Kamis, 29 Maret 2012

Tentang Snak (Kudapan) Diklat dan DPR

Tentang Snak (Kudapan) Diklat dan DPR

Snack Dikombinasi Apa Saja?It s Ok!
Lihat gambar di atas, kira-kira kombinasi yang mana yang biasanya ditemui di kotak snak yang pernah kita terima?
Jika snak itu 4 macam isinya kira-kira
1. Makanan yang dikukus atau oven yang mengandung karbohidrat, eg: arem arem, gethuk, serabi, lemper, 
    roti-rotian
2. Makanan yang digoreng, eg.martabak, lumpia, bakwan goreng, pisang goreng
3. Kue kering ukuran kecil, eg. kacang bawang


Komposisi itulah yang ada di benak para pembuat kue dan para pemesan kue. Sehat atau tidak sepertinya menjadi nomor sekian. Seolah itu sudah menjadi undang-undang yang tidak tertulis.


Terus gimana sih pola makan seharusnya termasuk makanan kecil (snak)?


Dulu dikenal istilah empat sehat lima sempurna. Tapi perkembangan saat ini sudah berubah. Secara umum pola makanan yang bagus adalah memenuhi unsur karbohidrat, protein, vitamin dan mineral. (Lihat gambar piramida di bawah ini mulai dari bawah ke atas). Besaran porsi dan kebutuhan tubuh tercermin pada gambar piramida. Sebagai contoh kebutuhan karbohidrat lebih besar dari kebutuhan protein. Jika aktivitas fisik besar maka kebutuhan akan karbohidrat juga semakin besar dan sebaliknya jika aktivitas fisik tidak terlalu banyak idealnya piramidanya semakin ramping, kebutuhan karbohidrat tidak terlalu besar.






Bagaimana snak waktu diklat?
Jika diklat yang dilakukan adalah diklat yang lebih banyak di lapangan dan aktivitas fisik, snak seperti di atas mungkin tidak bermasalah. Tapi jika diklat yang dilakukan lebih banyak duduk di kelas (sebagaimana anggota DPR) maka komposisi snak di atas perlu diubah.
Misalnya jadwal diklat di asrama 
- Jam 7  Makan Pagi
- Jam 10 istirahat minum kopi/teh dan snak
- Jam 12.30 makan siang
- Jam 15.15 istirahat minum kopi/teh dan snak
Aktivitas kelas dimulai dari jam 8 pagi sampai jam 5 sore selama senin sd. jumat
Kenapa snak perlu diubah?
Karena dari sisi unsur maka hampir dari pagi sampai sore asupan makanan yang ada didominasi oleh karbohidrat.
Demikian juga aktivitas anggota DPR hampir mirip. Sehingga snak di DPR pun yang konon membikin bosen dan bikin gemuk perlu dievaluasi. Jangan sampai habis diklat bukan tambah ilmu malah tambah gemuk. Jangan sampai anggota DPR tidak lincah karena tambah gemuk.

Usul : jika kondisi demikian alangkah indahnya jika seandainya snak itu diganti saja dengan buah-buahan dari mulai jeruk, salak pondoh, pepaya, semangka, duku dll.

Kamis, 08 Maret 2012

ATURAN BI TENTANG GADAI EMAS

ATURAN BI TENTANG GADAI EMAS

Surat Edaran Bank Indonesia No.14/7/DPbS tanggal 29 Februari 2012 perihal Produk Qardh Beragun Emas bagi Bank Syariah dan Unit Usaha Syariah  berlaku sejak 1 maret 2011


Penerbitan SE ini dimaksudkan untuk memberikan acuan bagi perbankan syariah dalam menjalankan produk Qardh Beragun Emas, yang merupakan pelaksanaan dari Peraturan Bank Indonesia No.10/17/PBI/2008 tentang Produk Bank Syariah dan Unit Usaha Syariah.


Ketentuan ini berlaku untuk Bank Umum Syariah, Unit Usaha Syariah (UUS), dan Bank Perkreditan Rakyat Syariah (BPRS).

Produk Qardh Beragun Emas memiliki karakteristik (fitur) sebagai berikut:
  1. Tujuan penggunaan adalah untuk membiayai keperluan dana jangka pendek atau tambahan modal kerja jangka pendek untuk golongan nasabah Usaha Mikro dan Kecil (UMK).
  2. Akad yang digunakan adalah akad qardh (untuk pengikatan pinjaman dana yang disediakan Bank Syariah atau UUS kepada nasabah), akad rahn (untuk pengikatan emas sebagai agunan atas pinjaman dana) dan akad ijarah (untuk pengikatan pemanfaatan jasa penyimpanan dan pemeliharaan emas sebagai agunan pinjaman dana).
  3. Biaya yang dapat dikenakan oleh Bank Syariah atau UUS kepada nasabah antara lain biaya administrasi, biaya asuransi, dan biaya penyimpanan dan pemeliharaan.
  4. Sumber dana dapat berasal dari bagian modal, keuntungan yang disisihkan, dan/atau dana pihak ketiga.
  5. Tujuan penggunaan dana oleh nasabah wajib dicantumkan secara jelas pada formulir aplikasi produk.
  6. Emas yang akan diserahkan sebagai agunan Qardh Beragun Emas harus sudah dimiliki oleh nasabah pada saat permohonan pembiayaan diajukan.

Bank Syariah dan UUS dalam menjalankan produk Qardh Beragun Emas wajib memenuhi ketentuan sebagai berikut:
  1. Mengajukan permohonan izin terlebih dahulu kepada Bank Indonesia.
  2. Memiliki kebijakan dan prosedur (Standard Operating Procedure/SOP) tertulis secara memadai, termasuk penerapan manajemen risiko.
  3. Jumlah portofolio Qardh Beragun Emas Bank Syariah pada setiap akhir bulan paling banyak adalah jumlah terkecil antara 20% dari jumlah seluruh pembiayaan yang diberikan atau 150% dari modal bank (Kewajiban Penyediaan Modal Minimum/KPMM); dan untuk UUS, sebesar 20% dari jumlah seluruh pembiayaan yang diberikan.
  4. Jumlah pembiayaan paling banyak sebesar Rp250.000.000,00 untuk setiap nasabah, dengan jangka waktu paling lama 4 bulan dan dapat diperpanjang paling banyak 2 kali. Khusus untuk nasabah UMK dapat diberikan pembiayaan paling banyak sebesar Rp50.000.000,00, dengan jangka waktu paling lama 1 tahun dengan angsuran setiap bulan dan tidak dapat diperpanjang.
  5. Jumlah pembiayaan dibandingkan dengan nilai agunan atau Financing to Value (FTV) paling banyak 80% dari rata-rata harga jual emas 100 gram dan harga beli kembali (buyback) emas PT. ANTAM (Persero) Tbk.
  6. Bank Syariah atau UUS wajib menjelaskan secara lisan atau tertulis (transparan) kepada nasabah antara lain karakteristik produk (antara lain fitur, risiko, manfaat, biaya, persyaratan, dan penyelesaian apabila terdapat sengketa) dan hak dan kewajiban nasabah termasuk apabila terjadi eksekusi agunan emas.
Bank Syariah dan UUS yang menjalankan produk Qardh Beragun Emas sebelum memperoleh izin dari BI dikenakan sanksi teguran tertulis dan denda uang, dan bagi Bank Syariah atau UUS yang menjalankan produk Qardh Beragun Emas yang tidak sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam SE dapat dikenakan sanksi berupa penghentian produk tersebut.

Bagi Bank Syariah atau UUS yang telah menjalankan produk Qardh Beragun Emas sebelum berlakunya SE ini wajib menyesuaikan:

  1. kebijakan dan prosedur dengan mengacu pada karakteristik dan fitur produk Qardh Beragun Emas paling lama 1 (satu) bulan terhitung sejak berlakunya SE ini.
  2. jumlah portofolio Qardh Beragun Emas, jumlah dan jangka waktu pembiayaan setiap nasabah, dan FTV paling lama 1 tahun terhitung sejak berlakunya SE ini.