Selasa, 19 Maret 2013

Ahok: Pajak Saya Jangan Dikorup

Ahok: Pajak Saya Jangan Dikorup

Ahok : Pajak Saya Jangan Dikorup
Itulah judul di salah satu harian terkemuka Republika On Line siang ini. Melihat judul seperti itu saya jadi tergelitik untuk menulis. Dalam batin saya ternyata masih banyak orang yang salah kaprah, salah persepsi dan menurut saya jadi cenderung hanya asal komentar saja yang menunjukkan ketidaktahuan mekanisme penghitungan, penyetoran dan pelaporan  pajak . Kalau itu dilakukan oleh orang awam mungkin saya akan maklum saja. Tapi ini yang komentar adalah tokoh ora baen-baen (minjam bahasa ngapak yang artinya : bukan tokoh sembarangan) yang hampir semua orang tahu dan kenal, Ahok, penguasa DKI 2 yang pasti ikut menangani proyek DKI yang nilainya bukan lagi jutaan atau milyaran rupiah  tapi trilyunan rupiah.

Pernyataan Ahok disampaikan setelah menyampaikan SPT Tahunan PPh Orang Pribadi dengan perincian penghasilan netto sekitar Rp 500 juta. Setelah dihitung PPh terutang dikurangi dengan yang telah dipotong oleh pihak lain dan setoran bulanan, Ahok masih harus menyetor PPh sebesar Rp 58 juta. Ini saya cuplikkan dari Republika On Line:
Wagub mengaku tidak masalah dengan kenaikan nilai pajak. Meski demikian, Ahok menitip pesan untuk direktorat jendral pajak.  "Yang penting pajaknya tidak dikorup, kan sakit hati juga," ujarnya.

Agar lebih  jelas mekanisme pelaporan pajak maka akan dijelaskan satu-persatu:

UU Pajak kita menganut asas/sistem self assesment, sehingga Wajib Pajak diberikan kesempatan untuk menghitung sendiri penghasilan selama setahun, menghitung besarnya pajak yang terutang dan memperhitungkan pajak yang telah dibayar atau yang telah dipotong oleh pihak lain (kredit pajak). Semua perhitungan tersebut dituangkan dalam SPT (Surat Pemberitahuan ) Tahunan PPh Orang Pribadi ( Jika Wajib Pajak adalah Badan Usaha maka dituangkan dalam SPT Tahunan PPh Badan). Jika pajak terutang lebih besar dari kredit pajak maka kita harus membayar kekurangannya dan menyetorkanya ke Kas Negara melalui Bank/Kantor Pos dengan menggunakan formulir Surat Setoran Pajak (SSP).

Nah selanjutnya uang pajak yang terkumpul di Kas Negara itulah yang dipakai untuk membiayai pengeluran pemerintah (tercermin di APBN). Orang Pajak tidak punya kewenangan untuk mengambil uang hasil pajak untuk keperluan instansinya apalagi untuk dirinya. Kalau insatansi Pajak memakai dana APBN tentunya dengan menggunakan mekanisme yang berlaku sama dengan instansi pemerintah yang lain.

Terus apakah uang pajak dapat dikorupsi?
Ya pasti dapatlah
Caranya bagaimana?
Caranya ya pada saat APBN itu dilaksanakan oleh pemerintah. Misalnya adanya mark up nilai proyek yang berlanjut pada kualitas pekerjaan proyek yang di bawah standar, pembangunan jalan yang di bawah standar  dan pemborosan-pemborosan penggunaan dana pemerintah. Makanya mari kita awasi DJP dan aparatnya, awasi juga pengusaha dan aparat-aparat pemerintah yang sedang diamanahi untuk menjalankan proyek2 bernilai milyaran bahkan trilyunan dari dana pajak. Kata Ahok uang pajakjangan dikoprup kan sakit hati.

Jadi kalau Ahok pesen ke DJP. agar pajaknya jangan dikorup sesungguhnya dia sedang berpesan kepada dirinya sendiri dan kepada pengusaha serta aparat pemerintah yang lainnya.

Aku juga setuju Om Ahok..., uang pajak jangan dikorupsi ya

Selasa, 05 Maret 2013

Penutupan Kartu Kredit

Penutupan Kartu Kredit

Tulisan ini dicopas dari:
 http://finance.detik.com
YLKI Akui Bank Suka Mempersulit Nasabah untuk Tutup Kartu Kredit

Jakarta - Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) masih kebanjiran pengaduan dan keluhan masyarakat soal kartu kredit. Di antaranya, perihal mengenai sulitnya menutup kartu kredit.

"Memang bank itu kadang mempersulit nasabahnya. Makanya banyak aduan ke YLKI yang 50%-nya terkait kartu kredit," ungkap Pengurus Harian YLKI Sudaryatmo ketika dihubungi detikFinance melalui sambungan telepon, Senin (4/3/2013).

Menurut Sudaryatmo, ketika nasabah ingin menutup kartu kredit harus dipastikan lebih dahulu bahwa tidak lagi ada kewajiban. "Karena memang syarat untuk menutup kartu kredit adalah tidak lagi ada tagihan," terangnya.

Jika kewajiban telah dilunasi, Sudaryatmo mengatakan nasabah harus meminta keterangan dari pihak bank mengenai bukti pelunasan. "Jangan lupa minta tandatangan dan nama jelas serta jabatan dari pegawai bank tersebut," tuturnya.

Hal ini perlu dilakukan, sambung Sudaryatmo untuk menghindari nantinya jika memang ada tagihan dikemudian hari. "Selain itu minta juga surat keterangan bahwa kartu kredit sudah lagi tidak aktif. Dan gunting saja kartunya di bank yang bersangkutan," jelasnya.

BI melalui surat edaran Bank Indonesia No.14/27/DASP tanggal 25 September 2012 perihal Mekanisme Penyesuaian Kepemilikan Kartu Kredit dijelaskan mengenai penyelesaian tagihan kartu kredit.

Penyelesaian Tagihan Kartu Kredit:

  1. Terhadap kartu kredit yang telah ditutup dan/atau diakhiri penggunaannya, pemeang kartu kredit tetap berkewajiban menyelesaikan tagihan kartu kredit berdasarkan tata cara dan mekanisme penyelesaian tagihan kartu kredit yang ditetapkan penerbit kartu kredit.
  2. Penetapan tata cara dan mekanisme penyelesaian tagihan harus memenuhi cara-cara yang tidak merugikan pemegang kartu kredit, antara lain:
  • Tidak memperhitungkan tambahan bunga, biaya dan denda selama dalam masa penyelesaian tagihan kartu kredit
  • Menetapkan jangka waktu penyelesaian tagihan dan nilai angsuran tiap bulan secara wajar sesuai besarnya tagihan kartu kredit yang harus diselesikan
  • Menggunakan cara pembayaran penyelesaian tagihan yang disepakati oleh pemegang kartu kredit

6 Langkah Mudah Menutup Kartu Kredit 

1. Bersihkan tagihan  

Jika Anda masih memiliki tagihan di kartu kredit maka bersihkanlah dahulu. cara terbaik untuk ini yaitu membayar tagihan. Jika Anda tidak sanggup membayarnya sekaligus, mulailah bayar tagihan dari kartu kredit yang punya bunga lebih rendah.

2. Cek dokumen terkait
  
Bacalah perjanjian prosedur penutupan kartu kredit anda dan kemungkinan penalti yang dikenakan sebelum anda menutup kartu kredit. Jika anda belum lama memiliki kartu kredit kemungkinan anda dikenai biaya untuk penutupan yang terlalu awal.

3. Kumpulkan hadiah yang banyak

 Umumnya, hadiah apapun seperti poin atau yang lainnya secara teknis masih menjadi milik anda sekalipun kartu kredit sudah ditutup. Tetapi orang bijak akan mengumpulkannya sebelum ditutup. Jika jumlahnya tidak memenuhi batas tertentu untuk mendapatkan hadiah, putuskan apakah akan dilepas atau mempertahankan kartu sampai batas tersebut.

Jika hadiahnya lebih kecil dari jumlah kredit ditambah bunga, lebih baik potong kerugian Anda dengan membayar tagihan dan menutup kartu kredit.

 4. Batalkan pembayaran otomatis

 Sebelum anda menutup akun, masuklah ke situs bank dan membatalkan seluruh pembayaran otomatis tagihan atau pemindahan rekening yang telah diset otomatis ke kartu kredit. Jika Anda tidak melakukan ini, bisa jadi Anda berhadapan dengan urusan dokumen yang menghabiskan waktu saat menutup kartu kredit.

5. Telepon, batalkan dan tentukan tanggal efektif penutupan

Lihat nomor pelayanan konsumen dalam tagihan kartu kredit anda. Dalam beberapa kasus nomor telepon untuk penutupan berbeda dengan layanan lainnya. Persiapkan diri anda berbicara dengan pegawai bank yang sudah terlatih membujuk konsumen membatalkan penutupan.

Jawablah seluruh penawaran dengan "tidak, terimakasih, saya ingin menutup kartu saya." Tanyakanlah kapan tanggal penutupan kartu kredit berlaku efektif dan klarifikasi jika ada biaya tambahan yang harus dibayar sebelum tanggal penutupan.

Jangan berasumsi penutupan akan efektif secara langsung. Jika ada biaya tanyakan apakah bisa dibayar terlebih dahulu. Anda juga bisa meminta penutupan kartu kredit melalui surat.

6. Mintalah konfirmasi tertulis

Ketika anda menelepon untuk menutup kartu kredit mintalah bank yang menerbitkan untuk mengirimkan surat onfirmasi permintaan penutupan dan tanggal efektif penutupan tersebut. Simpanlah surat ini.

Jika Laporan kredit anda telah selesai dan kartu kredit yang telah ditutup masih muncul, Anda akan mempunyai bukti tertulis bahwa akun tersebut telah ditutup dan perusahaan kartu kredit lah yang memprosesnya dengan tidak benar.