Rabu, 21 November 2012

Pilgub Jabar : Aher-Demiz terpopuler

Pilgub Jabar : Aher-Demiz terpopuler

Survei: Aher-Demiz Pasangan Terpopuler

Jumat, 28 Desember 2012, 12:19 WIB

Survei: Aher-Demiz Pasangan Terpopuler
Cagub Jabar Ahmad Heryawan dan Deddy Mizwar
REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Pusat Kajian dan Kepakaran Statistika (P2KS) Jurusan Statistika Universitas Padjajaran (Unpad) merilis survei Pilgub Jawa Barat (Jabar) 2013. Hasil survei menunjukkan, pasangan nomor urut 4 Pilgub Jabar, AHmad Heryawan dan Deddy Mizwar meraih popularitas tertinggi dibanding cagub lainnya.

Aher-Demiz meraih 42,48 persen suara. Disusul kemudian, pasangan nomor urut tiga Dede Yusuf Lex Laksamana dengan 27,91 persen suara. "Tingginya popularitas pasangan nomor empat karena terbantu dari Deddy Mizwar yang juga seorang artis,"ujar Ketua P2KS, Toni Toharudin, Jumat (28/12).

Setelah Dede Yusuf, pasangan Rieke Diah Pitaloka-Teten Masduki memperoleh popularitas sebesar 26,08 persen. "Di bawah pasangan Rieke-Teten, terdapat pasangan nomor urut dua, Irianto M.Safiudin-Tatang dengan popularitas sebesar 13,58 persen. "Nomor urut satu Dikdik-Cecep hanya meraih 4,81 persen suara dari responden," katanya.

Sementara itu, untuk desain sampling yang digunakan yaitu Two Way Stratification Sampling dengan jumlah 2313 di 26 kabupaten dan kota di Jabar. Jenis kelamin responden didominasi oleh pria dengan 56,35 persen. Adapun pendidikan mayoritas SMA sebesar 44,84 persen.

PK2S lembaga di jurusan statistik menekankan fungsi ke pengabdian masyarakat. "Kita melakukan survei yang seobjektif mungkin. Kami menyajikan informasi ke masyarakat luas. Ini survei yang kedua. Nanti akan mengadakan survei lagi," katanya.

Redaktur: Dewi Mardiani
Reporter: Lingga Permesti

PKS Pasangkan Ahmad Heryawan-Deddy Mizwar Maju Pilgub Jabar

Elvan Dany Sutrisno - detikNews
Jakarta - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) akhirnya memutuskan menduetkan Ahmad Heryawan (46) dengan aktor kawakan Deddy Mizwar (57) untuk maju Pilgub Jabar. Apa alasannya?

"Untuk Pilgub Jabar, Ahmad Heryawan akan berpasangan dengan Deddy Mizwar," kata Presiden PKS, Luthfi Hasan Ishaaq, kepada detikcom, Jumat (9/11/2012).

PKS optimis kombinasi Ahmad Heryawan-Deddy Mizwar mampu mengatasi kandidat lainnya. Deddy Mizwar diambil PKS untuk mengimbangi dua kandidat kuat lain yakni Dede Yusuf dan Rieke Dyah Pitaloka yang juga artis tenar.

"Karena warga Jabar menyukai kombinasi antara profesional dengan selebriti, agar tetap fresh meski kerja serius," tegas Luthfi.

PKS berharap kombinasi ini sukses di Pilgub Jabar. Sehingga Ahmad Heryawan menjabat periode keduanya di Jabar.

"Kombinasi ini membuat mereka tetap kerja serius meskipun sambil rileks," tandasnya.

Strategi Rahasia Deddy Mizwar dalam Pilkada Jabar
Minggu, 18 November 2012 | 21:50 WIB
Dibaca: 9228
|
Share:
Strategi Rahasia Deddy Mizwar dalam Pilkada Jabar KOMPAS/RONY ARIYANTO NUGROHO Pasangan Ahmad Heryawan dan Dedy Mizwar mendaftarkan diri sebagai pasangan peserta Pemilihan Gubernur Jawa Barat di Komisi Pemilihan Umum Provinsi Jawa Barat, Bandung, Jawa Barat, Sabtu (10/11/2012).
JAKARTA, KOMPAS.com - Aktor kawakan Dedy Mizwar yang mendampingi calon petahana Ahmad Heryawan dalam pemilhan kepala daerah Jawa Barat menegaskan kesiapannya bertarung dengan calon-calon lain. Ia menyampaikan memiliki strategi khusus untuk memenangkan pertarungan.
"Ini bukan lagi bikin film, tapi ini adalah salah satu bentuk pelayanan kami bagi kepentingan Jawa Barat. Secara pribadi saya sudah mempelajari apa yang sudah dilakukan sejauh ini oleh Kang Aher (Ahmad Heryawan). Saya pun punya strategi sendiri untuk itu," ucap Deddy dalam acara silaturahmi dengan media di Bandung, Jawa Barat, Minggu (18/11/2012) sore, seperti dilaporkan reporter Radio Raka FM, Indra.
Ia mengaku, malam ini tim suksesnya akan merapatkan barisan untuk menyusun segala persiapan jelang ajang demokrasi Jawa Barat 2013 mendatang. Deddy optimistis bersama Aher ia akan mampu merebut hati warga Pasundan.
"Kita siap. Semua pasangan pasti siap. Jadi kita pun demikian," ucap deddy.
Pilkada Jawa Barat 2013 mendatang diramaikan oleh sejumlah artis yang terjun ke dunia politik. Selalin Deddy Mizwar yang menjadi calon wakil gubernur, ada Rieke Diah Pitaloka yang maju sebagai calon gubernur didampingi aktivis antikorupsi Teten Masduki sebagai calon wakil gubernur. Wakil Gubernur Jawa Barat saat ini, Dede Yusuf, akan maju sebagai calon gubernur didampingi mantan Sekretaris Daerah Jawa Barat Lex Laksmana.
 
Editor :
Heru Margianto
Siapa Terkuat di Jabar: Rieke, Dede Yusuf, atau Ahmad Heryawan?
Elvan Dany Sutrisno - detikNews
Jakarta - Tiga kandidat Cagub Jabar yakni Rieke Dyah Pitaloka, Dede Yusuf, dan kandidat incumbent Ahmad Heryawan diprediksi akan bersaing ketat. Seperti apa kans mereka menuju Gedung Sate?

Rieke Dyah Pitaloka yang diusung secara mandiri oleh PDIP diprediksi akan bersaing ketat dengan Dede Yusuf. Rieke dan Dede sama-sama pernah menjelajah dunia keartisan. Popularitas keduanya tak diragukan lagi.

"Rieke punya kemiripan dengan Dede, pertama dia artis dan dia punya popularitas. Keduanya bukan sekadar artis tapi juga punya track record, Dede Yusuf dan Rieke punya track record cukup baik dalam beberapa hal misalnya pembelaan terhadap imigran dan keduanya memang sekolahnya benar-benar serius, pernah di legislatif juga," kata pengamat politik yang juga direktur eksekutif lembaga survei Indo Barometer, M Qodari, saat berbincang dengan detikcom, Jumat (9/11/2012).

Partai Demokrat sendiri telah memasangkan Dede Yusuf -- yang masih menjabat wagub -- dengan eks Sekda Pemprov Jabar, Lek Laksamana. Kombinasi dua pucuk pimpinan Jabar ini dirasa PD cukup efektif untuk menghadapi kandidat lainnya.

Sementara Qodari menduga PDIP sengaja memasangkan Rieke dengan Teten Masduki untuk mendongkrak perolehan suaranya. Rieke diharapkan menarik suara menengah ke bawah. Sementara Teten untuk menarik suara kelas menengah ke atas. Apakah akan efektif?

"Namun Teten tidak seterkenal dulu waktu ICW pertama berdiri. Apalagi saat ini Teten sudah cukup lama menghilang dari media. Apakah bisa efektif atau tidak semuanya masih sangat dinamis," ungkapnya.

Sementara itu kandidat cagub incumbent Ahmad Heryawan yang dimotori oleh PKS, PPP, dan beberapa parpol lain juga tak bisa diremehkan. Ahmad Heryawan akan diduetkan dengan petinggi PPP di Jabar.

"Heryawan sebagai incumbent termasuk salah satu kandidat terkuat menurut saya. Apalagi lima tahun lalu perubahan di Jabar termasuk cepat. Tidak mudah menumbangkan Heryawan," ungkapnya.

Selasa, 20 November 2012

Gara-gara Dipakai Orang Lain (2)

Gara-gara Dipakai Orang Lain (2)

Dalam tulsan terdahu, Gara-gara Dipakai Orang Lain, maka pada tulisan kali ini masih dengan judul yang sama dengan versi yang lain. Ada kondisi-kondisi praktik bisnis yang memang lazim untuk salaing meminjam "bendera". Dari kacamata pajak seungguhnya tidak ada larangan untuk saling meminjam bendera, namun yang harus diperhatikan dan dipertimbangkan adalah aspek PPN, pencatatan/akuntansinya termasuk didalamnya dokumen pembelian (HPP) dan biaya lainnya harus atas nama yang punya bendera. Alternatif lain adalah dengan membuat perjanjian sub kon. Perusahaan yang memnjam bendera menerbitkan faktur pajak ( Pajak Keluaran) kepada yang punya bendera,sebaliknya yang punya bendera harus memeotong pph 23/final. Jika ini yang ditempuh maka tidak ada masalah bagi keduanya tentunya semua harus dilaporkan di dalam SPT.

Kasus serupa pernah dialami oleh PT X yang dipimpin oleh Bp Fulan sebagai Direktur sekaligus pemegang saham. Sudah cukup lama PT X pernah melakukan kerjaama sengan orang lain. Setelah itu PT X dan Pak Fulan sudah tidak aktif lagi. Merasa tidak pernah aktif lagi Pak Fulan mengabaikan pelaporan perpajakan. 

Pak Fulan merasa kaget ketika didatangi oleh pemeriksa pajak (Tentunya dengan Surat Perintah Pemeriksaan), salah satu sebabnya adalah karena berdasarkan data di Kantor Pajak,  PT X telah menerbitkan Faktur Pajak kepada pihak lain ( Berarti terdapat transaksi penjualan/jasa dari PT X kepada pihak lain). Sedangkan data di Kantor Pajak PT X tidak pernah lapor SPT Tahunan PPh badan maupun SPT Masa PPN.

Karena kasus itulah dari hasil pemeriksaan, PT X dan Pak Fulan harus membayar PPh Badan dan PPN beserta sanksinya. Sementara sesungguhnya PT X dan Pak Fulan tidak menikmati hasil penjualan tersebut.  Karena ketidaktahuan dia harus MEMBAYAR MAHAL  Makanya berhati-hatilah jika PT CV dan NPWP dipakai orang lain, jangan jangan bukan untung yang dieroleh tetapimalah PELAJARN MAHAL.

komentar/pertanyaan : big.sugeng@gmail.com