Senin, 29 Oktober 2012

Gara-gara Dipakai Orang Lain

Gara-gara Dipakai Orang Lain

Awal tahun 93 an ada berita dari mulut ke mulut kalau ada penawaran dari sebuah LSM yang akan mengembangkan industri garmen bahkan konon katanya akan diberi modal dan perlatan berupa mesin jahit. Syaratnya adalah dengan mendirikan badan hukum berupa CV.  Tawaran itu sungguh menggelitik hati Pak Joko (bukan nama sebenarnya). Maka berembuglah Pak Joko, istri dan anak untuk menentukan sikap, hasil rapat (meski tanpa notulen) memutuskan untuk ikut bergabung dan menerima tawaran dari sebuah LSM tersebut. Di hari yang ditentukan mereka bertiga mendatangi kantor notaris yang telah ditunjuk oleh LSM tersebut untuk menandatangani akta pendirian CV dengan biaya sepenuhnya dibayar oleh LSM. Ternyata saat itu mereka harus antri menunggu giliran karena ternyata banyak juga orang yang akan mendirikan CV sebagaimana Pak Joko.

Hari berganti hari, bulan berganti bulan, tahun berganti tahun kabar mengenenai kelanjutan bantuan modal dan peralatan jahit menjahit sudah nggak kedengaran. Pak Joko dan keluargapun sudah melupakan mimpi mengembangkan usaha jahit menjahit. 

Ya semuanya sudah lupa dan dilupakan. Sampai di suatu siang datanglah 3 petugas pajak yang menanyakan surat surat perpajakan, buku/catatan dan dokumen pembukuan tahun 2007 an. Waduh boro-boro punya pembukuan, lha setelah tandatangan akte pendirian ya nggak pernah tanda tangan apa apa lagi. Stempel gak merasa bikin, kop surat ya nggak merasa bikin lha kok tiba-tiba orang pajak menanyakan penjelasan tentang transaksi penjualan. Apanya yang dijual, batin Pak Joko. Konon katanya transaksinya sampai milyaran. Waduh.... Pak Joko yang sudah pernah sakit jadi tambah pusing. Bisa bisa malah jatuh sakit lagi gara-gara kasus ini.

Kasus ini bisa terjadi karena Pak Joko terlalu percaya dengan janji manis dari orang lain. Karena saking percayanya itulah Pak Joko tidak sungkan sungkan untuk tanda tangan tanpa membaca isinya. Bisa saja Pak Joko pernah menandatangani surat kuasa kepada orang lain untuk bertindak atas nama CV. Bisa juga pihak lain memalsukan tanda tangan Pak Joko. Pihak lain itu jangan jangan sindikat/jaringan penerbit Faktur Pajak Fiktif. Bisa bisa nggak ikut dapat manfaat malah ikut kebawa tindak pidana pajak.

Kesimpulan: 
Jangan terlalu percaya dengan janji manis, hati hati jika badan usaha dipakai oleh orang lain dan hati hati dan harus memahami jika harus mendatangani sesuatu

Rabu, 10 Oktober 2012

Pelantikan Sri Sultan HB X sebagai Gubernur DIY

Pelantikan Sri Sultan HB X sebagai Gubernur DIY

Menjadi Satu-satunya Gubernur yang Dilantik SBY, Ini Komentar Sultan

 Edzan Raharjo - detikNews
 
Sri Sultan HB dan KGPAA Paku Alam dilantik di Gedung Agung (Cahyo/Setpres)

Yogyakarta Sri Sultan HB X menjadi satu-satunya gubernur yang dilantik presiden. Sementara gubernur lain hanya dilantik Mendagri. Apa tanggapan Sultan?

"Itu sudah amanah UU (Keistimewaan). Dan kewenangan ada di pemerintah pusat," kata Sultan usai pelantikan di Gedung Agung, Yogyakarta, Rabu (10/10/2012).

Dalam UU tersebut disebutkan Gubernur dan Wakil Gubernur DIY ditetapkan DPRD alias tidak dipilih dan dilantik presiden. Apabila presiden berhalangan, pejabat yang melantik adalah wapres atau Mendagri. Poin tersebut berbeda dengan daerah lain. Sesuai UU No 32 Tahun 2004, gubernur dan wakil gubernur dilantik mendagri atas nama presiden.

Sultan menilai, pelantikan dirinya melengkapi sejarah keistimewaan DIY sesuai UU No 13 Tahun 2012. Produk politik yang mencakup pertanahan, kelembagan, lingkungan atau tata ruang, kebudayaan, dan pengisian jabatan gubernur dan wakil gubernur itu merupakan kesepakatan dan keikhlasan semua pihak. Pertentangan-pertentangan yang terjadi sebelum UU disahkan, merupakan dinamika.

"Ini momentum bersejarah. Apa yang selama ini dharapkan masyarakat Yogya, terwujud," jelas Sultan yang mengenakan seragam gubernur berupa setelan jas warna putih.

Ditanya mengenai pidato SBY, Sultan menegaskan komitmennya dalam memimpin DIY. "Tentu akan diimplementasikan. Poin-poin di dalamnya sesuai dengan visi-misi kami. Semua akan diturunkan melalui Perda yang saat ini sedang digarap," jelasnya.

Bersama KGPAA Paku Alam IX, Sultan dilantik SBY hari ini. Pasangan raja tersebut akan memimpin DIY pada periode 2012-2017. Posisi Sultan dan Pakualam sebagai gubernur dan wakil gubernur hanya akan tergantikan jika keduanya tidak lagi menjadi raja atau berhalangan tetap.

Hadir dalam pelantikan di antaranya Menko Polhukam Djoko Suyanto, Menkum HAM Amir Syamsudin, Mendagri Gamawan Fauzi, Menteri ESDM Jero Wacik, perwakilan Komisi II DPR RI, DPD RI, dan sejumlah pejabat lainnya. Sekitar 100-an pejabat berdiri selama pelantikan berlangsung, mulai dari pukul 09.00 WIB hingga 09.30 WIB.