Jumat, 27 April 2012

Sisa Lebih Lembaga/Yayasan Nir Laba Bidang Pendidikan dan Litbang

Sisa Lebih Lembaga/Yayasan Nir Laba Bidang Pendidikan dan Litbang

Pengertian:

Sisa lebih adalah selisih dari seluruh penerimaan yang merupakan objek Pajak Penghasilan selain penghasilan yang dikenakan Pajak Penghasilan tersendiri, dikurangi dengan pengeluaran untuk biaya operasional sehari-hari badan atau lembaga nirlaba.

Sisa lebih yang diperoleh badan atau lembaga nirlabaatau Yayasan yang ditanamkan kembali dalam bentuk pembangunan dan pengadaan sarana dan prasarana kegiatan pendidikan dan/atau penelitian dan pengembangan yang diselenggarakan bersifat terbuka kepada pihak manapun dan telah mendapat pengesahan dari instansi yang membidanginya, dalam jangka waktu paling lama 4 (empat) tahun sejak diperolehnya sisa lebih tersebut dikecualikan sebagai objek Pajak Penghasilan.

Badan atau lembaga nirlaba sebagaimana dimaksud wajib menyampaikan pemberitahuan mengenai rencana fisik sederhana dan rencana biaya pembangunan dan pengadaan sarana dan prasarana kegiatan pendidikan dan/atau penelitian dan pengembangan kepada Kepala Kantor Pelayanan Pajak tempat Wajib Pajak terdaftar dengan tindasan kepada instansi yang membidanginya.

Pemberitahuan disampaikan bersamaan dengan penyampaian Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT) Pajak Penghasilan tahun pajak diperolehnya sisa lebih tersebut atau paling lama sebelum pembangunan dan pengadaan sarana dan prasarana kegiatan pendidikan dan/atau penelitian dan pengembangan dimulai, dalam jangka waktu 4 (empat) tahun sejak diperolehnya sisa lebih tersebut.


Pelaksanaan ketentuan tsb. dilakukan sebagai berikut:

Sisa lebih yang diterima atau diperoleh badan atau lembaga nirlaba setiap tahun yang akan digunakan untuk pembangunan dan pengadaan sarana dan prasarana kegiatan pendidikan dan/atau penelitian dan pengembangan dialihkan ke akun dana pembangunan dan pengadaan sarana dan prasarana kegiatan pendidikan dan/atau penelitian dan pengembangan

Pembukuan atas penggunaan dana pembangunan dan pengadaan sarana dan prasarana kegiatan pendidikan dan/atau penelitian dan pengembangan pada tahun berjalan dilakukan dengan mendebet akun aktiva dan akun dana pembangunan dan pengadaan sarana dan prasarana kegiatan pendidikan dan/atau penelitian dan pengembangan serta mengkredit akun kas atau utang dan akun modal badan atau lembaga nirlaba. 

Atas pengeluaran untuk pembangunan dan pengadaan sarana dan prasarana kegiatan pendidikan dan/atau penelitian dan pengembangan yang berasal dari sisa lebih  tidak boleh dilakukan penyusutan

Apabila pembangunan dan pengadaan sarana dan prasarana kegiatan pendidikan dan/atau penelitian dan pengembangan dibiayai dengan dana pinjaman, biaya bunga atas dana pinjaman tersebut diperlakukan sebagai bagian dari harga perolehan sarana dan prasarana kegiatan pendidikan dan/atau penelitian dan pengembangan.

Biaya bunga atas dana pinjaman  yang terutang atau dibayarkan setelah selesainya proses pembangunan dan pengadaan sarana dan prasarana kegiatan pendidikan dan/atau penelitian dan pengembangan dapat dibebankan sebagai biaya badan atau lembaga nirlaba.

Dalam hal dana pinjaman  diterima atau diperoleh sebelum diperolehnya sisa lebih dan dipergunakan untuk pembangunan dan pengadaan sarana dan prasarana, biaya bunga atas dana pinjaman tersebut diperlakukan sebagai bagian dari harga perolehan sarana dan prasarana kegiatan pendidikan dan/atau penelitian dan pengembangan.

Badan atau lembaga nirlaba yang menggunakan sisa lebih untuk pembangunan dan pengadaan sarana dan prasarana kegiatan pendidikan dan/atau penelitian dan pengembangan  wajib membuat:
a.         pernyataan bahwa:
  • sisa lebih akan digunakan untuk pembangunan gedung dan prasarana pendidikan dan/atau penelitian dan pengembangan paling lama 4 (empat) tahun sejak diperolehnya sisa lebih tersebut, dan
  • sisa lebih yang tidak digunakan pada tahun diperolehnya tersebut akan digunakan untuk pembangunan gedung dan prasarana pendidikan dan/atau penelitian dan pengembangan paling lama 4 (empat) tahun sejak diperolehnya sisa lebih tersebut, 
yang merupakan lampiran dalam Surat Pemberitahuan Tahunan Pajak Penghasilan untuk tahun pajak diperolehnya sisa lebih;

b.         pencatatan tersendiri atas sisa lebih yang diterima dan yang digunakan setiap tahun; dan
c.         laporan mengenai penyediaan dan penggunaan sisa lebih dan menyampaikannya kepada Kepala Kantor
            Pelayanan Pajak tempat Wajib Pajak terdaftar dalam lampiran Surat Pemberitahuan Tahunan Pajak
            Penghasilan

Apabila setelah lewat jangka waktu   badan atau  lembaga nirlaba tidak menggunakan atau terdapat sisa lebih yang tidak digunakan untuk pembangunan dan pengadaan sarana dan prasarana kegiatan pendidikan dan/atau penelitian dan pengembangan dimaksud, maka sisa lebih tersebut diakui sebagai penghasilan dan dikenakan Pajak Penghasilan pada tahun pajak berikutnya setelah lewat jangka waktu 4 (empat) tahun tersebut.

Apabila dalam jangka waktu 4 tahun terdapat sisa lebih yang digunakan selain untuk pembangunan dan pengadaan sarana dan prasarana kegiatan pendidikan dan/atau penelitian dan pengembangan, sisa lebih tersebut diakui sebagai penghasilan dan dikenai Pajak Penghasilan sejak tahun pajak diperoleh sisa lebih tersebut.

Apabila Badan atau lembaga nirlaba menggunakan sisa lebih untuk pembangunan dan pengadaan sarana dan prasarana kegiatan pendidikan dan/atau penelitian dan pengembangan namun tidak menyampaikan pemberitahuan rencana fisik sederhana dan rencana biaya  kepada KPP dan Instansi terkait,dan tidak membuat pernyataan, pencatatan dan laporan  sisa lebih tersebut diakui sebagai penghasilan dan dikenai Pajak Penghasilan sejak tahun pajak diperoleh sisa lebih tersebut.

Musium Pesawat Yogyakarta

Musium Pusat TNI AU DirgantaraMandala

Buat adik adik yang liburan di Jogja, tidak ada salahnya untuk mengunjungi musium pesawat. Meski pesawatnya nggak ada yang bisa jalan, minimal akan mengembangkan daya pikir adik adik maupun sebagai sarana untuk mempelajari nilai nili perjuangan para pahlawan. 

Lokasinya di dekat jembatan layang Janti, Musium ini banyak dikunjungi siswa siswa dari Jogja maupun dari luar daerah, Parkir sngat luas, suasananya sejuk dan tiket masuk cuma Rp 3.000,- parkir mobil Rp 5.000,-

Koleksi pesawatnya juga beragam, dari pesawat jet tempur buatan Uni Soviet yang sangat panjang, pesawat F5 tiger, Pesawat charlie, sampai pesawat capung dan juga helikopter. Juga terdapat diorama pejuangan TNI AU dalam membela negara, seragam TNI AU dan juga seragam AAU. Biar saya nggak banyak cerita inilah gambarnya:



Pesawat tempur parkir di halaman musium

 
pesawat charli yang ini juga parkir di halaman musium


 beberapa koleksi pesawat dan helicopter ada di sini
helicopter AURI
Masih banyak koleksi yang belum terlihat di sini. Termasuk beberapa jenis persenjataan yang dimiliki oleh AURI dan juga sarana latihan bagi kru pesawat tempur. Selamat berkunjung

Rabu, 11 April 2012

Calon Pimpinan OJK

Calon Pimpinan OJK

Jakarta - Komisi XI DPR telah menetapkan ketujuh Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Muliaman Hadad menjadi pilihan Komisi XI DPR untuk menduduki kursi Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

"Kita sudah menetapkan ketujuh Dewan Komisioner OJK," kata Ketua Komisi XI, Emir Moeis di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (19/6/2012).

Berikut ketujuh pimpinan OJK :

  1. Muliaman Hadad (Ketua Dewan Komisioner OJK)
  2. Nurhaida (54 suara)
  3. Kusumaningtuti (53 suara)
  4. Firdaus Djaelani (53 suara)
  5. Ilya Avianti (50 suara)
  6. Nelson Tampubolon (44 suara)
  7. Rahmat Waluyanto (40 suara)

Emir menambahkan untuk susunan jabatan di Dewan Komisioner akan ditentukan oleh Rapat Dewan Komisioner OJK setelah pelantikan Ketua dan Anggotanya.

"Dewan Komisioner nantinya akan memilih sendiri penempatannya," kata Emir.
Sementara itu, salah satu calon kuat yaitu Mantan Ketua Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Yunus Husein kalah suara, dia hanya mendapatkan 26 suara.



7 Orang Tersingkir, 3 'Anak Buah' Agus Marto Lolos Jadi Calon Bos OJK  
Sumber : detikFinance 


Jakarta - Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) telah menerima 14 calon yang dipilih Presiden SBY untuk 'ujian' di Komisi XI menjadi Dewan Komisioner OJK. SBY telah menyaring dari 21 calon yang dipilih Panitia Seleksi Dewan Komisioner OJK. 







Tujuh orang diantaranya yang terdepak adalah Mantan Inspektur Jenderal Kementerian Keuangan Hekinus Manao. Namun di antara 14 calon yang lolos, terdapat 3 mantan 'anak buah' Agus Martowardojo di Bank Mandiri.

Berikut calon DK OJK yang 'didepak' SBY:

  • Mantan Inspektur Jenderal Kementerian Keuangan Hekinus Manao
  • Staf Ahli Bidang Kebijakan Publik Kementerian BUMN Sahala Lumban Gaol
  • Sekretaris Bapepam-LK Ngalim Sawega
  • Direktur Compliance and Human Capital Bank Mandiri Ogi Prastomiyono Ogi Prastomiyono
  • Komisaris Utama BNI Peter Benyamin Stok
  • Direktur Bank Indonesia Purwantari Budiman
  • Kepala Biro Bapepam-LK Robinson Simbolon

Sedangkan ketiga calon yang terus melenggang di mana disinyalir 'titipan' Agus Marto dan merupakan mantan 'anak buah' di Bank Mandiri yakni :

  • Mantan Wakil Direktur Bank Mandiri I Wayan Agus Mertayasa
  • Wakil Direktur Utama Bank Mandiri Riswinandi
  • Executive Vice President Coordinator Internal Audit Bank Mandiri Rijani Tirtoso

Pada kesempatan tersepisah, Ekonom Dradjad Wibowo mengatakan calon-calon yang terpilih ini memang sudah bisa ditebak.

"Memang seperti yang sering saya suarakan, pansel OJK tampaknya sudah miring ke calon-calon dari Kemenkeu, Bank Mandiri dan eks Bank Niaga. Ini sudah tidak sehat," kata Dradjad ketika dihubungi Rabu (11/4/2012).

"Karena sudah mengarah ke marjinalisasi Bank Indonesia. Saya tidak membela BI karena BI juga banyak kelemahan sebagai otoritas perbankan," imbuh Dradjad

Menurutnya, marjinalisasi BI ini menyemai benih-benih tidak sehat dalam psikologi dan hubungan kelembagaan antara BI dan OJK. Antara pengawasan makro dengan mikro perbankan.
(dru/dnl)