Selasa, 11 Maret 2014

Mengapa kita merasa lapar saat mencium bau makanan

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA -- Penelitian baru yang didanai oleh Dewan riset Eropa yang diterbitkan dalam Jurnal Nature Neuroscience menunjukkan bagaimana sistem endocannabinoid mengontrol asupan makanan dengan menggunakan indra penciuman.

Endocannabinoids adalah bahan kimia yang diproduksi di dalam tubuh dan digunakan untuk mengirim pesan antarsel.

Sistem endocannabinoid adalah jaringan reseptor neuron, enzim dan endocannabinoids yang terdapat di otak hewan dan manusia. Reseptor dalam sistem endocannabinoid yang berhubungan dengan sensasi, seperti euforia, kecemasan, dan rasa sakit.

Para ilmuwan tahu bahwa ketika kita lapar, tubuh kita meningkatkan kinerja indra penciuman dalam rangka meningkatkan kemampuan kita untuk mencari makanan.

"Peningkatan bau memungkinkan kita untuk menemukan sumber makanan," kata penulis studi, Giovanni Marsicano, dilansir dari Medical News Today.

Namun, mekanisme yang menjelaskan bagaimana koordinat otak menunjukkan sensasi kelaparan, indra penciuman, dan asupan makanan masih belum dipahami dengan baik. Selama kita lapar, otak meningkatkan mekanisme untuk merangsang indra penciuman.

Marsicano menggunakan tikus sebagai subyek. Sensasi kelaparan mengaktifkan reseptor CB1, lalu olfactory bulb dan korteks. Jadi, mekanisme otak akan meningkatkan kepekaan kita terhadap bau ketika kita lapar, yang pada gilirannya meningkatkan keinginan kita untuk mencari makanan.

Hewan dan manusia akan memproses bau berbeda, terutama ketika ingin mencari makanan. Marsicano berpendapat bahwa  respon indra penciuman ketika lapar pada manusia lebih rendah dibandingkan hewan. Itu sebabnya mengapa otak hewan ketika lapar tidak akan bisa serasional manusia.

Red: Yudha Manggala P Putra
Rep: Mutia Ramadhani


kaos ukuran besar XXXXXL
Mengapa kita merasa lapar saat mencium bau makanan
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email

1 komentar: