Jumat, 27 November 2015

Nasehat PERSIS untuk Bupati Purwakarta: Adat yang Berbau Musyrik Harus Ditinggalkan

Jakarta (SI Online) - Organisasi kemasyarakatan (Ormas) Islam yang berbasis di Jawa Barat, Persatuan Islam (Persis), menyarankan Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi supaya memilah dan memilih budaya mana yang sesuai dengan agamanya sebagai seorang Muslim dan budaya mana yang tidak sesuai. 
"Yang tidak sesuai ditinggalkan, untuk apa meramaikan hal-hal kayak begitu (budaya-budaya musyrik, red)," ungkap Ketua Umum Persatuan Islam (Persis) KH Maman Abdurrahman yang baru saja menyelesaikan masa jabatannya dalam Muktamar XV kepada wartawan di Kantor MUI Pusat, Jl Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (26/11). 
Maman, yang kini menjabat sebagai salah satu Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat ini menyatakan ketidaksetujuannya terhadap upaya Dedi Mulyadi menghidupkan budaya-budaya Sunda yang bertentangan dengan syariat. 
"Saya tidak setuju yang dibesar-besarkan kok adat kebiasaan, padahal di situ berbau syirik," tandasnya. 
Maman juga mengimbau, kepada para ulama di wilayah Purwakarta supaya mengeluarkan fatwa bila kelakuan Dedi Mulyadi diharamkan dalam Islam. 
Sebagai lembaga penjaga akidah umat, MUI setempat juga diminta untuk menjauhkan masyarakat dari ajaran-ajaran syirik. 
Seperti diketahui Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi, sejak memimpin Purwakarta terus berusaha menghidupkan kembali ajaran Sunda Wiwitan, sehingga ia menghiasi Purwakarta dengan aneka patung pewayangan seperti patung Bima dan Gatotkaca, bahkan ditambah dengan aneka patung Hindu Bali.
Dia pun mengaku telah melamar Nyi Loro Kidul dan mengawininya. Selanjutnya, ia membuat Kereta Kencana yang konon katanya untuk dikendarai sang isteri, Nyi Loro Kidul. Kereta Kencana tersebut dipajang di Pendopo Kabupaten Purwakarta, dan diberi kemenyan serta sesajen setiap hari, lalu dibawa keliling Purwakarta setahun sekali saat acara Festival Budaya, dengan dalih untuk membawa keliling Nyi Loro Kidul buat keberkahan dan keselamatan Purwakarta.
Dedi juga menganjurkan agar siapa yang mau selamat lewat di jalan Tol Cipularang agar menyebut nama Prabu Siliwangi. Dan beberapa tahun lalu, Dedi juga pernah menyatakan bahwa suara seruling bambu lebih merdu daripada membaca Alquran.
Selain itu, pohon-pohon di sepanjang jalan kota Purwakarta diberi kain "Poleng", yaitu kain kotak-kotak hitam putih, bukan untuk "keindahan", tapi untuk "keberkahan" sebagaimana adat Hindu Bali, dan Dedi pun mulai sering memakai ikat kepala dengan kembang seperti para pemuka adat dan agama Hindu Bali.
Dedi tidak bangga dengan Islamnya, tapi ia bangga dengan patung, sesajen dan takhayulnya, yang dikemas atas nama kearifan lokal (local wisdom).
red: shodiq ramadhan
----------------------------------------------------

AMS Larang Habib Rizieq ke Jawa Barat, FPI: Itu Provokasi dan Tidak Sesuai Adat Sunda


 

AMS Larang Habib Rizieq ke Jawa Barat, FPI: Itu Provokasi dan Tidak Sesuai Adat Sunda
Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Syihab saat memimpin doa

Bandung (SI Online) - Sejumlah organisasi massa yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Sunda (AMS) melaporkan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Syihab ke Polda Jawa Barat atas tuduhan pelecehan terhadap budaya sunda. Habib Rizieq dituduh telah memplesetkan salam orang Sunda 'sampurasun' menjadi 'campur racun'. Dan atas dasar itu, AMS menolak Habib Rizieq masuk ke wilayah Jawa Barat. 
Ketua DPD FPI Jawa Barat, KH Abdul Kohar mengklarifikasi bahwa Habib Rizieq dalam ceramahnya di Purwakarta beberapa waktu lalu itu tidak melecehkan adat Sunda seperti yang dituduhkan. Menurutnya, ceramah tersebut isinya hanya ingin menyelamatkan umat Islam Purwakarta dari berbagai hal yang mengarahkan pada perusakan akidah. (baca: FPI Jabar: Ceramah Habib Rizieq di Purwakarta untuk Menyelamatkan Umat, Bukan Menghina Adat)
Dijelaskannya, masalah sebenarnya adalah upaya Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi yang sedang mengkampanyekan salam 'sampurasun' sebagai ganti 'assalamualaikum'. Itu yang dianggap sedang meracuni akidah umat Islam. Karena itulah, para ulama di Purwakarta menilai tindakan Bupati yang sedang meracuni akidah itu dikatakan sebagai 'campur racun'. (baca: Bupati Purwakarta, Sampurasun atau Campur Racun)
"Kata-kata 'campur racun' sendiri itu keluar dari para ulama Purwakarta dalam diskusi sebelum ceramah Habib Rizieq, saya jadi saksinya karena ikut disitu," ujarnya saat dihubungi Suara Islam Online, Rabu (25/11/2015). 
Karena itu, kepada pihak pelapor, Kyai Kohar mengatakan seharusnya dilakukan klarifikasi dahulu sebelum bertindak.
Terkait pernyataan AMS yang menolak Habib Rizieq memasuki wilayah Jawa Barat, Kyai Kohar menilai itu adalah bentuk provokasi yang tidak sesuai adat sunda. "Justru yang menolak tamu yang datang ke Jawa Barat itu adalah provokator, mereka itulah yang mencederai adat sunda yang kita kenal Someah Hade Kasemah," ujarnya.
Filosofi Someah Hade Kasemah berarti bahwa orang Sunda harus ramah pada tetamunya. Ramah dalam arti menjamu, menjaga, memelihara, menghargai dan berupaya membahagiakan tamu mereka.
Kyai Kohar mencurigai, upaya provokatif tersebut ditunggangi oleh pihak tertentu yang memang sebenarnya tidak suka dengan dakwah Islam. "Kami melihat ini ada pihak ketiga yang melakukan provokasi dan ingin memperkeruh suasana," ungkapnya.
  
Ia menyerukan kepada seluruh pihak, untuk memandang persoalan ini dengan objektif, "Jangan sampai malah membenarkan fitnah yang bisa merugikan semua pihak," pungkasnya.
red: adhila

Selasa, 24 November 2015

Kupas Tuntas Detail Ubahan Kijang Innova


Jakarta, KompasOtomotif – All-New Innova berubah total dari generasi sebelumnya. Ditinjau dari proses produksi, 95 persen komponennya baru dengan klaim kandungan lokal sampai 85 persen.

Hasilnya, seperti bisa dilihat saat debut, Senin (23/11/2015), generasi keenam Kijang ini sekarang tampil jauh lebih modern.

Pertama yang perlu diketahui, dimensi All-New Kijang Innova membesar dari generasi sebelumnya. Bodinya memanjang 15 cm menjadi 4,735 m, melebar 5,5 cm (jadi 1,795 m), dan meninggi 4,5 cm (1,795 m). Meski begitu jarak poros roda tetap sama dan sasis tidak berubah masih menggunakan ladder frame berpenggerak roda belakang.

Innova terbaru punya tiga tipe, G, V, dan Q. Ketiganya diberi pilihan mesin bensin 1TR-FE 1.998 cc berteknologi dual VVT-i bertenaga 139 PS dan torsi 18,7 kgm dan diesel 2GD-FTV 2.393 cc dengan variable nozzle turbo (VNT) 149 PS dan torsi 34,9 kgm.

Pilihan transmisi tetap dua, manual 5-percepatan dan yang terbaru otomatis 6-percepatan. Suspensi depan menggunakan double wishbone dengan pegas koil dan stabilizer, sedangkan di belakang memakai 4-link dengan pegas koil dan lateral rod.

Toyota Astra Motor (TAM) menjelaskan saat peluncuran, tema perubahan mengarah ke grand tourer. Bos desain Toyota Motor Corporation Hiroki Nakajima menambahkan, Innova baru dikembangkan setelah mejalani riset merasakan kondisi jalan dan lingkungan di berbagai negara, terutama Indonesia.

Tampilan
Innova menjadi penerus Kijang sejak meluncur pada 2004. Sebelas tahun kemudian, generasi keduanya muncul seperti yang bisa kita lihat sekarang. Desain ekterior All-New Innova digarap memberi kesan modern sekaligus tangguh.
Bentuk gril besar untuk mengakomodasi kebutuhan udara untuk mesin yang lebih bertenaga. Desain wajah makin serius dan berkarakter dengan kombinasi lampu proyektor dan daytime running light.  Lampu sein depan kini berada di bawah, di samping lampu kabut.
Keseluruhan desain mengikuti model-model modern Toyota sekaligus menyesuaikan kebutuhan pasar global.
Di belakang, ada elemen yang sama seperti Grand New Avanza. Lampu belakang berbentuk segitiga terbalik dan didampingi reflector light mengarah ke plat nomor. Semua tipe menggunakan antena sirip hiu. Semua tipe menggunakan pelek 16 inci, khusus tipe tertinggi, Q diesel, memakai 17 inci dengan desain berbeda.


Febri Ardani/KompasOtomotif Interior Toyota All-New Kijang Innova tipe tertinggi, Q M/T diesel.
Interior

Sama halnya dengan eksterior, interior Innova terbaru berubah total. Perubahannya mirip All-New Hilux yang sudah meluncur sebelumnya, tapi Innova punya fitur lebih lengkap.

Nuansa kabin elegan dengan warna hitam dan terdapat aksen kayu pada dasbor (tipe Q dan V). Kemudi bisa diatur naik-turun dan maju-mundur, di boks penyimpan di bawah dasbor bisa jadi pendingin minuman, dan menggunakan layar monitor dengan sistem hiburan baru.

Febri Ardani/KompasOtomotif Illumination LED pada plafon Toyota All-New Kijang Innova (tipe Q dan V).

Hal baru yang bikin Innova makin mewah, terdapat lampu illumination LED di plafon, intensitas terangnya bisa diatur. Selain itu terdapat meja lipat di belakang jok depan seperti desain pesawat terbang komersial (tipe Q dan V).
 

Febri Ardani/KompasOtomotif Meja lipat jadi faktor pengangkat nuasan mewah pada kabin Toyota All-New Kijang Innova.






Fitur
All-New Innova punya fitur kantong udara di tujuh lokasi pada tipe tertinggi, Q diesel. Letaknya di depan jok pengemudi, depan jok penumpang depan, depan lutut pengemudi, samping jok pengemudi, dan tiga jendela samping. Tipe lainnya hanya punya kantong udara di depan pengemudi dan penumpang depan serta lutut pengemudi.
Fitur lainnya, ISOFIX, anti-lock braking system (ABS), hill assist control (Tipe Q diesel), vehicle stability control (tipe Q diesel), all auto window (tipe Q), smart entry key (tipe Q), sensor parkir, immobilizer, mode berkendara (normal, ECO, dan Power).

Harga
All New Innova dijual paling murah Rp 282 juta hingga yang termahal Rp 423,8 juta, harga itu terhitung on the road Jakarta melalui diler Auto2000. Tersedia enam pilihan warna, super white 2, silver metallic, avant garde bronze, dark gray mica metallic, attitude black, dan alumina jack.

Senin, 16 November 2015

Ketakutan dan Kesedihan di Daerah Dominan Muslim di Paris


 Fear and Mourning in Paris’s Muslim Suburbs
-Newsweek-

Diseluruh Paris pada Sabtu (14/11) malam, orang-orang sedang bersedih. Kekacauan dan kesedihan pada Jumat malam telah berkurang, memberi jalan pada kesedihan mendalam saat dampak penuh dari serangan tersebut muncul. Di daerah banlieue (pinggiran), suasananya tegang dan tak menentu. Di wilayah-wilayah ini adalah tempat tinggal bagi banyak imigran muslim yang sekarang terkena dampak serangan teroris lainnya dan ketakutan bahwa keyakinan mereka (Islam) akan dibuat bertanggungjawab.

Di banlieue diluar Porte de la Vilette, sekelompok imigran muslim dari Mauritania duduk di trotoar membakar jagung dan daging. Salah satu dari mereka –yang menolak memberikan nama atau umur karena khawatir akan keselamatannya- menyebut dia dapat mendengar serangan di Stade de France melalui jendelanya. “Polisi ada dimana-mana,” sebutnya. “Saya sungguh takut, saya hanya mengunci diri didalam rumah.” Sama seperti orang Perancis lainnya, ia tak dapat mengetahui motif sang penyerang. “Saya adalah seorang Perancis,” sebutnya. “Saya terkejut.”

Banlieue tersebut, seperti sebagian besar Paris, terlihat kosong. Sebagian besar toko dan restoran tutup, bagian depan toko mereka tertutup penutup besi. Disalah satu tepi jalan, sebuah convenience store tetap buka. Anak pemiliknya, seorang Perancis-Maroko bernama Mustapha Lamouz, menyebut ia mengecam serangan tersebut. “Ini akan terus terjadi,” sebutnya, “Kami telah menghadapi serangan Charlie Hebdo disaat yang sama tahun lalu. Hal seperti ini (ketakutan) akan terus terjadi di seluruh Perancis.”

Seperti sang pria dari Mauritania, Lamouz, 24 tahun, mendengar ledakan dari stadion tersebut. Dia tinggal dengan orangtuanya didekatnya. Meski ketakutan oleh bom tersebut, dia juga marah terhadap perancis. “Perancis seperti keju -penuh lubang dan orang-orang dapat keluar masuk sekehendak hati mereka,” sebutnya.

Hakan Yilmaz, 32, pemilik sebuah toko kebab Turki didekatnya, setuju. “Ada banyak jiwa yang hilang, banyak pemuda yang hilang di Perancis,” sebutnya. Tapi Yilmaz, meski bukan seorang muslim yang relijius, juga jijik dengan cara Perancis memperlakukan orang-orang yang beragama islam. “Masalahnya sama dengan yang dilakukan Amerika terhadap orang-orang berkulit hitam (diskriminasi),” sebutnya. “Pemerintah Perancis mendukung sekolah yahudi dan Israel, mereka membayar untuk mendukung sekolah-sekolah tersebut. Tapi mereka tidak mendukung sekolah-sekolah muslim, yang harus mencari dana sendiri.” Tidak semuanya tepat, namun ini merepresentasikan bagaimana beberapa muslim Perancis, terutama yang berada di pemukiman seperti ini, merasa didiskriminasikan dan tidak dianggap oleh masyarakat Perancis.

Saat Yilmaz berbicara, kemarahannya meningkat. “Serangan itu adalah hal yang memalukan,” sebutnya, “tetapi Perancis mengalaminya karena mereka masuk ke Suriah. Rusia masuk dan mereka kehilangan sebuah pesawat (meledak di Sinai Mesir -red), Turki masuk dan mereka mengalami serangan teroris (bom Ankara -red).” Yilmaz menyebut dia sedih tetapi tidak terkejut.

Saat dia bersiap menutup tokonya, diujung jalan puluhan pria tiba di Masjid de Fraternite untuk solat zuhur. Ibadahnya singkat dan penuh harapan- seringkali seruan “Allahu Akbar” terdengar dari balik pintu yang tertutup.

Saat orang-orang itu pergi, seorang pria dalam pakaian yang semuanya hitam memisahkan diri dari kerumunan. Telah menyaksikan serangan di Stade de France, Felix Mehdi, 36, seorang pemimpin komunitas yang sesekali memberi ceramah, segera menjelaskan bahwa teror Paris tersebut tidak merepresentasikan keimanannya. “Ada jutaan muslim di Perancis, tetapi ada berapa yang melakukan serangan?” sebutnya. “Ini bukan islam. Bukan atas nama saya.”

Mehdi, seperti si pemilik toko kebab, percaya bahwa Negara Perancis harus bertanggungjawab atas keterlibatan mereka dalam perang sipil suriah. “Setiap kali Perancis memasuki perang yang bukan untuk kita, kita mengalami serangan,” sebutnya. “Jika kamu ingin membuat perang, perang akan datang kepadamu.”

Tapi untuk Mehdi, akar dari masalah tersebut terletak lebih dalam- “ kebencian dan ketakutan terhadap islam di perancis.” Saat orang-orang islam semakin diasingkan dari komunitas Perancis yang lebih luas, Mehdi menyebut radikalisme tak akan terhindarkan. Dan hingga Perancis, menghadapi ketakutannya terhadap islam, tambahnya, serangan seperti ini akan terus terulang.

Mereka yang menderita paling banyak, tambahnya, adalah orang-orang islam. “Setelah Charlie hebdo,” sebutnya, “terdapat peningkatan tajam serangan islamophobic pada komunitas kami. Serangan-serangan ini hanya menyiram bensin ke api.”

Dua pintu setelahnya di sebuah toko yang menjual alquran, abaya dan sajadah, Amina Kaima yang berusia 24 tahun juga memiliki ketakutan sama seperti Mehdi. “Meski saya tak memakai hijab, ibu dan saudari saya memakai.” Sebutnya. “Saat mereka pergi keluar, orang-orang mengidentifikasi mereka sebagai seorang muslim. Mereka akan berada dalam bahaya.”

Serangan tersebut, tambahnya, akan membelah dua Perancis: mereka yang menyalahkan islam dan mereka yang tidak. “ Islam adalah sebuah agama damai,” tambahnya. “Kami berharap bahwa orang-orang tidak menyamakan kami dengan ISIS. Hari ini kami harus menjadi lebih cerdas dan tidak menjawab dengan kekerasan. Hari ini yang paling penting adalah persatuan di Perancis -orang-orang harus berperang bersama dan tidak terbelah.”

Saat kegelapan mulai turun di banlieue, udara menjadi dingin. Sang pria Mauritania masih memanggang jagung, meski beberapa mulai mengepak barang-barang mereka. Ini sudah malam dan mereka lelah, terlelahkan dengan pengetahuan bahwa Perancis sekali lagi menjadi korban terror dan pengetahuan bahwa islam secara keseluruhan akan sekali lagi disalahkan.*

*Sumber: http://www.newsweek.com/fear-and-mourning-among-paris-muslims-394504

Rabu, 11 November 2015

Beberapa Dosa Ibu-ibu pada Tukang Sayur


Sahabat Ummi, dunia ibu tak bisa dilepaskan dari tukang sayur. Bisa dikatakan, orang ini adalah idola dan idaman para ibu. Kehadirannya tiap hari ditunggu dengan harap cemas. Ketidakhadirannya diikuti oleh rasa kecewa, karena stok makanan hari itu terancam. Si ibu terpaksa harus keliling cari tukang sayur lain, atau malah harus pergi ke pasar. 
 
Sejatinya kehadiran tukang sayur tiap pagi membuat para ibu bisa lebih mudah dan cepat memperoleh bahan menu impian. Tetapi ibu-ibu sering juga bagaikan "musuh dalam selimut" atau "benci tapi rindu" terhadap tukang sayur. Mereka membutuhkan, tetapi di sisi lain mereka ingin menekan tukang yang satu ini.
Tekanan-tekanan itu yang menjadikan para ibu ini melakukan kesalahan/dosa tanpa sengaja. Apa saja "dosa" ibu-ibu pada tukang sayur:

1. Menawar dagangan terlalu murah 
 
Keunikan belanja di pasar tradisional maupun tukang sayur adalah bahwa kita bisa menawar harga barang. 
Tapi untuk harga sayur/buah/pangan pokok lainnya, biasanya pedagang tidak akan membandrol barang dengan harga yang terlalu tinggi. Apalagi dengan asas persaingan sempurna, mereka tak mau terlalu banyak selisih harga dengan pedagang lain karena kuatir kehilangan pelanggan. Karena itu kita sebaiknya menjaga adab dalam menawar harga. Berilah tawaran harga yang sewajarnya. 

Jangan sampai pedagang melepas barangnya pada kita dengan rasa terpaksa/tidak ikhlas. Keterpaksaan itu bisa mengurangi keberkahan dalam barang yang akan kita konsumsi.
 
2. Pesan suatu barang tetapi tidak jadi dibeli.
 
Ketahuilah bunda, modal yang dimiliki tukang sayur itu sudah ada peruntukannya. Dia sudah mempelajari bahan apa saja yang ingin dikulak sesuai kecenderungan konsumen. Jika kita pesan suatu barang tertentu, modalnya akan terpakai untuk kita. Jika kita tak jadi membelinya, tentu menjadi kerugian baginya. Masih bagus jika barang pesanan kita itu ada yang menggantikan. Jika tidak, modal si pedagang akan tertahan di barang tersebut. Ini akan mengurangi kemampuannya kulakan barang di hari berikutnya.
 
3. Berhutang pada tukang sayur dalam waktu lama, tapi membayar tunai pada toko besar.
 
Sudah rahasia umum sebagian ibu berhutang pada tukang sayur, bahkan dalam jangka waktu lama. Namun di waktu yang relatif sama, ibu tersebut mampu membeli barang-barang di toko besar/swalayan. Sudah tentu di swalayan ia harus membayar tunai. Bukan masalah jika ibu sedang kesulitan keuangan. Tetapi hendaknya disertai empati untuk menahan keinginan membeli barang-barang lain yang kurang perlu.
Terlalu lama ibu berhutang, membuat tukang sayur menjadi kekurangan modal.
 
4. Mengutil

Seorang tukang sayur bercerita pada saya, di tengah keramaian orang belanja, suka ada ibu-ibu yang mengutil barang. Perilaku itu tidak hanya sekali tapi bisa beberapa kali dilakukannya. Juga tidak hanya satu-dua ibu yang melakukan pengutilan itu.
Tukang sayur tidak mau menegurnya karena kasihan jika ibu tsb menjadi malu di hadapan orang banyak.
 
5. Selalu ingin dilayani lebih dahulu.
 
Karena ibu-ibu enggan bersabar, tukang sayur menjadi panik. Kadang hitung-hitungan manualnya kacau alias salah harga. Ini juga berpotensi mengakibatkan kerugian.
 
6. Berinisiatif mengambil bonus sendiri  

Kadang ada ibu-ibu menambahkan suatu barang sebagai bonus/pembulatan harga belanjaannya.
Sebaiknya kita tanya dulu pada tukang sayur apakah ia membolehkan? Akan lebih baik jika ia yang memilihkan/menentukan jenis bonusnya. Sekalipun hanya sebutir tomat kecil yang kita minta, jika harganya sedang tinggi tentu akan memberatkannya.
 
Demikian hal-hal kecil yang sering dilakukan ibu-ibu terhadap tukang sayur. Semoga kita tak termasuk dalam kategori ibu-ibu yang lalai dalam hal tersebut. 
Kedzoliman kecil yang tanpa terasa kita lakukan tiap hari tentunya bisa makin menumpuk menjadi kedzoliman yang besar, na'udzubillah.
 
Depok, September 2015 
Sofia S. Wardani 
 
 
Profil Penulis:
 
Penulis adalah ibu rumah-tangga dengan empat anak, tinggal di Depok. Selain berkegiatan bisnis online-offline kecil-kecilan, ia juga mengikuti beberapa komunitas di masyarakat.
Menulis, baginya adalah sebuah proses berlatih asa, karsa, dan upaya keluar dari zona nyaman.
Alamat facebook: Sofia Sinta Wardani
 
Foto ilustrasi: google

Selasa, 10 November 2015

Di Antara Rezekimu, Ada Rezeki Orangtuamu

Perhatian tulus, keinginan untuk menyenangkan, membantu, memuliakannya, selalu mendoakan dan membahagiakan kedua orangtua itulah yang melahirkan keridhoannya





Hidayatullah.com
SORE itu Ummu Hamid pulang dengan gelisah. Ia baru ingat. Hari itu tanggal 18, hari terakhir jatuh tempo pembayaran cicilan rumahnya. Ia tau pasti, dana yang terkumpul dari pendapatannya dan suami sangat terbatas.

Meskipun “hanya” kurang dua ratus ribu rupiah, tetap saja Ummu Hamid pening dibuatnya. Sebab dana yang lain tidak bisa diganggu lagi dengan keperluan berbeda.

Sambil menunggu kepulangan suami, Ummu Hamid menelpon ibunya. Sudah menjadi kebiasaannya rutin menghubungi orangtua sejak ia masih kuliah dahulu.

Mendadak ia terkejut. Kiriman dana bulanan untuk orangtuanya ternyata belum ditunaikan juga.
Selama ini, Ummu Hamid ikut menanggung pemakaian listrik, air dan berbagai keperluan orangtuanya. Ia merasa ada sejumlah pengeluaran tak terduga yang melampaui keuangan keluarganya.

Sempat terbetik untuk acuh. Toh ia masih memiliki saudara lain yang bisa memenuhi kebutuhan orangtua mereka. Anehnya, justru muncul rasa sombong. Merasa diri paling berjasa pada keluarga khususnya kepada ibunya selama ini.

Syukur, secepat itupula ia beristighfar. Usai menelepon, Ummu Hamid segera mentransfer sejumlah dana kepada ibunya. Kali ini ia bahkan sengaja melebihkan dari biasanya. Selepas transaksi, kembali Ummu hamid mengecek saldo rekeningnya. Dana yang sedianya untuk membayar cicilan rumah kini tampak makin berkurang. Lagi-lagi otaknya berpikir keras. Ke mana ia mencari tambahan dana untuk cicilan tersebut.
Ummu Hamid tak ingin menyesal karena telah meringankan kebutuhan ibunya. Sebaliknya ia juga tidak bisa menunda pembayaran cicilan karena terancam denda cukup besar. Saat ini Ummu Hamid hanya bisa menyicil rumah, sebuah keinginan yang sudah lama terpendam. Memiliki rumah sendiri bersama keluarganya.

Masih dengan perasaan gulana, Ummu Hamid segera mengambil air wudhu. Ia merasa tak punya pelarian lagi kecuali shalat dua rakaat, bersimpuh di hadapan kebesaran Allah Subhanahu wa Ta’ala (Swt). Baru selesai salam, tiba-tiba suaminya datang mengetuk pintu rumah. Ada lara yang membuncah, ingin segera ia mengadu kepada suaminya. Tapi Ummu Hamid berusaha menahan sekuat tenaga. Ia tidak mau menambah letih suaminya yang baru pulang dari pekerjaannya di kantor.

“Dinda, alhamdulillah ada rezeki tidak disangka di kantor tadi,” ujar suaminya membuka percakapan sambil tersenyum.
“Pak Rahman datang melunasi pinjamannya yang tiga tahun lalu itu. Entahlah, tiba-tiba saja ia datang ke kantor tadi,” imbuh suaminya sambil menyerahkan sebuah amplop tebal.
“Allahu Akbar…!”

Ummu Hamid tanpa sadar berpekik takbir. Ia sendiri sudah lupa perihal uang piutang itu. Waktu itu mereka hanya berniat menolong Pak Rahman, karib suaminya itu.

Dengan gemetar Ummu Hamid segera membuka amplop itu. Lembar demi lembar terlihat dari dalam amplop. Lembaran itu bahkan masih lengkap dengan ikatan penanda dari bank.

Subhanallah, lagi-lagi ia hampir berteriak. Uang tersebut ternyata persis 200 kali lipat dari jumlah yang baru saja ia transfer kepada ibunya tadi. Masih dalam sujud syukurnya, sebuah pesan singkat masuk atas nama ibunya.

“Nak, terima kasih ya. Kata adikmu ada uang masuk ke rekening ibu. Semoga rezekimu berkah dan berlimpah. Maafkan ibu yang selalu merepotkanmu.”

Ridho Allah, Ridho Orangtua
Dalam Islam, ridho Allah Subhanahu Wata’ala berhubungan dengan ridho kepada kedua orangtua. Karena itu hadits mengatakan, Ridho Allah bersama dengan ridho orangtua, kemurkaan Allah karena murkanya orangtua.
عَنْ اَلنَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم قَالَ: ( رِضَا اَللَّهِ فِي رِضَا اَلْوَالِدَيْنِ, وَسَخَطُ اَللَّهِ فِي سَخَطِ اَلْوَالِدَيْنِ ) أَخْرَجَهُ اَلتِّرْمِذِيُّ, وَصَحَّحَهُ اِبْنُ حِبَّانَ وَالْحَاكِمُ
Nabi Shallallaahu alaihi wasallam (Saw) bersabda: “Keridhaan Allah tergantung kepada keridhaan orangtua dan kemurkaan Allah tergantung kepada kemurkaan orangtua.” (Riwayat at-Tirmidzi. Hadits shahih menurut Ibnu Hibban dan Hakim).

Keridhaan orangtua dimulaikan dari buah ketulusan. Berapapun harta yang diberikan anak kepada orangtua, namun tak disertai ketulusan, tentunya tidak mendapat jaminan ridha dari orangtua.

Sebab ridha orangtua bukanlah persoalan berapa nominal harta atau materi lainnya. Perhatian tulus, keinginan untuk menyenangkan, membantu, memuliakannya, selalu mendoakan dan membahagiakan kedua orangtua itulah yang melahirkan keridhoannya.

Sayangnya tak banyak yang menyadari hal tersebut. Bahwa harta, kesenangan, dan kebahagiaan yang direguknya kini hanyalah cipratan berkah dari sujud panjang dan munajat ikhlas dari orangtua kepada anak-anaknya. Anak itu terkadang lupa, menyangka apa yang ia miliki kini adalah hasil jerih payahnya sendiri.

Ippho Santosa menulis dalam buku 7 Keajaiban Rezeki, ketika doa orangtua selaras dengan doa yang dipanjatkan oleh seorang anak, niscaya doa-doa tersebut akan lebih ‘melangit’.Apapun akan terpanjat dengannya hingga menjadi lebih mudah diijabah oleh-Nya kelak.*/Rizky N. Dyah, seorang guru tinggal di Kutai Barat

Rep: Admin Hidcom

Senin, 09 November 2015

Jakarta Diguyur Hujan, Begini Penampakan Lautan Sampah di Kali Utan Kayu


  Detik.com - Jakarta diguyur hujan deras sejak Sabtu hingga Minggu kemarin. Kali Utan Kayu, Cempaka Mas, Jakarta Pusat, pun dipenuhi lautan sampah.

Jakarta

detikcom berkunjung ke Pintu Air Honda I di Kali Utan Kayu, Cempaka Mas, Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin (9/10/2015) pukul 14.00 WIB. Di lokasi sungai tampak sangat kotor dipenuhi lautan sampah.

Dari pantauan, tampak berbagai jenis sampah rumah tangga menumpuk di sungai. Di antaranya sampah plastik, botol minuman air mineral, dan lain-lain. Akibatnya, sungai ini mengeluarkan bau tak sedap.

Di lokasi juga tampak puluhan pekerja dari Dinas Kebersihan DKI Jakarta tengah membersihkan sampah-sampah tersebut. Mereka sudah bekerja sejak pagi tadi.

"Di Kali Utan Kayu ini diperkirakan volume sampah 50 kubik. Sejak tadi pagi dibersihkan, yang terangkut baru sekitar 25 kubik," kata Asisten Pengawas Kebersihan Kali Kecamatan Kemayoran Efron Sidjabat saat diwawancarai di lokasi.

Dijelaskan Efron, selama musim kemarau, sampah di Kali Utan Kayu hanya sekitar 7-8 kubik per hari. Namun karena dua hari kemarin Jakarta diguyur hujan deras, volume sampah meningkat jadi 7 kali lipat

"Sampah-sampah ini dampak dari hujan. Sampah-sampah jadi terbawa arus akhirnya menumpuk di sini. Kali ini dilintasi banyak saluran penghubung (PHB)," ucapnya. Lautan sampah ini tak lepas dari perilaku buruk masyarakat yang masih suka buang sampah sembarangan.

Efron berharap, masyarakat tak lagi berperilaku buruk dengan membuang sampah sembarangan. Apalagi di musim hujan yang segera datang, sampah bisa mengakibatkan bencana banjir.
(hri/nrl) 
Jadi Politeknik, STAN Punya Program Studi D1 Sampai S3

Jadi Politeknik, STAN Punya Program Studi D1 Sampai S3

Hasil gambar untuk gambar stan kemenkeu 

Detik.com -Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN) telah bertransformasi menjadi Politeknik Keuangan Negara STAN (PKN STAN). Sekarang PKN STAN tidak hanya menyediakan program studi diploma (D1-D4), namun juga sarjana (S1) hingga strata 3 (S3) atau doktor.

Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan Kementerian Keuangan‎ (Kemenkeu) Sumiati menjelaskan proses persiapan transformasi ini sudah berlangsung cukup lama. Melalui kajian, studi banding serta menyelesaikan proses administrasi di Kementerian Ristek dan Dikti serta Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN RB).

"Ini semua telah dilalui. Memang bukan sesuatu yang mudah mengubah identitas STAN yang telah memiliki kapasitas nasional. Terlebih nomenklatur tapi juga seluruh proses bisnis dan sistem pengelolaan kampus," ujarnya ‎dalam peresmian PKN STAN di Kampus PKN STAN, Bintaro, Tangerang Selatan, Senin (9/11/2015)

Acara peresmian PKN STAN juga dihadiri oleh Menteri Keuangan (Menkeu) Bambang Brodjonegoro yang membawahi lembaga pendidikan di bawah Kementerian Keuangan (Kemenkeu) ini.

‎Transformasi ini memiliki dasar hukum Peraturan Menteri Keuangan Nomor 137 PMK 01/ 2015 yang diterbitkan pada 15 Juli 2015. Perubahan ini memiliki dampak mendasar, sebab kampus STAN tidak hanya sampai dengan Diploma 4 (D4).

"Perubahan ini dampak mendasar, STAN yang hanya D4 kini dapat hingga program doktoral S3," kata Sumiati.

Secara organisasi, PKN STAN akan disesuaikan dengan kampus pada umumnya, misalnya dari sisi tenaga pengajar (dosen). Sumiati menyatakan, selama ini belum ada dosen tetap, bahkan juga tidak bisa menarik dosen dari luar Kemenkeu.

"STAN belum pernah memiliki dosen tetap, dengan perubahan ini harapkan positif pada kultur STAN sebagai profesional dapat mengembangkan Ilmu di bidang negara di Kemenkeu atau mitra kemenkeu," terangnya.

Beberapa proses yang sudah selesaikan di antaranya adalah penyusunan statuta sebagai pedoman dasar dari sistem pelaksanaan kampus. Selanjutnya pembukaan lowongan untuk dosen, baik dari dalam maupun luar Kemenkeu dan instansi pemerintah lainnya.

"Kami sudah lakukan profiling dan assessment untuk tenaga pendidikan. Sehingga nantinya bisa mengembangkan program D1, ‎D3, D4, dan pasca sarjana S2 dan S3. Prosesnya akan dilakukan mulai dari sekarang sampai 2017 dan 2018 bisa dimulai," tukasnya.

(mkl/hen)

Tahukah Anda Cara Bertukar Kartu Nama yang Sesuai Etika?


Saat berkenalan dengan klien atau rekan kerja baru, biasanya selain bersalaman, Anda juga akan bertukar kartu nama. Tahukah Anda kalau dalam urusan bertukar kartu nama ini ada etikanya? Etika berbinis merupakan salah satu materi yang diajarkan di sekolah kepribadian.

Dituturkan oleh Muhammad Basrah selaku fasilitator dari sekolah kepribadian Duta Bangsa, etika bisnis diperlukan untuk memelihara suasana lingkungan kerja yang menyenangkan serta menimbulkan rasa saling menghargai. Selain itu, efisiensi kerja dan citra pribadi perusahaan juga bisa ditingkatkan jika mengetahui etika berbisnis.

"Etika berbisnis bisa dilakukan dalam hal memberi atau menerima sesuatu, cara berjabat tangan, kontak mata saat berbicara, dan cara memberi sambutan. Bahasa tubuh menjadi salah satu aspek penting yang harus dimiliki dalam beretika bisnis," tutur Basrah saat berbincang dengan Wolipop di Duta Bangsa, Menara Bank Mega Syariah, Kuningan, Jakarta Selatan beberapa waktu lalu.

Lantas apa saja hal-hal yang harus diperhatikan dalam beretika di dunia pekerjaan?

1. Saat Berjabat Tangan
Ketika pertama kali bertemu dengan rekan kerja atau klien penting, biasanya diawali dengan berjabat tangan. Perhatikan cara Anda menjabat tangan karena itu akan memberikan kesan pertama tentang diri Anda.

Dimulai dengan mengulurkan tangan dan tubuh sedikit condong ke depan, kemudian jabatlah tangan lawan bicara dengan sedikit penekanan sambil mengucapkan nama jelas. Selama berjabat tangan, tetap jaga kontak mata dan tetap tersenyum.

2. Saat Bertukar Kartu Nama
Kartu nama biasanya diberikan setelah jabat tangan selesai. Ada beberapa perbedaan dalam memberi dan menerima kartu nama yang umumnya dijumpai.

"Di Barat biasanya orang memberikan kartu nama dengan tangan kiri atau kanan tidak masalah, yang penting orang lihat dan tahu perusahaannya. Tapi kalau di negara Timur termasuk Indonesia, pemberian dan penerimaan kartu nama dilakukan dengan dua tangan," lanjut pria yang pernah bekerja di bidang perhotelan itu.

Apabila sudah menerima kartu nama dari lawan bicara, hendaknya dibaca terlebih dulu. Jangan terburu-buru memasukkannya ke dalam tas atau dompet. Tidak ada salahnya untuk menuliskan tanggal pertama kali bertemu agar lebih mudah diingat.

3. Saat Menghadiri Rapat
Jika Anda akan menghadiri rapat dengan rekan kerja, atasan, atau klien, sebaiknya hadir di ruang rapat 15 menit sebelumnya untuk mempersiapkan hal-hal yag berkaitan dengan agenda rapat. Tak ada salahnya menjadi pendengar yang aktif berpartisipasi, tetapi jika akan menginterupsi, sebaiknya acungkan tangan terlebih dahulu.

Saat mengikuti rapat, usahakan tetap berada di dalam ruangan. Jangan keluar-masuk ruang rapat kecuali untuk hal-hal yang mendesak. Pastikan pula membuka dan menutup pintu dengan perlahan agar tidak menganggu kelangsungan rapat.

4. Hindari Pembicaraan Informal
Basa-basi diperlukan untuk memecah kebekuan dan menjalin hubungan dengan relasi bisnis. Tetapi sebaiknya hindari pembicaraan yang bersifat terlalu pribadi, seperti membicarakan tentang penyakit, kematian, menanyakan harga barang, atau bahkan bergosip.

"Hindari juga memotong pembicaraan orang lain, memonopoli pembicaraan, membual tentang diri sendiri, dan membicarakan hal-hal yang dapat menimbulkan pertentangan," tutup pria kelahiran 1959 itu.

(itn/eny)

Minggu, 08 November 2015

Mengapa Sebaiknya Mengatakan Fii Amanillah daripada Selamat Jalan?


Sahabat Ummi, jika ada anggota keluarga kita yang akan pergi meninggalkan rumah untuk bekerja atau pergi ke suatu tempat, biasanya kita akan dengan refleks mengucapkan selamat jalan, goodbye, dadah, sampai jumpa, dan lain-lain.

Ternyata dalam Bahasa Arab, ada kata yang sebanding bahkan jauh lebih baik artinya dibandingkan selamat jalan, yaitu fii amanillah. Mengapa kita sebaiknya mengatakan fii amanillah daripada hati-hati pada orang yang akan bepergian? Simak penjelasan lengkapnya berikut ini.

Islam menawarkan pengganti yang lebih baik bagi kita saat mengucapkan ketika akan berpisah yaitu fii amanillah yang artinya (semoga engkau) dalam lindungan Allah.

Hal ini yang menunjukkan rasa peduli kita saat saudara atau anggota keluarga kita akan pergi dengan mengucapkan fii amanillah, artinya kita juga sedang mendoakannya, agar ketika dalam perjalanan ia selalu dilindungi Allah Swt.

Sabtu, 07 November 2015

Makanan Halal di Pesawat, Inilah Beda Indonesia dengan Tiongkok



Hidayatullah.com–Dalam penerbangan jarak jauh dengan menggunakan maskapai penerbangan komersial, para penumpang akan mendapat fasilitas makan. Setiap maskapai memiliki aturan yang berbeda soal makanan. Bagi penumpang Muslim tentu harus mengonsumsi makanan yang halal.
Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Asrorun Niam Sholeh memiliki pengalaman soal makanan halal di beberapa maskapai penerbangan internasional.
Misalnya saat Niam melakukan perjalanan Jakarta-Shanghai (Tiongkok) belum lama ini dengan menggunakan maskapai Garuda Indonesia GA 894. “Saat jam makan pagi tiba, saya disajikan terlebih dulu special request MOML (Moslem Meal). Saya tidak tahu kenapa Garuda Indonesia ikut pola SQ Airlines, Qantas, dan maskapai lain yang menyediakan menu eksklusif dengan tanda MOML, juga vegetarian?” Kata Niam kepada hidayatullah.com baru-baru ini.
Dengan pola ini, jelas Niam, kemudian bisa dipahami dengan logika terbalik, jika di luar makanan bertanda MOML tidak dijamin halal.
“Hal berbeda dengan Malaysia Airlines, Saudia, Qatar, dan sejenisnya yang secara umum (keseluruhan) menyajikan menu halal, yang layak dikonsumsi untuk semua penumpang, baik Muslim maupun yang bukan,” jelas Niam berkisah.
Niam tidak habis pikir kenapa Garuda Indonesia yang merupakan maskapai penerbangan dari negeri mayoritas Muslim ini menggunakan cara pikir terbalik dalam pelayananannya. Kendati demikian, Niam tetap memberikan apresiasi usaha Garuda Indonesia.
Sesampai di Bandara Pudong Shanghai, Niam melanjutkan perjalanan menuju Langzhou dengan maskapai penerbangan domestik China Eastern.
“Lamanya penerbangan 3,5 jam. China, seperti kita tahu, sangat akrab dengan pork (babi). Sehingga memilih menu harus ekstra hati-hati. Saya bersiap puasa sepanjang hari karena saya berpikir akan susah cari menu yang menenangkan hati,” ungkap Niam
Ternyata di dalam pesawat Airbus yang berisi kurang lebih 140 penumpang, yang mayoritas penduduk lokal, Niam dikejutkan dengan menu makanan yang dibagikan.
“Pramugari dengan pakaian sangat sopan dan ramah membagikan dua boks makanan, satu snack dan roti, satunya ditawarkan, ayam dan nasi atau mie. Saya terkejut, karena seluruh menu yang dibagikan pada penumpang, tertulis dengan besar-besar “Halal”; Islamic Food, di bungkusnya,” kata Niam.
Makanan itu, lanjut Niam, dibagikan kepada seluruh penumpang baik itu penumpang Muslim atau bukan.
“Orang China yang jadi penumpang pun makan dengan lahap, tanpa protes dan resisten akan ada ‘Islamisasi’ atau meneriakkan isu sektarian,” tegas Niam.*
Rep: Ibnu Syafaat
Editor: Syaiful Irwan

Jumat, 06 November 2015

Lunasi Pajak Rp 36,8 Miliar, Bos Properti Ini Dibebaskan dari Rumah Tahanan


Jakarta -Detik.com
Seorang direktur perusahaan properti di Medan, Sumatera Utara, dibebaskan dari rumah tahanan setelah perusahaan yang dipimpinnya melunasi tunggakan pajak Rp 36,8 miliar.

Direktur berinisial BB tersebut disandera oleh Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak, bekerja sama dengan Ditjen Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM, serta Kepolisian Republik Indonesia pada 4 November 2015. Perusahaan yang dipimpin direktur ini berinisial PT TMIL.

"PT TMIL adalah sebuah perusahaan di bidang real estate yang terdaftar di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Medan Polonia," kata Direktur Penyuluhan, Pelayanan dan Hubungan Masyarakat Ditjen Pajak, Mekar Satria Utama, dalam keterangannya, Jumat (6/11/2015).

Mekar mengatakan, penyanderaan terhadap BB dilakukan Ditjen Pajak setelah sebelumnya melalui berbagai tahapan penagihan pajak sesuai ketentuan yang berlaku, termasuk:


  • Penerbitan Surat Teguran yang diterbitkan pada periode tahun 2006 dan 2009;
  • Penerbitan Surat Paksa diterbitkan pada periode tahun 2006 dan 2010;
  • Tindakan penagihan aktif setelah terbitnya Surat Paksa, antara lain: penyitaan dan pelelangan aset, pemblokiran harta yang tersimpan di bank dan pengusulan pencegahan bepergian keluar negeri.
Penyanderaan tersebut dilakukan berdasarkan Surat Izin Penyanderaan dari Menteri Keuangan Nomor SR-2220/MK.03/2015 tanggal 15 Oktober 2015.

Penanggung pajak yang disandera dilepaskan apabila utang pajak dan biaya penagihan pajak telah dibayar lunas (seperti dalam kasus ini), atau apabila jangka waktu yang ditetapkan dalam Surat Perintah Penyanderaan telah terpenuhi, berdasarkan putusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap, atau berdasarkan pertimbangan tertentu Menteri Keuangan/Gubernur.

Ditjen Pajak mengimbau bagi Wajib Pajak yang masih mempunyai utang pajak agar segera melunasi utang pajaknya dengan memanfaatkan Tahun Pembinaan Wajib Pajak 2015, karena apabila utang pajak dilunasi pada tahun ini, maka Wajib Pajak akan mendapatkan pengurangan atau penghapusan sanksi administrasi.

(dnl/ang)

Minggu, 01 November 2015

Inilah Tipe-tipe Persahabatan, Di Mana Posisi Anda?


http://www.hidayatullah.com
Saat itu, tidak ada yang meragukan kekuatan jumlah pasukan Thulaihah bin Khuwailid Al Asadi, yang memiliki 1000 tentara berkuda. Namun, ketika mereka berhadapan dengan pasukan Muslim, kekuatan itu seperti tidak ada gunanya, mereka dihancurkan tanpa ampun. Thulaihah Akhirnya mencari tahu penyebab kekalahan pasukannya,”Celakalah kalian! Apa yang menyebabkan kalian kalah?!”
Salah satu diantara prajuritnya pun menyatakan,”Saya akan memberi tahu anda penyebab kekalahan kami. Sesungguhnya tidak ada diantara kita seorang prajurit, kecuali ia menginginkan temannya mati terlebih dahulu darinya. Sedangkan kita berhadapan dengan satu kaum yang semuanya ingin mati sebelum teman-temannya!” (Hayat As Shahabah, 4/642)
Kisah di atas menggambarkan betapa dahsyatnya kekuatan persaudaraan yang mampu membentuk  prilaku itsar, hingga dalam masalah nyawa sekalipun! Disamping mempersolid kekuatan Muslim sifat ini juga menumbuhkan tingginya semangat untuk berkorban. Dengan berbekal kelebihan itu, para sahabat mampu mengalahkan  kekuatan senjata sekaligus banyaknya prajurit musuh. Makna Itsar sendiri, adalah pengutamaan terhadap hajat orang lain daripada hajat diri sendiri dikala membutuhkannya. (Tafsir Ibnu Kastir, hal. 1852)
Ketinggian sifat itsar para salaf bisa mencapai pada tahapan di atas karena, sifat ini sudah menjadi karakter dalam kehidupan mereka. Hal ini tergambar dari beberapa kasus prilaku itsar mereka dalam beberapa peristiwa.  Dalam Shahih Al Bukhari disebutkan, bahwa suatu saat seorang laki-laki yang mengaku sedang mengalami kesusahan datang kepada Rasulullah, sedangkan di rumah beliau sendiri tidak ada apa-apa yang bisa diberikan. Lalu Rasulullah menawarkan kepada para sahabat, siapa yang bersedia untuk memberi pelayanan kepada laki-laki tersebut. Akhirnya ada seorang laki-laki Anshar yang bernama Abu Thalhah menerima tawaran tersebut. Padahal saat itu di rumah kaluarga Abu Thalhah tidak ada persediaan makanan kecuali untuk anak-anak mereka. Akhirnya anak-anak mereka ditidurkan tanpa makan malam sedangkan ia dan istri juga tidak makan malam itu,  lantas semua makanan disajikan untuk tamu Rasulullah tersebut. Keesokan harinya, Rasulullah bersabda,”Allah takjub terhadap si fulan dan fulanah”. Hingga turunlah firman Allah yang artinya,”…dan mereka melakukan itsar atas diri mereka, walau ada pada mereka kesusahan…” (Al Hasyr [59]: 9)
Kisah itsar para salaf juga ditemuai di saat perang Yarmuk terjadi. Kala itu, Ikrimah dan bebarapa sahabat beliau terluka parah dan dalam keadaan kritis. Namun, ketika disodorkan air, beliau malah menolak, dan menyarankan agar air itu diberikan kepada orang lain. Padahal beliau dalam keadaan luka berat dan amat membutuhkan air. Demikian pula ketika air itu disodorkan kepada sahabat lainnya, air itu ditolaknya. Hingga sampai orang ke tiga, Ikrimah sudah wafat, kemudian disusul orang ke dua, hingga orang ketiga. Semuanya tidak ada yang meminum air tersebut, sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Al Bukhari. (lihat, Tafsir Ibnu Kastir, hal. 1852)
Ibnu Umar dalam sebuah periwayatan menyampaikan bahwa beliau mengirim kepala kambing untuk sahabat Rasulullah, namun sahabat tersebut malah menyarankan agar kepala kambing tersebut diberikan kepada sahabat lainnya. Demikian pula sahabat yang kedua, menyarankan agar kepala kambing tersebut diberikan kepada sahabat lainnya, hingga sampai kepada sahabat yang ke tujuh, ia meminta agar kepala kambing itu diberikan kepada sahabat yang pertama. (Al Ihya, 5/954)
Di kalangan salaf juga ada dua orang yang terkenal persahabatnnya, yakni Masruq dan  Khaitsamah. Kedua-duanya memang sedang terlilit hutang, namun keduanya lebih mengutamakan untuk membayar hutang sahabatnya. Masruq secara diam-diam melunasi Khaitsaman dan Khaitsamah juga melunasi hutang Masruq, tanpa sepengetahuannya. (Al Ihya, 5/954)
Demikianlah hasil tarbiyah yang dilakukan oleh Rasulullah. Masing-masing berlomba-lomba untuk mencintai saudaranya. Masing-masing berusaha untuk menjadi orang yang paling perhatian terhadap sahabatnya. Karena dengan melakukan hal itu, mereka menjadi orang yang dicintai Allah. Sebagaimana disabdakan oleh Rasulullah,”Tidak saling mencintai antara dua sahabat karena Allah, kecuali Allah paling mencintai siapa yang paling mencintai saudaranya.” (Riwayat Al Hakim, beliau menyatakan,”Isnadnya Shahih)
Sifat itsar, tidak hanya menjadikan generasi awal, sebagai generasi yang tangguh dan ditakuti oleh musuh tapi di akhirat pelakunya juga memperoleh balasan dari Allah sebagai pribadi yang dicintai Allah Ta’ala.
Varian Hubungan Persahabatan
Sifat itsar  tidak timbul tanpa sebab. Ia tumbuh disebabkan persahabatan yang didasari cinta karena Allah. Imam Al Ghazali menggambarkan persahabatn semacam ini sebagai jenis kecintaan kepada seseorang, bukan karena pribadi orang  tersebut, tapi karena ingin memperoleh keridhaan Allah.
Sedangkan, mencintai seseorang karena kecintaan kepadanya menghantarkan kepada kecintaannya kepada perkara duniawi tidak termasuk kecintaan yang didasari karena mencari keridhaan Allah. Kecintaan seperti ini mirip kecintaan seseorang terhadap uang. Seseorang cinta uang bukan karena bendanya, tapi karena dengan uang ia bisa memperoleh apa yang ia cintai.
Demikian pula kecintaan kepada teman, ada yang mencintai teman karena ingin memperoleh keuntungan dari hubungan pertemanan itu. Bahkan pada keuntungan inilah ia tambatkan kecintaannya yang hakiki. Tidak heran, ada orang yang menjalin pertemanan untuk membangun jaringan bisnis atau memperkuat posisi politis. Ada pula pihak yang menjalin pertemanan dan mengumpulkan teman sebanyak-banyaknya untuk mendukung popularitas. Memang tidak ada larangan dalam hal itu, kacuali jika ada pelanggaran syar’i dalamnya, namun posisi pertemanan ini tidak akan melahirkan sifat itsar dan pengorbanan.
Biasanya, pertemanan jenis ini akan langgeng selama kepentingannya ada. Jika tujuan utama persahabatan tidak bisa diraih, maka persahabatan akan berakhir, karena dipandang tidak ada manfaat yang diperoleh. Bahkan terkadang pertemanan seperti ini berlanjut kapada hal-hal dilarang dalam syariat. Sekelompok manusia bisa suatu saat terlihat kompak dan solid, namun setelah waktu berlalu mereka berpisah, mereka saling hantam dan salin jegal. Bahkan sering pula dijumpai dalam satu team sekalipun terjadi saling sikut dan saling curiga karena masing-masing memiliki kepentingan sendiri yang ingin diraih dari perkumpulannya tersebut. Tentu, persahabatan yang seperti itu tidak akan membawa kemenangan bagi umat, dan tidak pula memperoleh keridhaan dari Allah Ta’ala. Bahkan bisa menimbulkan sifat egois yang pribadinya berpeluang untuk mudah diadu domba oleh musuh.*
Rep: Sholah Salim
Editor: Thoriq

Sabtu, 31 Oktober 2015

Rahasia Langsing Ternyata Terletak Pada Apa yang Dilihat



Mereka yang menyediakan makanan sehat di dapurnya ternyata memiliki berat badan lebih ringan dan lebih langsing.

REPUBLIKA.CO.ID, Makanan yang ada di dapur bisa menjadi petunjuk soal berat badan seseorang dan konsumsi buah-buahan bisa menjadi salah satu kunci agar tubuh tetap langsing, menurut hasil studi dalam jurnal Health Education and Behavior.

Dalam studi itu, para peneliti dari Universitas Cornell memotret dapur dari 200 buah rumah warga Amerika. Mereka lalu mengukur berat badan perempuan yang tinggal di masing-masing rumah itu.

Peneliti menemukan, perempuan yang menyediakan sereal di dapurnya lalu memakannya saat sarapan memiliki berat badan 9 kg lebih berat dibandingkan mereka yang tidak menyediakan sereal. Lalu, perempuan yang di dapurnya terdapat minuman-minuman ringan memiliki berat badan 10-11,8 kg lebih berat dibandingkan mereka yang tak memiliki minuman ringan di rumahnya.

"Pada dasarnya, Anda makan apa yang dilihat. Temuan pada pecinta sereal, mengejutkan saya. Sereal memang menyehatkan, namun kalau Anda mengonsumsinya segenggam setiap waktu, tak akan membuatlangsing," ujar ketua studi, Brian Wansink, professor dan director of Cornell's Food and Brand Lab.

Sementara itu, perempuan yang menyediakan buah-buahan di dapurnya, memiliki berat badan 5,9 kg lebih ringan dibandingkan mereka yang tidak menyediakan buah sama sekali. Peneliti mengatakan, sekalipun studi ini menemukan hubungan antara apa yang terdapat di dapur dan berat badan seseorang, namun studi tidak membuktikan sebuah hubungan sebab akibat.

"Jika orang-orang langsing menyediakan buah-buahan di dapurnya, tak akan menyakitkan bila kita melakukan hal serupa," kata Wansink seperti dilansir WebMD.

Jumat, 30 Oktober 2015

Bomber Leopard Runtuhkan Stigma Terorisme Islam



LWK (27) tersangka pelaku pengeboman Mal Alam Sutera diapit petugas di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (29/10). (Repubika/ Wihdan) 

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Munculnya sosok Leopard Wisnu Kumala (29) dalam kasus bom Mal Alam Sutera seperti titik balik yang bisa meruntuhkan stigmatisasi terhadap Islam selama ini dalam isu terorisme.
“Leopard seorang dari etnis Cina, beragama Katolik, pandai meracik bom dengan bahan peledak high explossive jenis Triaceton Triperoxide (TATP) kali pertama di Indonesia terjadi,” tegas Direktur Community of Ideological Islamic Analyst (CIIA) Harits Abu Ulya, Jumat (30/10).

Harits merinci, Leopard melakukan empat kali pengeboman di Alam Sutera meski tidak semua meledak. Maka, ujarnya, teror menjadi cara untuk meraih kepentingan oportunisnya.
“Jika konsisten dengan nafsu untuk menarik kasus ini ke isu terorisme maka apa sulitnya untuk menyebut Leopard teroris? Saya pikir, istilah teroris lonewolf (serigala sendirian) adalah tepat,” terang Harits.
Ia pun berasumsi, sosok Leopard yang menganut Katolik membuat aparatur pemerintah dan pemilik media memilih diksi judul pada setiap berita steril dari diksi terorisme.
“Publik juga sudah cerdas. Inilah terorisme di Indonesia, sebuah bangunan terminologi yang memiliki dimensi sarat tendensi, stigma, kepentingan politis, dan ideologis di baliknya,” urai Harits.

'Teori Terorisme BNPT Tersandung di Mal Alam Sutera'


 Tim dari BNPT berhasil mengamankan teroris dalam simulasi antiteror Chemical Biological, Radiological and Nuclear (CBRN) di fasilitas BATAN, Banten, Selasa (23/4).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kasus pengeboman Mall Ala Sutera seakan merevisi segala teori tentang terorisme yang pakem serta identik dengan penyalahgunaan nama umat Islam.
“Media akhirnya seperti gagap untuk menata ulang opini, bahkan sebagian pengamat yang sebagian besar memegang pakem metode framework analisis kultural juga kelu lidahnya. Bisa jadi, BNPT juga mules perutnya karena teori terorisme yang diusung selama ini tersandung di Alam Sutera,” tegas Direktur Community of Ideological Islamic Analyst (CIIA) Harits Abu Ulya, Jumat (30/10).

Dalam isu terorisme, ia menilai bahwa rakyat Indonesia selama ini dalam sudut pandang yang tendensius dan stigmatis. Begitu mendengar teroris maka tergambar sosok pelakunya seorang Muslim, berjenggot, jidat hitam, celana cingkrang, keluarganya bercadar, memandang Barat (AS) sebagai musuh.

Walhasil, UU Nomor 15 Tahun 2003 Tentang Terorisme pun diterapkan untuk menjerat hal-hal dengan identifikasi tadi.
“Jadi, terorisme akan selalu dimaknai sebagai produk radikalisme dalam agama Islam.Terorisme di Indonesia itu identik dengan Islam, ini secara simpel dikonstruksi oleh pihak pemerintah melalui aparaturnya dan diaminkan sebagian besar media,” cecar Harits.
Maka, ia pun kembali mengajak publik mencermati kembali definisi terorisme yang lekat dengan radikalisme Islam setelah kasus Leopard dan Mall Alam Sutera.
“Rakyat sekarang tahu, orang Kristen atau non-Muslim di Indonesia juga sama potensialnya bisa hadir di tengah masyarakat menjadi sosok-sosok teroris yang sangat berbahaya sekalipun terkesan ramah,” jelas Harits.

Sabtu, 17 Oktober 2015

Wahai Suami, Belajarlah Memuji Istrimu


Sahabat Ummi, banyak suami yang tidak tahu jurus jitu menaklukkan hati istri. Padahal simple saja, kelemahan wanita ada pada telinganya, kalau mau memikat hatinya... Manjakan telinganya dengan kata-kata yang disukainya, salah satunya adalah yang berupa pujian!
Kadang kala suami sangat enggan memuji istri sendiri, entah karena standar suami yang terlalu tinggi, kurang pemahaman agama, atau alasan apapun, hal ini membuat istri 'kering' penghargaan.
Padahal istri bisa memberikan segalanya pada suami jika suami berhasil menaklukan hatinya. Nah, berikut ini beberapa tips jitu untuk para suami belajar memuji istri:

1. Pujilah kebaikan kecil yang istri lakukan! 

Bangun tidur sudah tersedia makanan? Jangan berpikir bahwa itu adalah kewajiban istri! Anda tidak tahukan betapa banyak istri lainnya yang tidak menyiapkan makanan untuk keluarga karena saking sibuknya. Maka berterimakasih dan pujilah jika istri menyediakan sarapan pagi untuk Anda dan anak-anak di rumah.
Atau, ketika istri menyambut Anda pulang sudah dengan tampilan harum, anak-anak sudah dimandikan, jangan segan-segan memujinya sebagai istri shalihah atau istri dambaan suami, kalau Anda terlalu pelit dan perhitungan serta menganggap sepele kebaikan-kebaikan kecil yang istri lakukan. Percayalah bahwa Anda takkan pernah mendapatkan kebaikan yang lebih dahsyat dari istri.
 
Baca juga: Wahai Para Suami, Jangan Katakan Hal Ini Pada Istrimu!
 
2. Pentingnya keikhlasan dalam memuji

Entah mengapa, wanita peka terhadap hal tulus dan tidak tulus, apalagi jika suami sendiri yang menyampaikannya. Pujian yang tulus akan sampai ke hati istri, sebaliknya... Pujian yang tidak tulus malah akan membuatnya curiga Anda punya niat aneh terhadapnya!
Maka, pujian apapun yang Anda lontarkan untuk istri, pastikan hal itu keluar dari hati yang tulus!

3. Sekali-kali membandingkan orang lain untuk memujinya juga boleh-boleh saja

"Duh, Yang... Kamu itu gesit banget, alhamdulillah bangga banget Mas punya istri kamu, adem rasanya hati ini. Ada temen kantor Mas istrinya nggak bisa ngapa-ngapain selain habisin uang buat ke salon loh!"
Agar istri tahu betapa Anda bersyukur memilikinya, bisa juga membuat perbandingan dengan istri orang lain yang Anda kenal karakternya kurang baik. Tentu tanpa menyebutkan nama. Sehingga istri bisa lebih terpacu agar tidak melakukan keburukan yang sama dengan istri orang lain yang Anda ceritakan tersebut.

4. Puji kecantikannya

Walaupun istri tak cantik-cantik amat, tapi kalau Anda memujinya ia akan bersemangat mempercantik diri dan penampilannya. Lebih-lebih kalau sekalian diberi modal berupa pakaian rumah yang cantik, peralatan merawat wajah dan tubuh, dll.
Sahabat Ummi, moga tips ini tak hanya dibaca tapi juga dipraktekkan. In syaa Allah Anda bisa melihat hasilnya dengan mata kepala sendiri. 
 
Foto ilustrasi: google

Jumat, 16 Oktober 2015

Demonstran Anti-Islam Terkejut dengan Keramahan Muslim


Cynthia Eugenia Cox DeBoutinkhar

 REPUBLIKA.CO.ID, COLUMBUS -- Seorang demonstran anti-Islam terkejut dengan keramahan muslim saat berunjuk rasa di depan sebuah masjid di Columbus, Ohio, Amerika Serikat. Seorang jamaah masjid yang berada di Pusat Kebudayaan Islam Noor Columbus itu Cynthia Eugenia Cox DeBoutinkhar justru menyambut demonstran dan mengajak untuk melihat isi masjid.

Demonstran itu diketahui bernama Annie asal Lancaster. Annie bersama demonstran lain berencana melakukan serangkaian unjuk rasa di sejumlah masjid di Amerika Serikat. Akan tetapi, saat unjuk rasa berlangsung hanya Annie yang hadir. Jamaah masjid tidak mengusir Annie namun justru mengundangnya untuk masuk ke masjid, menawarkan makanan dan minuman, serta mengenalkan Islam.

"Sesuatu terasa datang ke saya dan saya menuju dirinya (Annie) dan bertanya apakah saya bisa memberikan pelukan," ujar Cynthia seperti dikutip Mirror, Kamis (15/10).

Cynthia mengaku, tubuh Annie sempat tegang dan ia pun mengajaknya masuk ke dalam masjid. Ia berjanji kepada Annie akan menjaganya.

Cynthia mengatakan, Annie terkejut dan menyesal telah membawa papan berisikan protes pada keberadaan muslim. Setelah peristiwa itu, kata Cynthia, Annie meninggalkan papan itu dan membawa pulang sebuah Alquran dengan terjemahan bahasa Inggris.

Bersabar dalam Kesempitan Ekonomi


KESEMPITAN ekonomi atau kemiskinan, kadang membuat orang mengambil jalan pintas agar kebutuhan ekonomi menjadi tercukupi, bahkan bisa lebih. Kemiskinan terkadang membuat orang lupa dan melalaikan kekuasaan Allah Subhanahu wa Ta’ala serta norma keagamaan, dari cara sederhana seperti mencuri, mengambil harta orang lain yang tiada hak atasnya, sampai korupsi. Cara ini menjadi bagian dalam kehidupan mereka yang tidak mengimani Allah dan Rasul-Nya secara total.

Ekspresi keagamaan kadang hanya dipahami sebagai melaksanakan perintah lima rukun Islam. Sementara itu, dalam hal kehidupan bersifat duniawi, sering dipisahkan dari pesan keagamaan. Yang terjadi, seseorang yang shalatnya rajin, telah pergi haji dan umrah di tanah suci, dermawan, tetapi pada sisi lain cara mencari rezekinya tidak mengindahkan kaidah halal dan baik. Tentu, ini bukanlah kehidupan beragama yang kaffah (sempurna). Kehidupan beragama mereka masih cacat.

Rukun Islam pada hakikatnya cermin bagi kehidupan keberagamaan yang lain sehingga semuanya serba berimbang, penuh dengan dedikasi dalam jalan Allah dan Rasul-Nya.
Terkait dengan kemiskinan ini, Rasulullah Shalallaahu ‘Alahi Wasallam memberi tuntunan bahwa sikap paling baik dan terpuji bagi orang yang berada dalam kesulitan ekonomi adalah dengan bersabar. Sabar dalam hal ini adalah menjauhi semua perbuatan yang tidak terpuji.

Alih-alih mencuri dan korupsi, bahkan yang dimaksud Rasulullah adalah seorang miskin yang menyembunyikan kemiskinannya, yaitu tidak berkeluh kesah kepada makhluk dan menjauhi perilaku meminta-minta (menjadi pengemis).

Rasulullah bersabda, “Orang yang miskin itu bukanlah orang yang berjalan ke sana sini meminta-minta kepada manusia, kemudian diberikan dengan sesuap dua suap makanan dan sebiji dua biji buah kurma.”

Para sahabat bertanya, “Kalau begitu, siapakah orang miskin yang sebenarnya, wahai Rasulullah?”
Rasulullah bersabda, “Orang yang tidak mendapati kesenangan yang mencukupi buatnya, tetapi orang banyak tidak tahu karena kesabaran dia menyembunyikan keadaannya, dan tidak meminta-minta kepada orang lain. Dia seharusnya diberikan sedekah tanpa dia meminta dari orang lain.” (Muttafaq ‘Alaih, dari Abu Hurairah).

Sejalan dengan ajaran Rasulullah tersebut, Syeikh Abdul Qadir Al-Jailani, memberikan tuntunan sebagai berikut:

Orang yang dalam keadaan tidak punya, tetapi selalu bersabar maka kedudukannya di sisi Allah lebih utama dibandingkan dengan orang kaya yang bersyukur. Sedangkan, orang yang fakir, tetapi tetap selalu bersyukur, ia lebih utama dari keduanya (yakni orang fakir yang bersabar dan orang kaya yang bersyukur). Dan, seseorang yang fakir, tetapi ia tetap selalu bersabar dan bersyukur maka di sisi Allah, ia lebih utama dari segalanya (dunia seisinya).
*/Muhammad Sholikhin, dari bukunya The Power of Sabar.
Rep: Admin Hidcom
Editor: Syaiful Irwan

Kamis, 15 Oktober 2015

Membakar Mushaf Rusak, Bolehkah?





REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Salah satu fenomena yang kerap muncul sehari-hari ialah keberadaan mushaf Alquran yang rusak. Lembaran-lembaran itu sebagiannya bahkan ada yang berserakan dan berada di tempat yang kurang laik.
Kondisi ini sangat berseberangan dengan anjuran untuk meletakkan Alquran di tempat yang terhormat. Lantas, apa solusinya agar lembaranlembaran rusak yang tercecer itu tidak terinjak? Bolehkah membakar mushaf-mushaf tersebut?

Ketentuan awal yang mesti dipahami dalam masalah ini ialah pengertian mushaf itu sendiri. Apa batasan dan kriteria lembaran-lembaran atau tulisan-tulisan bertuliskan ayat Alquran itu dapat dikate gori kan sebagai mushaf Alquran?

Para ulama mazhab empat; Hanafi, Maliki, Syafi’i ,dan Hanbali mengatakan bahwa definisi mushaf yang dimaksud me liputi segala bagian yang terdapat tu li san ayat Alquran pada cetakan ter sebut. Karena itu, tidak diperkenankan memegang mushaf kecuali dalam kondisi suci.

Dalam kitab al-Hidayah Syarah al-Bidayah, misalnya, disebutkan bahwa orang yang berhadas tidak diperkenankan memegang mushaf, kecuali dengan lapisan sampul atau lapisan lainnya. Pendapat yang sama dinukil dari kitab al-Bahr ar-Raiq. Ditegaskan larangan memegang mus haf tanpa bersuci, baik mushaf yang telah terbukukan maupun yang tercecer.

Penegasan yang sama terdapat pula di kitab Hasyiyat Dasuqi ala Syarh al-Kabir. Selama terdapat tu lis an ayat Alquran, baik yang tercetak dalam satu kumpulan mushaf mau pun tidak, maka bisa dikategorikan sebagai mushaf.

Menyikapi mushaf yang rusak dan berserekan tersebut guna menghindari tindakan yang bisa mengurangi kehormatan dan kesucian mushaf, se perti terinjak, terkena kotoran, dan tercampur dengan barang-barang lain nya, maka ada dua solusi cara yang bisa dilakukan. Yaitu, pertama, dengan cara ditanam dalam tanah dan opsi kedua ialah dibakar.

Opsi yang pertama, dipopulerkan oleh Mazhab Hanafi dan Hanbali. Mushaf yang rusak dan sudah tak lagi terpakai bisa ditanam dalam tanah. Al-Hashkafi, salah seorang imam bermazhab Hanafi dalam kitab ad- Durr al-Mukhtar menjelaskan layak nya seorang Muslim, ketika tak lagi bernyawa maka ia akan dikubur di tanah. Perlakuan yang sama juga berlaku untuk mushaf Alquran.

Bila sudah rusak dan sulit terbaca maka hendaknya dibenamkan di tanah. Lokasi penguburan mushaf tersebut bukan berada di jalan yang sering dilalui orang. Imam Ahmad, seperti yang dinukil al-Bahwati dalam kitab Kasyf al-Qanna’, pernah berkisah, ketika itu Abu al-Jauza’ memiliki mus haf yang telah usang dan tak laik.
Abu al-Jauza’ akhirnya mengubur mushaf tersebut di salah satu sudut masjid. Pandangan yang sama diutarakan juga oleh Syekh Ibnu Taimiyyah. Penguburan mushaf rusak adalah bentuk penghormatan. Sebagaimana manusia sewaktu meninggal dimakamkan di lokasi yang aman.

Sedangkan, alternatif cara yang kedua ialah dibakar. Opsi pembakar an mushaf Alquran yang rusak ini banyak diadopsi di kalangan Mazhab Maliki dan Syafi’i. Dasar pendapat mereka merujuk keputusan Khalifah Usman bin Affan yang membakar mus haf. Ketika itu, seperti yang dinu kil dari Bukhari dalam kitab hadis sahihnya, Usman meminta Hafshah menyerahkan mushaf yang ia simpan.

Khalifah ketiga itu pun lantas menginstruksikan kepada Zaid bin Tsabit, Abdullah bin Zubair, Sa’id bin al-‘Ash, dan Abudurrahman bin al- Harits bin Hisyam untuk mengopi mushaf itu. Setelah proses kodifikasi selesai, Usman memerintahkan mushaf-mushaf yang berada di tangan sejumlah sahabat untuk dibakar.

Hal ini ditempuh guna mencari titik mufakat dan penyeragaman mushaf. Mush’ab bin Sa’ad, sebagaimana dinukil dari kitab al-Mashahif, menjelaskan, publik kala itu tidak setuju dengan opsi pembakaran dan mendukung gagasan Usman.

Peristiwa tersebut oleh Suyuthi dalam kitabnya al-Itqan fi Ulumul Qur’an dijadikan sebagai dasar diperbolehkannya membakar mushaf yang rusak. Ia berpandangan, bila lembar an-lembaran itu rusak maka tidak bo leh hanya diselamatkan dengan meletakkan di tempat tertentu.

Hal ini dikhawatirkan jatuh dan akan terinjak. Opsi menyobek juga kurang te pat. Pasalnya, sobekan masih menyi sakan beberapa huruf atau kalimat. Ini bisa lebih fatal akibatnya. Diba kar? Solusi ini jauh lebih baik, menurutnya. Tindakan sama yang di la kukan oleh Usman.

Komite Fatwa Kerajaan Arab Saudi (Fatawa al-Lajnah ad-Daimah) dalam kompilasi fatwanya menyebutkan, mushaf yang tak lagi terpakai, kitab, dan kertas-kertas di ma na tertulis ayat-ayat Alquran ma ka hendaknya dikubur di tempat yang laik, jauh dari lalu lintas manusia atau lokasi yang menjijikkan. Opsi lain yang bisa ditempuh ialah dibakar. Hal ini sebagai bentuk penghormatan dan menghindari perendahan Alquran. (Sumber: Pusat Data Republika/Nashih Nasrullah)

Selasa, 13 Oktober 2015

[REVIEW] 'Film 3' Anggy Umbara, Dakwah & Revolusi Perfilman Indonesia


Sedikit cerita dari film 3; Alif Lam Mim, yang saya tonton..

Film “3; Alif Lam Mim”, bisa saya sebut film idealis, kritis, dan skeptis. Semoga tak berlebihan jika sang sutradara, Anggy Umbara, saya anggap sebagai anti tesis Hanung Bramantyo. Bisa juga saya simpulkan, film 3 ini adalah cara Anggy Umbara mengekspresikan idealismenya untuk merombak pandangan mainstream pada isu besar di awal abad 21.

Sebelumnya saya pernah membayangkan sebuah film, bahkan ide ceritanya pun pernah coba saya tuliskan, tentang terbongkarnya operasi rahasia aparat negara yang ternyata bermain dibalik aksi terorisme demi sebuah kepentingan politik sekelompok oknum. Cerita yang masih khayalan ini ternyata saya temukan di film 3. Meski tujuan cerita sama, film khayalan saya ini memiliki alur cerita dan gaya yang berbeda. Cerita saya lebih meniru film Jason Bourne dengan 3 sekuelnya; Identity, Supremacy, dan Ultimate (yang Legacy agak kecewa). Tapi, apa yang saya khayalkan itu memang masih sebatas khayalan, belum mungkin menjadi film, hehe.

Beda pengkhayal, beda pekerja sutradara beneran. Anggy Umbara yang juga menjadi penulis cerita, bisa mewujudkan impian melahirkan film laga futuristik dengan gaya dystopian, dan perspektif cerita anti mainstream. Selama ini ide-ide cerita perfilman banyak dikuasai kalangan yang “merasa terzalimi”, atau kalangan pembela “kebebasan” yang ragu akan kebenaran absolut. Di Film ini, justru Anggy Umbara mengkritik pandangan pembela minoritas itu dengan gayanya.

Berlatar tahun 2036, Indonesia berada pada masa pasca revolusi. Ide liberalisme berhasil menguasai negara setelah berpuluh-puluh tahun lamanya terjadi konflik berdarah antara kelompok radikal dengan liberal. Islam yang awalnya mayoritas, di tahun tersebut menjadi minoritas. Banyak ulama dibunuh oleh aparat tanpa melalui persidangan dengan tuduhan terorisme. Dengan lugas, lafal-lafal dialog para tokoh mengucapkan banyaknya masjid-masjid yang dijadikan gudang, bahkan terlihat menjalankan sholat saja sudah dianggap ekstremis. Pakaian jubah ala arab dilarang ditempat-tempat umum. Masyarakat yang tetap ingin menjalankan Islam dengan taat terkumpul dalam satu distrik yang dinamankan distrik 9 dan memiliki sebuah pesantren yang bernama Al Ikhlas.

Ada penggalan ucapan menarik dari tokoh yang bernama Lam, “Pembela minoritas dulu menjual slogan kebebasan, begitu menjadi mayoritas menginjak yang sekarang minoritas.” Juga dimunculkan ucapan sinis dari salah satu tokoh berpenampilan ‘radikal’, “Katanya negara liberal, bebas, tapi kita memakai baju begini saja dilarang.” Dan berbagai dialog lainnya yang kental dengan nuansa kritis dan skeptis.

Tiga tokoh utama di film ini bernama Alif, Lam dan Mim. Bertiganya adalah sahabat yang saat kecil pernah terdidik di pesantren. Alif memilih bergabung ke detasemen khusus karena dendam terhadap kelompok radikal yang telah membunuh orang tuanya. Lam berkarir menjadi jurnalis. Kemudian Mim memilih mengabdi di pesantren karena cita-citanya ingin mati khusnul khatimah. Pesantrennya Mim inilah yang bernama Al Ikhlas. Pesantren yang dijadikan operasi terkahir detasemen khusus untuk melenyapkan Islam di Indonesia.

Meski Alif menjadi alat negara yang ditugaskan untuk memberangus kelompok radikal hati nuraninya mulai terbuka ketika ia menemukan kejanggalan. Begitu juga Lam, yang sulit diberi tugas menulis ketika tak sesuai hati nuraninya. Pimpinan Lam sampai mengatakan kepada Lam, kalau dia ketahuan publik masih sholat maka tulisannya sulit dinilai obyektif. Sang sutradara juga tak meninggalkan bagian-bagian adegan romantik yang menambah kayanya jalan cerita.

Hati nurani Alif dan Lam yang membuka mata mereka bahwa aksi-aksi pengeboman para teroris yang dituduhkan ke pesantrennya Mim perlu diungkap kebenarannya. Berkat mereka bertiga yang ahli bela diri, terungkaplah misi busuk dibalik detasemen khusus. Bagaimana proses terungkapnya, dan apa misi busuk dari kesatuan itu, silakan tonton saja film ini. Gak seru kalau saya ceritakan.

Film ini memang penuh dengan aksi bela diri dengan banyak memainkan slow motion effect. Aksi-aksi yang dibubuhi musik aliran Nu Metal dari Purgatory menambah karakter dramatisnya yang maskulin. Hanya saja, jika membandingkan film ini dengan kelas Holywood akan mengecewakan. Apalagi membandingkan dengan The Matrix, jauh! Soal visual teknik bela diri masih unggul The Raid. Begitu juga gaya dystopian yang masih jauh kualitasnya bila membandingkannya dengan sekuel The Hunger Games, Divergen, atau Mad Max Fury Road. Jadi, maklumkan saja.

Saya juga maklumkan jika film-film Indonesia seperti ini penonton sedikit. Ketika menonton film ini semalam, dari 204 kursi hanya terisi 15 saja. Selain kurang publisitas, film ini nampak belum dihargai. Bisa jadi akibat faktor alur cerita yang tak memikat dan sinematografi futuristik yang belum memuaskan, juga penonton film Indonesia yang (mungkin) masih mental inlander, hehe. Yang penting, film-film seperti ini harus di hargai dengan tidak menonton gratisan. Cukup produksi holywood saja yang nunggu keluar downloadan gratis.

Terakhir, ada sebuah ucapan menarik dari tokoh inti antagonis yang muncul di akhir cerita. Ia adalah otak dari semua rencana makar. Sebatas ingatan saya, semoga tidak salah, ia berucap bahwa untuk mencapai sebuah titik keseimbangan dalam mewujudkan perdamaian, perlu diciptakan sebuah musuh agar lahir pahlawan sehingga masyarakat akan berlindung dan percaya kepada sang pahlawan. Penguasa dan alatnya yakni detasemen khusus, yang dijadikan pahlawan. Agama dijadikan musuh karena hanya mengganggu titik keseimbangan itu. Maka, agama harus dilenyapkan.

Sekali lagi, ini film keren sekali. Berharap menjadi revolusi perfilman Indonesia.

Salam,
@RidwanHd

NB: Review lainnya (“Dakwah Anggy Umbara Melalui Film Alif Lam Mim”)
 dicopas dari PKS Piyungan

Jumat, 09 Oktober 2015

Hal yang Perlu Dilakukan Istri pada Suami Setiap Hari



Sahabat Ummi, istri itu milik suaminya, penting bagi setiap istri untuk mengetahui hal-hal apa sajakah yang perlu dilakukan setiap harinya terhadap sang suami. 

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda yg bermaksud: “Empat perempuan yang berada di Neraka ialah: Perempuan yang kotor mulutnya terhadap suaminya. Jika suaminya tidak ada di rumah ia tidak menjaga dirinya & jika suaminya bersamanya ia memakinya (memarahinya). Perempuan yang memaksa suaminya untuj memberi apa yang suami tidak mampu. Perempuan yang tidak menjaga auratnya dari kaum laki-laki & memperlihatkan kecantikannya (untuk menarik kaum laki laki). Perempuan yang tidak mempunyai tujuan hidup kecuali makan minum & tidur, & ia tidak mau berbakti kepada Allah & tidak mau berbakti kepada RasulNya dan tidak mau berbakti kepada suaminya.”  

Lalu apa yang harus dilakukan istri setiap hari untuk suaminya? Yuk kita cek bersama: 

1. Meminta izin suami jika bepergian ke luar rumah 

Sahabat Ummi masih suka diantar jemput suami? Entah ke pasar, swalayan, atau  tempat kerja? Hmm... Bagus sekali kalau iya! Jangan lupa cium tangan suami saat meminta izinnya, biar lebih mesra.
Meminta izin setiap kali ke luar rumah mencerminkan seorang istri yang mengerti adab rumah tangga.
Ibnu Muflih al hambali berkata:
“Diharamkan bagi seorang wanita keluar rumah suaminya tanpa seizinnya, kecuali karena darurat atau kewajiban syari’at”. (Adab Syar’iyyah: 3/375) 

2. Menyenangkan suami setiap ia memandang kita 

Laki-laki lemah di penglihatannya. Maksudnya, para suami mudah terpikat hal-hal yang cantik dan indah.
Kalau suami senang melihat kita pakai daster, yaa pakailah daster. Kalau suami tidak suka, silakan pakai yang disukai suami!
Belajar make up sederhana untuk suami di rumah juga penting. Kita tahu bahwa saat ini banyak perempuan di layar kaca yang berhias demikian moleknya, jangan mau kalah cantik untuk suami. 

3. Membantu suami merapikan penampilannya 

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah berkata kpd Siti Fatimah: “Ya Fatimah, apabila seorang wanita meminyakkan rambut suaminya & janggutnya, memotong kumis & menggunting kukunya maka Allah akan memberinya minum dari air Surga yg mengalir di sungai sungainya & diringankan Allah baginya sakaratul maul & akan didapatinya kuburnya menjadi sebuah taman yg indah & taman taman Surga.

4. Mensyukuri apa yang suami lakukan untuk istri 

Setiap suami pulang bekerja, sambutlah dengan wajah ceria sebagai ungkapan berterimakasih padanya.
Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda yg bermaksud: “Jika seorang isteri berkata kepada suaminya: Tidak pernah aku melihat kebaikanmu sama sekali, maka hancur leburlah pahala amal kebaikannya.” 

5. Sigap memenuhi kebutuhan biologis suami

Tidak ada alasan bagi seorang istri menolak ketika suami menginginkannya di tempat tidur. Meski demikian, suami pun harus melihat kondisi istrinya apakah sedang sakit atau sehat.
Sahabat Ummi, ridho Allah ada pada ridho suami, maka lakukanlah hal-hal yang menjadi kewajiban istri pada suami. 

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda yg bermaksud: “Pertama urusan yg ditanyakan kpd isteri pd hari Kiamat nanti ialah mengenai sholatnya & mengenai urusan suaminya (apakah ia menjalankan kewajibannya terhadap suaminya atau tidak).“
Dari berbagai sumber
Foto: google

Kamis, 08 Oktober 2015

Makan Bayam, Tak Selamanya Menguntungkan

Makan Bayam, Tak Selamanya Menguntungkan

 Hasil gambar untuk gambar bayam
Yuga Pramitra
dakwatuna.com Selain beta-karoten, sebetulnya bayam pun memiliki lutein dan zeaxantin. Untuk urusan merawat kesehatan mata, ketiga unsur tersebut bisa diandalkan. Beruntung ketiganya memiliki sifat yang tak jauh beda : bisa kompak dengan lemak atau minyak, dan lebih bagus diserap tubuh setelah dimasak.

Hasil sebuah penelitian, sebagaimana dicatat Made Astawan, guru besar di Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan, Institut Pertanian Bogor, dan Andreas Leomitro Kasih, mendapatkan, penambahan lemak sebanyak 10% ke dalam makanan sumber beta-karoten serta proses pemasakan, dapat mengubah struktur trans menjadi cis, yang akan lebih memudahkan tubuh menyerap beta-karoten. Sedangkan dari penelitian lain diketahui, proses pemasakan pada suhu rendah hingga sedang sangat diperlukan untuk meningkatkan penyerapan lutein dan zeaxanthin oleh tubuh.

Ini berarti, supaya orang bisa mendapat manfaat dari ketiga unsur tersebut secara maksimal, masaklah bayam dengan cara di tumis dalam waktu yang tidak terlalu lama.

Namun unsur yang terdapat dalam bayam tidak hanya yang menguntungkan saja. Beberapa diantaranya malah bisa berdampak sebaliknya. Orang perlu berhati-hati supaya bisa terhindar dari akibat merugikan yang ditimbulkan setelah menyantapnya.

Gangguan Ginjal

Hasil kajian Maria C. Linder, PhD. dari Department of Chemistry, California State University, Fullerton, mendapati, kadar oksalat bayam mencapai 779 mg/100 gr bahan.
Oksalat, selain dapat menyebabkan gangguan ginjal –karenanya, pada pasien yang mendapat ‘diit rendah kalsium tinggi sisa asam’, seperti pada penderita batu ginjal, sayuran ini tidak boleh diberikan– juga bisa menghambat penyerapan zat besi dan kalsium.

Agar kalsium dan zat besi bayam bisa banyak diserap, maka kadar oksalat mesti diturunkan dengan cara mengolahnya terlebih dulu, misalnya dengan merebusnya. Hasil penelitian Eny Widi Astuti dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Surakarta, menunjukkan, kandungan oksalat dalam daun bayam yang dijadikan sampelnya, dapat diturunkan dari 162,67 mg menjadi 118,33 mg, bahkan 76,67 mg, setelah sayuran tersebut direbus selama 0 menit, 10 menit dan 15 menit.

Selain itu, agar kadar zat besinya lebih bisa dimanfaatkan, dianjurkan untuk mengonsumsi sajian bayam bersama daging, ayam atau ikan. Ketiga bahan tersebut memiliki asam amino yang pintar mengikat besi dan membantu penyerapannya oleh tubuh.

GAKY

Gangguan akibat kekurangan yodium (GAKY) merupakan salah satu masalah gizi utama yang sampai saat ini belum dapat diatasi dengan tuntas. Di samping dapat menimbulkan gondok, situasi lain yang juga bisa dicetuskannya yakni : kretinisme (cebol) dengan IQ hanya sekitar 20 pada anak, serta terganggunya pertumbuhan dan perkembangan janin pada ibu hamil.

Banyak orang menyangka, GAKY hanya disebabkan karena tubuh kekurangan asupan yodium, padahal dari hasil studi G. A. Ubom, yang penah melakukan penelitian tentang kaitan antara GAKY, keadaan tanah, air dan diet (The Goiter-Soil-Water-Diet Relationship), di Nigeria, pada tahun 1991, didapati bahwa keadaan lingkungan di suatu wilayah pemukiman erat kaitannya dengan keadaan kesehatan masyarakat, di antaranya yang berhubungan dengan situasi GAKY.

Hal penting lain yang juga terungkap, ternyata selain bisa disebabkan oleh goitrogenik (zat yang secara biologis bersifat antagonis terhadap yodium) alami, seperti yang terdapat dalam sayuran “bangsa” cruciferae (famili tanaman dikotil yang mencakup + 3.000 spesies, berupa herba; bunga sempurna, sepal 4, petal 4, dan stamen 6, empat diantaranya lebih panjang; buah kecil berbentuk polong yang membelah membentuk dua katup), goitrogenik non alami, seperti sulphat, nitrat, thiourea, plumbun, merkuri dan berbagai sisa pestisida atau pupuk urea, bisa pula mencetuskannya.

Karena bayam biasanya mengandung nitrat, yang terserap dari pupuk dan kemungkinan dari air siraman, serta bisa jadi juga mengandung pestisida, supaya aman, beberapa cara berikut perlu dilakukan :
  1. Cuci bayam hingga bersih dengan air mengalir.
  2. Buang bagian batangnya, yang biasa dijadikan tempat “mangkal”-nya nitrat.
  3. Untuk menangkal pengaruh goitrogeniknya, tambahkan garam beryodium dalam tumis bayam Anda. Sebab yodium gampang teroksidasi, penambahan yodium hendaknya dilakukan setelah tumis siap dihidangkan.
  4. Segera habiskan tumis bayam Anda. Selain supaya yodium yang ada didalamnya bisa maksimal masuk tubuh, upaya ini juga dimaksudkan untuk mencegah nitrat diubah bakteri menjadi nitrit, yang bisa menimbulkan keracunan dengan gejala methaemoglobinaemia, yaitu MetHb dalam darah meningkat, dan memancing timbulnya kanker perut.
Gout

Jika ditengah asik tidur, menjelang pagi, tiba-tiba sendi di pangkal jempol kaki (big toe joint atau sendi metatarsofalangeal pertama) Anda nyeri hebat, bengkak, bagian kulit atasnya meradang kemerahan dan bila diraba panas, waspadalah, jangan-jangan Anda terkena gout, atau sering disebut asam urat, yang menurut kepercayaan kuno muncul akibat noxa (luka) yang jatuh tetes demi tetes ke dalam sendi.

Gout bisa terjadi lantaran tiga sebab : peningkatan produksi asam urat, proses pembuangan asam urat oleh ginjal menurun, atau lantaran tingginya asupan makanan kaya purin –purin merupakan senyawa yang akan dirombak menjadi asam urat dalam tubuh.

Bayam kaya akan purin. Dalam catatan Ali Khomsan, salah seorang pakar gizi yang dimiliki Indonesia, kandungannya mencapai 290 mg/100 gr bahan.

Lantaran belum diketahui metode tokcer guna menurunkan purin dalam makanan, khususnya dalam bayam, maka cara aman untuk menghindari kumatnya penyakit ini adalah dengan menjauhinya. Tidak mencoba-coba mengonsumsinya, sekalipun dalam bentuk tumis bayam yang lezat.