ujroh tahun I Rp.2.070.000,-
DP Rp.2.000.000,-
Dana hrs disiapkan Rp.4.370.000,-
Jika  diangsur perbulan Rp.1.045.000,-
3. PAKET DTH  Rp.23.000.000,- (3 tahun)
Setoran Awal Tab Hajj Rp.50.000,-
Biaya Adm Rp.350.000,-
Ujroh tahun I Rp.2.070.000,-
DP Rp.2.000.000,-
Dana hrs disiapkan Rp.4.470.000,-
Jika  diangsur perbulan Rp.754.000,-
4. PAKET DTH  Rp.23.000.000,- (4 tahun)
Setoran Awal Tab Hajj Rp.50.000,-
Biaya Adm Rp.400.000,-
Ujroh tahun I Rp.2.070.000,-
DP Rp.2.000.000,-
Dana hrs disiapkan Rp.4.520.000,-
Jika  diangsur perbulan Rp.609.000,-


5. PAKET DTH  Rp.23.000.000,- (5 tahun)
Setoran Awal Tab Hajj Rp.50.000,-
Biaya Adm Rp.450.000,-
Ujroh tahun I Rp.2.070.000,-
DP Rp.2.000.000,-
Dana hrs disiapkan Rp.4.570.000,-
Jika  diangsur perbulan Rp.522.000,-













Sumber : Brosur dari BRISyariah Kanca Jogja 
Hub Abdullah Musa                                             :  0813 2884 2525 / 0274-662 9825
BRI Syariah Kanca Yogyakarta                        :  0274- 557 117 / 587 117 Fax.512235
 

Daftarlah Haji Sebelum Usia 50!

 
REPUBLIKA.CO.ID, Oleh Ikhwanul Kiram Mashuri

Bila Anda rakyat pada umumnya, daftarkan diri Anda untuk melaksanakan ibadah haji sebelum berusia 50 tahun.
Karena, daftar tunggu (waiting list) haji di beberapa daerah kini sudah ada yang mencapai lebih dari 10 tahun. Di Jawa Timur, misalnya, daftar tunggu haji hingga 9-10 tahun. Begitu juga di Jakarta, Jawa Tengah, dan Jawa Barat.
Bahkan, di beberapa daerah di Kalimantan Selatan daftar tunggu haji bisa 13 tahun.  Dengan kata lain, kalau Anda daftar sekarang, ketika berusia 50 tahun, maka Anda baru akan bisa melaksanakan ibadah haji pada usia 60 tahun atau lebih.
Usia 60-70 tahun semoga Anda masih sehat. Karena, ibadah haji memerlukan kesehatan yang prima. Tawaf dengan berjalan mengelilingi Kabah tujuh kali. Sai dengan lari-lari kecil atau berjalan dari Shafa ke Marwa dan sebaliknya sebanyak tujuh kali.
Kemudian, melempar jumrah dengan berjalan kaki dari perkemahan di Mina dan seterusnya. Semuanya mem- butuhkan tenaga yang prima.
Ini belum termasuk shalat di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi yang jaraknya dengan penginapan jamaah bisa mencapai 2,5 kilometer.
Dengan kondisi demikian tentu akan lebih baik bila Anda bisa melaksanakan ibadah haji ketika berusia muda. Ini kalau Anda rakyat biasa atau orang kebanyakan. Tentu berbeda kalau Anda pejabat tinggi negara, termasuk anggota DPR. Untuk golongan ini, ibadah haji bisa kapan saja.
Atau, kalau Anda orang berpunya, bisa juga melaksanakan ibadah haji melalui jalan pintas dengan mendaftar ke biro perjalanan haji dan umrah. Daftar tunggu melalui biro perjalanan haji ini lumayan pendek, sekitar 1-4 tahun.
Tentu Anda akan membayar lebih besar untuk berhaji melalui biro perjalanan ini. Tapi, jangan salah pilih biro, bisa-bisa Anda tertipu.
Dalam beberapa tahun ini, peminat untuk melaksanakan ibadah haji memang meningkat tajam. Bukan hanya umat Islam Indonesia, tapi juga negara-negara lain. Sayangnya, waktu dan lokasi pelaksanaan haji sangat terbatas. Termasuk, kapasitas Masjidil Haram dan Masjid Nabawi. Karena itu, sidang Organisasi Konferensi Islam (OKI)--kini ber nama Organiasi Kerja Sama Islam--di Amma, Yordania, pada 1987 kemudian memutuskan bahwa jumlah jamaah haji dari suatu negara adalah 1/1.000.
Artinya, satu calon jamaah haji dari 1.000 pendu duk Muslim. Kalau jumlah penduduk Indonesia yang beragama Islam 220 juta maka Indonesia mendapatkan kuota setiap tahunnya 220 ribu jamaah.
Sejak 1987 itu, jumlah jamaah haji terus meningkat sesuai dengan pertambahan jumlah penduduk Muslim di dunia. Tahun ini, jamaah haji dari seluruh dunia--189 negara--sekitar tiga juta. Jumlah yang tidak mungkin ditambah karena keterbatasan tempat pelaksanaan haji.
Atau, kalau masih bisa diperluas--hal inilah yang kini dilakukan Pemerintah Arab Saudi--paling banyak bisa menampung 3,5 juta jamaah. Bila dipaksakan ditambah, dikhawatirkan akan terjadi musibah, seperti yang pernah terjadi beberapa kali sebelumnya, menyebabkan ratusan korban meninggal dunia.
Untuk menyediakan berbagai fasilitas tiga juta jamaah haji selama berada di Makkah dan Madinah tentu tidak mudah. Misalnya, yang menyangkut transportasi, penginapan, logistik/makanan-minuman, dan lain-lain. Apalagi, penginapan dan transportasi hanya dipakai pada musim haji.
Selain mengurus hal-hal tadi, Pemerintah Arab Saudi juga terus memperluas fasilitas tempat-tempat ibadah, misalnya di Masjidil Haram, Masjid Nabawi, lokasi Jamarat, dan sebagainya. Pun sedang dibangun monorel di Makkah serta Arafah dan Mina.
Namun, sekali lagi, perluasan yang bisa dilakukan sangat terbatas. Tempat tawaf di sekitar Kabah misalnya, tampak sulit untuk bisa diperluas lagi. Karena itu, jumlah jamaah haji memang harus dibatasi.
Namun, saya khawatir dengan daftar tunggu haji yang semakin panjang. Sebab, akan semakin banyak umat Islam yang hingga meninggal dunia tidak kesampaian melaksanakan rukun Islam yang kelima itu. Karena itu, para ulama dan pemimpin negara-negara Islam harus segera berijtihad menemukan solusi.
Apalagi, kuota haji yang berlaku sekarang diputuskan oleh OKI sekitar 25 tahun lalu.


























































































































kaos ukuran besar XXXXXL
Dana Talangan Haji
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email

1 komentar: